
"Lepaskan aku !!" Elsa masih berusaha memberontak saat Alex menariknya paksa ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari Bar tersebut.
Membuka pintu mobilnya lantas mendorong wanita itu masuk ke dalam lalu menutup pintunya dengan sedikit kasar, setelah itu Alex segera berlari memutari badan mobilnya kemudian menghempaskan bobot tubuhnya di balik kemudi.
"Aku membawa mobil sendiri, bisa turunkan aku !!" protes Elsa saat tak berhasil membuka pintu mobil tersebut.
Bukannya menjawab Alex justru mendekatkan badannya hingga membuat Elsa langsung bersandar di sandaran kursi belakangnya. "Kamu mau apa ?" tanyanya saat pria itu semakin mendekatinya.
Alex masih menatapnya penuh emosi lalu menarik sabuk pengaman milik wanita itu lantas segera memakaikannya, setelah itu pria itu kembali menegakkan duduknya dan segera mengendarai mobilnya meninggalkan bar tersebut.
"Bisa kamu pelankan sedikit? aku tidak mau mati sia-sia !!" teriak Elsa saat pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga membuat jantungnya hampir terlepas dari tempatnya.
Pria itu seperti seorang pembalap profesional yang menikung beberapa kendaraan di depannya tak peduli itu sangat berbahaya sekalipun.
Namun sepertinya Alex menulikan pendengarannya bahkan kini pria itu menambahkan laju mobilnya hingga membuat Elsa mau tak mau langsung berpegangan, karena jika pria itu tiba-tiba mengerem mendadak bisa-bisa ia akan terlempar ke depan.
Elsa tak habis pikir kenapa Alex tiba-tiba bersikap seperti itu, pria itu seperti mempunyai kepribadian ganda. Karena sebelumnya pria itu terkenal sebagai sosok pria yang sangat ramah dan menyenangkan, namun saat ini pria itu sangat menakutkan di matanya.
Beberapa saat kemudian Alex menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang Elsa ketahui adalah kediaman pria itu dan ia langsung menelan ludahnya.
Apa yang akan pria itu lakukan di sini, tiba-tiba Elsa mendadak ragu. Menaklukkan pria itu memang bagian dari rencananya, namun entah kenapa ia tiba-tiba merasa takut mengingat pria itu saat ini sedang di kuasai oleh amarah.
"Turun !!" perintah Alex kemudian.
"Aku tidak mau." tolak Elsa, memang siapa pria itu berani sekali memerintahnya.
Seandainya Sam tidak mendadak pergi ke Jerman untuk mengurus pekerjaannya, mungkin saat ini pria itu sudah menjadi tameng baginya.
Sepertinya ia harus segera mencari seorang asisten lagi, karena pria di sebelahnya itu sudah mulai berani berbuat semena-mena padanya.
__ADS_1
Mendapatkan penolakan, Alex seketika menggeram. Kemudian pria itu segera membuka pintu mobilnya dengan sedikit kasar lalu segera beranjak dari sana.
Memutari mobilnya lalu membuka pintu sebelahnya agar wanita itu segera turun.
"Aku tidak mau turun, cepat antar aku kembali ke Bar tadi karena mobilku masih di sana." tolak Elsa saat Alex membuka pintu mobilnya.
"Untuk menggoda lagi para pria hidung belang di sana ?" cibir Alex kemudian.
"Jika iya memang kenapa? bukan urusanmu juga." sungut Elsa, ia tak suka di perintah begitu saja.
Alex nampak makin tak sabar, kemudian tanpa aba-aba pria itu segera menggendong Elsa bak karung beras.
"Turunkan aku, kenapa kau memaksa sekali." Elsa langsung memberontak dengan memukuli bahu pria itu, namun sepertinya tak berasa apa-apa bagi Alex.
Karena pria itu terus saja melangkahkan kakinya membawa wanita itu masuk ke dalam rumahnya.
"Tuan, hari ini nyonya besar izin ingin mengunjungi rumah bibinya." lapor kepala pelayan saat Alex baru masuk ke dalam rumahnya, pelayan itu nampak terkejut saat melihat tuan besarnya membawa seorang wanita dengan cara tak biasa.
"Lepaskan aku, kau belum tulikan ?" Elsa terus saja memberontak bahkan tangannya kini mulai terasa sakit karena tak berhenti memukul pria itu, entah terbuat dari apa tubuhnya hingga terasa sangat liat.
Sesampainya di kamarnya Alex langsung menghempaskan tubuh Elsa di atas ranjangnya. "Ini yang kamu inginkan, bukan? Menggodaku agar bisa tidur di sini? baiklah akan ku kabulkan." Alex nampak menyeringai menatap wanita itu sembari melepaskan kancing kemejanya satu persatu hingga membuat Elsa langsung menelan ludahnya.
Kenapa ia tiba-tiba belum siap, bukankah ini yang selama ini ia inginkan bisa bercint4 dengan pria itu di ranjang pribadinya?
"A-aku sedang tidak mood." Elsa langsung beringsut menjauh saat pria di hadapannya kini sudah bertelanjang dada, memamerkan otot-otot dada serta perutnya yang berbentuk kotak-kotak seperti roti sobek.
Sangat indah di pandang mata namun rasa takut juga mulai menjalar di hati Elsa, benarkah pria itu akan benar-benar melakukannya?
Mendapati Elsa menjauh, dengan cekatan Alex segera menarik kakinya hingga kini wanita itu kembali terlentang di atas ranjangnya lantas ia segera melepaskan pakaiannya dengan paksa.
__ADS_1
"A-apa yang ingin kamu lakukan ?" Elsa langsung memberontak namun tenaganya yang tak seberapa membuatnya tak berkutik saat pria itu membuatnya polos tanpa sedikit pun benang yang kini menutupi tubuhnya.
"Tentu saja mengabulkan permintaanmu, bukankah ini yang kamu mau hm ?" Alex nampak mendekati wanita itu dengan wajah menyeringai, lalu mencekal kedua tangannya dan membawanya ke atas kepalanya.
"Ahh." Elsa langsung mendesah saat merasakan lidah panjang pria itu bermain-main di kedua bongkahan kenyal miliknya yang kini nampak membusung di hadapannya.
"Benar-benar reaksi seorang j4l4ng." cibir Alex ketika menatap wajah Elsa yang sangat menikmati sentuhannya, kemudian pria itu kembali membenamkan wajahnya di sana lalu melahap puncaknya yang berwarna merah muda itu secara bergantian yang membuat Elsa semakin mengerang nikmat.
Sesapan dan gigitan pria itu membuat milik Elsa di bawah sana terasa berkedut dan mulai lembab, Alex benar-benar lihai memanjakan tubuhnya tak peduli bagaimana umpatan pria itu pada dirinya namun sungguh ia sangat menikmatinya.
"Apa bajingan-bajingan di luar sana juga menyentuhmu seperti ini, hm ?" cibir Alex seraya menurunkan tangannya lalu memasukkan jari tengahnya pada milik wanita itu yang telah lembab dan itu membuat Alex tersenyum miring.
Elsa enggan menjawab, karena tak penting juga untuk ia jelaskan. Ia tak peduli bagaimana penilaian pria itu terhadapnya, karena fokusnya saat ini hanya ingin menghancurkan pernikahan Celine dengan pria itu sebagaimana dulu pernikahan kakaknya yang hancur karena wanita si4l4n tersebut.
Alex terus saja memainkan milik Elsa di bawah sana hingga membuat wanita itu terus menerus mendesah nikmat, sampai pada akhirnya tubuh Elsa menegang hendak mendapatkan pelepasannya.
Namun Alex tiba-tiba menghentikan aksinya yang sontak membuat wanita itu nampak kecewa, karena di saat ia hampir sampai pria itu justru mengakhirinya begitu saja.
"Ck, apa kau menginginkan lebih dari itu hm ?" cibir Alex kemudian, jangkunnya nampak naik turun menahan gairahnya sendiri.
Kepalang tanggung, Elsa langsung mengangguk. Toh ini juga rencananya menaklukkan pria itu di kamar pribadinya bersama istrinya tersebut.
"Memohonlah j4l4ng, aku akan mengabulkan keinginanmu itu." ucap Alex yang kini sudah memposisikan dirinya di hadapan milik wanita itu.
"Aku menginginkan mu, sangat menginginkan mu." mohon Elsa yang sudah di selimuti oleh api gairah.
Tanpa berpikir panjang, Alex segera mengarahkan miliknya lalu berusaha memasuki wanita itu. Namun pria itu nampak kesulitan melakukannya karena milik wanita itu masih terasa sempit seakan belum pernah terjemah oleh pria manapun.
Hingga beberapa kali hentakan milik Alex baru berhasil masuk ke dalam, namun pria itu tiba-tiba menghentikan gerakannya karena merasakan sesuatu yang aneh padahal miliknya belum sepenuhnya masuk.
__ADS_1
"Ck, kau sudah tidak perawan hah ?"