
Hampir satu jam wanita anggun tadi belum keluar dari ruangan James dan itu membuat Anne yakin jika wanita itu mempunyai hubungan khusus dengan pria itu.
Tak ingin memikirkan pria itu akhirnya Anne memutuskan untuk pergi makan siang saja dan tiba-tiba ia ingin makan seafood, sepertinya ia tahu restoran mana yang harus ia kunjungi.
Di antar oleh Mark, Anne segera berlalu menuju restoran tempatnya dulu bekerja. Sebenarnya ia juga kangen dengan pemilik restoran tersebut karena sudah lama tak bertemu.
Ting
Sebuah pesan masuk yang langsung Anne buka karena kebetulan ponselnya berada di genggamannya.
"Selamat siang An, jika tak sibuk sudikah aku undang untuk makan siang di restoran kenalanku. Entah kenapa baru tiba di Amerika langsung merindukanmu."
Anne langsung terkekeh saat membaca pesan dari Kenji, rupanya pria itu sudah kembali ke Amerika.
"Baik tuan Kenji, tolong di share restorannya nanti saya segera kesana."
Anne segera membalasnya dan tak lama kemudian pesannya pun mendapatkan balasan. "Astaga, ternyata tuan Nicolas sama tuan Kenji saling mengenal kebetulan sekali." ucapnya saat Kenji baru saja memberikan sebuah alamat restoran.
Anne rasanya sangat senang ketika mengetahui hal itu, akhirnya ia bisa bertemu dengan seseorang dari benua Asia.
Terlalu lama tinggal dengan bule tengik itu membuat Anne stres berkepanjangan, mereka mempunyai budaya yang berbeda dan itu kurang cocok dengan prinsip hidupnya.
Anne langsung mengulas senyum lebarnya saat baru turun dari mobilnya, karena tak tanggung-tanggung duo cogan langsung menyambutnya.
"Astaga, mimpi apa aku semalam berasa di kelilingi oppa-oppa Korea."
Anne nampak terkikik dalam hati, lalu segera menghampiri mereka.
"Hai mantan, akhirnya kita berjumpa lagi." Nicolas langsung menjabat tangan Anne.
"Apa kabar tuan Nicolas ?" sapa Anne kemudian.
"Seperti yang kamu lihat, restoranku sedikit merana karena kepergianmu." sahut Nicolas dengan mimik ia buat sesedih mungkin.
__ADS_1
"Tunggu, jadi kalian saling mengenal sebelumnya dan mantan maksudnya apa ?" Kenji langsung mengernyit tak mengerti sembari menatap Anne dan Nicolas bergantian.
"Beliau mantan boss saya tuan Kenji, karena sebelumnya saya pernah bekerja di sini." timpal Anne yang langsung membuat Kenji nampak lega.
"Sepertinya lama tak bertemu kamu lupa harus memanggilku apa An ?" sindir Kenji, sebelumnya ia sudah sepakat dengan wanita itu untuk saling memanggil nama saja.
Anne langsung terkekeh. "Baiklah Ken, aku hanya becanda." ucapnya dengan senyum mengembang di bibirnya dan itu membuat Kenji nampak memperhatikan wanita itu dengan lekat.
Sepertinya ia benar-benar sudah jatuh cinta pada wanita itu dan kali ini ia sangat serius.
"Aku cemburu." Timpal Nicolas saat melihat keakraban dua orang di hadapannya itu.
"Astaga, ingatlah umurmu sudah tak pantas buat merajuk." cibir Kenji saat menatap sahabatnya itu.
"Aku juga ingin kamu panggil dengan sebutan nama seperti dia Anne dan tak ada penolakan." tegas Nicolas menatap Anne dan itu membuat Anne kembali terkikik.
"Baiklah-baiklah, mulai hari ini kalian adalah sahabat terbaikku jadi jika suatu saat aku menangis kalian harus siap menyerahkan bahu kalian sebagai sandaranku." ucap Anne kemudian.
"Jangankan bahu buat kamu, kau meminta hati pun aku takkan keberatan." timpal Nicolas yang langsung mendapatkan getokan dari Kenji.
Kenji nampak mengedarkan pandangannya dan ia melihat beberapa pria berbadan tegap sedang berada di sekitar sana, padahal tadi sebelum wanita itu datang tak ada mereka.
"Sebenarnya siapa kamu An ?" gumamnya, ia tahu pria-pria tersebut sedang mengawasi wanita itu.
Dan akhirnya siang itu mereka menghabiskan waktunya untuk makan siang bersama dengan di selingi canda tawa, sungguh Anne sangat bahagia karena sedikit rehat dari aktivitas kantornya.
"Aku akan mengantarmu." ajak Kenji saat Anne bersiap untuk pulang.
"Astaga kamu selalu terdepan." gerutu Nicolas, pria yang sangat mirip dengan aktor Korea favorit Anne itu terlihat menggerutu dan itu membuatnya gemas.
Kenji nampak terkekeh kemudian ia segera mengantar Anne, sungguh ia sangat merindukan wanita itu.
"Anne, aku akan lama tinggal di sini. Jika ada waktu luang bisakah kita menghabiskan waktu bersama, jujur sejak aku kembali ke Jepang aku merasa ada yang hilang dan sepertinya sebagian hatiku telah tertinggal padamu." ucap Kenji setelah menghentikan mobilnya di parkiran kantor Anne.
__ADS_1
"Ken, kamu sedang becandakan ?" Anne nampak terkejut dengan pernyataan pria itu yang tiba-tiba.
"Tidak, aku tidak pernah becanda dengan perasaanku. Aku menyukaimu An dan ku harap kamu tak ada hubungan dengan Nicolas. Dia pria brengsek yang suka meniduri banyak wanita." tegas Kenji yang semakin membuat Anne terkejut.
Apa dirinya baru saja di tembak oleh pria itu? Anne nampak bingung haruskah ia jujur dengan keadaannya saat ini? selain tampan Kenji pria yang sangat baik. Seandainya ia belum menikah mungkin Anne akan mempertimbangkan perasaan pria itu.
Cup
Tiba-tiba Kenji mencium kening Anne yang langsung membuat wanita itu terperanjat. "Ken, apa yang kamu lakukan ?" protesnya kemudian.
"Itu tanda jika aku sayang sama kamu An, aku akan memberikan waktu untuk kamu menjawabnya dan ku harap aku tak terlalu lama menunggu waktu itu tiba." tegas Kenji seraya menggenggam tangan Anne.
"Baiklah, cepatlah masuk sebelum bossmu yang galak itu menyadari jika managernya tak ada di ruangannya." imbuh Kenji kemudian.
"I-iya, te-terima kasih untuk hari ini." Anne mengangguk kecil, kemudian segera turun dari mobil tersebut. Sepertinya wanita itu mendadak gugup setelah mendapatkan sebuah kecupan di keningnya dari pria itu.
Kemudian Anne segera masuk ke dalam kantornya dan tanpa sengaja ia kembali berpapasan dengan wanita anggun yang tadi masuk ke dalam ruangan sang suami.
Wanita itu terlihat akrab dengan nyonya Darrien dan Anne baru menyadari jika mereka sedikit memiliki kemiripan, apa mereka ibu dan anak? namun rasanya tidak mungkin.
"Anne kemarilah, kenalkan dia keponakanku yang baru datang dari Eropa dan mulai hari ini dia akan bekerja di sini dan sedikit info buat kamu jika Jennifer ini adalah cinta pertama tuan James. Jadi ku harap kau dan kalian semua menghormatinya karena tak lama lagi ia akan menjadi calon kekasih beliau dan kemungkinan juga akan menjadi nyonya di perusahaan ini." ucap Darrien memperkenalkan ponakannya tersebut pada Anne dan beberapa karyawan lainnya di sana.
"Senang bertemu dengan kalian semuanya." ucap Jennifer dengan nada lemah lembut dan itu membuat beberapa pria langsung mengaguminya.
Anne nampak tersenyum sinis. "Apakah sudah selesai, aku ingin kembali bekerja." ucapnya dengan malas.
"Kau !!" Nyonya Darrien langsung geram saat Anne tak bersikap sopan pada ponakannya.
"Oh ya senang bertemu denganmu nona Jennifer." ucap Anne menatap Jennifer sejenak kemudian melenggangkan tubuhnya menjauh dari sana.
"Kurang ajar, sama sekali tak mempunyai sopan santun." geram nyonya Darrien lagi.
Sementara itu James yang masih berdiri di jendela kaca ruangannya, nampak mengeraskan rahangnya dan tangannya terkepal kuat menatap deretan mobil yang terparkir di bawahnya itu.
__ADS_1
"Suruh manager marketing segera menemuiku." ucapnya saat menghubungi sekretarisnya tersebut.