Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~307


__ADS_3

"Untuk apa kau kemari ?" ketus Elsa seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya menatap kedatangan Alex.


Alex yang terlihat lelah langsung terkejut dengan respon wanita di hadapannya itu. "Ada apa denganmu ?" timpalnya tak mengerti.


"Kenapa tidak tinggal di Amerika saja, bukankah di sana lebih baik dan lebih membuat mu betah." cibir Elsa yang masih berdiri di ambang pintu dan tak sedikit pun berniat mempersilakan pria itu untuk masuk ke dalam apartemennya.


"Sayang, kamu bicara apa sih? tentu saja aku lebih betah di sini karena ada kalian, kamu dan putra kita." terang Alex menjelaskan.


"Ck, lalu ini apa hm ?" Elsa langsung menunjukkan sebuah potret pria itu dan sang mantan istri di ponselnya hingga membuat Alex nampak terbelalak.


"Darimana kamu mendapatkan itu ?" tanyanya ingin tahu.


"Itu tidak penting, tapi yang ku tahu rupanya kamu sama seperti pria lain yang hanya suka mempermainkan perasaan wanita. Aku benci padamu tuan Alex, aku sangat membencimu." ucap Elsa lalu memukuli dada bidang pria itu.


Alex nampak terdiam saat Elsa menyerangnya tiba-tiba, setelah di rasa wanita itu sudah puas dengan amarahnya lantas ia segera mencekal kedua tangannya.


"Hanya sebuah gambar takkan bisa menjelaskan sesuatu, aku tadi siang memang bertemu dengan Celine di Mall. Aku tak sengaja menabraknya dan menjatuhkan barang bawaannya." terang Alex dengan jujur.


"Lalu kalian bergandengan tangan ?" cibir Elsa dengan kesal namun itu justru membuat Alex nampak tersenyum kecil.


"Kamu bertambah cantik kalau sedang cemburu." celetuknya kemudian dan sontak membuat Elsa langsung bersungut-sungut.


"Aku sedang tidak becanda tuan Alex." ucapnya dengan kesal.


"Aku juga sedang tidak becanda dan aku juga tidak menggandeng tangan Celine seperti yang kamu pikirkan, tadi sebelum pergi dia mengatakan sesuatu tentangmu yang membuatku langsung kesal untuk itu aku menahannya agar menjelaskan semuanya." terang Alex panjang lebar dan itu membuat Elsa nampak mengernyit.


"Bicara tentangku ?" timpalnya penasaran.


"Hm, Celine mengatakan jika tak ada satu wanita manapun yang takkan jatuh terpesona pada Marco termasuk dirimu hingga membuat mereka rela melemparkan tubuhnya ke atas ranjang pria itu." sahut Alex kemudian.


"Dan kamu percaya dengan perkataannya ?" Elsa langsung menatap lekat pria di hadapannya itu.

__ADS_1


Alex langsung menggeleng. "Aku tak peduli masa lalumu, bagiku yang terpenting saat ini kamu adalah milikku." tegas Alex namun langsung di sela oleh Elsa.


"Hanya kamu pria satu-satunya yang pernah tidur denganku tuan Alex baik itu dulu maupun saat ini, tapi aku tak peduli kamu mau percaya atau tidak." tegas Elsa dan itu membuat Alex nampak lega, ia percaya dengan perkataan wanita itu.


"Maafkan aku." ucapnya seraya menggenggam kedua tangan wanita itu lantas mengecupnya.


"Apa aku boleh masuk ?" ucapnya kemudian.


"Hm." Elsa mengangguk lantas memberikan pria itu jalan.


Setelah menghempaskan bobot tubuhnya di atas sofa, Alex nampak menatap Elsa yang terlihat murung.


"Kamu baik-baik saja ?" tanyanya kemudian yang langsung membuat wanita itu menatapnya.


"Kemarilah !!" Alex menepuk sofa di sisihnya agar wanita itu duduk di sana.


"Apa aku penting bagimu ?" ucap Elsa setelah duduk di sisih pria itu dan Alex yang mendengar perkataan wanita itu sontak mengernyit.


"Ada apa denganmu, sayang? tentu saja kamu dan Axel sangat penting bagiku." terangnya meyakinkan namun Elsa langsung tersenyum sinis.


"Tolong maafkan aku." Alex langsung membawa wanita itu ke dalam pelukannya, mengusap lembut punggungnya lantas mengecup puncak kepalanya.


"Beberapa bisnisku di kacaukan oleh tuan Marco hingga mengalami banyak sekali kerugian, aku harus mengurusnya dengan segera karena banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya pada bisnis itu. Aku sangat kacau saat itu dan aku tak ingin kamu mengetahuinya lalu menjadi kepikiran." ucapnya menjelaskan dan itu membuat Elsa yang berada dalam dekapannya langsung mengangkat wajahnya menatap pria itu.


"Jika sebuah hubungan tak ada kejujuran di dalamnya lalu untuk apa di jalankan, aku ingin melewati semuanya denganmu baik itu dalam suka maupun duka." ucapnya dengan lirih.


"Tapi aku takut kamu akan kecewa padaku karena Celine dahulu juga sering mengeluh saat keadaan bisnisku sedang bermasalah." timpal Alex menjelaskan.


"Tapi aku bukan dia, aku hanya ingin menjalani ini semua dengan kejujuran. Aku tahu takkan ada jalan yang mulus saat kita melewatinya tapi bukankah jika kita bisa saling kerja sama itu lebih baik? aku ingin di hubungan ini kita menjadi partner yang saling membantu, tuan Alex." ucap Elsa dengan nada memohon dan itu membuat Alex nampak terharu, rupanya wanita itu sangat pengertian dan berbeda sekali dengan mantan istrinya dahulu.


"Bisakah kamu ubah panggilanmu itu? aku merasa seperti orang asing saat kamu memanggilku seperti itu." timpal Alex kemudian.

__ADS_1


"Lalu aku harus memanggilmu apa ?" Elsa langsung meminta pendapat.


"Terserah kamu, sayang mungkin? honey? sweety? baby ?" sahut Alex yang langsung mendapatkan cubitan di pinggangnya oleh wanita itu dan membuat pria itu seketika mengadu kesakitan.


"Sakit, sayang." ucapnya dengan wajah meringis dan itu membuat Elsa langsung terkekeh.


"Apa kamu sudah makan? akan ku buatkan sesuatu jika belum." ucap Elsa kemudian seraya beranjak dari duduknya, namun Alex langsung menahannya hingga kini terduduk kembali di sisih pria itu.


"Aku ingin bicara hal penting padamu." ucapnya dengan wajah serius dan itu membuat Elsa langsung mengernyit.


"Bi-bicara apa ?" ucapnya penasaran.


Alex nampak merogoh sesuatu dari dalam kantung celananya, sebuah kotak berwarna merah lantas pria itu segera membukanya dan nampak cincin berlian di dalamnya.


"Do you marry me ?" ucapnya seraya mengulurkan kotak berisi cincin tersebut pada Elsa dan tentu saja itu membuat wanita itu langsung terharu.


"Maukah kamu menikah denganku ?" ulang Alex yang langsung di angguki oleh Elsa.


"Ya, aku mau." sahutnya dan itu membuat Alex nampak sangat senang, kemudian langsung mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir wanita itu.


Mereka nampak saling berciuman dengan sangat lembut dan penuh perasaan sampai pada akhirnya ciuman itu berubah menjadi sebuah lum4t4n yang menuntut hingga tanpa sadar kini mereka telah polos tanpa sedikit pun benang yang menutupi tubuhnya.


Kemudian Alex segera membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya lantas mendorong tubuhnya ke atas ranjang lalu mengungkungnya di sana.


Kembali m3lum4t bibirnya dengan rakus dan sebelah tangannya yang nganggur pria itu gunakan untuk menyentuh titik-titik sensitif wanita itu hingga selanjutnya hanya terdengar d3s4h4n dari keduanya di ruangan tersebut.


Keesokan harinya....


Pagi itu Elsa segera bangun saat mendengar alarm di ponselnya, kemudian wanita itu segera beranjak lalu membersihkan dirinya.


Setelah berganti pakaian, Elsa nampak mengambil sesuatu dari dalam lemari lantas segera mengambil gelas berisi air mineral.

__ADS_1


Mengeluarkan sebutir obat dari dalam tempatnya tersebut lalu segera meminumnya, meski semalam ia telah di lamar oleh pria itu namun sebelum mereka benar-benar menikah Elsa tak ingin mengambil risiko untuk hamil.


"Kamu sedang apa sayang? obat apa yang kamu minum itu ?" tiba-tiba Alex bertanya hingga membuat Elsa langsung berjingkat kaget, padahal sebelumnya ia melihat pria itu masih tertidur pulas di atas ranjangnya.


__ADS_2