
"Kenapa? kamu terkejut karena aku bisa tahu semuanya ?" Elsa nampak tersenyum sinis menatap pria yang duduk di sebelahnya itu.
"Tidak, itu memang tujuanku." sahut Alex tanpa sedikit pun perasaan.
"Kau !!" Elsa benar-benar tak percaya dengan sikap pria itu, di setiap perkataannya sama sekali tak ada rasa penyesalan.
"Aku hanya ingin memberikan mu pelajaran, jangan hanya karena kamu memiliki banyak uang kamu bisa berbuat sesuka hatimu. Kamu tiba-tiba datang menggodaku, lalu setelah tujuanmu berhasil kamu pergi begitu saja karena merasa mempunyai banyak uang dan apa sedikit pun kamu tak pernah memikirkan perasaan pria yang kamu peralatan itu ?" cibir Alex yang langsung membuat Elsa terdiam, ia tak menyangka perbuatannya dahulu meninggalkan bekas begitu dalam pada pria itu.
"A-aku meminta maaf jika pernah melibatkanmu dalam masalahku, tapi ku rasa kamu tak mengalami kerugian sama sekali. Lalu kenapa kau menghancurkan ku dengan begitu kejam tuan Alex? Aku memiliki seorang putra yang harus ku hidupi, tolong sudahi ini semua." mohon Elsa kemudian, ia telah menurunkan egonya serendah mungkin berharap pria itu tak lagi mengganggu hidupnya.
"Aku yang akan mengurus Axel." tegasnya kemudian.
"Apa? apa kau sedang becanda? dia putraku aku yang akan mengurusnya." sela Elsa tak terima.
"Dia juga putraku jadi aku memiliki hak yang sama denganmu." timpal Alex menatap Elsa dengan serius dan membuat wanita itu langsung melebarkan matanya.
"Omong kosong, kita tak pernah mengenal sebelumnya jadi mana mungkin tiba-tiba kamu datang dan mengaku sebagai ayahnya." kilah Elsa, sungguh ia belum siap jika pria itu mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
"Mungkin waktu itu aku sedang dalam pengaruh minuman keras hingga tak begitu menyadarinya saat merenggut kesucianmu, tapi aku mempunyai bukti jika Axel adalah darah dagingku." tegas Alex yang sontak membuat Elsa nampak salah tingkah, pria itu benar-benar telah mengetahui segalanya tentang putranya.
"Kau hanya mengada-ada tuan Alex dan aku tidak akan pernah percaya dengan segala ucapanmu itu." Elsa masih berusaha mengelak.
Saat Alex hendak menanggapi tiba-tiba terdengar notifikasi di ponselnya, kemudian ia segera mengeceknya. Setelah membacanya raut wajah pria itu berubah panik, lantas kembali melajukan mobilnya.
"Apa kau tidak bisa pelan-pelan ?" protes Elsa saat pria itu membawa mobilnya dengan sangat kencang.
"Demam Axel semakin tinggi kita harus segera membawanya ke rumah sakit." tukas Alex dan itu membuat Elsa ikut panik, jadi pria itu tak berbohong perihal keadaan putranya.
Beberapa saat kemudian, sesampainya mereka di Apartemen. Elsa langsung menghalangi Alex saat hendak ikut bersamanya.
"Dia putraku, aku yang akan mengurusnya. Sekarang pergilah dari sini !!" perintahnya kemudian.
__ADS_1
"Turunkan egomu El, dia juga putraku." Alex nampak tak terima.
"Aku tidak pernah merasa tidur denganmu waktu itu jadi tolong jangan mengada-ada, carilah wanita lain yang bisa memberikan mu seorang anak dan jangan pernah ganggu hidupku lagi." tegas Elsa dengan menatap tajam pria itu.
Alex yang hilang kesabaran, nampak mengambil sesuatu dari dalam mobilnya. "Ambil dan baca sendiri !!" ucapnya seraya melempar sedikit kasar beberapa amplop dengan logo rumah sakit yang berbeda ke arah wanita itu.
Kemudian Alex segera berlalu masuk ke dalam gedung apartemen tersebut dan meninggalkan Elsa yang nampak tercengang dengan apa yang ia pegang saat ini.
Beberapa hasil tes DNA yang menyatakan jika putranya dan pria itu memiliki 99% kecocokan.
"Bagaimana ini, dia sudah tahu semuanya ?" gumamnya dengan wajah pucatnya, lalu saat hendak melangkahkan kakinya ia melihat pria itu sedang menggendong sang putra keluar dari gedung apartemennya.
"Bagaimana keadaan putraku ?" Elsa langsung berjalan mengikuti saat pria itu membawa putranya masuk ke dalam mobilnya.
Elsa yang panik pun ikut masuk ke dalam mobil untuk menemani putranya yang nampak menggigil dengan suhu tubuh yang sangat tinggi.
"Tenanglah sayang, ada Mommy di sini." ucapnya seraya mendekap putranya itu.
Tak berapa lama Alex menghentikan mobilnya di sebuah rumah sakit terdekat lalu mereka segera membawa putranya tersebut ke dalam.
"Demamnya sangat tinggi, kita harus melakukan perawatan lebih lanjut tuan. Putra anda juga mengalami dehidrasi ringan jadi kami akan memberikannya infus untuk mengatasinya." terang dokter tersebut.
"Baik dok, lakukan yang terbaik apapun itu." Alex langsung menyetujui saran sang dokter agar putranya di rawat beberapa hari di rumah sakit sampai keadaannya membaik.
"Tuan, nyonya silakan ikut kami untuk mengurus administrasinya." ucap salah satu perawat.
Elsa yang tak memiliki banyak tabungan nampak menghela napas saat Alex meminta kamar super VVIP untuk sang putra.
"Aku ayahnya jadi aku yang akan membayar semuanya." ucap Alex seraya mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya.
Elsa benar-benar merasa tak berguna menjadi seorang ibu, sebelumnya wanita itu pernah merasakan hidup di atas langit dan kini benar-benar jatuh ke dasar jurang.
__ADS_1
Setelah mengurus administrasi, mereka segera menuju ruangan sang putra. Sepanjang jalan Elsa nampak terdiam, ingin protes pun ia tak mempunyai apa-apa saat ini.
Sementara Alex yang melirik wanita itu dari ekor matanya nampak sangat puas karena bisa mengendalikannya keadaan.
Ia bersyukur telah membuat wanita itu jatuh bangkrut, jika tidak mungkin saat ini jalannya akan di persulit untuk menemui sang putra mengingat bagaimana sikap keras kepala ibunya.
"Istirahatlah ini sudah larut malam, biar aku yang menjaganya !!" ucap Alex saat melihat Elsa nampak duduk menahan kantuknya di samping sang putra yang telah tertidur pulas di atas brankar rumah sakit.
"Aku belum mengantuk, jangan paksa aku untuk tidur aku tak ingin jauh darinya." tolak Elsa meskipun sebenarnya ia sangat mengantuk saat ini.
"Kau akan membuatku dua kali lebih repot jika ikutan sakit, jadi segera beristirahatlah !!" perintah Alex rasanya tak sabar menghadapi wanita keras kepala itu.
"Kenapa kau pemaksa sekali? lagipula jadi pria bersikaplah sedikit lembut pada wanita, giliran sama perempuan lain saja kamu selalu manis." gerutu Elsa dengan kesal dan itu membuat Alex nampak menghela napasnya.
Entah kenapa ia selalu tak sabar menghadapi wanita keras kepala itu, setiap perbuatannya selalu saja memancing emosinya.
"Baiklah, aku minta maaf. Sekarang tidurlah biar aku yang akan menjaganya." ucapnya dengan lembut dan itu membuat Elsa sedikit tercengang, pria itu kembali seperti waktu di mana saat mereka masih saling dekat dan saling membututuhkan satu sama lainnya.
"Cepat pergilah tidur atau aku akan menidurkan mu dengan cara lain !!" perintah Alex kemudian dengan tegas dan itu membuat Elsa langsung melotot.
Baru saja ia terkesan oleh kelembutan pria itu namun dalam hitungan detik monster dalam tubuhnya sudah kembali lagi.
"Baiklah, bangunkan aku jika terjadi sesuatu pada putraku." Elsa segera beranjak dari duduknya, kemudian berlalu menuju sofa panjang yang berada tak jauh dari sana lantas segera merebahkan tubuhnya yang lelah.
Entah apa yang akan ia lakukan setelah ini, pria itu telah mengetahui semuanya tentang sang putra dan mau tak mau ia akan terus berurusan dengannya.
Semoga hatinya akan tetap aman di saat melihat pria itu menjadi milik sang sahabat.
Cup
Elsa yang hampir terlelap tiba-tiba merasakan keningnya di kecup oleh seseorang lalu detik selanjutnya badannya terasa hangat saat sebuah selimut menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Jika ini hanya mimpi, tolong biarkan aku tertidur sebentar saja."
Sungguh Elsa sangat merindukan perhatian dari seseorang, sejak kakaknya tiada beberapa tahun silam ia harus di paksa menjadi dewasa oleh keadaan yang membelenggunya.