Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~295


__ADS_3

"Tunggu dulu, kamu siapa ya berani sekali membawa putraku pergi ?" Elsa langsung mendatangi dan menegur seorang wanita cantik yang sedang menggandeng putranya tersebut.


"Mommy." Axel yang melihat sang ibu langsung melepaskan genggaman tangan wanita itu lalu berlari ke arah ibunya.


"Mommy tidak sibuk ?" ucapnya kemudian, karena setahunya ibunya itu akan menjemputnya di kantor sang ayah saat jam makan siang tiba.


"Mommy sudah selesai sayang, kamu pulang bersama Mommy ya jangan dengan sembarangan orang. Kita tidak akan pernah tahu orang itu akan berniat baik atau jahat." ujar Elsa seraya melirik ke arah wanita tersebut, seorang wanita yang di perintahkan oleh Alex untuk menjemput putranya.


"Maaf sebelumnya nyonya, saya tidak pernah sedikitpun berpikiran untuk berbuat jahat. Karena tuan Alex sedang ada meeting penting, jadi beliau menyuruh saya untuk menjemput putranya." ucap wanita itu saat mendengar sindiran Elsa.


"Perkenalkan saya sekretaris, tuan Alex." imbuhnya seraya mengulurkan jabat tangannya.


Namun bukannya membalas jabat tangan wanita itu, Elsa justru memindai penampilannya dari ujung kaki hingga rambut. Lalu pandangannya beralih ke arah mobil mewah keluaran terbaru di belakangnya dengan seorang sopir yang telah menunggu di balik kemudi.


"Apa aku harus percaya ?" timpalnya kemudian dengan pandangan mencibir, memang boleh sekretaris dengan penampilan semewah itu?


Kemudian Elsa segera mengajak putranya masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan wanita itu yang masih terpaku di tempatnya.


Setelah mobilnya melaju kencang membelah jalanan, Elsa nampak melirik putranya yang terlihat diam di kursinya.


"Ada yang membuatmu sedih, sayang ?" tanyanya kemudian.


"Teman-temanku sudah mempunyai adik semua, kapan aku mempunyai adik Mommy ?" ucap Axel seraya menatap ibunya dan tentu saja itu membuat Elsa langsung menelan ludahnya.


"Sabar ya sayang, nanti kamu pasti punya adik." timpalnya menyemangati.


"Hm." Axel mengangguk patuh.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di Apartemennya dan saat baru keluar dari kendaraannya, Elsa nampak terkejut saat melihat Alex yang juga keluar dari mobilnya. Sepertinya pria itu baru sampai juga.


"Kata Lucy, kamu yang menjemput Axel. Apa pekerjaanmu sudah selesai ?" Alex langsung berjalan mendekat.


"Oh namanya Lucy." cibir Elsa kemudian.


"Hm, dia sekretarisku apa dia telah membuatmu tersinggung ?" Alex mengangkat sebelah alisnya menatap wanita itu.


"Sekretaris atau kekasihmu? ck, ingat ya tuan Alex aku yang menentukan siapa wanita yang cocok menjadi ibu sambung putraku." tegas Elsa dengan wajah sinisnya.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti maksudmu ?" Alex nampak heran dengan perubahan sikap wanita itu yang tiba-tiba sinis padanya.


"Sudahlah aku lelah dan ingin segera beristirahat." Elsa segera menggandeng putranya itu pergi, namun Alex langsung menahannya hingga membuat Elsa mau tak mau menghentikan langkahnya.


"Tadi pagi aku sudah janji akan mengajak Axel membeli es krim." terang Alex kemudian.


"Bersama wanita itu juga ?" timpal Elsa dengan menatap lekat pria itu.


"Wanita siapa ?" Lagi-lagi Alex tak mengerti dengan arah pembicaraan wanita di hadapannya itu.


"Tentu saja wanita itu, memang dari tadi kita sedang membahas siapa ?" sinis Elsa bahkan untuk menyebut nama wanita itu saja rasanya enggan sekali.


"Lucy? dia sedang di kantor." sahut Alex dengan santai.


"Baiklah, jangan lama-lama karena Axel harus tidur siang." Akhirnya Elsa mengizinkan pria itu membawa sang putra setelah memastikan tak ada wanita di antara mereka.


Rasanya Elsa masih belum bisa menerima jika putranya akan memiliki ibu baru.


"Ikutlah bersama kami, karena setelah makan siang kami berencana pergi ke taman bermain sebentar." ajak Alex kemudian.


"Hanya sebentar saja dan tidak lama, kamu tidak ingin mengecewakan putra kitakan ?" bujuk Alex seraya menatap wanita itu, lalu beralih menatap putranya yang sedari tadi nampak memperhatikan perdebatan mereka.


Elsa nampak menghela napasnya. "Maafkan Mommy ya sayang, kau harus melihat ini semua." ucapnya seraya memegang kedua lengan putranya itu.


"Baiklah ayo kita pergi membeli es krim lalu ke taman bermain, kamu suka hm ?" imbuhnya kemudian.


"Hm, Mommy dan Daddy jangan berantem lagi ya." mohon Axel dan itu membuat Elsa seketika merasa bersalah, karena tak bisa mengontrol emosinya dengan baik.


"Baiklah, Mommy janji." ucapnya kemudian.


Setelah itu mereka segera berangkat bersama-sama, Axel yang duduk diapit oleh kedua orang tuanya nampak sangat senang.


"El, lihatlah kemari !!" perintah Alex saat Elsa nampak fokus menatap putranya yang sedang makan eskrim.


Saat Elsa mengalihkan pandangannya ke pria itu, Alex tiba-tiba mencolek hidungnya dengan jari yang penuh es krim dan itu langsung membuatnya melotot.


"Ssttt, kau sudah berjanji tidak akan marah di depan putra kita." lirih Alex mengingatkan yang sontak membuat Elsa memaksakan senyumnya, lalu segera membersihkan hidungnya dengan tisu.

__ADS_1


"Hidung Mommy jadi lucu." ledek Axel kemudian.


Bocah kecil itu nampak tertawa bahagia meledek ibunya yang sedang di kerjai oleh sang ayah, apalagi saat ayahnya kembali mencolek es krim pada kedua sudut bibir wanita itu.


"Lihatlah Mommy mempunyai dua kumis sekarang." ledek Alex yang langsung membuat Axel kembali tertawa nyaring.


"Astaga, penampilanku jadi berantakan sekarang." gerutu Elsa sedikit kesal.


"Sepertinya Mommy harus membersihkannya di toilet, sayang." imbuhnya seraya beranjak dari duduknya.


Setelah itu Elsa segera berlalu dari sana, saat melewati sebuah lorong tiba-tiba Alex memanggilnya. Rupanya pria itu menyusulnya.


"Tunggu El !!" ucap Alex dengan langkah semakin mendekat.


"Apalagi? lihatlah penampilanku, kau benar-benar keterlaluan." Elsa terlihat kesal dengan menunjukkan sudut bibirnya yang penuh es krim.


"Itu hanya perkara es krim kenapa kau semarah itu? lihatlah putra kita, dia sangat bahagia." timpal Alex menanggapi kemarahan wanita itu dengan santai.


"Tapi tidak harus seperti ini juga." Elsa masih nampak kesal, namun tiba-tiba Alex menarik pinggangnya lalu menyapukan lidahnya untuk membersihkan sudut bibir wanita itu yang penuh dengan es krim.


Setelah bersih Alex langsung m3lum4t bibir tipis itu dengan dengan lembut dan penuh perasaan.


Mendapatkan serangan tiba-tiba Elsa nampak melebarkan matanya namun ciuman pria itu begitu memabukkan dan selalu membuatnya terbuai.


Alex yang semakin memperdalam ciumannya, nampak mendorong wanita itu ke dinding belakangnya dan menghimpit tubuhnya di sana.


Kini ciuman pria itu terasa sedikit lebih kasar dan menuntut hingga membuat Elsa langsung mendesah tertahan, selanjutnya Alex menurunkan ciumannya ke leher putihnya sebelum pada akhirnya ia menyudahinya.


Setelah puas membuat wanita itu tak berdaya, Alex segera menarik tubuhnya lalu mengusap sudut bibir wanita itu yang basah karena ulahnya.


"Lucy bukan siapa-siapa, dia hanya sekretarisku. Sudahi marahmu, jika sedang cemburu kau terlihat jelek." ucap Alex seraya menatap lekat wanita itu, setelah itu ia segera melangkah pergi dari sana.


"Si-siapa yang cemburu ?" protes Elsa dengan kesal, namun pria itu tetap pergi dan mengabaikan protesnya.


Kemudian Elsa segera masuk ke dalam toilet lalu mematut dirinya di depan cermin, bibirnya nampak sedikit bengkak akibat ciuman memabukkan pria itu tadi.


Lalu Elsa memegang dadanya yang terasa berdetak tak karuan, benarkah ia sedang cemburu? haruskah ia memberikan satu kesempatan pada pria itu?

__ADS_1


__ADS_2