Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~262


__ADS_3

Petang itu Elsa nampak mengerjapkan matanya ketika mendengar ponselnya berdering nyaring, kemudian wanita itu mengulurkan tangannya ke arah nakas dengan mata masih terpejam.


Entah kenapa ia merasa sangat lelah sekali hingga membuatnya enggan untuk membuka mata, saat tangannya tak mendapati ponselnya di sana wanita itu langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat menyadari sedang tidak berada di kamarnya sendiri.


Kemudian Elsa memaksa otaknya yang belum sepenuhnya bangun itu untuk mengingat kejadian sebelum ia berada di tempat tersebut.


"Tidak !!" teriaknya saat mengingat jika beberapa waktu lalu ia telah bercinta dengan Alex di kamar pribadinya, rasanya seperti mimpi.


Lantas wanita itu membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya yang menyadarkannya jika itu semua adalah nyata. Elsa nampak terdiam, entah ia harus senang atau tidak karena telah berhasil menodai ikatan pernikahan mereka.


Kemudian wanita itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar yang nampak luas, tak ada Alex di sana. Mungkin pria itu telah menyesali perbuatannya karena telah menghianati istri tercintanya, namun ia harap itu tak terjadi karena wanita seperti Celine tak pantas untuk di kasihani.


Puas menjelajahi isi kamar tersebut, Elsa segera beranjak bangun sebelum sang nyonya pemilik rumah datang dan melihatnya karena pasti akan mendapatkan serangan jantung mendadak.


Tidak, belum saatnya wanita itu mati begitu saja karena masih banyak kejutan-kejutan yang akan ia berikan.


Mendapati pakaiannya yang sudah tak berbentuk teronggok di atas lantai begitu saja membuat Elsa nampak kesal, ia takkan bisa pulang dengan pakaian yang telah rusak.


"Dia benar-benar tak sabaran." gumamnya ketika melihat pakaiannya yang telah sobek di beberapa tempat, akhirnya Elsa memutuskan untuk segera membersihkan dirinya.


Setelah itu Elsa melangkah menuju walk in closet untuk mencari pakaian yang bisa ia gunakan.


"Dasar wanita tak pernah bersyukur." gumamnya saat melihat koleksi pakaian, tas serta sepatu bermerk milik Celine yang menenuhi beberapa lemari kaca.


Lantas Elsa segera mengambil kemeja kebesaran milik Alex dan bersamaan itu tiba-tiba pria itu datang dengan wajah geramnya.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini ?" tegur pria itu yang langsung membuat Elsa berjingkat kaget seperti seorang maling yang ketahuan mencuri


"A-ku pinjam kemejamu, pakaianku sudah kamu rusak dan aku tak mungkin pulang dengan pakaian seperti itu." sahut Elsa seraya menutupi tubuhnya dengan kemeja yang belum sempat ia pakai.


"Siapa yang mengizinkan mu pulang, hm ?" Alex berjalan mendekat dan sontak membuat Elsa mundur hingga tubuhnya menabrak lemari belakangnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku harus pulang, bagaimana jika istrimu melihatku di sini." sahut Elsa kemudian.


"Bukankah itu yang kau mau? kenapa tidak sekalian kamu sempurnakan rencanamu itu ?" cibir Alex seraya mengurung tubuh Elsa hingga kini wanita itu terhimpit di antara lemari dan tubuh besarnya.


"Ten-tentu saja, tapi aku masih banyak kerjaan yang harus ku kerjakan. Tolong berikan aku waktu untuk berganti pakaian." timpal Elsa dengan menunjukkan kemeja milik pria itu.


"Tapi aku lebih menyukaimu jika tidak memakai apapun." sarkas Alex dengan pandangan nakal, kemudian menarik tengkuk wanita itu lantas m3lum4t bibirnya dengan rakus.


Tangan sebelahnya pun nampak m3r3m4s bongkahan kenyal milik wanita itu yang belum tertutupi oleh apapun hingga membuat Elsa langsung mengerang tertahan.


Saat wanita itu mulai kehabisan napas, Alex baru melepaskan panggutannya. Sial, Alex benar-benar telah candu dengan tubuh wanita itu hingga membuatnya tak bisa menahan dirinya.


"Segera pakai pakaianmu, aku membuatkan mu sup hangat !!" perintahnya kemudian, lantas pria itu segera berlalu pergi dari sana.


Sementara Elsa yang kakinya terasa lemas akibat serangan tiba-tiba pria itu nampak bersandar di lemari belakangnya, laki-laki itu benar-benar membuatnya terbuai hingga tak dapat menolak setiap sentuhannya.


"Kemarilah dan makan sebelum dingin!! Cuaca di luar begitu buruk ini akan menghangatkan tubuhmu." ucap Alex ketika melihat Elsa datang mendekat dengan memakai kemejanya yang kebesaran.


Elsa nampak menghempaskan bobot tubuhnya di samping pria itu, lalu saat akan mengambil mangkuk yang di pegangnya laki-laki itu justru menjauhkannya.


"Buka mulutmu !!" perintahnya kemudian.


"Aku bisa makan sendiri." tolak Elsa yang membuat pria itu nampak mengeraskan rahangnya.


"Baiklah." ucap Elsa pada akhirnya seraya membuka mulutnya menerima suapan pria itu.


"Dasar pemaksa." gerutu Elsa dalam hati.


Hingga habis setengahnya Elsa baru merasa sangat kenyang. "Aku sudah kenyang, lagipula sepertinya kamu membuatnya untuk dua porsi." ucapnya kemudian.


"Tentu saja, aku butuh tenaga untuk kita melakukannya lagi nanti malam." sahut Alex dengan menatapnya nakal dan itu membuat Elsa langsung melotot.

__ADS_1


"Aku becanda, beristirahatlah!! malam ini menginaplah di sini, istriku baru besok kembali lagipula cuaca di luar juga sedang buruk." imbuhnya lagi yang membuat Elsa nampak lega.


Kemudian wanita itu segera beranjak dari duduknya, meninggalkan Alex yang sedang menghabiskan sisa supnya.


Ia harus segera menghubungi sang asisten karena ada beberapa pekerjaan yang ingin ia selesaikan.


Malam pun mulai larut dan Elsa yang baru selesai dengan pekerjaannya tak melihat keberadaan Alex di kamar tersebut.


Hampir dua jam pria itu meninggalkannya dan ia rasa pria itu juga sedang menyelesaikan pekerjaannya di ruangan lainnya.


"Anda yakin baik-baik saja, nona ?" tanya Sam dari ujung telepon saat Elsa melakukan panggilan video dengannya.


"Tentu saja, sebentar lagi misiku akan selesai Sam." sahut Elsa menanggapi dengan wajah senangnya karena ia sudah menunggu ini selama bertahun-tahun.


"Saya yang akan menyelesaikan sisanya nona, anda jangan khawatir. Tolong segeralah pulang karena putramu sangat merindukanmu." ucap Sam yang membuat Elsa nampak menggigit bibirnya menahan gejolak hatinya, wanita itu selalu sensitif jika menyangkut putra satu-satunya itu dan bersamaan itu wajah seorang anak lelaki langsung memenuhi layar ponselnya.


"Mommy, aku sangat merindukanmu." ucap bocah itu yang yang langsung membuat Elsa tersenyum manis, seberapa beratnya keadaannya wanita itu selalu memasang wajah cerianya di depan anaknya tersebut.


"Mommy juga sangat merindukanmu, sayang." timpal Elsa menatap sang putra yang sangat mirip dengan ayah kandungnya, seorang pria yang takkan pernah ia beritahu jika hubungan semalam mereka telah menghasilkan sesuatu yang sangat berharga baginya.


Tentu saja bocah kecil itu adalah darah daging Alex yang mungkin sampai nanti takkan pernah wanita itu katakan kebenarannya.


Putranya itu adalah miliknya dan hanya dia yang berhak memilikinya.


"Sepertinya kamu sangat mengantuk sayang, tidurlah paman Sam akan membacakan dongeng untukmu." perintah Elsa kemudian saat melihat putranya itu menguap beberapa kali.


"Baiklah Mommy, i love u." ucap bocah yang beberapa saat lagi berusia 5 tahun itu seraya melambaikan tangannya.


"I love u sayang, aku sangat mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu." balas Elsa, lalu segera mengakhiri panggilannya dan bersamaan itu ia melihat Alex juga sedang menatapnya di ambang pintu kamar.


Deg!!

__ADS_1


Elsa langsung memucat, apa pria itu telah mendengar percakapannya dengan sang putra?


"Siapa dia ?" tanya pria itu kemudian yang langsung membuat Elsa menelan ludahnya.


__ADS_2