
"Apa anda tuan Alex Martin? senang bisa bekerja sama dengan anda tuan." ucap Elsa seraya menatap lekat pria itu.
Alex balas menatap tak suka pada wanita itu, rahangnya nampak mengeras lalu tatapannya tajam seperti pedang yang ingin menghunusnya. Namun sebagai pebisnis profesional pria itu tetap mengulurkan tangannya menyambut jabat tangan wanita itu.
"Semoga kerja sama kita ke depannya sukses, tuan Alex." ucap Elsa dengan semakin mengeratkan genggamannya hingga menimbulkan gelanyar aneh di tubuh pria itu, Namun Alex segera menarik kembali tangannya.
"Aku belum menentukan kita akan kerja sama atau tidak." tukas Alex dengan nada tak ramah.
Namun Elsa hanya menanggapinya dengan senyuman kecil, senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan pada semua orang.
"Tapi aku yakin anda pasti menyukai kerja sama denganku." timpal Elsa dengan menatap penuh arti pria itu, tatapan lembut namun penuh dengan amarah dan Alex menyadari hal itu.
Pandangan mereka nampak terkunci beberapa saat hingga Celine yang menyadari itu nampak tak suka lalu segera menyela mereka.
"Sayang, sepertinya masih banyak relasi bisnismu yang sedang menunggumu." ucapnya mengingatkan sang suami.
"Tentu, tentu saja." Alex langsung menyentuh lembut tangan istrinya yang melingkar di lengan kekarnya dan itu tak luput dari penglihatan Elsa.
Kemudian pria itu segera berlalu menjauh dari sana, berdekatan dengan wanita itu membuat detak jantungnya tak aman dan ia tak menyukai itu.
"Aku tidak suka dengan wanita itu." gerutu Celine setelah mereka berjalan menjauh.
"Kenapa ?" Alex nampak mengernyit, ia jadi mengingat perkataan Elsa beberapa waktu lalu. Wanita itu mengatakan jika ingin menghancurkan sang istri, apa sebelumnya mereka saling mengenal? atau itu hanya perkataan asal yang di lontarkan oleh wanita itu saja?
"Aku tidak suka cara dia menatapmu." sahut Celine mengadu.
"Ku rasa dia tak seperti wanita penggoda lainnya." timpal Alex, karena Elsa memang tak bereaksi seperti wanita-wanita yang biasanya menggodanya.
Wanita itu justru bersikap elegan namun mempesona, berbeda terbalik ketika wanita itu berada di dalam video di mana selalu berpenampilan panas untuk menggodanya.
"**1*."
__ADS_1
Alex langsung mengumpat saat keperkasaannya bereaksi hanya karena membayangkan beberapa video yang Elsa kirim padanya.
Tidak, Alex tak boleh terbawa suasana. Wanita itu datang bukan dengan maksud baik, namun justru ingin menghancurkan rumah tangganya yang sudah lama ia bina.
Meski akhir-akhir ini hubungannya dengan sang istri terasa hambar, namun Alex adalah seorang pria yang mempunyai prinsip. Baginya seumur hidup ia akan jatuh cinta sekali dan menikah pun hanya sekali.
"Justru karena dia tak seperti mereka makanya aku tidak suka, aku yakin kamu pasti takkan tergoda dengan wanita-wanita murahan itu. Tapi Elsa terlihat berbeda, aku takut kamu akan tergoda padanya." Celine nampak mencebik dan itu membuat Alex merasa gemas hingga membuatnya langsung mencubit hidung mancungnya.
"Aku suka saat kamu sedang cemburu seperti ini, karena lebih cantik." timpalnya yang membuat istrinya itu nampak tersipu.
Dan Elsa yang memperhatikan keromantisan sepasang suami istri itu dari tempatnya berdiri nampak menatap datar mereka.
Beberapa saat kemudian baik Elsa maupun Alex nampak sibuk bertemu dengan beberapa pebisnis, karena pesta tersebut di adakan selain untuk mempertemukan para pebisnis agar terjalin kerja sama di antara mereka.
Namun juga sebagai wadah untuk mempererat para pengusaha muda itu yang mana Alex sebagai salah satu pelopornya.
Sepanjang acara Elsa tak henti memperhatikan Alex dan itu membuat pria tersebut nampak tak suka, apalagi Elsa juga berani menjadi investor di beberapa proyek yang sedang Alex kerjakan dan itu berarti kesempatan mereka untuk bertemu akan lebih banyak.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan ?" ucap Alex tiba-tiba saat Elsa baru keluar dari toilet.
"Apa yang membuat tuan Alex repot-repot datang ke toilet ini ?" ucapnya kemudian, mengingat Elsa sengaja memilih toilet yang sepi dan jauh dari area ballroom hotel tersebut.
"Jawab saja, apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku ?" ucap Alex to the point dan itu membuat Elsa kembali mengulas senyumnya.
Lalu mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka kini hanya berjarak beberapa senti saja. "Bukankah aku sudah pernah bilang, aku menginginkan mu." sahutnya lalu mengangkat tangannya untuk membelai rahang pria itu dengan lembut hingga membuat Alex seakan terbius lalu memejamkan matanya menikmati setiap hangatnya sentuhan wanita itu.
"Dan aku juga menginginkan kehancuran istrimu." imbuh Elsa kali ini dengan suara dingin dan senyuman menyeringai menatap pria itu.
Dan itu membuat Alex langsung membuka matanya dan kembali mengeraskan rahangnya, baru kali ini ada seorang wanita yang berani mempermainkannya dengan terang-terangan.
"Berani kau mengganggu istriku, aku akan menghabisimu." ancam Alex tak terima.
__ADS_1
"Apa kau yakin mampu menghabisiku, tuan Alex ?" balas Elsa dengan semakin mendekatkan wajahnya bahkan keduanya bisa merasakan napas masing-masing.
Elsa yang bersikap angkuh dengan wajah meremehkan membuat Alex nampak geram hingga membuat pria itu langsung menarik tengkuk wanita itu lalu membungkam bibirnya dengan ciumannya.
Entah apa yang Alex pikirkan hingga membuatnya rela mengingkari prinsipnya sendiri jika takkan pernah menyentuh wanita lain selain sang istri.
Bahkan kini pria itu seakan tak sadar dengan perbuatannya dan nampak sangat menikmati ciumannya, mendorong wanita itu ke dinding lalu semakin memperdalam lum4t4nnya.
Sementara Elsa hanya bisa pasrah saat Alex tiba-tiba menciumnya bahkan kini pria itu semakin menghimpit tubuhnya ke tembok hingga membuatnya tak bisa bergerak.
Toh ini yang Elsa inginkan, membuat pria itu tak bisa menahan dirinya untuk segera menyentuhnya tanpa ia yang memulai duluan.
Saat Elsa mulai kehabisan napas dengan memukul dada bidang pria itu, Alex baru melepaskan panggutannya. Tak ada raut bersalah pada diri pria itu, justru senyumnya nampak menyeringai menatap bibir Elsa yang sedikit bengkak karena ulahnya tadi.
"Ck, bukankah itu pantas untuk seorang j4l4ng sepertimu ?" cibir Alex kemudian, lalu segera berlalu pergi meninggalkan wanita itu.
Tentu saja ia menganggap Elsa adalah seorang j4l4ng karena wanita baik-baik takkan melakukan seperti apa yang wanita itu lakukan padanya.
Menggodanya dengan mengiriminya beberapa video panasnya, bukankah itu tingkah seorang j4l4ng.
Sepanjang melangkah kembali ke tempat pesta, Alex nampak mengumpati perbuatannya yang tak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh wanita murahan itu.
"Sayang, kamu dari mana? aku sedari tadi mencarimu." tanya Celine dengan wajah khawatir saat melihat sang suami baru datang yang entah dari mana, wajah pria itu nampak berkeringat dan ia penasaran apa yang telah di lakukan oleh suaminya itu.
"Aku habis dari toilet." sahut Alex dengan mencoba mengulas senyumnya, semoga saja istrinya itu tak mencurigai gelagatnya.
"Toilet? kenapa dari arah sana? bukankah toilet ada di sekitar sini ?" Benar saja Celine langsung melayangkan protesnya.
"Iya aku tahu sayang, tapi tadi sangat antri dan aku mencari toilet lain." timpal Alex meyakinkan dengan mengusap lembut pipi wanita itu.
"Begitu ya, tapi tolong jangan tinggalkan aku lagi." mohon Celine dengan memeluk suaminya itu, ia takut jika tiba-tiba bertemu dengan Marco dan pria itu akan menceritakan semua perbuatannya dahulu.
__ADS_1
Meskipun itu tidak mungkin, karena pria itu dan sang suami tidak pernah dekat bahkan cenderung sebagai rival bisnis. Sementara William dan James kedua pria itu pasti akan tetap tutup mulut seperti yang mereka ucapkan dahulu.
Di sisi lain Elsa yang kini berdiri tak jauh dari mereka nampak tersenyum sinis. "Nikmati saja hari-hari terakhir kalian bersama, karena setelah itu suami tampanmu itu akan jatuh bertekuk lutut padaku." gumamnya lalu meraba bibirnya yang sedikit bengkak, akibat ulah pria brengsek itu yang telah mencuri ciuman pertamanya.