Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~203


__ADS_3

Sore itu James sampai di Indonesia setelah menempuh belasan jam perjalanan, tak ingin membuang waktu pria itu segera mendatangi kediaman sang istri.


Rasa rindunya yang sudah menggebu tak bisa ia bendung lagi dan harus segera di lampiaskan.


Sesampainya di kompleks perumahan milik wanita itu, James nampak mengernyit saat melihat tenda mewah yang terbentang sepanjang halaman luas rumah mertuanya tersebut.


"Ada acara apa Mark ?" tanyanya pada sang asisten.


"Anastasya, adik tiri nyonya Anne sedang melangsungkan pesta pernikahannya tuan." terang Mark.


"Apa tuan langsung masuk saja ?" tanya Mark kemudian, mengingat atasannya itu tak di undang meskipun itu hajatan sang mertua.


"Tentu saja istriku ada di dalam." sahut James, lalu segera keluar dari mobilnya. Namun baru akan melangkah, terdengar suara kegaduhan dari dalam dan saat mendengar sang istri di sudutkan membuat James mengurungkan niatnya untuk masuk.


"Sepertinya ada yang sedang tidak beres Mark, jaga terus istriku dan jangan sampai ada yang curiga. Mari kita lihat sampai mana drama mereka berlanjut !!" perintah James kemudian, akhirnya pria itu kembali masuk ke dalam mobilnya lalu melihat keadaan di dalam acara tersebut melalui kamera pengintai milik salah satu anak buahnya yang diam-diam menyamar menjadi tamu undangan di sana.


James nampak geram saat melihat bagaimana istrinya di perlakukan semena-mena oleh warga di kompleks perumahannya tersebut.


Tak ingin terjadi apa-apa dengan wanita itu dan bayi yang ada dalam kandungnya, James segera keluar dari mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam tempat acara itu.


"Lepaskan wanita itu !!" hardiknya dengan murka saat melihat istrinya di tarik paksa oleh beberapa orang seperti seorang maling.


"Tuan James ?" Anne langsung terkejut ketika melihat suaminya itu datang.


"Memang kamu siapa berani sekali ikut campur urusan warga sini ?" tantang salah satu warga yang tadi ikut menarik tangan Anne.


"Aku suami dari wanita yang ingin kalian usir itu dan perbuatan kalian yang main hakim sendiri itu benar-benar melanggar hukum." tegas James yang tentu saja membuat semua warga di sana langsung terdiam.


"Tapi kami memiliki alasan untuk mengusirnya, karena dia telah menggoda tuan Arya pejabat yang terhormat di sini dan bisa saja di kemudian hari dia juga akan menggoda semua pria di sini." tegas bu RT dengan lantang.

__ADS_1


"Kalian pikir istriku itu wanita murahan? bahkan dia lebih berharga dari kalian semua dan justru pria yang kalian anggap paling baik itu sesungguhnya tak lebih dari seorang maling." cibir James seraya menatap nyalang ke arah Arya, rasanya sudah tak sabar ia ingin meremukkan tulang-tulang pria itu karena sudah lancang mencium paksa istrinya kemarin.


"Ck, tuan kau hanya orang asing di sini. Tahu apa kamu tentang aku? bahkan detik ini juga aku mampu mengusirmu." tegas Arya dengan pongah, ia seorang pejabat bahkan uangnya pun tak berseri jadi apapun bisa ia lakukan.


"Benarkah? aku jadi tertarik dengan apa yang ingin kau lakukan padaku." tantang James dan seketika membuat Arya nampak mengepalkan tangannya, kemudian pria itu merogoh ponselnya lalu menghubungi seseorang dan tak menunggu lama nampak beberapa preman dengan wajah garang datang mendekati James.


"Arya, apa yang kamu lakukan ?" tukas Anne saat melihat suaminya di kepung oleh beberapa anak buah pria itu.


"Aku hanya memenuhi tantangan dia." sahut Arya dengan seringaian mengejek.


"Segera beri pelajaran pria itu !!" perintahnya tak ada rasa takut sama sekali, bahkan ia pun bisa membeli hukum dan suara-suara warga kompleks ini untuk membelanya nanti.


"Berhenti bergerak !!" tiba-tiba puluhan polisi datang dan mengepung tempat acara tersebut dan itu membuat Arya sedikit terkejut namun selanjutnya ia melebarkan senyumnya.


Ia seorang pejabat yang sangat di hormati di kota ini, mungkin polisi-polisi tersebut datang untuk melindunginya.


"Tangkap pria asing itu, pak. Karena sudah membuat kegaduhan di tempat ini !!" perintah Arya kemudian.


"Kami tidak ingin menangkap tuan James, nyonya. Tapi kami akan menangkap tuan Arya." sahut seorang perwira polisi yang langsung memimpin puluhan anak buahnya tersebut, lalu pria itu segera memerintahkan mereka untuk menangkap Arya.


"Apa-apaan ini, kalian jangan sembarangan. Apa kalian tidak tahu saya siapa ?" Arya langsung memberontak saat beberapa polisi mencekal tangannya dengan paksa.


"Kami membawa surat penangkapan anda tuan dan anda di dakwah pasal pencucian uang, jadi mari ikut kami." Petugas tersebut menunjukkan surat penangkapan lalu membawa paksa pria itu dari sana.


Sementara para tamu undangan yang sedari tadi menyaksikan hanya bisa terdiam, rupanya selama ini pejabat yang mereka agung-agungkan ternyata seorang pelaku korupsi.


Akhirnya mereka semua meminta maaf pada Anne dan segera meninggalkan tempat pesta tersebut, meninggalkan nyonya Kartika dan putrinya yang terlihat sangat terpukul setelah mengetahui sebuah kenyataan tentang Arya.


"Pa, bertahanlah." Anne dan James langsung membawa ayahnya itu ke rumah sakit setelah mendapatkan serangan jantung mendadak.

__ADS_1


"Papamu pasti akan baik-baik saja." ucap James menenangkan saat istrinya itu terlihat khawatir.


"Semoga saja." timpal Anne kemudian.


"Apa kamu baik-baik saja? apa ada yang terluka ?" James nampak memeriksa lengan Anne yang tadi menjadi korban tarikan oleh beberapa orang, pria itu terlihat sangat khawatir dan bersumpah akan membalas mereka semua jika terjadi apa-apa dengan istrinya itu.


Melihat perlakuan sang suami, Anne nampak menahan senyumnya. "Aku baik-baik saja, terima kasih banyak." ucapnya kemudian, ia yakin kejadian yang menimpa Arya pun juga pasti ulah suaminya itu.


"Terima kasih untuk ?" James nampak mengernyit menatap wanita itu.


"Terima kasih sudah datang tepat waktu." sahut Anne.


"Hanya itu ?" James menautkan kedua alisnya seakan kurang puas dengan ucapan terima kasih dari istrinya tersebut.


"Tentu saja memang kamu minta apalagi, aku tidak punya banyak uang." cebik Anne, jujur ia senang suaminya itu datang namun berbagai masalah yang akhir-akhir ini menerpa hubungan mereka membuat Anne masih enggan menerima pria itu kembali dalam hidupnya.


"Satu kecupan mungkin lebih baik." timpal James yang langsung membuat Anne melotot ke arahnya.


"Kamu jangan gila tuan James, ini tempat umum." tukas Anne seraya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang tunggu rumah sakit tersebut.


"Ya aku gila karena merindukanmu." timpal James dengan menatap lekat istrinya itu dan tentu saja membuat Anne langsung membuang pandangannya ke arah lain.


Wajah wanita itu nampak bersemu merah dan detak jantungnya pun bertalu-talu tak karuan saat ini.


"Sepertinya aku hanya merindukan seorang diri." imbuh James saat wanita itu tak menanggapinya.


Anne nampak berkutat dengan pikirannya sendiri, ia juga sangat merindukan pria itu namun ia tetap teguh pada prinsipnya jika ia tak ingin menjadi yang kedua.


"Bagaimana kabar bayi kita, apa dia baik-baik saja ?" ucap James kemudian seraya menatap perut rata istrinya itu yang tentu saja membuat wanita itu langsung terkejut.

__ADS_1


"Ka-kamu tahu ?"


__ADS_2