Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~301


__ADS_3

Setelah mengetuk pintu, Lucy segera masuk ke dalam ruangan Alex dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Ini tuan tehnya, silakan di nikmati selagi hangat." ucapnya seraya meletakkan secangkir teh di hadapan pria itu.


"Terima kasih Luc, kau boleh pulang sekarang." timpal Alex yang nampak sibuk di depan layar komputernya tanpa sedikit pun berniat menatap sekretarisnya tersebut.


"Anda akan menginap di sini lagi, tuan ?" tanya Lucy ingin tahu, karena beberapa hari sebelum ke Amerika pria itu selalu menghabiskan malamnya di ruangannya tersebut.


"Hm." Alex mengangguk kecil dan itu membuat Lucy langsung mengangkat sudut bibirnya.


"Minum dulu tehnya tuan selagi hangat." ucapnya lagi.


"Hm, baiklah." Alex menatap sekretarisnya itu sejenak lalu segera mengambil secangkir teh di hadapannya tersebut.


Meminumnya hingga tandas lalu kembali meletakkannya di atas mejanya dan itu membuat wajah Lucy nampak lega.


"Terima kasih, lumayan menghangatkan badan." timpal Alex seraya menatap ke arah wanita itu dan entah kenapa ia melihat penampilan sekretarisnya itu sedikit berbeda.


Entahlah, wanita itu terlihat seksi tak seperti biasanya yang selalu berpenampilan formal. Mungkin karena malam ini ada pesta di kantornya dan ia memkluminya.


"Apa anda mau saya pijat tuan, barangkali bisa meringankan lelah anda akibat perjalanan tadi siang." tawar Lucy kemudian, berharap pria itu menerima tawarannya.


Alex yang tiba-tiba merasa udara di ruangannya sedikit panas nampak mulai gelisah.


"Tidak usah Luc, sekarang pulanglah sopir kantor akan mengantarmu." tolak Alex, lantas kembali bekerja.


"Tapi tuan, saya yakin setelah ini anda pasti akan merasa lebih rilex." bujuk Lucy tak ingin menyerah.


"Tidak, terima kasih. Bawalah ini keluar dan segeralah pulang !!" perintah Alex seraya menggeser cangkir kosong tersebut lalu bersamaan itu tiba-tiba pintu ruangannya di ketuk dari luar.


Tak berapa lama Jack yang di ikuti oleh Elsa di belakangnya nampak melangkah masuk dan Lucy yang melihat keberadaan Elsa terlihat mengepalkan tangannya.


"Tuan, nyonya Elsa ingin bertemu dengan anda." ucap Jack kemudian.


"Tapi jika kamu sedang sibuk, aku akan menemuimu besok pagi saja." timpal Elsa seraya melirik ke arah Lucy yang kini masih berdiri di samping pria itu duduk.


"Kalau begitu aku permisi." ucapnya, kemudian segera melangkah pergi.


"Tunggu, aku tidak sedang sibuk." ucap Alex yang sontak menghentikan langkah Elsa yang sudah berada di ambang pintu, lantas wanita itu kembali berbalik badan.

__ADS_1


"Tinggalkan kami, Luc !!" perintahnya kemudian dan itu membuat Lucy nampak kesal namun perintah bosnya adalah mutlak dan tak bisa di bantah.


"Baik tuan, jika anda memerlukan sesuatu panggil saja saya." timpalnya kemudian.


"Tidak, pulanglah sekarang juga !!" sahut Alex dengan nada tegas dan dingin menatap wanita itu seiring dengan tubuhnya yang tiba-tiba terasa sangat gerah, apa sekretarisnya itu telah memasukkan sesuatu ke dalam tehnya tadi?


"Ba-baik, tuan." Lucy segera melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut, lalu saat melewati Elsa wanita itu nampak menatapnya dengan sinis.


"Bagaimana dengan bajingan itu, Jack ?" tanya Alex kemudian seraya beranjak dari duduknya, melangkah ke depan meja kerjanya lalu bersandar di sana.


"Tuan Max sudah mendekam di penjara, tuan." sahut Jack.


"Bagus, buat dia mendekam di sana lebih lama !!" perintah Alex lagi.


"Baik, tuan." Jack langsung mengangguk patuh.


Kemudian Alex beralih menatap Elsa yang nampak mengenaskan dengan kedua pipi lebam dan sudut bibir terluka.


"Bagaimana keadaanmu ?" ucapnya kemudian.


"Aku baik-baik saja." sahut Elsa.


"Aku baik-baik saja." ucapnya.


"Tapi wajahmu terluka." timpal Alex dengan menatap lekat wanita itu.


"Tuan Alex aku ingin meminta maaf karena tak mendengarkanmu sebelumnya, ku mohon tolong maafkan aku." ucap Elsa kemudian dengan mata berkaca-kaca menatap pria itu.


Melihat itu Jack nampak mundur perlahan kemudian segera berlalu keluar lantas menutup pintunya dari luar, sepertinya pria itu ingin memberikan waktu pada tuan besarnya untuk berbicara dari hati ke hati dengan wanita itu.


"Tuan Jack, anda mau kemana ?" tanya Lucy tiba-tiba yang nampak masih duduk di kursi kerjanya.


"Kamu masih di sini? bukankah tuan menyuruhmu untuk segera pulang ?" tanya Jack dengan dahi mengernyit.


"Saya khawatir jika tuan Alex masih memerlukan saya." timpal Lucy kemudian.


"Pulanglah, tuan sudah tidak perlu apa-apa lagi saat ini. Lagipula mungkin beliau tidak akan keluar dari ruangannya sampai besok pagi !!" perintah Jack yang langsung membuat Lucy nampak kecewa.


"Jadi apa anda juga akan pulang ?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Hm, tentu saja. Apartemenku ada di belakang gedung kantor ini dan ku rasa istriku sedang menungguku saat ini." sahut Jack dan itu membuat Lucy nampak menghela napasnya, lantas segera mengambil tasnya lalu beranjak dari duduknya.


Menatap sejenak pintu ruangan bosnya yang tertutup rapat kemudian segera melangkahkan kakinya pergi dari sana.


"Sial !!" gumamnya.


Sementara Alex dan Elsa nampak masih saling menatap dari jarak yang lumayan dekat.


"Semua sudah berlalu, ku harap lain kali kau lebih berhati-hati lagi." timpal Alex lalu segera melangkah menjauh menuju jendela kaca di ruangannya tersebut.


Membuka hordennya hingga menampakkan pemandangan kota di bawahnya, sungguh sangat indah di pandang oleh mata.


Melihat Alex mengacuhkannya dengan berdiri memunggunginya, Elsa segera mendekatinya lalu langsung memeluk tubuh pria itu dari belakang hingga membuat Alex nampak terkejut dan reaksi tubuhnya semakin tak karuan.


Sekretarisnya itu benar-benar sedang cari masalah dengannya dan ia takkan pernah mengampuni perbuatannya itu.


"Aku sangat merindukanmu, aku pikir menyuruhmu menjauh adalah cara terbaik untuk melupakanmu tapi nyatanya setiap detik aku selalu tersiksa menahan rindu ini." ucap Elsa di sela isak tangisnya yang langsung membuat Alex nampak mengangkat sudut bibirnya.


Kemudian pria itu segera berbalik badan. "Sudah malam pulanglah, kita bicarakan besok lagi." ucapnya kemudian.


"Kenapa? apa kamu sudah tak menginginkan ku lagi? jadi karena itu akhir-akhir ini kamu menghindariku? apa ini semua ada hubungannya dengan sekretarismu itu ?" banyak sekali pertanyaan di benak Elsa saat merasakan pria itu tetap bersikap dingin padanya padahal ia telah mengakui perasaannya.


Alex menatap wanita itu dengan lekat, lalu mengulurkan sebelah tangannya untuk membelai pipi lebamnya dengan lembut dan tangan satunya menggenggam tangan wanita itu lalu membawanya menyentuh dadanya.


"Apapun yang terjadi perasaanku padamu tak pernah berubah, tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia dan ku rasa selama ini kamu selalu nampak tersiksa saat berada di dekatku." ucapnya kemudian namun Elsa langsung menggeleng cepat.


"Itu tidak benar." timpalnya, selama ini ia hanya berpura-pura kesal untuk membentengi prinsipnya meskipun hatinya sangat tersiksa.


"Ya, kamu memang benar-benar sangat keras kepala." ucap Alex kemudian.


"Maafkan aku." ucap Elsa dengan tulus, ia tahu pria itu sangat tulus padanya bahkan saat jauh darinya pun masih memantau keadaannya dan ia mengetahui itu semuanya dari Jack.


Alex nampak menghela napasnya dengan berat, lalu segera menjauhkan tubuhnya dari wanita itu jika tidak ia benar-benar ingin menerkamnya sekarang juga.


Saat ia melewati Elsa untuk kembali ke kursi kerjanya, wanita itu justru langsung memelukku dari depan.


"Ku mohon jangan tinggalkan aku." ucapnya dengan memeluk erat pria itu dan itu membuat reaksi tubuh Alex semakin tak terkendali.


"Pulanglah, aku tidak ingin menyakitimu !!" perintahnya kemudian yang langsung membuat Elsa mengurai pelukannya.

__ADS_1


"Kamu menolakku ?" ucapnya dengan wajah kecewa, di saat ia telah membuka hatinya tapi kenapa pria itu justru nampak ragu padanya.


__ADS_2