Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~233


__ADS_3

Beberapa bulan pun telah berlalu, Anne begitu menikmati menjadi seorang ibu. Ia merasa hidupnya benar-benar sempurna saat ini.


Mempunyai putri yang sangat cantik dan juga suami yang sangat mencintainya, membuat hidupnya terasa sempurna.


Ia berpikir jika ini adalah balasan Tuhan atas penderitaan yang ia alami sejak kecil, Anne percaya roda kehidupan itu selalu berputar.


"Ini apa ?" Anne nampak menautkan kedua alisnya tak mengerti saat sang suami yang baru datang sore itu tiba-tiba memberikan sebuah paper bag padanya.


"Bukalah !!" perintah James dengan mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.


"Gaun pesta ?" Anne semakin mengernyit menatap gaun pesta di tangannya tersebut.


"Cobalah !!" perintah James kemudian yang langsung membuat Anne berbalik badan menatap cermin lalu menempelkan gaun tersebut di badannya.


Nampak pas dan cantik, tapi wanita itu masih tak mengerti kenapa tiba-tiba pria itu memberikannya gaun itu.


"Nanti malam ada undangan pesta, ku rasa istriku yang cantik ini perlu datang menemani suaminya kesana." timpal James seraya berjalan mendekat lalu memeluk istrinya itu dari belakang.


"Tapi aku tak bisa meninggalkan baby Jeslin sendiri." timpal Anne menatap suaminya dari pantulan cermin depannya itu.


"Kenapa tidak bisa? ada pengasuh yang akan menjaganya sayang. Sejak kamu melahirkan kita tak pernah mempunyai waktu berdua, ku rasa kamu terlalu sibuk dengan bayi kita hingga tak memikirkan hubungan kita." timpal James dengan nada protes hingga membuat Anne tercengang.


"Maafkan aku, aku janji akan lebih memperhatikan mu." Anne nampak merasa bersalah, akhir-akhir ini ia memang lebih fokus ke bayinya hingga sedikit mengabaikan suaminya itu.


"Jadi kamu mau kan menemaniku nanti malam ?" tanya James memastikan.


"Tentu saja, apa aku perlu melakukan perawatan dulu? Aku takut penampilanku kurang sempurna dan pada akhirnya akan mempermalukan mu." Anne langsung meminta pendapat.


"Tidak perlu, kamu sudah sangat cantik seperti ini." puji James yang langsung di balas senyuman oleh istrinya itu, kemudian wanita itu segera bersiap-siap.


Malam harinya pesta pun berlangsung, Anne dan James yang baru datang nampak menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


Sejak melahirkan beberapa bulan yang lalu, ini untuk pertama kalinya Anne pergi ke pesta bersama sang suami. Wanita itu terlihat cantik dengan gaun pesta pemberian pria itu.


Namun tak hanya dia saja yang menjadi pusat perhatian, namun suaminya juga. Beberapa wanita di sana nampak mencoba mencari perhatian pria itu dan itu membuat Anne merasa cemburu.


"Tuan James, ku rasa akhir-akhir ini kamu jarang merapikan rambutmu." timpal seorang wanita saat mendekati James.


"Benarkah ?" James nampak menanggapi dengan santai.

__ADS_1


"Kau lebih tampan saat rambutmu lebih pendek lagi." sahut wanita itu.


"Benar itu tuan James." timpal yang lainnya lagi.


Mendengar ucapan para relasi bisnis sang suami membuat Anne merasa bersalah, ia menyadari akhir-akhir ini memang sering abai dengan pria itu dan ia janji akan lebih memperhatikannya sebelum wanita lain yang memberikannya perhatian.


"Kenapa diam saja, hm ?" Anne langsung terperanjat saat tiba-tiba suaminya memeluk pinggangnya.


"Tidak." Anne langsung mengulas senyumnya, benar kata mereka pria itu memang terlihat sedikit berantakan. Rambut yang sedikit memanjang dan bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar rahangnya nampak sedikit lebat, entah berapa lama tak di cukur.


"Maafkan aku." ucapnya kemudian.


"Untuk ?" James langsung mengernyit tak mengerti.


"Karena akhir-akhir ini aku kurang perhatian sama kamu." sahut Anne dengan wajah bersalahnya.


"Kenapa kamu jadi menggemaskan seperti ini sih, hm ?" James nampak gemas lalu mencubit pipi wanita itu.


Ehmm


Tiba-tiba seseorang berdehem hingga membuat Anne dan James langsung menoleh.


"Ini di pesta bukan kamar kalian, astaga." cibir William saat melihat kemesraan asistennya itu.


"Dan kau bukankah seperti itu juga." sindir Merry menatap suaminya itu yang langsung membuat mereka semua nampak tertawa bersama.


William maupun James adalah dua pria yang tak jauh berbeda, mereka akan sama-sama bucin dengan wanita yang di cintainya.


"Hai, An." tiba-tiba seseorang menyapa Anne yang langsung membuat wanita itu menoleh.


"Tuan Alex, bagaimana kabarnya ?" timpalnya menyapa mantan atasannya itu waktu di Indonesia, pria tampan yang sangat baik hati itu nampak lebih tampan seiring usianya yang semakin dewasa.


"Seperti yang kamu lihat." sahut Alex dengan mengulas senyumnya dan bersamaan itu nampak seorang wanita tiba-tiba melingkarkan tangannya di lengan kekarnya.


"Hai An, apa kabar ?" sapa Celine saat menatap Anne.


"Saya baik-baik saja, anda sendiri bagaimana kabarnya ?" tukas Anne menatap wanita cantik tak jauh di hadapannya itu.


"Seperti yang kamu lihat, aku sangat bahagia bersama suamiku." sahut Celine dengan angkuh, dari dulu ia memang kurang menyukai mantan asisten suaminya itu.

__ADS_1


Karena selain cantik, Anne juga sering di banggakan oleh sang suami sebagai wanita pekerja keras. Beruntung ia dan suami segera pindah ke Amerika setelah menikah.


"Kata adikku kamu habis melahirkan An? selamat ya aku yakin tuan James akan menjadi ayah yang hebat." ucap Alex lagi kemudian.


"Terima kasih tuan." timpal Anne kemudian.


Sementara James menatap tak suka pada Alex, tatapan pria itu nampak tak biasa ketika melihat istrinya hingga membuatnya langsung mengeratkan pelukannya di pinggang wanita itu dengan posesif.


"Aku tidak suka kamu terlalu perhatian pada wanita kampung itu." tegur Celine pada sang suami saat sudah menjauh dari mereka.


"Aku hanya menyapa mereka, kenapa kamu cemburu seperti itu hm ?" Alex langsung mencubit hidung mancung istrinya itu.


"Aku tidak cemburu, wanita itu bukan levelku. Dia hanya beruntung saja menikah dengan tuan James." sela Celine dengan nada tak suka.


"Sudahlah, jangan di bahas lagi. Kamu akan selalu di hatiku, percayalah." Alex mengusap lembut pipi istrinya itu lalu mendaratkan kecupannya sekilas di bibirnya dan bersamaan itu ponselnya nampak berdering nyaring.


"Sebentar, aku angkat telepon dulu." ucapnya seraya berjalan menjauh dari wanita itu.


Mengambil ponselnya dari saku celananya lalu membuka sebuah pesan di sana.


"Sial."


Umpatnya saat melihat sebuah foto wanita dengan penampilan tak senonoh dari nomor tak di kenal yang akhir-akhir ini sering sekali mengusik hari-harinya.


"Sayang, siapa ?" tanya Celine tiba-tiba yang langsung membuat Alex menghapus pesan tersebut.


"Hanya klien biasa, tidak penting." sahutnya dengan mencoba bersikap senormal mungkin.


"Ayo bergabung dengan mereka lagi." imbuhnya seraya mengajak istrinya itu untuk bergabung dengan William dan juga James.


Sebenarnya Celine sangat malas berhubungan dengan mereka lagi karena itu mengingatkannya pada masa lalunya, namun mau bagaimana lagi karena kini mereka sekarang menjadi keluarganya sejak Merry adik suaminya itu menikah dengan William.


"Selamat malam."


Tiba-tiba seseorang menyapa hingga membuat mereka semua langsung menoleh.


"Tuan Marco ?"


Anne dan Celine nampak menelan ludahnya saat melihat sosok Marco yang tiba-tiba muncul di pesta tersebut setelah sekian lama mereka tak berjumpa.

__ADS_1


__ADS_2