Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~177


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja? kamu terluka ayo ku antar ke rumah sakit." ajak seorang gadis cantik saat menemukan seorang pria terkapar di pinggir jalan.


Pria itu nampak menatap gadis itu yang sama sekali tak takut padanya, justru tersirat senyum ramah di bibir tipisnya.


"Ini pasti sakit sekali, ayo ku bantu bangun. Mereka sangat kejam bisa-bisanya main keroyokan." umpat gadis tersebut, kemudian membawa pria itu ke dalam mobil bututnya.


Itu adalah awal pertemuan James dan Grace, malam itu James yang baru keluar dari club malam dengan keadaan setengah mabuk tiba-tiba di keroyok oleh sepuluh orang hingga membuatnya tak berdaya.


Beruntung seorang gadis dengan cepat menolongnya, jika tidak mungkin nyawanya tak tertolong lagi dan sejak itu mereka mulai dekat lalu menjalin hubungan.


Kehidupan bebas di Amerika membuat mereka terbiasa melakukan hal intim di luar pernikahan sampai pada akhirnya Grace hamil dan James yang mempunyai trauma masa kecil karena di buang oleh orang tuanya tak ingin hal itu terjadi pada darah dagingnya yang di kandung oleh wanita itu.


Namun entah James benar-benar mencintai wanita itu atau tidak, karena awal hubungan mereka terjalin karena ia ingin membalas kebaikan wanita itu yang sudah menolong nyawanya. Hingga pada suatu malam saat ia sedang di pengaruhi alkohol dengan setengah sadar ia menidurinya dan sejak saat itu James memutuskan untuk bertanggung jawab lalu menjadikan wanita itu kekasihnya.


Sampai pada suatu ketika William mengendus hubungan mereka dan ia baru menyadari jika Grace adalah anak dari wanita yang pernah menjadi ibu tiri pria itu, James tidak pernah tahu bagaimana masa lalu tuannya dengan keluarganya hingga membuat pria itu sangat membencinya.


Namun James yang mempunyai hutang nyawa dengan Grace, terpaksa tetap menjalani hubungan mereka meski di tentang oleh sang tuan.


"Kamu sudah bangun ?" James langsung terperanjat saat tiba-tiba tangannya di genggam oleh Grace, tadinya ia sedang mengingat masa lalunya dengan wanita itu. Awal pertemuan mereka di mana ia mempunyai hutang nyawa dengan istrinya itu.


"Aku senang kamu tetap di sini, percayalah janin yang ku kandung adalah anakmu." ucap Grace memberikan penjelasan meski wanita itu baru tersadar dari pingsannya.


"Istirahatlah, jangan memikirkan macam-macam." timpal James menatap wanita itu.


"Apa kamu mau makan? dokter berpesan kamu harus banyak makan demi janin yang ada dalam rahimmu." tawar James seraya menarik meja troli yang berisi beraneka makanan dan buah.


"Hm." Grace langsung mengangguk senang.


"Suapi." imbuhnya lagi dengan nada manja.


"Ayo duduklah." James langsung membantu wanita itu untuk duduk, kemudian mulai menyuapi sesendok demi sesendok hingga tandas.


Pria itu juga mengupaskan buah agar janin yang ada dalam rahim wanita itu semakin sehat, meski ia ragu itu adalah darah dagingnya namun sebelum hasil tes DNA keluar ia akan tetap menganggapnya sebagai buah hatinya.


Tanpa sepengetahuan wanita itu, James telah melakukan tes DNA waktu istrinya itu sedang tak sadarkan diri. Meski sangat beresiko namun ia harus tetap melakukannya.


"Aku sangat mencintaimu James, tolong maafkan aku. Aku dan Nick hanya teman dekat dan tidak lebih. Karena...." Grace langsung menjeda ucapannya saat James menempelkan jarinya di bibirnya.

__ADS_1


"Cepat habiskan dan setelah ini beristirahatlah." potong James kemudian.


"Hm." Grace mengangguk senang, ia yakin suaminya itu pasti sudah melupakan masalah itu dan mulai memaafkannya.


Setelah menghabiskan buahnya, Grace kembali merebahkan tubuhnya. Menggenggam tangan suaminya dengan erat dan ia mulai terpejam akibat rasa kantuk yang kembali menderanya setelah mengkonsumsi beberapa obat dan vitamin.


"James tolong jangan tinggalkan Grace, dia sangat mencintaimu. Hubungannya dengan Nick hanyalah kesalahpahaman belaka." ucap nyonya Barbara setelah sang putri kembali tertidur.


"Saya sedang tidak ingin membahasnya." tegas James hingga membuat wanita paruh baya itu seketika menutup mulutnya.


Melihat istrinya sudah terlelap tidur, James segera beranjak dari sampingnya lalu menghempaskan bobot tubuhnya di sofa tak jauh dari sana. Memeriksa beberapa surel yang masuk di ponselnya dan segera membalasnya satu persatu.


Setelah pekerjaannya selesai, pikiran James melayang ke istri keduanya itu. Tiba-tiba ia merasa penasaran dengan keadaan wanita itu, kemudian ia kembali menatap ponselnya lalu menjelajahi cctv rumahnya yang sudah tersambung dengan benda pipihnya tersebut.


Sebelumnya James juga memasang cctv di kediamannya bersama Grace, namun entah kenapa cctv di sana sering sekali mati atau rusak dan kini ia tahu apa penyebabnya.


Tak ingin memikirkan hal yang membuat hatinya meradang, James kembali menatap cctv di ponselnya yang menampakkan istrinya itu sedang menenggelamkan wajanya di meja makannya.


"Apa dia ketiduran ?" gumamnya, namun tak berapa lama wanita itu bangun lalu mengusap matanya.


Kimono mandi yang masih melekat di tubuh wanita itu membuat James nampak menelan ludahnya, bisa-bisanya wanita itu makan malam dengan hanya berpakaian seperti itu.


Entah kenapa pikirannya tiba-tiba menjadi kotor dan seketika miliknya mulai menegang, sebelumnya James tak pernah begitu menginginkan tubuh seorang wanita baik itu Grace sekalipun.


Karena selama ini Grace lah yang selalu agresif hingga membuatnya tak berdaya di buatnya, namun berbeda sekali dengan istri keduanya yang membuat adrenalinnya selalu naik akibat penolakannya.


Namun ia tipe pria pendominasi, semakin di tolak maka ia akan semakin memaksa dan ia sangat menyukai getaran hatinya saat memasuki wanita itu.


Getaran hati yang mampu membuat darahnya berdesir dan jantungnya berdenyut dengan cepat, rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Yang ia rasakan bersama Grace hanya sebuah nafsu besar yang di bakar oleh wanita, di matanya Grace begitu agresif hingga mampu membuatnya puas saat berhubungan intim dengan wanita itu.


"Mau kemana dia ?" gumamnya lagi saat wanita itu bukannya masuk ke dalam kamarnya malah justru menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.


Setelah beberapa kali mencoba memasukkan angka, akhirnya wanita itu berhasil membuka pintu kamarnya dan itu membuat James langsung geleng-geleng kepala.


"Kau sudah masuk kandang singa, jangan harap bisa keluar dengan mudah."

__ADS_1


James langsung beranjak dari duduknya. "Kamu mau kemana James ?" tanya nyonya Barbara saat melihat anak menantunya hendak pergi.


"Saya ada kerjaan penting, tolong jaga Grace." sahut James seraya menatap ibu mertuanya itu.


"Tentu saja, kamu akan segera kembali kan ?"


"Hm, akan ku usahakan." angguk James.


"Baiklah, hati-hati."


...----------------...


"Tolong biarkan aku pergi." mohon Anne saat ia di kungkung oleh suaminya itu.


James yang menopang tubuhnya dengan kedua tangannya nampak tersenyum menyeringai, wanita itu sudah berhasil membuat miliknya menegang sejak di rumah sakit jadi bagaimana bisa ia melepaskannya begitu saja.


Wanita itu harus bertanggung jawab meredakan hasratnya yang sangat besar akan tubuh moleknya.


"Tentu saja aku akan melepaskanmu, setelah aku yakin kamu tak mencuri barang-barang di kamarku." tukas James yang tentu saja membuat Anne langsung melebarkan matanya.


"Sudah ku bilang, aku tidak mengambil apapun tuan James." ucapnya membela diri.


"Aku tidak yakin sebelum memeriksanya." James nampak mengangkat sebelah tangannya untuk melepaskan ikatan bathrobe yang di pakai oleh wanita itu.


"Tunggu, apa kamu sedang menuduhku menyembunyikan sesuatu di dalam pakaianku ?" ucap Anne berapi-api seraya menahan tangan pria itu.


"Apapun itu bisa saja terjadikan ?" James menyeringai menatap istrinya itu.


"Kau gila, aku sangat membencimu." Anne langsung memukuli dada bidang di balik kemeja yang pria itu kenakan.


Bukannya merasa sakit, James justru tertawa nyaring. "Kau bertingkah seperti seorang maling yang sedang ketahuan, mencari alibi dengan menyerang balik." ucapnya seraya mencekal kedua tangan wanita itu lalu menariknya ke atas kepalanya.


"Dan aku sangat tertantang untuk itu." lirihnya seraya menatap bibir merah alami istrinya itu yang sedari tadi menggodanya dan tanpa banyak bicara lagi James langsung m3lum4tnya dengan rakus.


.


Apa yang sedang kalian tunggu siang-siang beginiđź‘€.....

__ADS_1


__ADS_2