Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~308


__ADS_3

"Sayang, itu obat apa ?" ulang Alex saat Elsa tak kunjung menjawabnya.


"I-ini hanya vitamin yang biasa ku konsumsi." sahut Elsa seraya menunjukkan sebuah botol kecil di tangannya, untung Sam sudah mengganti dengan botol lainnya jika tidak pria itu pasti akan murka.


"Vitamin ?" Alex langsung mengernyit.


"Hm, hanya vitamin C biasa." timpal Elsa.


"Baiklah, kenapa kamu sudah bangun hm? bukankah ini hari minggu dan Axel juga sedang libur." Alex nampak mengulurkan tangannya untuk memeluk pinggang wanita itu.


"Aku ingin membuat sarapan, kamu pasti laparkan ?" timpal Elsa seraya menatap pria itu.


"Hm, tentu saja aku lapar." Alex langsung mengangguk setuju.


"Ya sudah kalau begitu lepaskan aku, akan ku buatkan sarapan untukmu sekarang." mohon Elsa saat pria itu tetap memeluknya dengan erat.


"Tapi aku sedang ingin sarapan yang lain." timpal Alex dengan mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.


"Baiklah katakan kamu mau makan apa, nanti ku buatkan ?" tawar Elsa menanggapi.


"Aku hanya ingin sarapan ini." sahut Alex seraya menurunkan sebelah tangannya ke pinggul wanita itu lalu sedikit m3r3m4snya hingga membuat Elsa langsung mendesis.


"A-aku baru saja selesai mandi." terang Elsa saat pria itu semakin menurunkan tangannya lalu menelusup masuk ke dalam rok pendek yang ia kenakan, sial harusnya ia memakai celana saja tadi.


"Tak masalah jika harus mandi lagi, bukan ?" timpal Alex seraya membelai lembut paha mulus wanita itu.


"Ahhh, sayang." Elsa langsung mendesah saat tangan pria itu berhasil menulusup masuk ke dalam kain segitiga yang masih menutupi pusat intinya.


"Hm, aku senang kamu memanggilku seperti itu." Alex semakin intens memainkan jari-jari nakalnya di bawah sana hingga membuat wanita itu semakin frustasi.


Nafas Elsa nampak naik turun, lalu kedua tangannya segera meraih tengkuk pria itu lantas m3lum4t bibirnya dan tentu saja langsung di sambut oleh Alex dengan senang hati.


"Aku senang jika kamu memulai duluan." lirihnya setelah Elsa melepaskan panggutannya karena kehabisan oksigen.


Kemudian Alex segera menanggalkan tshirt wanita itu hingga kini tersisa bra yang masih menutupi bongkahan kenyalnya yang terlihat menggodanya untuk segera menyentuhnya.


"Kamu sangat tidak sabaran." gerutu Elsa sembari terkekeh.


"Karena aku sangat kelaparan dan ingin segera memakanmu." timpal Alex lantas mendorong wanita itu hingga terlentang di atas ranjangnya.


Kemudian pria itu segera mengungkungnya, kembali m3lum4t bibirnya lalu mencoba memasukinya hingga membuat Elsa mengerang di buatnya.


"Ahhh, kau selalu nikmat sayang." d3s4h Alex saat merasakan miliknya telah masuk sepenuhnya ke dalam milik wanita itu, pandangan pria itu mulai berkabut dan hanya api gairah yang kini menguasainya.


Dan selanjutnya suara erangan dari keduanya yang memenuhi ruangan tersebut sampai pada akhirnya tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.

__ADS_1


"Nona Elsa, apa kau baik-baik saja ?" teriak Sam dan itu membuat Alex yang masih berada di atas tubuh wanita itu langsung menggeram kesal.


"Astaga, apa dia sudah terbiasa datang mengganggumu sepagi ini ?" gerutunya kemudian.


"Semalam aku memintanya untuk membelikan beberapa bahan makanan." sahut Elsa dengan menahan senyumnya saat melihat kekesalan di wajah pria itu.


"Nona Elsa, apa kau sudah bangun ?" teriak Sam lagi dan itu membuat Alex semakin meradang.


"Enyahlah Sam, jika masih sayang nyawamu !!" teriak Alex dengan nyaring.


"Oh, maaf tuan." sahut Sam dan setelah itu tak terdengar lagi suara pria itu.


"Kau benar-benar mengusirnya." ledek Elsa dan itu membuat Alex menghentak tubuhnya dengan keras hingga membuat Elsa langsung mendesah di buatnya.


"Kau suka seperti ini, hm ?" ucap Alex yang langsung membuat Elsa mengangguk kecil dan detik selanjutnya pria itu langsung membalikkan tubuh wanita itu hingga kini berada di atasnya.


"Move sayang !!" perintahnya kemudian.


Sementara itu Sam yang sedang berada di kamar Axel nampak sedang berbincang dengan bocah itu.


"Mau kemana ?" tanyanya setelah bocah kecil itu selesai berganti pakaian.


"Mau cari Mommy." sahut Axel kemudian.


"Telepon Daddy." sahut Axel dengan polos.


"Daddy mu sudah pulang." sahut Sam yang langsung membuat Axel nampak tak percaya namun sekaligus senang.


"Paman tidak berbohongkan ?" timpalnya memastikan.


"Tentu saja tidak." sahut Sam.


"Baiklah aku mau bertemu dengan Daddy." Axel segera melangkah keluar namun Sam langsung menahannya.


"Tunggu dulu." ucapnya mencegah bocah kecil itu membuka pintu kamarnya.


"Kenapa ?" Axel nampak tak mengerti.


"Mommy dan Daddy mu sedang sibuk jadi belum bisa di ganggu." terang Sam kemudian.


"Apa mereka sedang bekerja? tapi aku janji tidak akan mengganggu." timpal Axel keukeh dan itu membuat Sam harus memutar otak untuk mencari cara agar bocah kecil itu tetap berada di kamarnya.


"Kamu ingin mempunyai adik bukan ?" ucapnya kemudian yang langsung di angguki oleh bocah kecil itu.


"Jadi sekarang ini Daddy dan Mommy mu sedang berunding untuk memberikan mu seorang adik, jadi tidak bisa di ganggu dulu." Sam mencoba membujuknya.

__ADS_1


"Berunding? seperti meeting ya ?" tanya Axel dengan polosnya, karena setahunya setiap ayah dan ibunya sedang meeting di kantornya ia selalu di peringatkan agar tidak mengganggu.


"Iya benar, mereka sedang meeting." Sam langsung membenarkan.


"Meeting di atas ranjang." imbuhnya dalam hati dengan sedikit kesal.


"Baiklah." Axel kembali ke ranjangnya lalu mengambil beberapa mainannya dan itu membuat Sam nampak lega, rupanya bocah itu penurut sekali.


Kemudian pria itu segera mengambil ponselnya lantas mengetik sesuatu.


"Bisakah kalian tinggal di tempat yang lebih besar, suara horor kalian sangat tidak bagus jika di dengar oleh Axel."


Sam segera mengirim pesan pendek itu kepada Elsa dan wanita itu yang kini telah selesai dengan aktivitasnya yang menguras keringat itu nampak melotot saat membaca pesan di ponselnya.


"Kenapa ?" Alex langsung mengernyit melihat reaksi Elsa yang nampak terkejut dan wanita itu segera menunjukkan pesan tersebut padanya.


"Sepertinya kita tidak usah melakukannya dulu lain kali." ucapnya kemudian.


"Itu tidak mungkin sayang dan tentu saja kita akan pindah ke tempat yang lebih besar." tolak Alex.


"Lebih besar ?" ulang Elsa.


"Hm, sebuah rumah." sahut Alex.


"Kita akan segera menikah bukankah lebih baik tinggal di sebuah rumah yang besar ?" imbuhnya kemudian.


"Menikah ?" ulang Elsa lagi.


"Tentu saja, aku sudah menunjuk vendor untuk mengurus pernikahan kita." sahut Alex namun itu justru membuat Elsa nampak kesal.


"Kamu baru melamarku semalam lalu bagaimana mungkin kamu langsung menunjuk seseorang buat mengurus pernikahan kita sebelum berbicara dulu padaku ?" protesnya tak terima.


"Sayang, bukan begitu maksudku." Alex jadi merasa serba salah.


"Kenapa kamu suka sekali mengambil keputusan sendiri? sepertinya pendapatku tak begitu berarti di matamu." ucap Elsa seraya beranjak dari tidurnya lantas segera memunguti pakaiannya lalu memakainya kembali.


"Bukan begitu maksudku, sayang." Alex hendak beranjak namun tiba-tiba pintu kamarnya di buka dari luar, sial rupanya semalam ia lupa menguncinya.


"Daddy." teriak Axel seraya berlari ke arah ayahnya yang kini kembali memakai selimutnya.


"Hai sayang, kamu baru bangun hm ?" sapanya kemudian.


"Sudah mandi dong, Daddy." sahut Axel dengan sombongnya.


"Kata paman Sam, Daddy sedang meeting bersama Mommy ya? kenapa meetingnya tidak memakai baju ?" imbuh Axel lagi yang langsung membuat Alex nampak menelan ludahnya, kemudian pria itu menatap ke arah Elsa namun sepertinya wanita itu masih marah hingga lebih memilih keluar dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2