
"Dia istri saya." tegas James yang langsung membuat beberapa rekannya nampak tercengang.
"Kau serius bro? tega sekali wanita secantik ini kau biarkan jadi pelayan." cibir salah satu rekan bisnisnya.
"Apa kau tidak dengar, istriku hanya merasa bosan di rumah." tegas James lalu segera beranjak dan membawa istrinya itu menjauh dari sana.
Anne yang merasa pergelangan tangannya di cengkeraman dengan kuat nampak meringis kesakitan, memar sisa kemarin saja belum hilang kini pria itu tambahi lagi. Sungguh terlalu.
"Lepaskan, kau menyakitiku." Anne langsung menghempaskan cekalan suaminya setelah mereka berada di belakang restoran tersebut, James yang tak ingin nama baiknya tercoreng sengaja membawa wanita itu ke tempat sepi.
"Bukankah sudah ku bilang jangan pernah datang ke restoran ini lagi ?" tegas James, napasnya naik turun karena emosi.
Anne yang bersandar di dinding belakangnya nampak pasrah saat tubuh suaminya itu menghimpitnya, pria itu seakan ingin menelannya bulat-bulat.
"Aku hanya bosan kau kurung di rumah terus." lirih Anne kemudian.
"Kau pikir aku burung, aku juga butuh kebebasan untuk bersosialisasi dengan orang lain." sambungnya lagi.
"Tapi tidak untuk jadi pelayan." hardik James dengan mengeraskan rahangnya, pria itu nampak tak sabar menghadapi istrinya yang pembangkang.
Anne dan Grace benar-benar seperti langit dan bumi, Grace wanita yang sangat penurut dan sedikit pun tak pernah membantah perkataannya. Sedangkan wanita di hadapannya ini selain pembangkang juga suka sekali beradu mulut dengannya.
"Memang apa salahnya jadi pelayan, itu pekerjaan halal." jawab Anne, nah kan wanita itu selalu saja menjawab perkataannya.
"Karena kau istriku, apa kau sengaja ingin menghancurkan nama baikkku dan tuan William ?" James nampak menaikkan beberapa oktaf suaranya.
"Hei tuan James yang terhormat, aku bukan pencuri atau sedang terpergok menyelingkuhimu di belakang jadi mana bisa kau mengatakan aku menghancurkan nama baikmu. Aku itu cuma bekerja, kau dengarkan bekerja dan sejak aku bekerja di sini restoran ini jadi semakin ramai. Bukankah itu ladang pahala buatku." Anne langsung menunjuk wajah suaminya itu dengan jari mungilnya dan tentu saja itu membuat seorang James langsung naik pitam.
"Kau lelaki berpendidikan tapi bod....hmmpppp." Anne langsung menjeda ucapannya saat bibirnya tiba-tiba di bungkam oleh bibir pria itu.
__ADS_1
Mendapatkan serangan tiba-tiba Anne nampak melotot tak percaya, seketika jantungnya berdenyut lebih cepat dan tubuhnya langsung kaku saking kagetnya.
Sementara James nampak m3lum4t habis bibir istrinya itu yang entah kenapa rasanya berbeda sekali dengan milik Grace, milik istri keduanya itu lebih manis dan lembut yang membuat aliran darah dalam tubuhnya seketika berdesir.
Tak rela untuk segera menyudahi, James nampak memperdalam ciumannya. Menelusupkan lidahnya masuk dan mengobrak-abrik rongga mulut gadis perawan yang seumur hidupnya belum pernah berciuman itu.
"Sial, kenapa rasanya seenaknya ini."
James yang tadinya hanya ingin memberikan pelajaran pada istrinya itu, rupanya kini ia yang justru terjebak oleh permainannya sendiri.
Wanita yang akhir-akhir ini selalu membuat emosinya tak stabil itu ternyata memiliki rasa yang begitu nikmat dan di balik sikap membangkangnya rupanya wanita itu tak pandai berciuman bahkan cenderung pasrah.
"Apa dia tak pernah berciuman ?" gumamnya di tengah lum4t4nnya, berbeda sekali dengan Grace yang sudah sangat liar dari pertama mereka bertemu.
Anne yang kehabisan napas langsung memukul-mukul dada bidang suaminya itu dengan sisa tenaganya, entah kenapa hanya dengan berciuman saja ia seperti mendaki gunung setinggi ratusan meter.
"Sial, ada apa denganku."
James langsung mengumpat saat menyadari tak bisa mengontrol dirinya dengan batasan-batasan yang sudah ia buat sendiri.
Bibir gadis itu terasa sangat nikmat dan membuatnya candu seperti morfin yang sulit untuk ia tolak bahkan sensasinya pun kini masih tertinggal di setiap aliran darahnya.
Plakk
Sebuah tamparan keras tiba-tiba melayang ke pipinya hingga meninggalkan rasa panas di sana.
"Kurang ajar, ini ciuman pertamaku apa kau tahu? dan kini kau telah merenggutnya." hardik Anne dengan berapi-api yang langsung membuat pria itu sedikit tercengang, ternyata dugaannya benar wanita itu belum pernah berciuman. Entah ia harus bangga atau merutuki perbuatannya itu.
"Ck, itu hanya ciuman jangan bertingkah seperti kehilangan sesuatu yang berharga." cibirnya kemudian, pandangannya nampak jatuh ke bibir istrinya itu yang sedikit basah dan bengkak akibat perbuatannya tadi dan....
__ADS_1
"Sial." James langsung mengumpat dalam hati saat merasakan celananya semakin sesak.
"Sepertinya aku sudah gila." sambungnya lagi.
"Tentu saja ini sangat berharga bagiku, selama ini aku telah menjaganya dengan baik agar suatu saat bisa ku persembahkan pada pria yang ku cintai dan kini kau telah merenggutnya." teriak Anne dengan kesal, wajahnya nampak memerah menahan amarah yang tak terbendung.
James langsung mengeraskan rahangnya, kenapa hatinya tiba-tiba tak rela jika bibir itu akan wanita itu berikan pada pria lain. Ada apa dengannya?
"Aku suamimu apa kau lupa? tidak hanya bibirmu bahkan..." pandangan James turun ke dada istrinya itu yang lumayan besar yang langsung membuat wanita itu menyilangkan tangannya di sana dan tentu saja membuat James langsung tersenyum miring dengan tingkah gadis polos namun galak di hadapannya itu.
"Bahkan di mata hukum dan Tuhan seluruh tubuhmu adalah hakku." sambungnya dengan nada mencibir yang langsung membuat wanita itu memalingkan wajahnya.
"Ayo pulang." ajak pria itu seraya mencekal pergelangan tangannya lalu membawanya pergi dari sana.
"Tuan, mau anda bawa kemana karyawan saya ?" Nicolas yang melihat karyawan kesayangannya di bawa pergi langsung di hadangnya.
"Mulai hari ini dia berhenti bekerja." tegas James menatap datar Nicolas.
"Tidak bisa begitu tuan, Anne baru beberapa hari bekerja dan dia sudah menandatangani kontrak kerjanya." terang Nicolas, ia tidak akan membiarkan karyawan terbaiknya itu berhenti. Karena berkat wanita itu restorannya semakin ramai, pembawaan Anne yang ramah dan murah senyum membuat banyak pelanggan merasa senang.
"Berhenti atau ku ratakan restoranmu ini sekarang juga menjadi tanah !!" ancam James tak main-main, baginya sangat mudah membuat pria di hadapannya itu bangkrut.
Nicolas langsung menelan ludahnya, ia lupa siapa yang ia hadapi saat ini. "Baik tuan. Silakan di bawa." ucapnya kemudian dengan pasrah.
Anne yang berharap bosnya itu bisa menolongnya akhirnya juga ikutan pasrah saat suaminya itu membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Kini sepanjang perjalanan mereka nampak tak saling berbicara, Anne yang masih marah karena ciuman pertamanya di curi oleh pria itu lebih memilih memalingkan wajahnya ke jendela sampingnya. Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah rasa benci.
"Semua pria memang sama saja meski sudah mempunyai kekasih pun, mereka tetap masih ingin menyentuh wanita lain."
__ADS_1