Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~158


__ADS_3

"An, cepat ikut aku." Nicolas yang baru datang langsung menarik tangan Anne yang sedang sibuk melayani transaksi para tamu.


"Kemana tuan, saya masih sibuk." tolak Anne, wanita itu langsung menarik tangannya kembali.


Nicolas akui jika perihal pekerjaan wanita itu selalu totalitas, namun ini persoalannya berbeda karena bahaya akan mengancamnya jika seseorang yang ia maksud melihat keberadaan salah satu karyawannya itu.


"Sudah, pokoknya ayo ikut aku." Nicolas kembali menarik tangan wanita itu, namun Anne langsung berusaha untuk melepaskannya kembali dan sampai pada akhirnya suara seseorang membuyarkan mereka.


"Apa di sini ada sup ikan oriental ?" tanya James pada seorang pelayan saat baru masuk restoran tersebut.


"Suara itu ?"


Anne langsung melotot, karena tak ada waktu untuk kabur akhirnya wanita itu langsung bersembunyi di bawa meja kasir.


"Sial." umpatnya kemudian


"Kenapa tuan ikut sembunyi ?" bisiknya saat melihat Nicolas tiba-tiba berada di sisinya.


"Aku hanya ingin memastikan keadaanmu." sahut Nicolas dengan lirih.


"Kenapa tuan tidak mengatakannya dari tadi jika sua eh pria itu datang ke sini ?" Anne hampir saja keceplosan, karena syarat bekerja di restoran itu tak boleh berkeluarga.


"Saya juga panik " sahut Nicolas.


"Ternyata anda bisa panik juga." ledek Anne dengan menahan senyumnya.


"Jangan meledekku, An." Nicolas langsung bersungut-sungut.


"Maaf tuan, saya becanda." Anne langsung mengangkat kedua jarinya sebagai tanda meminta maaf.


"Ya sudah kamu baik-baik di sini, saya akan temui dia." perintah Nicolas kemudian.


"Baik tuan, tolong jangan bocor." Anne nampak berterima kasih sekaligus memohon.


"Kamu kira saya genteng, bisa bocor." gerutu Nicolas, kemudian pria itu segera berdiri dan matanya langsung terbelalak saat melihat James yang sudah berada di depan meja kasir. Beruntung di sana ada satu petugas kasirnya yang melayani.


"Tuan James, selamat datang." sapanya kemudian.


James yang melihat gelagat aneh Nicolas nampak mengernyit. "Apa yang anda lakukan di bawah sana tuan Nicolas ?" tanyanya kemudian.


"Saya sedang melihat tikus, ya tiba-tiba ada tikus masuk kesini." ucap Nicolas yang langsung membuat Anne yang mendengar nampak menunjuk dirinya sendiri.


"Jadi aku tikusnya ?" gumamnya sembari meringis kesal.

__ADS_1


"Tikus? itu sangat menjijikkan tuan Nicolas. Kau harus segera menangkapnya jika tidak semua makanan bahkan orang-orang di sini akan terkontaminasi dengan virusnya." saran James yang sontak membuat Anne yang berada di bawah meja kasir langsung melotot.


"Sial dia kira aku penyakitan sampai membawa virus segala."


"Tentu saja tuan, anda jangan khawatir. Baiklah apa anda sudah selesai dengan pesanan anda ?" ucap Nicolas kemudian.


"Berikan saya dua porsi sup ikan oriental yang paling lezat di sini." perintah James kemudian.


"Tentu saja tuan, sup ikan oriental sangat bagus untuk anak-anak dan ibu hamil. Apa anda ingin membelikan untuk salah satu dari mereka ?" terang Nicolas.


"Untuk wanita hamil." sahut James yang langsung membuat Anne melotot.


"Apa? ha-hamil ?" Anne nampak terkejut dan tak sengaja mencengkeram kaki Nicolas dengan kuat yang membuat pria itu langsung berteriak.


"Aaarrgghhh."


"Kau baik-baik saja ?" James langsung mengernyit saat melihat pria di hadapannya itu berteriak kesakitan.


"Sa-saya baik-baik saja tuan, entah kenapa tiba-tiba kaki saya sedikit kram. Ngomong-ngomong hanya itu pesanan anda ?" ucap Nicolas.


"Hm, hanya itu."


"Baiklah, kasir saya yang akan melayani pembayaran anda." ucap Nicolas kemudian dengan tertatih pria itu melangkah menjauh dari sana.


"Jadi kekasih pria datar itu sedang hamil? pantas beberapa hari ini tidak pulang ke rumah."


Entah ia harus tertawa karena sebentar lagi akan di cerai atau meratapi nasib karena akan menjadi janda. Tiba-tiba hatinya rasanya sesak, ia seperti sebuah boneka yang tak ada harganya sama sekali.


"Baiklah, terima kasih." ucap James setelah pesanannya selesai, lalu pria itu segera pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Anne, tuan James sudah pergi." ucap Nicolas saat melihat Anne masih duduk di bawah meja padahal James sudah beberapa saat lalu pergi.


"Anne? kau baik-baik saja ?" ulang Nicolas saat tak ada tanggapan dari wanita itu.


Anne langsung menoleh lalu segera beranjak dari sana. "Saya baik-baik saja." ucapnya dengan memaksakan senyumnya.


"Jika kamu lelah kamu bisa pulang sekarang, biar saya yang menjaga kasir." ucap Nicolas saat melihat wajah lelah wanita itu.


"Baik tuan, terima kasih banyak."


Anne bergegas mengganti pakaian kerjanya lalu segera pulang, tubuhnya memang lelah namun hatinya lebih lelah saat ini.


Sementara itu James yang baru tiba di kantornya langsung memberikan pesanan sang nyonya pada seorang OB.

__ADS_1


"Akhirnya kau datang juga, apa begitu sulit hanya untuk mencari sebuah makanan ?" tegur William saat melihat James datang dengan seorang OB yang membawa sebuah nampan.


"Saya mencari restoran oriental yang terbaik tuan, karena rasanya pasti berbeda dengan restoran western." terang James kemudian.


"Ya kau benar, sekarang duduklah !!" perintah William kemudian.


"Duduk tuan ?" James nampak tak mengerti saat tuannya itu memerintahkannya untuk duduk di sofa tak jauh dari sana.


"Istriku minta kau dan aku menghabiskan makanan itu." sahut William yang langsung membuat James menganga tak percaya, sebegitu anehnya kah wanita hamil itu lalu kenapa Grace tak mengalami itu semua dan itu membuat kecurigaannya terhadap wanita itu semakin besar.


Akhirnya James menurut lalu duduk di sebelah William dan mulai menghabiskan seporsi sup ikan tersebut.


"Apa enak ?" tanya Merry dengan kedua tangannya menopang di dagunya, pandangannya bergantian menatap sang suami maupun James yang sedang menikmati makanan tersebut.


"Enak, apa kau mau ku suapi ?" tawar William.


Merry menggelengkan kepalanya. "Tidak, melihat kalian makan aku sudah kenyang." tolaknya kemudian.


"Ngidam anda benar-benar aneh, nyonya." timpal James di tengah kunyahannya.


"Sangat aneh memang." William langsung menyetujui perkataan pria itu.


"Itu kan kemauan dedek bayi, kamu juga jangan banyak protes James karena saat Anne hamil nanti pasti juga akan sepertiku bahkan mungkin lebih parah." rutuk Merry yang langsung membuat James tersedak.


Uhukk


Uhukk


"Pelan-pelan James, tak ada yang akan mengambil makananmu." sindir William.


"Iya, tuan." James nampak mengalihkan pandangannya.


"Semua wanita hamil memang berlaku aneh ya, nyonya ?" ucapnya kemudian ingin tahu.


"Tentu saja dan kau harus bersiap-siap saat itu tiba." ucap Merry dengan nada meledek.


"Ku harap Anne akan lebih parah dari pada istriku." William ikutan meledek.


Sedangkan James hanya menghela napasnya pelan, sungguh kisahnya begitu rumit dan ia harus segera mengakhiri semuanya.


Di tempat lain Anne yang sedang menaiki transportasi umum nampak mendengarkan obrolan dua orang pria yang duduk di kursi sebelahnya.


"Jadi apa rencanamu untuk membalas perbuatan tuan Collins, pria itu semakin sombong saat tuan William Smith menyerahkan klan padanya." ucap salah satu dari pria itu.

__ADS_1


"Entahlah, ku dengar dia telah menikah tapi entah siapa istrinya." ucap yang lainnya dan sontak membuat Anne menelan ludahnya sampai tersedak hingga membuat kedua pria dengan tubuh penuh tato itu langsung menoleh padanya.


__ADS_2