Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~241


__ADS_3

Siang itu Alex yang sedang fokus bekerja nampak melupakan keberadaan Elsa yang bersembunyi di bawah mejanya, pria itu terlihat sibuk mengecek dan menandatangani berkas-berkasnya sembari mengobrol santai dengan sang istri.


"Sayang, bagaimana dengan tas ini baguskan ?" Celine nampak menunjukkan sebuah potret tas yang ada di majalah fashion yang ia bawah tadi.


"Bagus." sahut Alex menatap istrinya itu sejenak lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.


Celine yang sedari tadi sudah menunjukkan beberapa tas keluaran terbaru dari brand favoritnya nampak sedikit kesal karena pria itu belum juga berminat untuk membelikannya.


Suaminya itu justru terlihat sibuk mengurus pekerjaannya dan mengabaikan beberapa kode yang ia lontarkan.


"Yang ini bagus jugakan, sayang ?" tanyanya lagi.


"Semuanya bagus." timpal Alex kali ini tanpa menatap wanita itu.


Celine yang merasa di abaikan tak lagi bertanya pada pria itu, lebih baik ia membujuknya nanti saat mereka makan siang saja.


Sementara Alex yang terlalu fokus bekerja tiba-tiba merasakan seseorang memegang kejantannya dari balik celana yang ia kenakan, hingga membuatnya langsung terhenyak kaget dan itu membuat sang istri menoleh padanya.


"Kau baik-baik saja, sayang ?" tanyanya dengan sedikit mengernyit menatap suaminya itu.


"Hm, tentu saja. Hanya seekor kecoa yang iseng." sahut Alex kemudian.


"Astaga jorok sekali, bagaimana bisa ada kecoa di ruangannu ini? tunggulah akan ku panggilkan OB untuk membersihkannya." Celine langsung beranjak dari duduknya, namun Alex segera mencegahnya.


"Tidak perlu sayang, sepertinya kecoanya sudah pergi." ucapnya meyakinkan.


"Baiklah, tapi setelah ini ruanganmu harus di bersihkan." timpal Celine lalu kembali duduk di sofa.


Setelah istrinya kembali fokus dengan majalah di tangannya, Alex menatap Elsa yang kini bahkan sudah menggenggam miliknya yang telah keluar dari sangkarnya.


"Si4l4n !!"


Alex langsung mengumpat saat baru menyadari jika ada seseorang di bawah mejanya dan wanita itu akan melakukan hal yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.


Sedangkan Elsa nampak tersenyum menyeringai menatap Alex yang kini nampak berkeringat dingin akibat perbuatannya.


Alex benar-benar menahan untuk tak mendesah saat wanita kurang ajar itu memanjakan miliknya dengan tangan lembutnya itu.


Si4l4n, hanya dengan permainan tangan saja Alex sudah sangat bergairah. Lalu bagaimana jika ia berhasil memasukinya?

__ADS_1


Alex langsung mengumpati pikirannya sendiri, namun kenikmatan yang di berikan oleh wanita itu membuatnya tak bisa berpikir jernih lagi.


"Sayang, kamu baik-baik saja? kamu tiba-tiba berkeringat." ucap Celine saat menatap suaminya yang nampak gelisah di kursi kerjanya, bahkan wajahnya pun terlihat memerah.


"Aku baik-baik saja, sayang." Alex mencoba berbicara senormal mungkin di tengah rasa nikmat yang ia rasakan kini.


"Benarkah ?" Celine nampak tak percaya, kemudian wanita itu segera beranjak dari duduknya untuk melihat keadaan pria itu.


"Jangan mendekat !!" teriak Alex dengan nyaring hingga membuat Celine terlonjak kaget dan itu membuat Elsa yang berada di bawah meja nampak terkikik.


Meski ini untuk pertama kalinya ia memegang milik pria namun wanita itu sangat pandai memainkannya berkat beberapa video panas yang ia pelajari sebelumnya.


Sepertinya wanita itu berusaha untuk totalitas dalam melancarkan aksi balas dendamnya.


"Maafkan aku, maksudku sepertinya aku tiba-tiba flu dan aku tidak mau kamu tertular." timpal Alex kemudian.


"Benarkah? bagaimana jika ku panggilkan dokter saja ?" tawar Celine dengan wajah khawatir.


"Tidak perlu sayang, aku masih menyimpan stok obat." tolak Alex seraya mengelap keringat di dahinya, wanita si4l4n itu benar-benar tak melepaskannya dan membuatnya semakin ingin meledak saja.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan makan siang kita ?" Celine nampak sedikit murung, padahal saat mereka makan siang nanti ia akan merayu pria itu untuk membelikannya salah satu tas yang sedari tadi ia tunjukkan itu.


"Maaf, sepertinya lain kali saja kita makan siang bersama." bujuk Alex dengan perasaan bersalah.


"Oh ya, kamu ingin membeli tas-tas itu bukan? pergilah nanti akan ku transfer uangnya !!" imbuhnya yang langsung membuat wanita itu tersenyum merekah, rupanya sedari tadi suaminya itu tak mengabaikannya.


"Benarkah? terima kasih sayang." Celine langsung berjalan mendekat.


"Ahh, berhenti di sana !!" teriak Alex saat wanita itu mendekatinya dan bersamaan itu miliknya seperti di kulum dan itu sangat nikmat.


"Kau baik-baik saja? apa kamu demam? wajahmu sangat memerah sayang." Celine kembali khawatir.


"Kau benar, sepertinya aku demam." sahut Alex yang mencoba untuk tak mendesah saat wanita si4l4n itu dengan lihai memainkan miliknya dengan rongga mulutnya itu.


"Baiklah, segera minum obatmu dan beristirahatlah sejenak." ucap Celine seraya menatap tumpukan berkas di atas meja suaminya itu.


"Terima kasih sayang dan selamat berbelanja." timpal Alex yang langsung di angguki oleh sang istri, lalu wanita itu segera berlalu pergi meninggalkan ruangannya tersebut.


Setelah pintu ruangannya di tutup dengan rapat, Alex nampak mengambil gagang telepon.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin di ganggu, batalkan semua pertemuan siang ini dan tolak siapa pun yang ingin bertemu denganku. Mengerti !!" perintahnya saat menghubungi sang sekretaris, kemudian ia segera menutupnya sepihak.


"Kau benar-benar membuatku tak sabar." ucapnya kemudian seraya menarik Elsa berdiri lalu menjatuhkan tubuhnya di atas pangkuannya.


Tanpa berkata-kata lagi Alex langsung m3lum4t bibir wanita itu dengan rakus seiring gairahnya yang semakin memuncak, Alex benar-benar tak memberikan wanita itu jeda untuk bernapas sekalipun.


Mengobrak-abrik rongga mulutnya dengan lum4t4n-lum4t4n kasar yang memabukkan jiwa dan raganya.


Alex nampak menggeram saat Elsa membalas ciumannya dengan kaku, apa wanita itu benar-benar tak bisa berciuman?


Alex jadi semakin ingin melakukan lebih dari itu, wanita itu yang mulai jadi jangan salahkan jika ia tak bisa berhenti.


Setelah puas membuat bengkak bibir wanita itu, Alex menurunkan ciumannya ke leher putihnya. Terasa lembut dengan aroma parfum yang khas yang membuatnya semakin ingin melahapnya dengan rakus.


Menyesapnya lalu memberikannya beberapa tanda kemerahan yang selama ini tak pernah ia lakukan terhadap sang istri, karena wanita itu yang tak mengizinkannya melakukan dengan alasan tak enak jika terlihat oleh media.


Padahal itu adalah bentuk kasih sayang dan kebanggaan seorang pria yang tak pernah istrinya itu mengerti.


Dengan Elsa Alex benar-benar bisa mengeksplore keinginannya bahkan wanita itu tak menolak dan membiarkannya membuat beberapa tanda kemerahan lagi di sekitar lehernya.


Puas bermain-main di sana, Alex segera melepaskan kancing kemeja wanita itu satu persatu, hingga kini menampakkan bongkahan indah yang masih terbungkus br4 hitam berenda.


Ukurannya yang besar membuat pria itu tak sabar untuk segera merasakannya, Alex benar-benar sudah hilang akal. Miliknya yang sudah menegang sejak sentuhan pertama wanita itu sengaja ia gesekan di bawah pahanya.


Setelah melepaskan kain penutupnya Alex benar-benar tak bisa menahannya lagi dan langsung melahapnya bergantian hingga membuat wanita itu nampak mengerang sembari menjambak rambutnya.


Si4l4n, Alex benar-benar membuat Elsa menjadi gila. Padahal niat awalnya ia hanya ingin membalas kekesalannya karena pria itu membiarkannya merasa engap di bawah meja.


Namun kini pria itu justru memberikannya sebuah rasa yang tak pernah ia ketahui sebelumnya dan ia jadi ikutan bergairah saat ini.


Saat merasakan tangan Alex semakin turun lalu menyingkap rok jeansnya, Elsa langsung menahan tangan pria itu.


"Stop !!" tegasnya hingga membuat Alex yang masih menikmati kedua gunung kembarnya langsung melepasnya lalu menatapnya.


Merasa pelukan pria itu sedikit mengendur, Elsa segera beranjak menjauh lalu merapikan penampilannya yang sangat berantakan.


"Apa kau ingin mempermainkan ku? ck, jangan harap kau bisa keluar dari sini dengan mudah !!" geram Alex dengan rahang mengeras.


Setelah penampilannya kembali rapi, Elsa segera mendekati pria itu. "Kau ingin melanjutkan permainan kita tadi, hm? baiklah tapi tidak di sini." ucapnya kemudian.

__ADS_1


"Katakan !!" Alex nampak tak sabar, sepertinya pria itu sudah benar-benar jatuh ke dalam pesona wanita itu.


"Kamar pribadi kalian, kamarmu dan istrimu itu." sahut Elsa lirih namun penuh penekanan yang langsung membuat Alex menatap nyalang wanita itu.


__ADS_2