
"Si4l4n."
Alex langsung mengumpat saat melihat wanita itu telah pergi dengan menaiki sebuah mobil mewah keluaran terbaru meninggalkan mall miliknya tersebut.
"Siapa dia sebenarnya ?" gumamnya, karena sepertinya wanita itu bukan orang biasa.
"Halo Dan, segera cari tahu wanita yang baru saja ku kirim di emailmu !!" perintahnya saat menghubungi asistennya tersebut.
Sementara itu sang asisten yang masih berada di kantornya nampak mengernyit saat melihat sosok potret wanita muda nan cantik yang baru saja di kirim oleh atasannya tersebut.
"Siapa wanita ini ?" gumamnya, karena selama ini ia mengenal Alex adalah sosok lelaki baik-baik jauh dari kata casanova.
"Astaga." imbuh Danny sedikit terkejut setelah berselancar di internet mencari sosok wanita tersebut, kemudian pria itu segera mengirim informasi yang ia dapatkan pada sang tuan.
Alex yang hendak mengemudikan mobilnya urung ia lakukan saat tiba-tiba ponselnya terdengar notifikasi sebuah pesan, kemudian ia segera membacanya lalu wajahnya nampak mengernyit setelah itu.
"Jerman? jadi wanita itu berasal dari Jerman? seorang desainer kaya raya yang sedang sukses saat ini." Alex semakin tak mengerti apa tujuan wanita itu akhir-akhir ini menggodanya.
Mereka berbeda negara dan sebelumnya juga tak pernah bertemu, lalu apa tujuan wanita itu melakukan itu semua.
"Dan, segera lacak keberadaan wanita itu saat ini !!" perintahnya pada asistennya itu lagi.
"Baik, tuan."
Di tempat lain, Elsa yang sedang menuju kediamannya di LA nampak tersenyum sinis saat membayangkan bagaimana Alex tadi mengejarnya.
Pria itu hampir masuk permainannya dan ia akan semakin mempermainkan dan membuatnya penasaran atas dirinya, tak ada pria normal mana pun yang mampu menolak pesonanya.
Meski sebelumnya ia hanya seorang gadis polos yang menggantungkan hidupnya pada sang kakak, namun setelah wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya itu telah tiada mau tak mau ia harus berdiri di kakinya sendiri.
Ia bersyukur Tuhan memberikannya sebuah bakat hingga membuatnya menjadi seorang desainer terkenal seperti saat ini.
__ADS_1
Kesuksesannya tak luput dari ambisinya untuk membalas dendam atas kesakitan sang kakak sebelum pada akhirnya wanita itu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
"Nona muda, apa rencana anda selanjutnya ?" tanya sang asisten yang sedang berada di balik kemudinya.
"Awasi terus j4l4ng itu, aku yakin wanita itu takkan bisa bertahan hanya dengan suaminya saja !!" perintah Elsa dari kursi belakang, ia belum puas jika belum membuat wanita itu menderita.
"Baik nona."
Sepanjang perjalanan Elsa nampak tersenyum sinis, meski Alex terkenal dengan sifat dinginnya pada seorang wanita tapi ia yakin mampu merebut hati pria itu dari istrinya.
Tak ada yang tak mungkin baginya, ia adalah seorang wanita yang berambisius tinggi dan apapun yang dia inginkan harus tercapai meski jalannya sangat terjal.
Dan benar saja, baru saja sampai mansionnya ia sudah melihat targetnya sudah berdiri di depan pagar gerbangnya. Beruntung asistennya itu sangat tanggap hingga menghentikan mobilnya jauh dari sana.
"Apa anda akan menemuinya, nona ?" ucap pria itu kemudian.
"Aku tak menyangka secepat itu dia menemukan keberadaanku di sini." timpal Elsa, ia mengingat tadi sengaja datang ke pusat perbelanjaan di mana Alex berada dan dugaannya tepat dengan sedikit menunjukkan dirinya rupanya membuat pria itu semakin penasaran padanya.
"Biarkan dia menunggu, aku belum ingin menemuinya." imbuhnya lagi, ia merasa sangat lelah setelah berbelanja beberapa kebutuhan pribadinya dan ia tak ingin moodnya semakin rusak karena menghadapi pria bodoh itu.
Akhirnya Elsa tetap berada di dalam mobilnya, menunggu pria itu pergi hingga ia bisa masuk ke dalam mansionnya yang baru saja ia beli beberapa waktu lalu.
Selama bertahun-tahun Elsa telah bekerja keras, menyiapkan materi dan juga mental dan saat ini ia sudah sangat siap untuk menjalankan misinya.
"Si4l4n !!"
Alex nampak mengumpat kesal saat berkali-kali menekan bel namun tak kunjung di buka, apa wanita itu belum pulang? tapi paling tidak ia bisa mencari tahu sosoknya dari para pelayannya.
Atau ia bisa meninggalkan pesan pada mereka jika ia ingin menemui wanita itu secara personal, mengingat hanya mansion ini satu-satunya tempat yang wanita asing itu tinggali selama berada di LA.
Akhirnya setelah hampir satu jam seperti orang bodoh berdiri di depan gerbang Elsa, Alex memutuskan untuk pergi dari sana.
__ADS_1
Melajukan mobilnya dengan kencang, menuju kantornya karena masih banyak pekerjaan yang sudah menantinya.
Sedangkan Elsa langsung masuk ke dalam rumahnya, ia sempat tertidur lalu di bangunkan oleh sang asisten saat Alex sudah pergi meninggalkan mansionnya tersebut.
"Ck, mengganggu saja." gerutu Elsa seraya menghempaskan bobot tubuhnya di kasurnya yang empuk, lalu menghidupkan ponselnya yang sedari tadi sengaja ia matikan agar pria bodoh itu tak bisa menghubunginya.
Dan benar saja setelah ponselnya kembali hidup, panggilan telepon langsung tertuju padanya dan ia bisa memastikan siapa yang menghubunginya.
Karena di kontaknya hanya ada dua nomor yang tersimpan, milik asistennya dan juga pria itu. Karena semua pekerjaan yang berhubungan dengannya akan teralihkan pada asistennya tersebut.
Elsa membiarkan ponselnya berdering terus menerus hingga berakhir dengan sendirinya, untuk sementara waktu ia akan menarik ulur perasaan pria itu sebelum benar-benar berjumpa secara langsung.
Namun rupanya pria itu tak menyerah begitu saja karena setelah sekian panggilan ia abaikan kini kembali menghubunginya, setelah berpikir sejenak Elsa nampak menekan tombol hijau.
Mungkin ini untuk pertama kalinya ia berbicara secara langsung pada pria itu karena sebelumnya ia hanya berbicara melalui video yang ia kirim.
"Hm." ucapnya singkat setelah telepon tersambung.
"Wanita si4l4n, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku !!"
Suara Alex terdengar geram di ujung telepon, suaranya yang berat menyimpan sebuah kemarahan yang tertahan.
"Aku menginginkan mu." sahut Elsa mengalir begitu saja, wanita itu nampak memperhatikan kuku-kukunya yang panjang dengan cat yang cantik.
"Aku tidak pernah mengenalmu, mulai saat ini jangan pernah menggangguku lagi !!" ancam Alex lagi yang langsung membuat Elsa nampak tersenyum sinis.
"Yakin kamu tidak ingin ku ganggu? aku tahu selama ini kamu selalu menggunakan ku sebagai obyek fantasimu, bukan ?" timpal Elsa dengan kekehannya.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan, j4l4ng ?" hardik Alex langsung, pria itu nampak murka saat merasa dirinya di permainankan hanya oleh seorang wanita.
"Aku menginginkan mu tapi juga ingin menghancurkan istrimu." sahut Elsa dengan nada serius.
__ADS_1
"Dan sebelum rencanamu itu terlaksana, ku pastikan kamu akan hancur duluan." sumpah Alex lalu segera mengakhiri panggilan teleponnya tersebut, rahangnya nampak mengeras setelah mengetahui maksud wanita asing tersebut.
Sementara Elsa nampak tersenyum sinis. "Aku tak yakin kamu mampu menolakku, tuan Alex Martin."