
"Di-dimana mobilku ?" Elsa langsung panik saat mobilnya tak berada di parkiran siang itu.
Apa mobilnya telah di curi? rasanya tidak mungkin, bahkan maling pun akan berpikir ulang untuk mencuri mobil bututnya yang lebih seperti sebuah rongsokan besi tua.
Kemudian pandangannya beralih ke arah Alex yang nampak menatapnya dengan santai sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu bersandar di badan mobilnya.
"Apa kamu yang melakukannya ?" tuding Elsa kemudian.
"Hm, Jack telah membuangnya." sahut pria itu tanpa dosa yang tentu saja langsung membuat Elsa meradang.
"A-apa yang kamu lakukan pada mobilku? itu satu-satunya benda berhargaku, lalu bagaimana aku akan bekerja dan mengantar putraku sekolah? Kamu benar-benar keterlaluan tuan Alex." Elsa segera mendekat lalu memukuli dada bidang pria itu namun kedua tangannya langsung di cekal.
"Kamu sudah menghancurkan ku sampai tak bersisa apa itu belum cukup juga? apa harus menunggu aku lenyap dari dunia ini baru kamu puas hah? kamu benar-benar tak berperasaan tuan Alex, kamu bisa memberikan sekretarismu itu mobil keluaran terbaru tapi kenapa kamu tega sekali dengan wanita yang telah melahirkan putramu. Bahkan satu-satunya barang berharganya pun telah kamu rampas juga." Elsa benar-benar menumpahkan segala amarahnya pada pria itu.
"Sudah bicaranya? kenapa kamu selalu berpikiran buruk padaku hm ?" ucap Alex dengan masih menggenggam pergelangan tangan wanita itu.
"Lucy maupun karyawanku yang lain berhak mendapatkan fasilitas dari kantor untuk menunjang kinerja mereka, lagipula aku bukan pria brengsek yang tak mungkin tega menyakiti ibu dari putraku sendiri." imbuh Alex menjelaskan.
"Tapi itu kenyataannya kamu merampas semua yang ku punya." sela Elsa masih dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.
"Mulai hari ini, Jack yang akan selalu mengantarmu dan Axel." tegas Alex yang langsung membuat Elsa melebarkan matanya.
"Apa kau sedang becanda? aku tidak mau, aku ingin mobilku kembali." tolaknya, pria itu benar-benar membuatnya di ambang batas kesabaran.
"Untuk kau gunakan kebut-kebutan di jalanan lagi ?" cibir Alex mengingat bagaimana tadi pagi wanita itu mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang.
"A-aku hanya sekali melakukannya." kilah Elsa, sial bagaimana bisa pria itu mengetahui perbuatannya tadi pagi?
"Tapi lain kali kau pasti akan melakukannya lagi." sela Alex.
"Suka atau tidak suka, mulai hari ini Jack yang akan mengantarmu kemana-mana." imbuhnya lagi dengan tegas lalu melepaskan cekalannya di pergelangan tangan wanita itu.
"Ta-tapi....." Elsa belum menyelesaikan perkataannya tapi Alex sudah membuka pintu mobilnya kemudian menggendong sang putra yang nampak tertidur pulas lantas membawanya naik ke unit Apartemennya.
"Aku tidak mungkin selalu menghubungi Jack setiap kali mau pergi, lagipula dia pasti sibuk dengan urusanmu jugakan." bujuk Elsa setelah Alex keluar dari kamar sang putra.
Pria itu nampak menutup pintunya dengan sangat pelan agar tidur siang putranya itu tak terganggu.
"Jack akan selalu standby di sini." tegasnya seraya melangkah keluar dari unit wanita itu lalu membuka unitnya sendiri yang berada tepat di depannya.
"Itu tidak mungkin, Jack pasti punya pekerjaan lain. Ayolah kembalikan mobilku aku janji tidak akan melakukannya lagi." mohon Elsa seraya mengikuti langkah pria itu masuk ke dalam unit Apartemennya.
"Jika aku bilang Jack bisa pasti dia bisa." tegas Alex seraya berbalik badan menatap wanita itu.
"Aku tidak yakin itu, lagipula pekerjaanku banyak pasti dia akan lelah mengantarku." bujuk Elsa tak menyerah yang sepertinya membuat kesabaran Alex mulai menipis.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa sedikit saja menurut, hm ?" ucapnya dengan mengeraskan rahangnya dan itu membuat Elsa nampak menelan ludahnya.
"Kamu tidak bisa mengatur hidupku seenakmu tuan Alex, aku juga punya hak mengatur hidupku sendiri." balas Elsa tak mau mengalah.
"Dengan kebut-kebutan di jalanan? apa aku bisa menjamin besok-besok kamu tidak akan melibatkan putraku dalam kegilaanmu itu hah ?" hardik Alex dengan meninggikan suaranya dan itu membuat Elsa langsung berjingkat kaget.
"Kau benar-benar keterlaluan." Elsa nampak mengusap sudut matanya yang kembali mengembun lantas segera pergi meninggalkan unit pria itu.
Sementara Alex nampak mengusap wajahnya dengan kasar melihat kepergian wanita itu.
Keesokan harinya....
Pagi-pagi sekali Elsa nampak sudah rapi begitu juga dengan sang putra dan kini mereka sedang menghabiskan sarapannya di meja makan.
"Apa Daddy sedang sibuk Mommy, dari kemarin belum datang ke sini ?" tanya Axel kemudian.
"Hm, mungkin Daddy sedang sibuk sayang." timpal Elsa, meskipun ia tak tahu pastinya karena sejak pertengkaran mereka kemarin siang pria itu belum pulang ke Apartemennya.
"Semoga saja nanti Daddy bisa menjemputku ke sekolah." ucap Axel lagi dengan nada berharap.
"Nanti Mommy yang akan menjemputmu sayang." timpal Elsa dengan menatap gemas putranya itu.
"Mommy tidak bekerja ?" tanya Axel dengan polos.
Elsa menggeleng kecil, ia telah menyelesaikan proyeknya dengan Max dan kini sudah tak ada pekerjaan lagi yang harus ia kerjakan.
Meskipun Alex telah menanggung semua kebutuhan sang putra namun tidak mungkin ia juga ikut bergantung pada pria itu.
"Paman Jack ?" Axel langsung terkejut saat melihat asisten ayahnya itu sudah berdiri dan menyambutnya di depan pintu apartemennya.
"Ayo, nanti putraku terlambat !!" ucap Elsa dengan tak ramah seraya melewati pria itu.
"Apa Daddy sedang sibuk, paman ?" tanya Axel setelah mobil mulai melaju menuju sekolahnya.
"Daddy sedang di kantor, Nak." sahut Jack dari balik kemudinya.
Sementara Elsa nampak mengernyit saat melihat pesan di ponselnya.
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan kesana." balasnya pada seseorang yang mengiriminya pesan.
Beberapa saat kemudian mobil telah berhenti di depan sekolah Axel, setelah memastikan putranya masuk ke dalam kelasnya dengan aman Elsa kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Langsung pulang, nyonya ?" ucap Jack kemudian.
"Tidak, antar aku ke perusahaan milik tuan Max !!" perintah Elsa kemudian yang langsung membuat Jack melirik wanita itu dari kaca spion depannya.
__ADS_1
"Baik nyonya." ucapnya lalu segera mengemudikan mobilnya kembali.
"Apa anda ada urusan lagi dengan tuan Max nyonya? bukankah proyek anda telah selesai." selidik Jack kemudian.
"Apa kamu mengawasi pekerjaanku ?" Elsa nampak memicing, darimana pria itu tahu pekerjaannya dengan Max telah selesai.
"Hm." Jack mengangguk kecil dan itu membuat Elsa makin geram.
"Jadi apa anda ada urusan lain lagi dengan pria itu ?" ulang Jack saat wanita itu belum menanggapinya.
"Bukan urusanmu tuan Jack dan beritahukan pada bosmu itu berhenti ikut campur urusanku !!" tegas Elsa dengan kesal dan itu membuat Jack tak lagi bertanya, pria itu nampak fokus dengan jalanan di depannya.
Setelah sampai Elsa segera turun dari mobil tersebut, tapi ia langsung menghentikan langkahnya saat melihat Jack mengikutinya.
"Apa yang sedang kau lakukan ?" tanyanya kemudian.
"Saya mendapatkan tugas dari tuan Alex untuk menjamin keamanan anda nyonya, jadi kemana pun anda pergi saya akan bersama anda." terang Jack dan itu membuat Elsa nampak tersenyum sinis.
"Aku bukan barang milik bosmu itu, jadi pergilah dari sini aku akan menghubungimu saat pulang nanti." tegas Elsa lalu segera meninggalkan pria itu dan berlalu masuk ke dalam gedung perkantoran di hadapannya itu.
"Sungguh sangat keras kepala sekali anda, nyonya." Jack nampak menggelengkan kepalanya.
"Dengan nyonya Elsa Muller ?" sapa seorang wanita saat menyambut kedatangan Elsa.
"Hm." Elsa mengangguk kecil.
"Silakan ikut saya nyonya, tuan Max sudah menunggu anda di ruangannya." Wanita itu langsung mengajak Elsa ke ruangan Max yang berada di ruangan paling ujung.
"Hai El, ayo masuklah !!" Max langsung tersenyum senang saat melihat Elsa berada di ambang pintunya.
"Ayo duduklah, apa kamu mau minum ?" Max segera bangun dari kursi kerjanya.
"Terima kasih, Max." timpal Elsa.
"Jadi kau sudah membuat keputusan dengan tawaranku itu ?" ucap Max dengan wajah berharap, mengingat tadi pagi ia menawarkan wanita itu untuk bekerja di kantornya.
"Hm, kebetulan aku memang sedang membutuhkan pekerjaan Max." Elsa mengangguk setuju dan itu membuat Max langsung tersenyum lebar.
Sementara itu Jack yang sedang berada di dalam mobilnya nampak menghubungi sang tuan besar.
"Jadi dia mengunjungi pria itu di kantornya ?" tanya Alex dari ujung telepon.
"Benar tuan, saya rasa tuan Max sedang menawarkan pekerjaan pada nyonya di kantornya." terang Jack dan sesaat ia mendengar tuan besarnya itu nampak menghela napas beratnya.
"Baiklah, biarkan saja dia mau melakukan apa Jack. Nanti kamu jemput saja putraku dan bawa ke kantor !!" perintah Alex kemudian.
__ADS_1
"Baik, tuan." sahut Jack lantas mengakhiri panggilannya, setelah menatap sejenak gedung perkantoran milik Max pria itu segera mengendarai mobilnya meninggalkan tempat tersebut.