Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~259


__ADS_3

"Tuan, saya menemukan berkas-berkas milik anda yang tempo hari menghilang. Saya rasa memang ada seseorang yang sengaja mencurinya, tuan." Jack nampak memberikan tumpukan berkas yang sudah usang pada Alex sore itu dan pria itu segera memeriksanya.


"Di mana kau menemukannya, Jack ?" Alex langsung memicing.


"Di tempat sampah dekat apartemen milik tuan Marco, tuan." terang Jack yang sontak membuat Alex melebarkan matanya.


"Bagaimana bisa sampai sana, apa orang kita ada yang diam-diam berkhianat ?" Seketika Alex nampak murka.


"Saya sudah mengecek cctv di sekitar sana tuan, sepertinya akhir-akhir ini nyonya Celine sering mengunjungi Apartemen tuan Marco." terang Jack lagi dan tentu saja itu membuat Alex tak percaya begitu saja.


"Apa yang di lakukan dia di sana ?" tanyanya ingin tahu.


"Saya kurang tahu tuan, tapi kemarin pagi beliau juga terekam datang ke sana." sahut Jack yang membuat Alex langsung terkejut, jadi istrinya itu telah berbohong padanya?


"Apa ini ada hubungannya dengan cctv ruang kerjaku yang rusak, Jack? jadi kau berpikir jika istriku pelakunya ?" Alex baru menyadari saat berkas-berkasnya hilang, cctv di rumahnya juga mendadak rusak.


"Sebaiknya anda berhati-hati tuan, karena sudah lama sekali anda mengabaikan nyonya Celine hingga tak pernah mengetahui apa yang beliau lakukan di belakang anda selama ini." Jack mengingatkan, karena sejak lima tahun yang lalu tuan besarnya itu sudah tak peduli lagi dengan apa yang di lakukan oleh wanita itu.


Alex nampak menghela napasnya, apa mungkin istrinya itu adalah pelakunya? lalu apa motif wanita itu melakukannya? karena uang? rasanya tidak mungkin karena ia selalu memenuhi kebutuhannya.


Alex nampak menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya, kadang ia berpikir akan di bawa kemana pernikahannya dengan wanita itu karena perasaannya pun sudah lama hambar.


Namun ia bukanlah pria yang mudah menjalin hubungan dengan wanita baru, selagi istrinya itu tetap baik padanya ia akan selalu memaafkannya. Karena ia pun bukan pria sempurna dan juga pernah melakukan kesalahan.


"Awasi dia terus Jack !!" perintahnya kemudian.


Jika memang istrinya itu diam-diam menghianatinya dengan Marco, ia takkan pernah memberikan maafnya lagi.


"Baik tuan." Jack mengangguk patuh, kemudian pamit undur diri.


Sementara itu Elsa yang baru saja sampai di sebuah bar nampak menghempaskan bobot tubuhnya di meja depan bartender, kemudian wanita itu segera memesan minuman favoritnya.


"Anda yakin non alkohol, nona ?" tanya sang Bartender memastikan karena setahunya wanita cantik di hadapannya itu selalu memesan minuman beralkohol setiap kali datang.


"Kau ingin membuatku mabuk di saat jam kerja ?" timpal Elsa kemudian.


"Tapi aku belum pernah melihatmu mabuk." balas Bartender itu lagi sembari terkekeh menggodanya.

__ADS_1


"Berikan apa yang nona ini mau, bung." tiba-tiba suara seorang pria mengagetkan Elsa hingga membuat wanita itu langsung menoleh.


"Kau ?"


"Hai, masih ingat denganku ?" sapa Marco seraya menghempaskan bobot tubuhnya di kursi samping wanita itu.


"Tentu saja, siapa yang tak mengenal seorang Marco Anderson salah satu pebisnis sukses di negeri ini." sahut Elsa memuji dengan mengulas senyumnya dan itu membuat Marco ikut tersenyum.


"Bagaimana kabarmu, nona ?" ucapnya kemudian.


"Seperti yang kau lihat." sahut Elsa seraya meraih segelas mocktail di hadapannya tersebut, minuman dingin dengan racikan sari buah bercampur soda itu langsung mendinginkan tenggorokannya yang kering.


"Ku rasa kau sangat baik, ngomong-ngomong apa tawaranmu beberapa waktu lalu masih berlaku ?" Marco langsung to the point, karena menurutnya Celine sangat tidak berguna untuk kelancaran bisnisnya.


"Tergantung." sahut Elsa lalu menyesap lagi minumannya.


"Tergantung ?" ulang Marco kurang mengerti, sepertinya ia tak bisa begitu menebak keinginan wanita seksi di hadapannya itu.


Sebagai lelaki normal tentu saja ia sangat mengagumi penampilan wanita itu, sangat seksi namun berkelas dan prestasinya pun tak main-main karena selain sebagai seorang desainer terkenal wanita itu juga seorang pebisnis handal.


"Aku hanya akan mengambil kerja sama jika itu sangat menguntungkan bagiku." sahut Elsa dengan menatap tegas pria di sebelahnya itu, kukunya yang panjang dan lentik terlihat cantik saat menyentuh gelas di tangannya dan itu tak luput dari pandangan Marco.


"Apa kau akan mengabulkan apapun kemauanku ?" Elsa nampak mengulurkan tangannya untuk memperbaiki kerah kemeja pria itu dan tentu saja itu membuat Marco langsung menelan ludahnya, apa wanita di sebelahnya itu sedang merayunya?


"Bagaimana? aku tidak suka menunggu." imbuh Elsa lagi yang kini kembali menarik tangannya.


"Baiklah, asal aku bisa mendapatkan bagian proyek itu apapun yang kamu inginkan akan ku berikan." tegas Marco kemudian.


"Apapun itu ?" ulang Elsa memastikan.


"Tentu saja, pria sejati takkan mengingkari perkataannya." tegas Marco lagi.


"Jadi katakan, imbalan apa yang kau inginkan !!" imbuh Marco ingin tahu.


Elsa yang tak ingin Bartender di depannya itu mendengar percakapannya, ia langsung merapatkan tubuhnya pada Marco lalu berbisik di telinganya yang membuat pria itu langsung memicing.


"Apa kau sudah gila ?" ucapnya setelah itu.

__ADS_1


"Jadi kamu tidak setuju ?" tanya balik Elsa.


"Katakan apa sebenarnya tujuanmu, nona ?" Marco semakin penasaran dengan sosok wanita cantik di hadapannya itu.


"Bukan urusanmu, kamu hanya cukup katakan iya atau tidak." sahut Elsa dengan tegas.


"Tapi bagaimana pun juga kau sudah melibatkan ku." timpal Marco kurang setuju.


"Jika kamu tidak mau aku tidak akan memaksa tapi cukup kamu tahu aku tidak pernah bermain-main dengan tawaranku, jadi bukankah itu seimbang." tegas Elsa kemudian, lalu kembali menyesap minumannya.


"Apa kau menyukai Alex ?" tanya Marco tiba-tiba yang langsung membuat Elsa tersedak dan Marco sontak tertawa mengejek.


Kemudian pandangannya tak sengaja ke arah pintu keluar di mana sosok Alex sudah berdiri di sana, entah sejak kapan pria itu datang.


"Sangat menarik." gumamnya lalu ia segera mendekatkan wajahnya lantas mengecup pipi Elsa dan tentu saja itu membuat Elsa terkejut, begitu juga dengan Alex yang nampak mengepalkan tangannya menatap pemandangan tak jauh darinya itu.


"Apa yang kau lakukan !!" protes Elsa.


"Aku hanya membantumu, baiklah aku harus pergi nanti ku kabari jika aku menyetujui tawaranmu yang sangat menarik itu." sahut Marco seraya tersenyum menyeringai melirik ke arah Alex, setelah itu ia segera meninggalkan meja bar tersebut.


Saat melewati Alex pria itu nampak tersenyum miring, lalu segera pergi tanpa sepatah kata pun.


Sementara Alex yang sudah menahan emosinya sejak melihat kedekatan wanita itu dan Marco langsung melangkah mendekat, wanita itu hanya miliknya dan ia tak terima jika pria lain juga menyentuhnya.


"Ck, apa tidak ada pria lain yang bisa kamu goda selain bajingan itu hah ?" tudingnya kemudian yang langsung membuat Elsa terperanjat kaget lalu menoleh.


"Kau ?"


"Kenapa? terkejut melihatku hm ?" Alex nampak tersenyum sinis, rahangnya mengeras menandakan jika pria itu sedang tidak baik-baik saja.


"Bukan urusanmu." Elsa langsung mengalihkan pandangannya, lagi-lagi pria itu menunjukkan sosok lain pada dirinya dan ia tak menyukai itu.


"Tentu saja menjadi urusanku, j4l4ng." Alex langsung menarik tangan Elsa hingga wanita itu beranjak dari duduknya.


"Lepaskan !!" Elsa berusaha meronta, namun cekalan kuat di pergelangan tangannya membuatnya tak bisa berbuat apapun selain mengikuti kemana pun pria itu akan membawanya.


Sedangkan Marco yang rupanya masih belum pergi dari bar tersebut nampak tersenyum sinis.

__ADS_1


"Sangat menarik dan bukan Marco Anderson jika tak bisa memanfaatkan hal itu." gumamnya seraya menatap kepergian Alex yang membawa Elsa keluar dari bar tersebut.


__ADS_2