Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~279


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Pagi itu Elsa nampak terbangun saat merasakan denyut nyeri di kepalanya, kemudian wanita itu segera mengerjapkan matanya.


Di lihatnya langit-langit kamar yang berbeda dari apartemennya hingga membuatnya segera mengedarkan pandangannya dan betapa terkejutnya saat menyadari jika ia tak sendiri di kamar tersebut.


"Mau kemana, ini masih sangat pagi." ucap Alex seraya menarik tubuh Elsa kembali ke sisihnya saat wanita itu hendak menjauh.


Pria dengan posisi tubuh menghadap ke arahnya dan menggunakan sebelah tangannya sebagai tumpuhan kepalanya itu nampak menatap datar wanita itu.


"Kenapa aku bisa di sini? aku harus segera pulang. Axel sendirian di rumah." Elsa benar-benar tak ingat apa yang telah terjadi padanya semalam, hingga kini berakhir di dalam kamar pria itu.


"Axel ?" Alex langsung mengernyit mendengar penuturan wanita itu.


"Bukan urusanmu, sekarang katakan apa yang kamu lakukan semalam padaku ?" Elsa nampak menatap tubuhnya yang kini di balut oleh sebuah kemeja kebesaran dan sudah bisa ia pasti kemeja milik siapa yang ia kenakan itu.


"Semalam kamu mabuk dan mengotori pakaianmu, apa kamu lupa ?" timpal Alex kemudian.


Elsa mencoba untuk mengingat, namun nihil. Ia hanya mengingat jika semalam pria itu memintanya untuk minum segelas wiskey namun selanjutnya dengan kesadaran penuh ia yang menginginkannya sendiri.


"Lalu siapa yang mengganti pakaianku ?" tanyanya kemudian.


"Menurutmu ?" timpal Alex dan tentu saja itu membuat Elsa langsung beringsut menjauh, karena di kamar tersebut hanya ada mereka berdua.


"Ka-kamu yang menggantinya ?" Elsa langsung menelan ludahnya, apalagi saat menyadari branya telah hilang dari tubuhnya dan hanya menyisakan celana d4l4mnya saja yang masih ia kenakan.


"Sudah ku bilang semalam kamu mabuk lalu mengotori pakaianmu sendiri, lalu kau pikir aku akan membiarkan mu tidur di ranjangku dengan tubuh kotor seperti itu ?" cibir Alex kemudian.


"Aku tidak memintamu untuk membantuku semalam." sela Elsa dengan kesal.


"Dan membiarkan pria lain membawamu ke atas ranjangnya ?" balas Alex hingga membuat Elsa tak bisa berkata-kata lagi.


Entah harus bersyukur atau tidak, karena jika pria lain yang ia temui ia tak yakin akan bangun dalam keadaan selamat.


Tiba-tiba Elsa kembali mengingat sang putra hingga membuatnya langsung beranjak dari sana.


"Baiklah terima kasih banyak karena sudah membantuku semalam, tapi aku harus segera pulang." ucapnya mengingat putranya sedang sendirian di Apartemennya.

__ADS_1


"Ck, hanya terima kasih ?" cibir Alex dan itu membuat Elsa nampak jengah.


"Terus maumu apa? aku tidak punya apa-apa saat ini." Elsa langsung bersungut-sungut.


"Apa aku terlihat seperti kekurangan uang ?" balas Alex lagi.


"Jangan macam-macam." Elsa langsung menyilangkan kedua tangan di depan dadanya, wanita itu sangat tahu apa yang sedang di pikirkan oleh pria itu.


"Reaksimu terlalu berlebihan, nona." ucap Alex seraya beranjak dari tidurnya.


"Kau punya tenagakan? Jadi bantu aku untuk merapikan apartemen ini, kebetulan baru semalam aku pindah ke sini." imbuhnya kemudian seraya membuka horden kamarnya hingga menampakkan pemandangan kota yang cerah pagi itu.


"Aku tidak bisa, ada hal penting yang harus urus." tolak Elsa, karena putranya pasti akan mencarinya saat bangun tidur nanti.


"Apa mengenai putramu ?" ucap Alex dan tentu saja itu membuat Elsa yang sedang melangkah seketika berhenti.


"Ka-kamu tahu ?" ucapnya dengan ragu, ia jadi penasaran sejauh mana pria itu mengetahui tentang dirinya.


"Kamu jangan khawatir, ada asistenku yang menemaninya jadi sekarang tugasmu membantuku membersihkan tempat ini." tegas Alex seraya menarik tangan wanita itu untuk membawanya mengambil peralatan kebersihan.


"Aku tidak suka penolakan, apa kamu lupa siapa yang telah menolongmu semalam ?" sela Alex tanpa mau di bantah.


"Ta-tapi bagaimana bisa asistenmu masuk ke dalam apartemenku ?" tanya Elsa penasaran.


"Dia seorang IT terbaik yang ku punya asal kamu tahu itu." sahut Alex seraya melangkah keluar kamarnya.


Sementara Elsa nampak mengawasi setiap sudut Apartemen yang terlihat sangat mewah itu, berbeda sekali dengan Apartemennya yang sempit.


"Semua sudah bersih dan rapi jadi apa yang harus ku bersihkan." protes Elsa bahkan setitik debu pun tak terlihat di sana.


"Kau bisa membersihkannya ulang !!" perintah Alex tanpa perasaan dan itu membuat Elsa nampak menggerutu, kemudian wanita itu segera mengambil penyedot debu.


"Sebelumnya buatkan aku kopi dahulu !!" perintah Alex kemudian.


Elsa yang baru melangkah pun rasanya ingin sekali memukul pria itu hingga babak belur, namun itu tidak mungkin terjadi.


Kemudian wanita itu segera pergi ke dapur untuk membuatkan pria itu kopi, mengambil cangkir lalu menuangkan gula di sana.

__ADS_1


Namun saat melihat tempat garam, wanita itu langsung tersenyum licik. "Kau pikir aku pelayanmu, enak saja menyuruhku sesuka hati." ucapnya lalu menuangkan tiga sendok penuh garam ke dalam cangkir tersebut.


Beberapa saat kemudian Elsa keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi yang masih nampak mengepul asapnya.


"Cepat minumlah !!" ucapnya seraya memberikannya pada pria itu.


"Letakkan saja di atas meja, aku tidak suka minum kopi yang terlalu panas." sahut Alex yang nampak sibuk membaca surat kabar.


Setelah meletakkan kopi tersebut, Elsa kembali mengambil penyedot debu lalu mulai membersihkan apartemen itu.


Meski sebenarnya sudah sangat bersih, ini pasti akal-akalan pria itu saja untuk mengerjainya. Elsa jadi tak sabar ingin melihat pria itu meminum kopi spesial buatannya itu.


Saat Elsa sedang sibuk dengan pekerjaannya, diam-diam Alex nampak mencuri pandang dari balik surat kabar yang sedang ia baca.


Mendengar wanita itu terus-menerus menggerutu membuat pria itu nampak menahan tawanya, entah kenapa ia sebahagia ini karena bisa mengerjai wanita itu.


Wanita keras kepala yang akhir-akhir ini membuat dunianya jungkir balik, ia sangat menyukainya namun penolakan wanita itu membuatnya sakit hati hingga melakukan hal di luar nalarnya.


Merasa tenggorokannya mulai kering, Alex segera mengambil secangkir kopinya. Namun saat mengingat perbuatan licik wanita itu di dapurnya tadi membuatnya nampak tersenyum miring.


"Kemarilah !!" perintahnya kemudian.


"Apalagi, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku." tukas Elsa, meskipun sebenarnya sedari tadi ia tak mengerjakan apapun karena semua sudah bersih dan rapi.


Bahkan penyedot debu yang ia pegang pun sama sekali tak berguna, sepertinya lebih baik jika ia gunakan untuk menyedot dosa-dosa pria itu saja.


"Duduklah !!" perintah Alex kemudian.


"Tentu saja aku sangat lelah." tanpa berpikir panjang Elsa langsung menghempaskan bobot tubuhnya di sebelah pria itu.


"Kenapa kopimu masih utuh, kamu belum minum ?" Elsa menatap secangkir kopi yang masih penuh di atas meja.


"Temani aku minum." ucap Alex seraya mengambil cangkirnya.


"Tentu saja, segera habiskan agar harimu semakin bersemangat." timpal Elsa, wanita itu nampak menelan salivanya saat membayangkan kopi rasa garam itu masuk ke dalam mulut pria itu.


"Rasakan, siapa suruh bermain-main denganku."

__ADS_1


__ADS_2