Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~169


__ADS_3

"Drew, tuan Kenji mengundangku makan siang kamu mau ikut tidak ?" ucap Anne siang itu saat melewati meja sang asisten.


"Dalam rangka pekerjaan atau bukan bu ?" tanya Andrew balik.


"Hanya makan biasa." sahut Anne.


"Sepertinya tidak deh bu, nanti saya ganggu." tolak Andrew dengan halus.


"Ganggu bagaimana ?" Rupanya Anne belum mengerti maksud asistennya itu.


Andrew nampak menatap ke kanan dan kirinya. "Sepertinya tuan Kenji menyukai ibu." ucapnya sedikit berbisik, karena banyak karyawan lain yang berlalu lalang untuk beristirahat makan siang.


"Jangan ngacau Drew, kami hanya sekedar relasi bisnis." sanggah Anne.


"Tapi sepanjang saya mengenal beliau baru kali ini tuan Kenji benar-benar memperhatikan seorang wanita." tukas Kenji mengingat ia sudah lama mengenal pria itu, karena sebelumnya ia juga menjadi asisten manager sebelumnya.


"Hanya perasaanmu saja itu, baiklah kamu mau ikut atau tidak ?" ulang Anne.


"Saya pesan makan saja di kantin." tolak Andrew.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Oh ya jika tuan James mencariku katakan saja aku ada urusan bisnis dengan tuan Kenji." ucap Anne, kemudian langsung melenggang pergi.


Kapan lagi ia akan mendapatkan makan siang gratis lagipula tuan Kenji adalah mitra bisnis perusahaannya sejak beberapa tahun lalu hingga membuatnya tak khawatir toh ia juga mempunyai misi ingin memperluas pasar bisnisnya dengan bantuan pria itu.


Sementara itu James yang baru keluarga ruangannya nampak melirik ruangan sang istri yang nampak kosong dari dinding kaca, mungkin saja wanita itu sedang makan siang di kantin kantornya.


"Selamat siang tuan James." sapa Andrew saat pria itu melewati mejanya.


"Hm." James hanya mengangguk kecil.


"Oh ya tuan James, tadi bu Anne izin makan siang di luar bersama tuan Kenji." ucap Andrew yang langsung menghentikan langkah James.


Mendengar istrinya pergi dengan pria lain, James segera berbalik badan lalu menatap asisten wanita itu. "Makan siang ?" ucapnya memastikan.

__ADS_1


"Benar tuan, sekaligus membicarakan bisnis." sahut Andrew.


"Kemana ?" tanya James lagi, rahangnya nampak mengeras dan matanya menatap tajam seakan ingin menelan hidup-hidup pria di hadapannya itu.


"Sa-saya kurang tahu tuan." sahut Andrew sedikit terkejut dengan reaksi wakil direkturnya itu.


"Lain kali kemana pun dia pergi kamu harus ikut !!" perintah James dengan menekankan kata-katanya.


"Baik, tuan." Andrew langsung mengangguk cepat.


James menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian pria itu bergegas pergi dari sana.


"Sepertinya tuan James marah, tapi marah kenapa? bukannya itu haknya bu Anne mau bertemu dengan siapa." gumam Andrew, kemudian ia segera mengirim pesan pada managernya tersebut.


Sementara itu James yang sudah duduk di balik kemudinya nampak menghubungi Mark. "Mark, apa kamu tadi mengantar istriku pergi makan siang ?" ucapnya setelah panggilan teleponnya tersambung.


"Tidak tuan, nyonya Anne hanya menyuruh saya datang pagi dan saat pulang kerja saja." sahut Mark dari ujung telepon.


"Istriku sedang pergi dengan tuan Kenji, Mark. Apa kau bisa melacak di mana keberadaannya !!" perintah James kemudian lalu mengakhiri panggilannya tersebut.


Tak berpikir panjang, James langsung melajukan mobilnya ke taman tengah kota yang lumayan jauh dari kantornya. "Dasar wanita, apa dia lupa sudah mempunyai suami? Bisa-bisanya kencan dengan pria lain." geramnya, bahkan sesekali pria itu nampak memukul setir mobilnya dengan kesal.


Sementara itu Anne yang sedang berada di restoran tak jauh dari taman kota nampak mengangkat sudut bibirnya saat membaca pesan yang di kirim oleh sang asisten.


"Apa ada masalah ?" tanya Kenji saat Anne fokus dengan ponselnya.


"Tidak." Anne langsung menggeleng kecil sembari mengulas senyumnya.


"Baiklah tuan Zhuo terima kasih banyak, saya harap ini menjadi awal yang baik buat kerja sama kita ke depannya." ucap Anne seraya menjabat tangan pria berkewarganegaraan Cina itu lalu bergantian menjabat tangan wanita di sebelah pria itu.


"Tentu saja nona Anne senang bisa bekerja sama dengan anda." sahut pria tersebut yang juga di angguki oleh sang wanita di sebelahnya.


Selanjutnya setelah kesepakatan kerja sama terjalin, mereka segera melanjutkan makan siangnya bersama. Anne sangat bersyukur bisa mengenal Kenji karena pria itu tak segan membantunya mencari klien bisnis dari Asia sesuai target perusahaannya yang ingin memperluas pasar di sana.

__ADS_1


"Makan yang banyak." Kenji meletakkan beberapa potongan beef teriyaki di piring Anne.


"Terima kasih." Anne tersenyum kecil, perhatian-perhatian kecil dari pria itu membuatnya merasa di hargai.


"Andai saja dia seperti itu."


Anne langsung menggeleng kecil saat tiba-tiba teringat suaminya, pria bermuka datar itu takkan bisa bersikap romantis selain membuat darah tingginya naik.


Sementara itu tak jauh dari sana, James yang masih berada di balik kemudinya nampak memperhatikan sang istri dari balik kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


"Ck, apa mereka sedang double date ?" ucapnya dengan sinis, tanpa sadar pria itu nampak mencengkeram stir mobilnya dengan kuat saat melihat istrinya bercengkerama akrab bahkan sesekali tertawa dengan Kenji dan dua orang lainnya.


"Benar-benar tidak tahu aturan, apa dia ingin di pecat." gumamnya lagi seraya menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, bahkan jam istirahat kantor telah usai dari tiga puluh menit yang lalu tapi wanita itu seperti tak ada keinginan untuk kembali ke kantornya.


James yang tak bisa mentolerin sedikit pun kesalahan karyawannya nampak meradang, ia tidak menyukai jika karyawannya terlambat barang sedikit pun. Karena gaji yang ia tawarkan pada mereka pun tak main-main.


"Kembali ke kantor sekarang juga atau ku ratakan restoran itu dengan tanah !!"


Anne langsung memicing saat membaca pesan yang di kirim oleh sang suami, kemudian wanita itu mengangkat wajahnya lalu mengedarkan pandangannya keluar. Tak ada mobil suaminya di luar restoran mungkin pria itu hanya melacak keberadaannya.


"Maaf, sepertinya saya harus kembali ke kantor. Senang bisa bertemu dengan kalian." ucapnya seraya bangkit dari duduknya.


Kenji nampak melihat jam di pergelangan tangannya lalu ikut beranjak. "Biar aku antar." ucapnya, mengingat ia yang menjemput wanita itu tadi di kantornya.


"Tidak, aku naik kereta saja." tolak Anne yang enggan merepotkan.


"Tidak, waktumu akan habis di perjalanan. Ayo !!" Kenji langsung meraih tangan Anne lalu segera membawanya keluar restoran.


"Maaf." ucapnya saat menyadari perbuatannya, lalu segera melepaskan cengkeramannya di pergelangan tangan wanita itu.


"Tidak apa-apa." sahut Anne, lalu mereka kembali berjalan beriringan menuju mobilnya.


"Terima kasih." ucapnya lagi saat pria itu membukakan pintu mobil untuknya, namun belum sempat masuk tiba-tiba suara bariton seorang pria mengagetkan mereka.

__ADS_1


"Dia akan pulang bersama saya !!" tegas James hingga membuat mereka langsung menoleh ke sumber suara.


"Tuan James." ucap Anne dan Kenji bersamaan.


__ADS_2