Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~321


__ADS_3

Tak terasa beberapa tahun pun telah berlalu kini baby Jeslin yang lebih suka Marco panggil Sofia itu telah memasuki sekolah dasar.


Marco yang dulunya adalah seorang Mafia yang kejam dan juga licik kini berubah menjadi seorang ayah yang penuh dengan kasih sayang.


Memperlakukan Sofia selayaknya anak kandungnya sendiri hingga membuat bocah kecil itu sangat menyayanginya.


Meski awalnya Marco tak mudah dalam mengasuhnya karena Sofia selalu rewel dan menangis mencari sang ibu, namun berkat ketulusan dan kegigihannya kini bocah kecil itu begitu sayang padanya.


"Kapan aku punya ibu, yah? semua teman-temanku di kelas mempunyai ibu." protes Sofia siang itu saat Marco baru menjemputnya sekolah.


"Apa memiliki ayah saja tak cukup bagimu, hm ?" timpal Marco kemudian.


"Tentu saja cukup bahkan kadang ayah suka berperan sebagai ibu untukku, aku sangat menyayangimu ayah." sahut Sofia lantas memeluk ayahnya tersebut.


"Ayah juga sangat menyayangimu sayang." Marco balik memeluk putrinya itu, tak terasa butiran kristal nampak menetes dari pelupuk matanya.


"Maafkan aku Anne, kau wanita terbaik yang pernah ku kenal dan aku tak pernah menyesal telah mencintaimu. Terima kasih telah melahirkan seorang putri yang begitu berharga, ku harap kamu mau memaafkan ku suatu saat nanti. Aku tak mengharapkan cintamu lagi karena itu tidak akan mungkin tapi tolong izinkan aku memiliki sedikit bagian dari dirimu yaitu Sofia." gumam Marco seraya mengeratkan pelukannya pada putrinya tersebut.


"Ayah, sesak." ucap Sofia hingga membuat Marco langsung melepaskan pelukannya.


"Maafkan ayah, Nak." ucap Marco kemudian.


"Ayah menangis ?" tangan kecil Sofia langsung menghapus air mata di pipi pria itu.


"Ayah bahagia karena mempunyai kamu sayang." sahut Marco.


"Aku juga bahagia mempunyai dirimu, ayah." timpal Sofia kemudian hingga membuat keduanya langsung terkekeh.


Sementara itu di tempat lain James dan sang istri nampak merayakan hari ulang tahun sang putri yang ke 6 tahun, bocah kecil itu telah masuk taman kanak-kanak dan tumbuh menjadi gadis kecil tak kalah cantik dengan Sofia sang kakak.


Pesta tersebut juga nampak di hadiri oleh William beserta keluarganya dan juga Alex dan anak istrinya.


Alex yang hingga kini hanya mempunyai seorang putra pun nampak tak memaksa sang istri untuk kembali hamil setelah wanita itu beberapa kali mengalami keguguran.


Begitu juga dengan William pria itu lebih memilih tidak menambah anak lagi karena tidak ingin sang istri mengalami kesakitan setelah banyak kesengsaraan yang telah ia torehkan pada wanita itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih di sini ?" Anne yang melihat suaminya masih berada di ruang kerjanya langsung mendatanginya lalu memeluknya dari belakang.


"Beberapa saat lagi acara putri kita akan di mulai." imbuhnya lagi.


Sejak menghilangnya putri sulungnya James memang terlihat lebih menutup diri bahkan senyumnya pun hampir tak pernah terlihat di wajahnya.


Anne sudah mencoba berbagai cara agar suaminya itu tak terus menerus menyalahkan dirinya sendiri namun tetap tak berhasil.


Bahkan wajah lucu sang putri kedua yang menggemaskan itu tak bisa menutupi kekecewaan pria itu.


"Ayolah sayang, sampai kapan kamu akan seperti ini. Percayalah di mana pun berada aku yakin Jeslin pasti akan baik-baik saja." mohon Anne kemudian.


"Apa dia memiliki selimut yang tebal? cuaca di luar sangat dingin." ucap James seraya menatap jendela di hadapannya itu yang nampak berembun.


Anne segera memutar tubuh suaminya agar menghadap ke arahnya. "Aku yakin dia baik-baik saja dan hangat saat ini, percayalah padaku." ucapnya kemudian lalu mengulurkan tangannya untuk membelai rahang pria itu yang entah berapa lama tak di cukur hingga bulu-bulu halus yang tumbuh di sana nampak tebal.


"Mau ku bantu mencukurnya ?" tawarnya kemudian.


"Kamu bisa ?" timpal James menatap istrinya itu.


"Kamu meragukan ku ?" balas Anne dengan nada menantang.


"Baiklah, ayo !!" Anne segera menarik tangan suaminya itu lalu mendudukkannya di sebuah sofa.


Kemudian wanita itu bergegas mengambil gunting dan juga alat cukur di dalam nakas meja riasnya.


"Mari kita mulai." ucap Anne seraya menunjukkan alat cukur di tangannya, kemudian wanita itu sedikit membungkuk untuk mengoleskan foam pada rahang pria itu.


"Kamu sengaja ingin menggodaku ?" ucap James saat melihat belahan dada wanita itu yang nampak mengintip dari balik bajunya.


"Sepertinya aku akan berganti pakaian dahulu." ucap Anne ketika menyadari pandangan sang suami.


"Tidak, aku lebih suka begini." James langsung menahan tangan wanita itu.


"Kamu terlihat seksi." imbuhnya dan itu membuat Anne langsung tersenyum, rasanya sudah lama sekali mereka tak pernah bermesraan lagi dan sungguh ia sangat merindukan momen seperti ini.

__ADS_1


Kemudian Anne segera mencukur jenggot suaminya itu hingga kini pria itu terlihat jauh lebih muda dan tampan.


"Sudah selesai, apa rambutmu mau ku potong juga ?" tawar Anne setelah mengelap rahang suaminya itu dengan sebuah handuk basah.


"Bisa, tapi nanti saja." sahut James kemudian.


"Ini masih ada waktu jika kamu mau." tukas Anne setelah menatap jam di atas nakas.


"Tidak, karena ada hal lain yang harus kamu lakukan." ucap James kemudian.


"Apa itu ?"


"Sedari tadi kau menggodaku jadi sekarang kamu harus bertanggung jawab." sahut James seraya mengulurkan tangannya untuk membuka kancing baju istrinya itu satu persatu dan Anne tahu apa yang sedang di inginkan oleh suaminya itu.


Beberapa saat kemudian pesta ulang tahun Jessy telah di mulai, pesta yang di gelar sangat mewah itu nampak di hadiri oleh para pengusaha beserta keluarganya.


"Putramu sangat cantik sekali tuan James, bagaimana jika dewasa nanti menjadi menantuku saja." ucap salah satu rekan bisnis James namun William yang juga sedang berada di sana langsung menyela.


"Kalau begitu langkahi saya dulu, tuan Cruiz." ucapnya kemudian.


"Jika begitu saya tidak berani tuan William." sahut pria itu dengan sedikit tergelak, karena sebenarnya ucapannya hanya sebuah becandaan semata.


Semua juga tahu jika putra sulung keluarga Smith dan putri satu-satunya James sudah di jodohkan sejak mereka masih anak-anak.


"Padahal aku juga mempunyai anak lelaki yang tak kalah tampan." timpal Alex yang baru datang bersama sang istri.


"Jangan macam-macam kak Alex, Jessy sudah menjadi hak paten calon menantuku." kali ini Merry ikut menimpali dan semua nampak terkekeh di buatnya.


Setelah melewati beberapa peristiwa kini mereka semua nampak bahagia meski sebagian harus merenggut kebahagiaan yang lainnya, karena sesungguhnya semua orang berhak untuk bahagia meski dengan cara yang berbeda.


...----------------TAMAT----------------...


.


Alhamdulillah akhirnya novel ini sudah berada di penghujung cerita setelah 11 bulan berlalu, saya ucapkan terima kasih banyak buat semua readers yang selalu setia dengan cerita receh ini semoga kalian semua di mana pun berada selalu dalam keadaan sehat-sehat wal'afiat. Aamiin.

__ADS_1


Bagi yang masih menyukai karya saya, monggo mampir di novel terbaru saya, bisa di cek di bio/profil saya dengan judul THE MISSING SOFIA



__ADS_2