
"Ku harap kau memperlakukannya dengan sangat baik James, dia sekarang istrimu jadi perlakuan Anne sebagai mestinya seorang istri." ucap William menasihati.
"Baik, tuan." James mengangguk patuh kemudian ia kembali membuka pintunya, namun ia berhenti memutar kenop pintu tersebut saat mendengar ucapan William berikutnya.
"Saya akan membatalkan 20% saham kepemilikanmu di perusahaan ini jika kamu menyakitinya." tegas William.
"Baik tuan, saya mengerti." sahut James tanpa menoleh ke arah atasannya tersebut, kemudian pria itu segera membuka pintu dan berlalu dari sana.
"Ku harap ini yang terbaik untukmu James, cinta selalu membuat seseorang menjadi bodoh dan aku tak ingin kamu menyesal di kemudian hari."
William nampak menghela napas panjangnya lalu menghempaskan punggungnya di sandaran kursinya dan bersamaan itu ruang kerjanya di ketuk dari luar dan tak berapa lama James masuk bersama Celine.
"Selamat pagi tuan William." sapa Celine sambil berjalan mendekat.
"Tadinya saya ingin menyeretmu kesini tapi baguslah jika kamu tahu diri untuk datang." cibir William yang masih menyandarkan punggungnya di kursinya, pria itu nampak malas menatap wanita licik itu.
"Saya ingin minta maaf karena telah berbohong pada anda tuan William, saya melakukannya karena tuntutan dari agensi yang tidak mengizinkan adanya pernikahan sebelum masa kontrak berakhir." terang Celine dengan wajah tegangnya, ia mengingat telah memalsukan data pribadinya dan berharap pria itu tak menuntutnya bahkan membocorkannya ke publik karena bisa di pastikan karirnya akan hancur.
William menegakkan duduknya kembali, rahangnya mulai mengeras menatap wanita di hadapannya itu. "Kau pikir saya peduli dengan penjelasanmu itu. Saat ini yang saya pedulikan adalah keluarga saya, jadi sudah berapa lama kau menyiksa psikis istri dan putraku hah? apa kau juga melakukan penyiksaan fisik pada mereka ?" tegasnya kemudian yang langsung membuat Celine langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"I-itu tidak benar tuan, saya tidak pernah melakukan itu. Waktu itu saya memang menegur Merry karena dia pergi tanpa pamit hingga membuat kedua orang tuanya khawatir." terang Celine.
"Ck, kau pikir saya orang bodoh yang bisa kamu kelabuhi begitu saja? jika mau saya bisa saja membuat karirmu berakhir hanya dalam hitungan detik." cibir William seraya memainkan bolpoin di tangannya.
"Tidak, tolong jangan lakukan itu tuan." Celine bergegas mendekat namun William langsung mengangkat tangannya.
"Jangan dekatkan tubuh kotormu itu padaku." sergahnya kemudian.
__ADS_1
"Maaf tuan, aku tidak mengerti maksud anda." kilah Celine pura-pura tak mengerti, meski kini ia sedang mengkhawatirkan sesuatu yang mungkin pria itu telah ketahui.
William langsung memutar layar laptopnya hingga wanita itu langsung menutup mulutnya tak percaya saat melihatnya. "I-itu....." ucapnya tertahan saat melihat video asusilanya bersama Marco waktu itu.
"Bagaimana jika video ini sampai beredar ke publik dan di lihat oleh suamimu? wanita yang selama ini mereka kenal berkelakuan sangat baik dan sopan rupanya tak lebih dari seorang j4l4ng." ucap William mencibir.
Celine yang syok nampak luruh ke lantai. "Aku mohon tuan, jangan lakukan itu." mohonnya dengan bersimpuh.
"Karirku pasti akan hancur dan Alex akan membenciku jika tahu." sambungnya lagi.
"Ck, di saat rumah tanggamu di ambang kehancuran kau masih memikirkan karirmu ?" William mendengus kesal, wanita macam apa yang ada di hadapannya itu. Tidak adakah sedikit cinta untuk suaminya? sepertinya lebih baik ia menghancurkannya saja.
"Aku akan meninggalkan karirku." tiba-tiba Celine berucap.
"Tolong jangan sebar video itu, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan karirku demi Alex." imbuhnya lagi.
"Tentu saja, aku tidak ingin kehilangan Alex. Bukankah setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki dirinya, jadi tolong berikan aku kesempatan itu. Alex sangat mencintaiku aku tidak ingin dia terluka melihat video itu." mohon Celine dengan berderai air mata, entah benar-benar menyesal atau hanya aktingnya semata.
William nampak berpikir sejenak, kemudian ia mulai membuka suaranya. "Satu kesempatan, jika kau tak menggunakannya dengan baik jangan salahkan jika suamimu itu mengetahui betapa bejatnya istrinya." tegasnya kemudian.
"Terima kasih, tuan. Terima kasih." Celine nampak sangat bersyukur.
"Cepat pergi dari sini saya banyak kerjaan !!" perintah William kemudian.
"Baik tuan, terima kasih banyak." Celine segera beranjak lalu bergegas pergi, namun saat menutup pintu ruangan itu wanita itu nampak tersenyum miring.
Tentu saja ia lebih memilih Alex karena pria itu adalah tambang emas baginya, meski ia harus menelan kekecewaannya karena karir yang ia bangun dengan susah payah akhirnya ia lepaskan begitu saja di saat karirnya berada di puncak.
__ADS_1
"Sayang, tumben mau mampir ke sini ?" Alex nampak terkejut saat tiba-tiba istrinya masuk ke dalam ruangannya siang itu, karena tak biasanya wanita itu datang ke kantornya.
"Ada kejutan buat kamu." ucap Celine sambil berjalan mendekat.
"Katakan, apa itu ?" Alex segera beranjak dari duduknya lalu mencuri kecupan sekilas di bibir wanita itu.
"Aku memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak di agensi." terang Celine yang langsung membuat Alex terkejut namun detik selanjutnya pria itu nampak sangat senang, inilah yang ia tunggu setelah hampir 3 tahun akhirnya wanita itu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang model.
"Terima kasih sayang." Alex langsung membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Katakan kamu ingin membeli apa? Katakan apapun yang kau inginkan aku pasti akan kabulkan." imbuh Alex sembari mengeratkan pelukannya.
Sementara Celine nampak tersenyum miring, sepertinya suaminya itu harus lebih bekerja keras lagi untuk memanjakannya setiap saat.
Sementara itu di tempat lain, Anne nampak sedang membaca sebuah surat kabar untuk mencari pekerjaan. Ia sudah memutuskan untuk tidak menggunakan ATM yang di berikan oleh suaminya itu meski itu adalah haknya.
Melihat perangai pria itu yang semena-mena terhadapnya membuatnya harus hidup mandiri dan tak mengharapkan belas kasih suaminya itu.
Suami? apa pria itu pantas di sebut suami? bahkan di hari mereka pindah ke rumah tersebut, pria itu tak pernah tidur di rumahnya bahkan hingga kini belum juga kelihatan batang hidungnya.
Entah apa yang di lakukan pria itu di luaran sana, bekerja dengan William rasanya tidak sampai 24 jam dan ia lebih baik tak memikirkan hal itu.
Biarlah suaminya itu berbuat sesukanya dan ia juga akan berbuat sesuka hatinya, seperti bangun lebih siang dan bermalas-malasan di depan televisi seharian menonton drama Korea favoritnya.
Lelah mencari lowongan pekerjaan di surat kabar maupun di situs online akhirnya Anne memutuskan untuk kembali bergelung dengan selimutnya dan tak terasa sore pun telah tiba dan wanita itu masih terlihat pulas hingga tak mendengar bel rumahnya berkali-kali bunyi.
"Berisik banget sih." Anne mendengus kesal lalu ia segera bangkit dari tidurnya, tak peduli pakaiannya berantakan dan rambutnya acak-acakan karena tidur seharian. Ini pasti gara-gara ia menonton drama Korea semalaman.
__ADS_1
"Ya sebentar, beris...." Anne langsung menggantung ucapannya saat melihat siapa yang datang, suaminya itu nampak menatap tajam padanya dan itu membuatnya langsung menelan ludahnya.