Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~242


__ADS_3

"Kau !!"


Alex langsung emosi saat wanita j4l4ng itu mengajaknya bercint4 di kamar pribadinya bersama sang istri dan ia bersumpah takkan melakukan itu.


Apa yang saat ini ia lakukan saja sudah termasuk menghianati wanita itu apalagi ia benar-benar melakukannya di sana.


"Ck, aku takkan pernah melakukan itu j4l4ng si4l4n." umpatnya kemudian.


"Baiklah, masih ada waktu untuk membuatmu berubah pikiran tuan Alex." timpal Elsa seraya melirik ke arah keperkasaan pria itu yang masih menegang ingin di puaskan, setelah itu ia segera berlalu pergi dari sana.


Alex yang di tinggal begitu saja nampak mendesah kesal, wanita itu benar-benar membuatnya gila dan mau tak mau ia harus melanjutkan permainannya dengan caranya sendiri.


"Sial !!"


Sementara itu Elsa yang sudah sampai rumahnya langsung masuk ke dalam kamarnya, kemudian segera berlalu ke toilet untuk membersihkan tubuhnya.


Melepaskan seluruh pakaiannya dan terakhir kain segitiga yang menutupi area sensitifnya yang nampak terdapat cairan kental akibat permainan nakal pria itu.


Kemudian Elsa menatap bayangan dirinya di pantulan cermin di depannya itu, banyak sekali tanda kepemilikan di sekitar lehernya dan juga kedua gunung kembarnya. Bahkan puncaknya yang sebelumnya tak pernah tersentuh oleh pria mana pun, kini terasa sedikit panas akibat hisapan pria itu yang sedikit brutal.


Tak ingin lebih jauh memikirkan hal itu yang tentu saja akan membuat hatinya semakin tercabik-cabik, Elsa segera masuk ke dalam bathub lalu merendam tubuhnya di sana.


Menyandarkan kepalanya di pinggiran bathub lalu memejamkan matanya, tak terasa buliran kristal nampak lolos membasahi pipinya.


Hampir dua jam Elsa ketiduran, lalu wanita itu segera bangkit dari bathub untuk membersihkan dirinya.


Merias tipis wajahnya lantas segera mengambil tasnya dan di sinilah wanita itu saat ini berada, di sebuah bar di mana ia biasa menghabiskan waktunya dengan banyak minum saat suasana hatinya sedang memburuk.


Ya, Elsa adalah seorang peminum ulung. Sejak satu-satunya saudara kandungnya itu meninggal, wanita itu seakan kehilangan arah hidup.


Jangankan memikirkan kesehatannya bahkan masa depannya pun tak pernah ia pikirkan, wanita itu hanya fokus pada ambisinya yaitu membalas dendam.


Baginya masa depan tak berarti jika kesakitan sang kakak selama ini belum terbalaskan.


"Seperti biasa." ucapnya pada seorang pria saat ia baru menghempaskan bobot tubuhnya di depan meja bartender.


Saking seringnya datang kesini membuat bartender tersebut sangat hafal jenis racikan kesukaan wanita itu.

__ADS_1


"Spesial buatmu." ucap sang bartender seraya membawa minuman racikannya tersebut.


Segelas koktail kini sudah terhidang di hadapan Elsa, kemudian wanita itu mengambilnya lalu segera menyesapnya dengan penuh perasaan.


Terasa sedikit panas di tenggorokannya namun ia sangat menikmati minuman tersebut hingga membuatnya kembali menyesapnya lagi.


"Tuan, proyek kita kalah lagi." ucap seseorang yang samar-samar terdengar di telinga Elsa, namun wanita itu tak peduli dan lebih memilih menikmati memainkan ponselnya.


"Dengan bajingan itu lagi ?" ucap seorang pria dengan nada dingin dan lagi-lagi sampai di telinga Elsa.


"Benar tuan, tapi kali ini tuan James memberikan proyek itu pada tuan Alex." timpal seorang pria yang sepertinya sebagai asistennya yang langsung membuat Elsa mau tak mau mengangkat wajahnya saat nama Alex di sebut.


"Tuan Marco ?"


Elsa nampak tersenyum sinis, sungguh dunia ini sangat sempit, tanpa ia sangka bertemu dengan salah satu pria yang menjadi selingkuhan Celine.


Tentu saja Elsa tahu karena selama ini ia selalu mengawasi wanita itu, namun hanya saja tak banyak bukti yang ia dapatkan kecuali beberapa kali pertemuan mereka di sebuah bar.


"Bedebah, bajingan itu selalu saja cari masalah denganku." geram Marco seraya memukul meja bartender hingga membuat gelas milik Elsa ikutan bergetar saking kerasnya pukulan pria itu.


"Tidak bisakah kau bersikap lebih sopan sedikit ?" tegur Elsa tak terima karena pria itu telah membuatnya terkejut.


"Tentu saja aku akan mengajarimu bagaimana bersikap sopan santun." tegas Elsa tak ada sedikit pun rasa takut.


"Ck, aku jadi ingin lihat apa yang bisa di lakukan oleh gadis ingusan sepertimu ?" cibir Marco dengan tersenyum menyeringai.


Elsa nampak menghela napasnya sejenak, lalu tersenyum miring menatap pria itu. "Dalam 5 tahun terakhir ini kau selalu kalah bersaing dengan perusahaan tuan William, bahkan melawan asistennya pun kau selalu tumbang. Jadi apa yang bisa kau banggakan tuan Marco Anderson ?" ucapnya bernada mengejek.


"Kau !!" Marco semakin emosi dengan cibiran wanita itu.


"Ini kartu namaku, hubungi aku jika butuh bantuan." Elsa nampak meletakkan kartu namanya di meja hadapan pria itu.


"Tapi tak ada yang gratis di dunia ini, tuan Anderson." imbuhnya seraya tersenyum sinis pada pria itu.


Kemudian Elsa meneguk minumannya kembali hingga tandas, lantas berlalu pergi meninggalkan bar tersebut bersama sang asisten.


"Elsa Muller ?" gumam Marco saat membaca kartu nama yang di berikan oleh Elsa tadi.

__ADS_1


"Benar tuan, beliau salah satu desainer terkenal di Jerman dan saat ini sedang menjalin kerja sama di beberapa proyek milik tuan Alex." terang sang asisten setelah mencari tahu perihal wanita itu di ipadnya.


"Benarkah? sepertinya akan sangat menarik." Marco nampak tersenyum sinis menatap gelas kosong bekas minuman milik Elsa.


Keesokan harinya.....


Semalam Alex benar-benar tak bisa tidur nyenyak, bayang-bayang perbuatannya kemarin bersama Elsa membuat miliknya terus menerus menegang.


Wanita itu benar-benar sukses mempermainkannya, bahkan hasratnya pada sang istri kini pun telah sirna dan di gantikan oleh wanita si4l4n itu.


Dan lihatlah pria itu kini telah berada di depan gerbang mansion Elsa, berdiri seperti orang bodoh dengan berkali-kali menekan bel mansion tersebut namun tak ada satupun penghuni yang keluar dari sana.


Hampir satu jam pria itu menunggu, akhirnya ada secercah harapan saat sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya dan keluarlah seorang pria bertubuh gempal yang Alex ketahui pria tersebut adalah asisten wanita itu.


"Apa yang sedang anda lakukan di sini tuan ?" tanya pria itu kemudian.


"Di mana dia ?" tanya Alex to thn point.


"Nona Elsa ?" pria itu nampak menautkan kedua alisnya.


"Siapa lagi, jadi di mana dia sekarang ?" ulang Alex dengan sedikit tak sabar.


"Nona Elsa baru saja kembali ke Jerman, tuan." sahut pria itu yang langsung membuat Alex nampak terkejut.


"Apa kau sedang becanda ?" ucapnya tak percaya.


Asisten Elsa nampak mengambil sesuatu dari dalam saku kemejanya, lalu memberikannya pada Alex.


"Itu jadwal penerbangan Nona Elsa pagi ini, tuan." terangnya yang langsung membuat Alex mengeceknya lantas m3r3m4s kertas tersebut dengan kasar.


"Si4l4n."


"Kapan dia akan kembali ?" tanyanya kemudian.


"Belum tahu tuan, beliau banyak pekerjaan di sana." sahut sang asisten.


"Kalau begitu saya permisi dulu." imbuhnya, kemudian segera berlalu membuka gerbang mansion tersebut.

__ADS_1


Alex nampak sangat geram karena tak dapat menemui wanita itu, namun ia takkan menyerah. Wanita itu sudah terlalu jauh masuk ke dalam kehidupannya dan ia harus memberikannya pelajaran.


__ADS_2