Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~176


__ADS_3

Sesampainya di lantai atas Anne langsung menatap pintu kamar sang suami, satu-satunya pintu yang ada di sana. Karena pria itu menjadikan seluruh lantai atas menjadi kamarnya entah seluas apa dalamnya.


Anne langsung memutar kenop pintu namun sepertinya sedang di kunci dan ia melihat beberapa baris angka di sana yang sepertinya di gunakan untuk membuka pintu tersebut.


Setelah berpikir sejenak wanita itu memasukkan tanggal lahir sang suami namun gagal, lalu ia iseng memasukkan tanggal lahirnya sendiri dan juga gagal.


"Mana mungkin juga dia menggunakan tanggal lahirku sebagai pinnya, terlalu menghalu kau Anne."


Anne langsung menggetok kepalanya sendiri, kemudian ia berpikir lagi. "Mungkin tanggal pernikahan kami, sedikit menghalu tidak apa-apakan."


Anne segera memasukkan tanggal pernikahan mereka dan tanpa ia duga pintu sepanjang dua setengah meter itu langsung terbuka.


"Astaga, aku berhasil." Anne nampak tak percaya, kemudian wanita berbalik badan lalu menatap ke lantai bawah. Ia berharap suaminya itu tidak pulang malam ini.


Lantas Anne bergegas masuk ke dalam kamar tersebut lalu segera menutup pintunya dari dalam, di edarkannya pandangannya ke seluruh kamar yang sangat luas itu.


Sebuah springbed berukuran king size, serta sebuah sofa panjang dan televisi berukuran besar. Terdapat juga sebuah ruang kerja tanpa sekat yang berada di ujung ruangan dan di sana juga nampak beberapa peralatan fitnes.


Pantas pria itu terlihat sangat atletis, rupanya di kamarnya sudah ada alat yang mendukungnya. Kemudian Anne melangkahkan kakinya menuju ruangan yang hanya di sekat oleh dinding kaca dan rupanya itu adalah kamar mandi yang langsung tersambung dengan walk in closet di mana pria itu meletakkan semua pakaiannya di sana.


"Seperti toko baju." gumamnya.


Puas menjelajahi isi kamar pria itu, Anne nampak menatap sebuah pintu kecil namun sepertinya terkunci karena ia tak bisa membukanya dan akhirnya ia membuka horden kamar yang langsung memperlihatkan balkon di mana ada sebuah kolam renang mini dan juga lapangan basket di sana.


Suaminya itu benar-benar memanfaatkan kamarnya agar berguna untuk kehidupannya sehari-hari, tiba-tiba Anne merasa iri. Karena semenjak ibunya meninggal ia menempati sebuah bilik sempit bekas milik pembantunya dulu dan kamarnya sendiri pun sudah di rebut oleh sang adik tiri.


Setelah puas mengaggumi isi kamar pria itu, Anne baru teringat tujuannya datang ke kamar ini. "Astaga kenapa aku bisa lupa."

__ADS_1


Anne langsung mengedarkan pandangannya mencari sebuah foto seorang wanita yang sebelumnya pernah ia lihat.


"Tidak ada, kemana pria itu menyimpannya."


Anne mengedarkan pandangannya ke setiap dinding yang kini nampak kosong, ia masih bisa melihat bekas foto itu terpatri di sana dan mungkin pria itu sudah memindahkannya.


Akhirnya Anne mencari sesuatu di dalam laci-laci meja yang ada di kamar tersebut, ia berharap mendapatkan sesuatu entah sebuah foto atau bukti apapun jika pria itu telah memiliki wanita lain.


"Tidak ada apapun di sini, bagaimana aku bisa membuktikan jika ia berselingkuh ?"


Anne nampak mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang mungkin luput dari perhatiannya. Ia harus menemukan sebuah bukti agar ia bisa mengajukan perceraian.


Namun saat matanya tak sengaja menatap ke arah pintu keluar, Anne langsung berjingkat kaget ketika melihat suaminya itu tiba-tiba sudah bersandar di pintu dengan kedua tangannya bersendekap di dada.


"Ka-kau..." Anne langsung memucat, sejak kapan pria itu di sana bukankah tadi mengatakan jika tidak akan pulang malam ini.


"A-aku hanya ingin mengecek kamarmu karena kamu bilang ingin merenovasinya kan dan siapa tahu aku bisa menyumbang ide." ucap Anne yang terlihat kaku di tempatnya, bibirnya nampak tersenyum nyengir berharap pria itu tak marah padanya.


"I-iya tentu saja dan ku pikir kamar ini sudah bagus dan tak perlu di renovasi lagi." timpal Anne yang mencoba menetralkan detak jantungnya, kemudian wanita berjalan mendekati suaminya itu.


"Baiklah, karena ini sudah malam jadi aku ingin kembali ke kamarku." Anne meminta pria itu untuk menggeser tubuhnya karena ia mau keluar dari kamar tersebut.


"Tolong, bergeserlah aku mau lewat." imbuh Anne saat tubuh kekar pria itu menutupi jalan keluar.


"Ck, kau pikir alasanmu itu bisa ku terima ?" ucap James kemudian, pandangannya nampak datar menatap wanita di hadapannya itu.


"Ten-tentu saja, aku berbicara yang sebenarnya dan aku hanya ingin mengecek apa kamarmu sudah selesai di renovasi jadi kamu bisa tidur di kamarmu lagi." terang Anne, sepertinya berkilah akan menjadi hobby barunya.

__ADS_1


"Baiklah jika kau sudah mengeceknya dan apa yang kau temukan di sini ?" tanya James lagi yang langsung membuat Anne menggaruk rambutnya dari balik handuk yang membungkusnya.


Karena saking penasarannya dengan kamar pria itu, Anne baru menyadari penampilannya yang hanya mengenakan kimono mandi.


"A-aku tidak menemukan apa-apa karena aku memang tidak mencari apapun di sini, aku hanya ingin mengecek kamarmu dan kamu lihat ranjangmu baik-baik saja dan tidak ada alasan bagimu tidur di kamarku lagi." sahut Anne seraya menunjuk ranjang king size milik pria itu.


"Hanya itu ?" kali ini James menatap serius wajah wanita itu dan tentu itu membuat Anne nampak salah tingkah, semoga saja pria itu tak bisa membaca pikirannya.


"I-iya hanya itu." Anne mencoba meyakinkan.


"Hanya itu ?" ulang James seraya melangkahkan kakinya dan itu membuat Anne menelan ludahnya.


"Iya, hanya itu. Kamu bisa mengeceknya aku tidak mengambil apapun dan aku bisa bersumpah untuk itu." Anne langsung mengangkat kedua jarinya seraya melangkah mundur karena pria itu terus mendekati.


"Apa aku harus percaya ?" ucap James lagi.


"Tentu saja, buktinya aku tidak mengambil apapun kan dan kamu lihat semua barang-barangmu masih aman dan rapi di tempatnya jadi ku mohon percaya padaku dan biarkan aku pergi dari sini. Ini sudah sangat malam dan besok aku harus bekerja." bujuk Anne kemudian.


"Ck, apa kamu pernah melihat seekor tikus yang masuk ke dalam kandang singa akan keluar dengan mudah ?" ucap James dengan menyeringai menatap wanita itu dan itu membuat Anne tiba-tiba merinding ketakutan.


"A-aku tidak tahu dan aku bukan seekor tikus jadi jangan bertanya padaku." Anne langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain, entah kenapa malam ini pria itu terlihat sangat menakutkan atau itu hanya perasaannya saja karena ketahuan diam-diam masuk ke kamarnya.


"Bodoh sekali kau Anne." Anne langsung merutuki dirinya sendiri.


"Jadi kau ingin berkilah atau sengaja mau bermain-main denganku, hm ?" James semakin mendekati wanita itu dan itu membuat Anne semakin mundur dan.....


Brukk

__ADS_1


Wanita itu nampak menabrak kasur belakangnya dan membuatnya langsung terhuyung dan jatuh terlentang di sana.


"Mati aku."


__ADS_2