
James seperti kesetanan saat m3lum4t bibir istrinya itu, wanita itu benar-benar membuatnya candu dan ia enggan untuk mengakhirinya bahkan kini pria itu telah menurunkan ciumannya ke leher putih wanita itu yang sedari tadi mencuri perhatiannya.
Rambutnya yang di bungkus dengan handuk membuatnya mudah untuk memberikan kecupan-kecupan kecil di sana, bahkan ia juga memberikan sedikit hisapan saat wanita itu berusaha meronta ingin di lepaskan.
Plakk
Sebuah tamparan keras tiba-tiba mendarat di pipi pria itu saat sang istri berhasil melepaskan dirinya, bahkan saking kerasnya sudut bibir pria itu mengalirkan sedikit darah hingga membuat Anne langsung menelan ludahnya apalagi saat melihat rahang pria itu yang mulai mengeras, matanya memerah seakan menyimpan kemarahan di sana.
"Ck, rupanya kau ingin bermain-main denganku." tanpa aba-aba James segera mengangkat tubuh istrinya itu lantas membawanya masuk ke dalam kamar wanita itu.
"Lepaskan !!" Anne tentu saja langsung memberontak dengan memukuli punggung pria itu, namun James yang sepertinya sudah berada di luar kendalinya sama sekali tak menggubris teriakan wanita itu.
Bahkan pukulan wanita itu pun seperti membangkitkan gairahnya yang sedari tadi ia coba tahan.
Sesampainya di kamar wanita itu, James segera melemparnya ke atas ranjang lalu ia segera mengungkung tubuhnya.
"Lepaskan !!" teriak Anne di sisa tenaganya, semoga pria itu hanya bermain-main saja dan tak sungguhan ingin meminta haknya. Sungguh ia belum siap apalagi di antara mereka tak ada cinta.
Anne tidak ingin menyerahkan kesuciannya pada pria yang tak mencintainya meski pun itu suaminya sendiri, ia jadi menyesal kenapa tadi mengerjai pria itu jika akibatnya harus seperti ini.
"Tuan James ku mohon, kau tidak mencintaiku kan. Ingat, kau sudah mempunyai kekasih yang mungkin saja saat ini telah mengandung anakmu." mohonnya saat pria itu menatapnya dengan lekat, berharap belas kasihannya agar segera dilepaskan.
Bukannya melepaskan pria itu justru menatapnya dengan lekat dan itu terlihat menyeramkan di mata Anne, kedua tangannya yang di cengkeraman erat di atas kepalanya membuatnya kesusahan untuk bergerak.
Tak menunggu lama James kembali m3lum4t bibir istrinya itu dengan rakus, menyesapnya dengan kuat hingga membuat wanita itu mendesis kesakitan dan itu di manfaatkan oleh pria itu untuk memasukkan lidahnya lebih dalam.
Memporak-porandakan isinya hingga membuat wanita itu mengerang tertahan. James benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya saat tubuhnya menginginkan lebih dari sekedar ciuman.
Apa itu salah? tentu saja tidak, wanita itu adalah istri sahnya bahkan setiap inci tubuhnya adalah miliknya. Persetan dengan penolakan wanita itu, ia harus segera melepaskan hasratnya yang begitu menyiksanya.
Awalnya yang hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada wanita itu kini justru ia terjebak dalam permainannya sendiri, keputusannya untuk tinggal di Apartemen beberapa hari yang lalu rupanya adalah hal yang tepat.
__ADS_1
Karena jika ia terus-menerus di dalam satu ruangan dengan wanita itu membuatnya tak bisa mengendalikan dirinya seperti saat ini.
Lalu bagaimana dengan Grace? wanita yang ia klaim sebagai satu-satunya orang yang ia cintai itu?
Sepertinya James terlalu larut dengan gairahnya hingga mengesampingkan prinsipnya atau memang pria itu sengaja melakukannya sebagai pelampiasan kemarahannya terhadap bukti-bukti yang ia temukan perihal istri pertamanya itu yang sungguh mengganggu pikirannya beberapa hari ini.
"Tuan James aku meminta maaf, tapi tolong jangan lakukan ini." sekali lagi Anne memohon saat pria itu seperti kesetanan ketika melepaskan semua pakaiannya, tenaganya yang tak seberapa membuatnya tak berdaya di bawah kungkungan pria itu.
Pandangan James mulai berkabut saat melihat tubuh polos di bawahnya itu, ia tak pernah begitu menginginkan seorang wanita seperti saat ini bahkan dengan Grace sekalipun. Padahal alkohol yang ia minum tadi hanya sedikit dan akal sehatnya pun masih bekerja dengan baik.
Akhirnya Anne hanya bisa pasrah saat pria itu mulai menjelajahi setiap inci tubuhnya, lalu menyentuhnya lebih dalam lagi hingga membuatnya berteriak kesakitan saat pria itu berhasil merenggut kesuciannya.
"Kamu masih perawan ?" James langsung menghentikan hentakkannya saat merasakan miliknya telah merobek sesuatu di dalam liang kenikmatan wanita itu.
Anne yang tak menjawabnya dan hanya menangis menahan perih membuat James merasa kasihan, sebelumnya ia tak pernah berhubungan dengan seorang gadis dan ia tak tahu jika akan sesakit itu.
Haruskah ia mengakhirinya? namun rasa itu terlalu nikmat hingga membuatnya enggan untuk melakukannya. Berhenti atau lanjut tetap tidak akan mengembalikan kesucian wanita itu.
Dengan perlahan James menggerakkan tubuhnya hingga tangisan wanita itu menjadi sebuah erangan yang terdengar seksi di telinganya.
"Ini benar-benar sangat nikmat."
James sampai tak bisa mendeskripsikan apa yang ia rasakan, ia benar-benar seperti melayang ke nirwana saat milik wanita itu begitu ketat menjepit miliknya.
"Sial."
"Mulai hari ini kau adalah milikku." tegasnya di tengah hentakkannya yang semakin cepat.
Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi pasangan suami istri yang baru mengecap manisnya madu pernikahan itu.
Keesokan harinya....
__ADS_1
Pagi itu Anne nampak mengerjapkan matanya saat ponselnya berdering nyaring. "Ya." ucapnya setelah menggapai ponselnya di atas nakas, matanya masih terpejam karena rasa kantuk yang sedang menggelayutinya.
"Anne, ini jam berapa kenapa kamu belum datang juga ?" teriak Nicolas dari seberang telepon yang langsung membuat Anne mau tak mau membuka matanya.
Nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul pun harus ia paksa untuk bangun. "Astaga sudah jam 9 pagi." gumamnya saat menatap jam di ponselnya.
Kemudian ia segera beranjak bangun, namun saat merasakan nyeri di bagian sensitifnya membuatnya langsung mengingat kejadian semalam.
"Tidak, itu pasti hanya mimpi." lirihnya lalu pandangannya beralih ke tubuhnya yang tak memakai sehelai benang pun, apalagi saat melihat jejak-jejak percintaan yang tertinggal di kulitnya membuatnya langsung berteriak.
"Aaarrgghhh."
"Anne, apa kau baik-baik saja? apa kau bermimpi buruk ?"
Rupanya Nicolas yang masih berada di ujung telepon mendengarkan kegelisahan karyawannya tersebut.
"Sa-saya kurang enak badan tuan, bisakah hari ini saya libur ?" timpal Anne kemudian.
"Tentu saja, beristirahatlah jika ada apa-apa jangan sungkan mengabariku."
"Terima kasih banyak, tuan."
Setelah mengakhiri panggilannya, Anne nampak menoleh ke samping tempat tidurnya dan tak ada siapa pun di sana. Ia benar-benar di campakkan, setelah merenggut kesuciannya pria itu pergi begitu saja.
"Mama."
Anne langsung menenggelamkan wajahnya di tumpukan selimut, wanita itu nampak menangis sejadi-jadinya. Kesucian yang selamat ini ia jaga kini telah di renggut paksa oleh pria yang sama sekali tak pernah ia cintai.
Begitu juga sebaliknya, pria itu juga tak pernah mencintainya, lalu bagaimana dengan masa depannya kelak? memikirkan hal itu Anne semakin terisak. Bahunya bergetar seiring tangisnya yang semakin deras.
Tak berapa lama tiba-tiba pintu di buka dari luar dan derap langkah nampak mendekatinya.
__ADS_1
"Bangun dan segera bersihkan dirimu !!" ucap James yang langsung membuat Anne mengangkat wajahnya lalu menatap pria tersebut dengan tajam.