
Malam itu Alex lagi-lagi memuaskan dirinya sendiri di dalam kamar mandi setelah mendapatkan kiriman video dari Elsa.
Wanita itu benar-benar tak mendengarkan ancamannya justru semakin menjadi dengan mengiriminya beberapa video panas yang membuatnya tak bisa menahan dirinya lagi.
"J4l4ng si4l4n."
Umpat Alex setelah ia merasa puas lalu segera mematikan shower yang mengguyur tubuhnya.
"Sayang, kamu ada di dalam ?" teriak Celine dari luar, sepertinya wanita itu baru saja pulang setelah beberapa hari liburan bersama teman-teman sosialitanya.
Tak berapa lama pintu kamar mandi di buka dan keluarlah Alex yang nampak bertelanjang dada dengan handuk yang melingkar sebatas pusarnya.
"Kamu habis mandi? kenapa berkeringat ?" tanya Celine seraya mengangkat tangannya untuk menyentuh dahi suaminya itu, namun tangan wanita itu langsung di tepisnya.
"Apa kamu tak bisa membedakan air bekas mandi dan keringat ?" timpal Alex dengan nada dingin, kemudian berlalu menuju walk in closet di mana semua pakaiannya di simpan di sana.
"Kamu marah? maaf tadi pesawatnya sempat delay." Celine langsung mengikuti langkah suaminya itu.
"Kenapa harus marah, bukankah hal seperti ini sudah biasa ?" sindir Alex menatap istrinya itu sejenak lalu kembali mencari pakaian rumahnya.
"Maafkan aku." Celine langsung memeluk suaminya itu dari belakang.
"Aku sangat merindukanmu, kapan kamu akan meluangkan waktu untuk kita liburan bersama ?" imbuhnya lagi masih dengan memeluk pria itu.
Alex nampak memejamkan matanya, entah kenapa hubungannya dengan sang istri semakin lama semakin terasa hambar.
Bahkan pelukan wanita itu tak lagi menimbulkan gelanyar aneh di tubuhnya yang biasanya selalu membuat darahnya berdesir hebat.
Mungkin benar kata istrinya itu, mereka jarang menghabiskan waktu bersama akibat kesibukannya di kantor.
"Nanti ku usahakan cari waktu luang." timpalnya kemudian yang tentu saja membuat Celine langsung mengulas senyumnya.
"Terima kasih, baiklah aku akan membersihkan badanku dulu." Celine nampak mengurai pelukannya, kemudian berjalan menjauh dari pria itu namun tiba-tiba tangannya di tarik lalu tubuhnya di dorong ke dinding oleh sang suami.
__ADS_1
Alex langsung m3lum4t bibir istrinya itu dengan rakus, kemudian beralih ke leher jenjangnya yang membuat wanita itu nampak terkejut lalu segera mendorong tubuh suaminya dengan kuat.
"Aku sangat lelah sayang, bisakah kita melakukannya besok pagi saja ?" mohonnya dengan wajah memelas menatap pria itu.
Sementara Alex nampak tersenyum sinis, istrinya itu lagi-lagi menolaknya.
Beberapa hari kemudian.....
Malam itu Alex mengajak sang istri menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh para relasi bisnisnya.
Celine yang selalu berpenampilan seksi nampak cantik seperti biasanya dan Alex bangga akan hal itu, tak ada yang buruk dari wanita itu karena semua yang di pakainya selalu terlihat sempurna di tubuhnya.
"Sudah siap ?" ucap Alex saat melihat istrinya sedang memindai penampilannya di depan cermin, kemudian pria itu mendekat lalu memeluknya dari belakang.
"Seandainya ini bukan pesta penting aku akan tetap mengurungmu di sini." ucapnya seraya mengecup punggung istrinya yang terbuka dan itu membuat Celine langsung terkekeh.
"Dan kau akan gagal mendapatkan proyek itu sayang." timpal wanita itu seraya berbalik badan menatap suaminya tersebut.
"Baiklah, ayo." Alex mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh wanita itu dengan senang hati.
Berkali-kali para wanita di luaran sana menggodanya, namun suaminya sama sekali tak tergoda dan ia bersyukur akan hal itu.
Namun kadang kala ia merasa bosan dengan rumah tangganya yang datar-datar saja hingga membuatnya pernah mencari kesenangan di luar tanpa sepengetahuan pria itu.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di sebuah hotel bintang lima dan Celine yang selalu bangga menjadi istri seorang Alex Martin nampak melingkarkan tangannya di lengan kekar pria itu.
Mereka terlihat sangat serasi dan akan membuat iri bagi siapapun yang melihatnya.
Tak jarang beberapa wartawan bisnis maupun tamu undangan mengabadikan kebersamaan mereka, apalagi mengingat Celine adalah mantan model terkenal di masanya sebelum memutuskan untuk vakum.
Dan Celine yang merasa masih di puja-puja oleh semua orang hingga sekarang nampak sangat bangga pada dirinya, senyumnya terus mengembang membalas beberapa sapaan para tamu undangan dan bersamaan itu tiba-tiba suasana menjadi sunyi karena kehadiran seseorang.
Seseorang yang hanya berpenampilan biasa namun mampu membius semua tamu yang hadir di pesta tersebut.
__ADS_1
"Bukankah dia desainer terkenal dari Jerman ?" ucap salah satu dari mereka yang membuat Celine maupun Alex yang sedang berbincang dengan para koleganya langsung menoleh.
Deg!!
"Wanita itu." gumam Alex saat melihat kedatangan seorang wanita cantik yang langsung menjadi serbuan para wartawan.
Ya, wanita itu adalah Elsa Muller. Desainer terkenal yang seluruh rancangannya selalu di nanti oleh anak muda di setiap negara bahkan tak jarang para bangsawan dan kaum sosialita pun menggunakan rancangannya.
Tak ada yang istimewa dari penampilan wanita itu bahkan jauh dari kata seksi seperti layaknya sang istri, namun magnet yang wanita itu punya membuat semua mata seakan tertuju padanya.
Wanita yang memiliki tatapan yang sangat tajam serta irit senyum itu seolah menjadi idola baru bagi semua orang yang menyukai rancangannya.
Saat melewati beberapa tamu undangan pandangan Elsa dan Alex nampak bertemu dan terkunci beberapa saat, namun Alex langsung membuang mukanya seakan takut terbius oleh pesona wanita itu.
Dengan memakai sweater berkerah tinggi di padukan dengan blezer serta celana panjang dan make up tak terlalu tebal membuat Elsa benar-benar seperti wanita yang sangat berkelas, tanpa berpakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya pun wanita itu terlihat seksi di lihat dari segi manapun.
Penampilannya yang tertutup justru membuat semua pria penasaran dengan isi di dalamnya, namun tidak dengan Alex. Kelelakianya langsung memberontak saat membayangkan tubuh seksi di balik pakaian tertutup wanita itu yang memang sudah ia ketahui meski hanya melalui rekaman video saja.
Bahkan Alex juga sering menjadikan wanita itu sebagai obyek fantasinya untuk memuaskan hasratnya.
"Tuan Alex, perkenalkan ini adalah nona Elsa Muller. Desainer yang ingin saya rekomendasikan pada proyek baru kita." ucap seorang pria yang tak lain adalah teman bisnis Alex.
"Nona Elsa, beliau adalah tuan Alex beserta istrinya nyonya Celine yang pernah saya ceritakan sebelumnya." imbuh pria itu lagi memperkenalkan mereka.
"Elsa." Elsa langsung mengulurkan tangannya menatap Alex dan Celine bergantian.
"Hai aku Celine, aku mantan top model New York beberapa tahun silam ku rasa kau pasti mengenalku." timpal Celine dengan nada angkuh seraya membalas jabat tangan Elsa saat suaminya nampak enggan melakukannya, suaminya itu memang selalu bersikap dingin pada semua wanita dan ia bangga akan hal itu.
"Tentu saja, waktu itu aku sempat mendengar skandalmu dengan seorang sutradara ternama ku harap itu hanya gosip semata." ucap Elsa yang langsung membuat Celine nampak melebarkan matanya.
"Ten-tentu saja itu hanya gosip semata, aku adalah artis terkenal dan semua orang rela membuat berita apapun tentangku meski itu berita bohong sekalipun." Celine langsung mematahkan perkataan Elsa.
Elsa hanya menanggapinya dengan senyuman kecil, masih banyak waktu untuk membuat wanita itu semakin terpojok oleh perbuatannya sendiri di masa lampau.
__ADS_1
Kemudian Elsa langsung mengulurkan tangannya tepat di hadapan Alex. "Apa anda tuan Alex Martin? senang bisa bekerja sama dengan anda tuan." ucapnya seraya menatap lekat pria itu.