Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~240


__ADS_3

Siang itu Alex sama sekali tak bisa konsentrasi bekerja, beberapa berkas penting pun ia biarkan saja berserakan di atas meja kerjanya.


Ciumannya bersama Elsa semalam benar-benar menghantuinya, bagaimana bisa ia melakukan itu semua di saat masih menjadi milik orang lain.


Namun jujur ia sangat menikmatinya semalam, meski wanita itu tak membalas ciumannya tapi rasanya sangat berbeda.


"Apa dia tak pernah berciuman sebelumnya ?" gumamnya kemudian, mengingat wanita itu sangat kaku saat melakukannya bahkan nyaris tak membalas ciumannya.


"Tidak, ku rasa itu hanya triknya saja untuk menggodaku. J4l4ng sepertinya pasti sering tidur dengan banyak pria di luaran sana."


Alex kembali mengumpati dirinya sendiri dan memastikan takkan lagi tergoda oleh wanita itu.


Brakk


Tiba-tiba pintu di buka dari luar dengan sedikit kasar dan itu membuat Alex langsung melebarkan matanya, apalagi saat melihat siapa yang datang.


"Maaf tuan, nona Muller memaksa untuk masuk." sang sekretaris langsung meminta maaf karena tak berhasil menahan wanita itu.


"Biarkan saja." Alex mengangguk kecil lalu memerintahkan sekretarisnya itu untuk segera keluar.


"Apa yang kamu inginkan ?" tegas Alex dari kursi kerjanya.


"Sebenarnya apa pekerjaanmu seharian ini, berkas-berkas yang ku butuhkan sama sekali belum kamu kirim ?" ucap Elsa dengan nada protes.


Sebenarnya masalah berkas hanya alibinya saja, karena kedatangannya tentu saja untuk menggoda pria itu. Elsa takkan menyerah sebelum berhasil mendapatkannya dan membuat Celine menderita seperti yang kakaknya rasakan.


Dan setelah wanita kehilangan semuanya ia akan benar-benar merasa puas, lalu bagaimana dengan nasib pria di hadapannya itu? tentu saja ia juga akan meninggalkannya.


Baginya Alex hanya pion sebagai alat membalas dendam dan setelah tak berguna ia akan membuangnya begitu saja.


Elsa benar-benar tak mempercayai apa itu cinta, baginya cinta hanyalah kebodohan yang membuat seseorang hidup dalam kesia-siaan.


Seperti halnya sang kakak yang sangat mencintai suaminya itu, sang sutradara ternama. Namun apa yang terjadi dengannya hanya berakhir mengenaskan.

__ADS_1


Baginya cinta adalah sebuah jebakan yang membuat seseorang terlena di awalnya dan berakhir dengan menyedihkan.


"Aku sedang sibuk, nanti sekretarisku yang akan mengurusnya." timpal Alex dengan sikap cuek, lagipula siapa wanita itu berani-beraninya memerintahnya begitu saja.


"Ck, jadi seperti ini cara bekerja tuan Alex yang terkenal sangat sempurna dan pekerja keras itu ?" cibir Elsa dengan tersenyum miring.


"Keluarlah, aku sedang tidak ingin berdebat dengan wanita terutama denganmu !!" perintah Alex menanggapinya, sungguh ia sangat malas berurusan dengan seorang wanita.


Di abaikan begitu saja membuat Elsa nampak meradang, sepertinya memang ia harus bersikap lebih agresif lagi. Kemudian wanita itu melangkahkan kakinya mendekati pria itu.


"Apa yang kamu lakukan ?" Alex langsung terkejut saat tiba-tiba Elsa duduk di meja tepat di hadapannya dan rok jeans pendek yang ia kenakan pun nampak tertarik ke atas hingga memperlihatkan paha mulusnya.


Si4l4n, sepertinya wanita itu sengaja berpakaian seksi untuk menggodanya hingga membuat Alex berusaha mati-matian untuk tidak tergoda.


"Bukankah sudah pernah ku bilang, aku menginginkan mu." sahut Elsa dengan sedikit mencondongkan tubuhnya hingga belahan dadanya dari balik kemejanya itu nampak menggoda pria itu.


"Tapi aku tidak menginginkan mu dan pergi dari sini !!" hardik Alex seraya menunjuk ke arah pintu keluar.


"Kau yakin tidak menginginkan ku, hm? ku rasa akhir-akhir ini kau sering menggunakan tubuhku sebagai fantasi liarmu di mana istri j4l4ngmu itu tak bisa memuaskan mu." timpal Elsa seraya mengangkat tangannya lalu mengusap lembut dada bidang pria itu dari balik kemeja kerjanya.


"Ck, kau seorang pria yang terlalu banyak gengsi." cibir Elsa, rupanya membutuhkan usaha keras untuk meluluhkan hati pria itu.


Dan ini yang membuat Elsa berani menggoda seorang Alex Martin karena pria itu bukan seperti pria murahan di luar sana yang pasti takkan menolak pesonanya.


Karena seorang Alex yang terkenal sebagai seorang suami yang setia takkan melakukan hubungan terlarang jika bukan dengan wanita yang di cintainya.


"Jika kau sudah tahu pergilah karena usahamu itu hanya sia-sia belaka." balas Alex dengan nada tak kalah mencibir.


"Jika aku tidak mau ?" timpal Elsa dengan mengulas senyumnya menggoda.


"Aku akan menghubungi security, j4l4ng gila sepertimu tak pantas berada di sini." sahut Alex seraya mengambil telepon dan itu membuat Elsa nampak sangat kesal, karena ia sudah benar-benar menjatuhkan harga dirinya demi pria itu dan kini ia di usir begitu saja.


"Si4l4n !!" Alex nampak terkejut saat melihat cctv di mana istrinya sedang melangkah menuju ruangannya.

__ADS_1


"Cepat bersembunyilah, istriku datang !!" perintahnya seraya menarik tangan Elsa agar segera turun dari atas mejanya kamudian menekan tubuh wanita itu lalu mendorongnya ke bawa mejanya dan bersamaan itu pintu ruangan kerjanya di buka dari luar.


"Apa aku mengganggu ?" ucap Celine saat baru datang, wanita itu terlihat cantik dan seksi seperti biasanya.


Mengenakan gaun terbuka bertali spaggeti hingga memperlihatkan sedikit belahan dadanya yang besar itu.


"Tentu saja tidak sayang." sahut Alex dengan mencoba bersikap biasa saja, mengulas senyumnya menatap istrinya itu.


"Apa kau sedang banyak pekerjaan ?" tanya Celine lagi karena tak biasanya suaminya itu tak menyambut kedatangannya dan justru nampak sibuk di kursi kerjanya.


"Lumayan, aku harus menyelesaikan ini semua." Alex menatap beberapa tumpukan berkas yang harus ia cek dan tanda tangani, harusnya sudah hampir selesai seandainya sejak pagi ia tak memikirkan wanita si4l4n yang saat ini berada di bawah mejanya.


Alex langsung tersenyum sinis, biar saja wanita itu berlama-lama di sana. Anggap saja sebagai hukuman karena telah berani datang ke kantornya.


"Baiklah, sembari menunggu makan siang aku bolehkan menunggu di sini? entah kenapa aku tiba-tiba ingin menemanimu makan siang." timpal Celine seraya melangkah ke arah sofa, lalu menghempaskan bobot tubuhnya di sana.


"Tentu saja sayang, nanti kita makan siang bersama." sahut Alex dengan sedikit lega karena istrinya itu tak mendekatinya dan justru memilih duduk di sofa yang ada di sudut ruangannya.


Alex harus sebisa mungkin menyembunyikan keberadaan Elsa, jika tidak maka perang dunia akan terjadi bila istrinya itu tahu ada wanita lain di ruangannya.


Apalagi Elsa sudah terang-terangan mengatakan jika ingin menghancurkan hubungannya dengan sang istri dan bisa di pastikan wanita itu akan melakukan segala hal, termasuk nekat keluar dari tempat persembunyiannya agar menimbulkan salah paham di antara mereka.


"Sayang, apa kamu tahu brand favoritku sedang launching tas terbarunya." ucap Celine seraya membuka majalah fashion di tangannya.


"Benarkah ?" timpal Alex sembari menandatangani beberapa berkas di hadapannya itu.


"Hm, tapi harganya sangat mahal." tukas Celine, meski ia mempunya tabungan tapi sayang jika ia gunakan hanya untuk sebuah tas dengan harga selangit.


Jadi lebih baik ia merayu suaminya itu untuk membelikannya, toh bagi pria itu harga segitu tak ada apa-apanya.


Sementara itu Elsa yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka dari bawah meja nampak kesal, ia seperti seorang maling yang takut ketahuan.


Alex benar-benar tega membiarkannya merasa engap di bawah meja dan itu membuatnya semakin ingin mendapatkan pria itu lalu setelah itu ia akan membuangnya begitu saja.

__ADS_1


Di tengah kekesalannya tiba-tiba Elsa memiliki ide licik dan jangan sebut namanya jika ia tak berhasil melakukannya.


__ADS_2