
Siang itu Elsa terlihat gelisah saat tak ada kabar dari Alex sejak semalam.
"Tenanglah El, tuan Alex tak mungkin mengingkari janjinya." Lisa sang penata busananya langsung menenangkan.
"Apa kamu sudah menghubungi, tuan Jack ?" imbuhnya lagi.
"Ponselnya tak bisa di hubungi." sahut Elsa yang nampak mencoba melakukan beberapa kali panggilan.
"Kamu mengenal keluarganya di Amerika kan? bagaimana jika kamu coba menghubungi mereka saja ?" saran Lisa namun Elsa langsung menggelengkan kepalanya.
"Dia tak pernah mengenalkan ku pada keluarganya." sahutnya kemudian.
"Astaga, bagaimana itu bisa terjadi? apa hubungan kalian serumit itu ?" Lisa nampak iba lantas mengusap punggung wanita itu dengan lembut.
"Lebih baik kamu bersiap-siap dahulu ya, aku yakin tuan Alex pasti akan datang tepat waktu." bujuk Lisa kemudian.
"Hm, semoga saja." Elsa mengangguk ragu.
Sementara itu di tempat lain Alex nampak mengadakan meeting mendadak karena salah satu tempat usahanya mengalami kebakaran.
Beruntung tak ada korban jiwa namun ia mengalami kerugian yang sangat besar.
"Secepatnya cari tahu siapa pelakunya !!" perintahnya dengan wajah geram.
Harusnya pria itu sudah berangkat ke Jerman sejak semalam, namun hingga sekarang Alex masih di sibukkan dengan pekerjaannya.
"Saya akan memerintahkan beberapa orang untuk menyelidikinya tuan dan lebih baik anda segera terbang ke Jerman." timpal Jack meyakinkan.
"Ya kau benar, apa keluargaku sudah berangkat semua ?" tanya Alex kemudian.
"Sudah tuan, mungkin sekarang sudah sampai." sahut Jack.
"Baiklah, segera urus penerbanganku Jack !!" perintah Alex lantas segera beranjak dari duduknya.
"Sepertinya anda butuh cukur, tuan." ucap Jack saat melihat bulu-bulu halus di rahang pria itu yang mulai sedikit lebat.
"Tidak ada waktu lagi, Jack." timpal Alex seraya melangkah menuju mobilnya, matanya nampak melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Perjalanan dari Amerika ke Jerman memakan waktu lebih dari 8 jam perjalanan, membuatnya harus segera bersiap-siap.
Malam pun telah tiba, Elsa terlihat sangat menawan dengan gaun yang di kenakannya. Tak ada perubahan dari gaun tersebut, tetap terlihat seksi dengan belahan dada yang sedikit rendah hingga menonjolkan bagian terseksi dari tubuhnya.
__ADS_1
"Apa tuan Alex sudah bisa di hubungi ?" tanya Lisa lagi dan Elsa langsung menggeleng, padahal satu jam lagi prosesi pernikahan mereka akan segera di mulai.
Namun belum ada tanda-tanda calon mempelai pria datang padahal para tamu undangan sudah menenuhi ballroom hotel di mana pesta sedang di gelar.
"Apa aku boleh berkenalan dengan calon kakak ipar ?" ucap seseorang tiba-tiba yang langsung membuat Elsa menoleh ke arah pintu.
Nampak seorang wanita cantik berwajah Asia sedang berdiri di ambang pintu, sebelumnya Elsa telah mencari tahu silsilah keluar calon suaminya itu melalui Internet dan ia tahu siapa wanita itu.
"Hai." sapa Elsa seraya melangkah mendekat.
"Astaga, cantik sekali." puji Merry saat melihat Elsa.
"Kak Alex benar-benar menyembunyikan sebuah berlian dari kami." imbuhnya dengan nada menggoda.
"Hai aku Merry, adik perempuan satu-satunya kak Alex." Merry langsung mengulurkan tangannya.
"Elsa, senang berjumpa denganmu." balas Elsa lantas memeluk wanita itu.
"Mommy, apa Daddy belum pulang ?" tiba-tiba Axel datang hingga membuat Elsa maupun Merry langsung melepaskan pelukan mereka.
"Mommy ?" Merry langsung melebarkan matanya saat mendengar bocah kecil itu memanggil wanita itu dengan sebutan ibu.
"Dia putra kami, apa Alex tak pernah cerita ?" ucap Elsa kemudian dan tentu saja Merry langsung menggeleng.
Nampak seorang wanita paruh baya yang masih cantik itu melangkah masuk bersama seorang pria gagah yang sudah di makan oleh usia dan di ikuti oleh beberapa orang di belakangnya dan salah satunya yang Elsa tahu pria itu adalah William Smith.
"Mommy, apa Mommy tahu kejutan besar yang telah di siapkan oleh kak Alex pada kita ?" ucap Merry pada sang ibu dengan wajah gregetan dan tentu saja itu membuat semua orang yang baru datang nampak tak mengerti.
"Tentu saja, mendengar Alex akan menikah lagi itu adalah sebuah kejutan besar bagi kami dan apakah gadis cantik ini yang akan menjadi menantuku ?" Sera langsung mendekati Elsa.
"Hm, tapi bukan itu saja Mommy. Lihatlah bocah kecil yang bersama wanita itu !!" Merry langsung menunjuk ke arah Axel yang nampak sedang memeluk ibunya dengan wajah ketakutan.
"Wow, ini tidak mungkin." timpal William saat melihat wajah bocah kecil itu yang persis sekali dengan wajah Alex dan semua orang yang ada di sana pun nampak terkejut.
"Apa dia putramu ?" Sera langsung melangkah mendekati Elsa.
"Hm." Elsa mengangguk kecil.
"Dan putra kandung Alex ?" ucap Sera lagi dan tentu saja kembali di angguki oleh Elsa hingga membuat keadaan di sana nampak menegang.
Mereka tak habis pikir bagaimana bisa salah satu putra kebanggaan keluar Martin menyimpan rahasia besar yang begitu rapat.
__ADS_1
"Anak kurang ajar, bagaimana bisa dia memiliki seorang anak dari wanita lain di saat masih memiliki seorang istri." gerutu Martin dengan rahang mengeras.
"Nak, boleh kamu ceritakan semuanya. Kami ingin mendengar sendiri dari kamu." mohon Sera yang langsung di angguki oleh Elsa.
Kemudian Elsa segera menceritakan awal mula wanita itu di renggut kesuciannya oleh Alex beberapa tahun silam hingga pada akhirnya mereka bersatu kembali.
"Ini pasti tak mudah untuk kamu jalani, Nak." ucap Sera setelah mendengar cerita Elsa dan semua yang ada di sana juga nampak prihatin pada wanita itu.
"Tidak apa-apa tante, bagiku kebahagiaan putraku yang terpenting." sahut Elsa kemudian.
"Mommy, panggil aku seperti mereka semua memanggilku." Perintah Sera kemudian, lantas pandangannya beralih ke arah Axel.
"Jika tak sengaja bertemu di jalan pun aku pasti akan mengira kamu adalah reinkarnasi ayahmu." ucapnya seraya memanggil Axel untuk mendekat.
"Apa kau nenekku ?" tanya Axel kemudian.
"Tentu saja, aku adalah ibu dari ayahmu. Jadi mulai sekarang panggil nenek ya." tukas Sera dengan wajah gemas.
"Baiklah, nenek." sahut Axel lalu pandangannya beralih ke arah Martin.
"Kakek, kau bisa memanggilku kakek." ucap Martin sebelum bocah kecil itu membuka suaranya.
"Tentu saja kakek, tapi bisakah sedikit saja kakek tersenyum agar kerutan di dahi kakek tidak semakin banyak." timpal Axel dan itu membuat Martin nampak melebarkan matanya namun di tanggapi riuh oleh yang lainnya.
"Nak, itu tidak sopan." tegur Elsa tak enak hati.
"Tidak apa-apa, sepertinya cucu kita yang satu ini akan membuat kita semua awet muda." seloroh Sera sembari terkekeh.
"Jadi apa aku yang akan membuat kalian cepet tua ?" tiba-tiba seorang anak menimpali dan semua orang langsung menoleh ke sumber suara.
Nampak seorang anak yang telah bertumbuh tinggi itu berdiri di ambang pintu dengan tangan bersendekap di dada.
Wajahnya yang sedikit angkuh dengan penampilannya yang sangat rapi itu terlihat tak jauh berbeda dengan sang ayah.
"Anak Mommy kemarilah, kenalkan dia adik sepupumu !!" perintah Merry memanggil putranya tersebut agar berkenalan dengan Axel.
"Aku sudah tahu dari obrolan kalian." ucap Ariel yang sedikit pun tak beranjak dari tempatnya berdiri dan itu membuat Merry nampak kesal.
Putranya itu benar-benar mewarisi sifat sang ayah yang selalu dominan dan sombong.
"Tidak apa-apa namanya juga anak-anak." ucap Elsa dan bersamaan itu seseorang nampak berdehem.
__ADS_1
Ehmm.
"Maaf, aku baru datang." ucap Alex kemudian.