
"Siapa pria-pria tadi? apa mereka mangsamu berikutnya? ck, dasar J4l4ng." cibir Alex dengan memandang hina Elsa.
"Jika iya memang kenapa? itu bukan urusanmu jugakan ?" Elsa nampak kesal karena pria itu terlalu ikut campur urusannya, kemudian ia segera berlalu pergi saat mobil jemputannya tiba.
Sementara Alex yang di tinggal begitu saja terlihat geram, ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan antara marah, kesal dan tidak suka jika wanita itu terlibat dengan pria lain.
"Semua wanita sama saja, selalu saja mencari pria-pria kaya yang bisa dia manfaatkan." umpatnya kemudian, karena ia pun tak menampik bagaimana sifat sang istri hingga membuatnya harus bekerja keras agar wanita itu tak berpaling darinya.
Mengingat Celine adalah mantan model papan atas hingga banyak pria mapan yang menggoda dan ingin memilikinya.
Keesokan harinya.....
"Nona, ada tuan Alex ingin bertemu." ucap pelayan saat Elsa baru menuruni anak tangga, hari masih sangat pagi apa pria itu tak ada kerjaan hingga datang mengganggunya.
"Katakan aku tidak ingin bertemu." tolak Elsa, wanita itu nampak masih mengenakan piyama tidurnya dan duduk di meja makan sembari menikmati teh serta beberapa cemilan kesukaannya.
Elsa tak ingin moodnya memburuk gara-gara pria itu, namun sepertinya sudah terlambat karena pria itu kini telah memaksa masuk ke dalam rumahnya.
"Maaf Nona, tuan Alex memaksa masuk." lapor sang security yang mengejar Alex ke dalam.
Elsa mengangguk kecil, lalu memberikan isyarat agar security dan pelayannya itu segera pergi meninggalkan mereka.
Sementara Alex nampak meneguk salivanya saat menatap Elsa yang pagi itu masih mengenakan piyama tipis menggoda iman bagi siapapun yang melihatnya.
"Kau membiarkan security melihatmu dengan pakaian seperti itu ?" tegur Alex tak terima, ia tak suka jika wanita itu berpenampilan seksi di depan pria lain.
"Ck, bukankah kamu yang membawanya kesini ?" timpal Elsa dengan tersenyum sinis.
"Dia mempersulitku." sahut Alex seraya berjalan mendekat kemudian menarik kursi depan wanita itu lantas menghempaskan bobot tubuhnya di sana dan itu membuat Elsa nampak menggeleng kecil.
"Apa istri dan pelayanmu tak membuatkanmu sarapan di rumah ?" sindirnya kemudian saat pria itu nampak meneguk ludah ketika menatap makanannya.
"Kenapa kau tak mau membaginya denganku? lagipula itu terlalu banyak untuk kau habiskan seorang diri." sahut Alex kemudian mengambil sebagian kudapan milik Elsa lalu memakannya bahkan pria itu juga meminum teh milik wanita itu.
__ADS_1
"Tak terlalu buruk." ucapnya setelah itu dan tentu saja membuat Elsa jengah dengan tingkah pria itu.
"Kau benar-benar mengganggu waktuku bersantai." geramnya kemudian.
"Ayolah jangan terlalu pelit, apa kau jijik berbagi makanan dan minuman denganku? Tapi ku rasa tidak, karena sebelumnya kita juga pernah berbagi saliva bersama." sarkas Alex dengan tersenyum mengejek.
"Aku sedang banyak pekerjaan hari ini, cepat pulanglah !!" usir Elsa seraya beranjak dari duduknya dan tentu saja itu membuat Alex kesal, karena wanita itu selalu mempermainkannya. Terkadang menggodanya namun juga terkadang seakan tak menginginkannya.
"Apa karena pria kemarin hingga membuatmu berubah ?" tuding Alex seraya mencekal pergelangan tangan Elsa saat wanita itu hendak berlalu pergi.
"Bukan urusanmu...."
"Tentu saja akan menjadi urusanku, kau sudah terlalu jauh menarikku dalam kehidupanmu dan sekarang kau menyuruhku pergi begitu saja ?" potong Alex tak terima.
"Terus maumu apa ?" Elsa mulai habis kesabaran, sejak semalam pria itu sudah membuatnya kesal karena telah menggagalkannya bertemu dengan mantan kakak iparnya tersebut.
"Apa ini semua karena pria semalam? siapa dia? Apa dia pria simpananmu atau targetmu berikutnya ?" tuding Alex dengan menatap nyalang wanita itu.
"Ck, kau seperti seorang pria yang sedang cemburu saja." ejek Elsa dengan tertawa sinis, kemudian berlalu menjauh dari sana namun bukan Alex jika tak dapat menghentikan wanita itu.
"Kau...." protes Elsa, namun bibirnya langsung di bungkam oleh bibir pria itu.
Alex selalu kehilangan kesabaran setiap menghadapi Elsa, karena wanita itu selalu berhasil membuat emosinya naik turun tak stabil.
Kini pria itu nampak m3lum4t bibir Elsa dengan rakus, menelusupkan lidahnya masuk lalu menari-nari di dalam sana hingga membuat wanita itu mengerang tertahan dan itu membuat Alex nampak tersenyum miring.
Alex benar-benar merasa candu dengan rasa wanita itu, gairahnya selalu berkobar setiap menyentuhnya dan ia enggan mengakhirinya.
"Nona...." tiba-tiba asisten Elsa datang hingga membuat ciuman keduanya terlepas.
Alex langsung mengumpat dalam hati, ingin rasanya ia memaki pria itu karena telah berani mengganggu kesenangannya.
Sementara Elsa nampak lega, lalu segera merapikan piyamanya yang telah di acak-acak oleh pria itu.
__ADS_1
"Masuklah Sam, tuan Alex sudah mau pulang. Benar begitu tuan Alex ?" ucap Elsa kemudian.
"Tentu saja dan ingat urusan kita belum selesai." tegas Alex menatap tajam Elsa, namun wanita itu justru membalasnya dengan senyuman ejekan lalu pandangannya beralih ke arah milik pria itu di bawah sana yang nampak menegang di balik celananya.
Elsa bisa membayangkan bagaimana perkasanya milik pria itu bahkan dahulu ia merasakan sangat sesak dan sakit sekali saat kesuciannya di renggut paksa.
Namun ia tak pernah menyesalinya karena pria itu, kini ia memiliki sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya yang selalu membuatnya bersemangat dalam menjalani hari-harinya.
"Penawaranku masih berlaku, tuan Alex." ucap Elsa saat pria itu sudah berada di ambang pintunya.
"Ck, jangan pernah berharap aku akan melakukannya." timpal Alex tegas lalu menutup pintu rumah wanita itu dengan sedikit kasar.
Setelah Alex meninggalkan rumahnya, Elsa nampak menghela napasnya lega. Karena sentuhan pria itu selalu saja membuatnya hampir menyerah.
"Anda baik-baik saja, nona ?" tanya Sam khawatir.
"Aku baik-baik saja." sahut Elsa seraya kembali duduk di sofa.
"Kenapa anda tidak mengatakan siapa anda sebenarnya pada tuan Alex, nona ?" Sam mencoba memberikannya saran.
"Kau pikir dia akan peduli? dia hanya peduli pada istri j4l4ngnya itu Sam. Tolong jangan mencuci otakku dan membuatku melupakan tujuan utamaku datang ke negara ini." tegas Elsa yang langsung di angguki oleh asistennya tersebut.
"Jadi apa rencana anda selanjutnya, nona ?" tanya Sam kemudian.
"Entahlah, kejadian semalam membuatku belum bisa berpikir lagi. Apa kamu sudah mendapatkan informasi di mana keberadaan kak Ben ?" tanya balik Elsa.
"Saya sedang berusaha melacaknya nona, sepertinya selama tinggal di sini beliau selalu berpindah-pindah tempat." terang Sam.
"Lalu siapa kedua pria yang bersamanya semalam dan mobil yang menjemputnya pun bukan mobil biasa, apa dia sedang berlindung pada seseorang ?" Elsa terlihat penasaran, mustahil jika kakak iparnya tetap kaya raya setelah sekian tahun tak bekerja.
"Dari informasi yang saya dapatkan dua orang pria itu terlibat dalam bisnis judi online, saya mencurigai jika tuan Ben adalah dalang di balik bisnis tersebut." terang Sam lagi.
"Benarkah? kamu tahu di mana markas para penjudi online di sini ?" tanya Elsa penasaran, siapa tahu ia bisa bertemu dengan mantan kakak iparnya di sana.
__ADS_1
"Banyak nona, tapi jika anda mau malam ini saya akan bawa anda ke salah satu casino terbesar di kota ini." tawar Sam kemudian.
"Tentu saja." tanpa berpikir panjang Elsa langsung mengangguk setuju.