Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~134


__ADS_3

Flash back sebelum kejadian di warung....


James yang mendapatkan tugas dari William untuk menjaga putranya saat pria itu sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan sang istri, akhirnya ia meminta izin untuk membawa bocah kecil itu ke Indonesia.


Selain karena ada beberapa pekerjaan yang perlu ia urus di negara tersebut, James sepertinya juga mulai jatuh cinta dengan alam serta kultur di sana.


Dan setelah menempuh penerbangan hampir 17 jam kini tibalah mereka di negara tersebut, James sangat bersyukur karena bocah kecil bersamanya itu sedikit pun tak rewel dan sangat patuh saat berada dalam perjalanan yang tak memakan waktu sebentar itu.


"Paman, kita tinggal di sini ?" tanya Ariel saat James baru saja membuka pintu sebuah Apartemen.


"Tentu saja, apa kau suka ?"James balik bertanya seraya meletakkan koper mereka.


'Hm." Ariel mengangguk senang, karena di Apartemen tersebut sudah di siapkan beberapa mainan kesukaannya.


Sebelumnya James memang memerintahkan seseorang untuk menyediakan sebuah Apartemen yang ramah untuk anak-anak.


Waktu pun mulai berlalu, James yang tadinya sangat bersyukur karena putra bosnya itu anteng kini pria itu mulai mengeluh karena Ariel sangat suka membuat Apartemennya tersebut berantakan.


Rupanya mengurus seorang anak tak semudah bayangannya karena ia harus benar-benar menekan emosinya agar tidak membuat bocah itu ketakutan.


Seperti pagi ini, saat ia baru keluar dari kamarnya hampir saja terpeleset karena lantai yang basah.


"Ariel apa yang sedang kamu lakukan ?" tanyanya saat melihat anak bossnya itu sedang membawa segelas air.


"Mandiin robot." sahut Ariel dengan polosnya, di sebelahnya nampak sebuah ember kecil yang sudah penuh dengan air.


Sepertinya bocah itu memenuhi embernya itu dengan air dispenser yang ada di dapurnya dengan menggunakan gelasnya tersebut hingga ceceran air tumpah di mana-mana.


James nampak menghela napasnya lalu pandangannya beralih ke setiap sudut Apartemennya yang sangat berantakan oleh mainan bocah itu, kemudian pria itu segera berlalu ke dapurnya untuk mencari lap dan Ariel yang melihat kepergian asisten ayahnya tersebut langsung tersenyum penuh arti.


"Astaga, apalagi ini ?" James langsung menggeleng kecil saat melihat dapur yang sudah berantakan dengan ceceran biskuit dan lemari pendingin pun sudah terbuka dengan lebar.


Lagi-lagi pria itu hanya menghela napas panjangnya dan berusaha memaklumi tingkah bocah berusia 4 tahun itu, sepertinya ia harus segera mencari baby sitter untuk sementara waktu selama mereka tinggal di sini.

__ADS_1


"Paman James, Ariel lapar." rengek Ariel tiba-tiba saat James sedang membersihkan ceceran biskuit akibat perbuatannya tadi.


Gelas dan piring pun nampak berserakan di meja makan, entah apa yang bocah itu perbuat selama dirinya masih tertidur tadi. Lagipula ini masih sangat pagi namun energi bocah itu seakan penuh hingga mampu membuat Apartemennya seperti kapal pecah.


"Baiklah, setelah semua ini beres nanti Paman pesankan makanan." sahut James sembari menyapu lantai.


Beberapa saat kemudian setelah merapikan Apartemennya dan membersihkan dirinya James nampak masuk ke dalam kamar Ariel.


"Paman kita mau kemana ?" tanya Ariel saat James baru selesai memakaikan pakaian untuknya, kemudian bocah kecil itu mengikuti langkah James menuju dapur.


"Paman akan mencari Nanny untukmu dan kamu bisa memilih sendiri nanti." sahut James seraya mengambil air dingin dari kulkas.


"Benarkah ?" seketika Ariel nampak sangat senang dan itu membuat James langsung mengernyit sejenak.


"Tentu saja." sahutnya lalu segera meminum air dingin yang ada di tangannya tersebut.


"Bagaimana kalau Aunty Anne saja yang jadi Nanny Ariel ?" ucap Ariel yang langsung membuat James tersedak.


"Paman pelan-pelan minumnya." Ariel langsung menepuk-nepuk pinggang James.


"Ariel sukanya cuma sama Aunty Anne." ucap Ariel dengan tegas dan kalau sudah begitu James tak bisa mencari alasan lain, karena semenjak mereka datang kemarin orang pertama kali yang di cari bocah itu adalah wanita itu.


Dan setelah mencari tahu keberadaan wanita itu, James nampak terkejut karena mantan asisten nyonyanya itu kini bekerja di sebuah warung makan.


Tak mau membuang waktu kemarin ia langsung mengajak Ariel menemuinya, namun sepertinya wanita itu kurang senang dengan kedatangannya apalagi Ariel yang sempat memecahkan beberapa gelas di warung wanita itu bekerja.


...----------------...


James yang terpaksa mengikuti kemauan putra sang boss akhirnya mendatangi kembali warung di mana Anne sedang bekerja di sana.


"Bagaimana, apa kau menerima tawaranku ?" ulang James saat wanita di hadapannya itu tak kunjung menanggapi perkataannya.


"10 kali lipat, itu berarti gajiku menjadi 20 juta." gumam Anne, mengingat gaji yang ia terima saat ini hanya 2 juta saja perbulan, seketika matanya langsung berbinar-binar saat membayangkan gaji yang akan ia dapatkan nanti.

__ADS_1


"Tidak mau ya sudah." ucap James seraya mengajak Ariel untuk pergi dari sana.


"Eh, tunggu dulu !!" Anne langsung menarik lengan kemeja James, namun saat James menatap lengannya yang ia pegang Anne segera melepaskannya.


"Tanganku bersih kok tenang saja." ucap Anne seraya membersihkan lengan kemeja pria itu.


"Cepat katakan aku tidak punya banyak waktu !!" perintah James kemudian.


"Tak sabaran amat." gerutu Anne.


"Jadi benar kamu akan menaikkan gajiku 10 kali lipat ?" tanyanya kemudian.


"Ku rasa kamu tidak tuli hingga harus ku ulang lagi." tukas James yang tentu saja membuat hati Anne langsung berasap, pria itu memang benar-benar membuat darah tingginya kumat.


"Sabar Anne, demi 20 juta kapan lagi kamu akan mendapatkan uang segitu bahkan gajimu sekarang lebih banyak dari gaji saat bekerja dengan ibunya anak itu dulu." Anne mencoba untuk merayu dirinya sendiri agar tidak terpancing dengan ucapan pria itu yang menurutnya seperti bon cabe level 10.


"Baiklah aku terima." ucap Anne pada akhirnya dan itu membuat Ariel langsung girang karena rencananya telah berhasil.


Bocah itu memang sengaja bangun sangat pagi dan membuat seisi Apartemen seperti kapal pecah agar asisten ayahnya itu mau menerima Anne tinggal bersamanya.


Lagipula James orang yang sangat kaku dan tak mau bermain dengannya dan Ariel membutuhkan Anne yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


"Dasar matre." gerutu James seraya meninggalkan warung makan tersebut.


"Kamu bilang apa ?" Anne yang samar-samar mendengar cacian pria itu langsung saja meminta penjelasan.


"Tidak ada." sahut James kemudian membuka pintu mobil lalu segera duduk di balik kemudinya.


"Tidak ada bagaimana jelas-jelas dia tadi mengataiku matre." gerutu Anne seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, meski ia akui dirinya memang matre itupun ia lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.


Sementara itu di tempat lain Celine yang melihat William menggandeng seorang wanita di sebuah pantai nampak terkejut.


"Siapa wanita itu ?" geramnya tak percaya, karena jujur baru kali ini ia melihat seorang William bersikap mesra di tempat umum.

__ADS_1


Kemudian dengan langkah cepat Celine langsung mengejar pria itu, ia harus memastikan siapa wanita kurang ajar yang berani-beraninya mendahuluinya itu.


__ADS_2