
"Aku kaya, aku mempunyai segalanya. Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan." ucap Arya menyombongkan dirinya di hadapan Anne sore itu.
"Maaf Ar, aku tetap tidak bisa." tukas Anne, kembali menolak secara halus saat pria di hadapannya itu mengutarakan perasaannya untuk kedua kalinya setelah kemarin sempat ia tolak.
Di mata Anne sosok Arya tak pernah berubah dan tetap sombong seperti dahulu, bahkan kini pria itu bertambah arogan setelah menjadi seorang pejabat di sebuah perusahaan plat merah.
"Jangan terlalu jual mahal An, harusnya kamu bersyukur janda sepertimu masih ada yang mau." cibir Arya dengan pandangan meremehkan.
Mendengar itu Anne nampak tersenyum sinis, rupanya tak hanya sombong tapi sifat pria itu juga tak jauh berbeda dengan adik tirinya tersebut.
"Aku sedang sibuk, pulanglah Ar !!" perintah Anne kemudian, awalnya ia ingin memanfaatkan pria itu untuk membantunya menghancurkan ibu tirinya namun sepertinya itu mustahil karena pasti akan ada harga yang pria itu minta.
Arya yang di tolak mentah-mentah nampak mengepalkan tangannya, sejak ia menjadi pejabat tak ada satupun wanita yang berani menolaknya.
Kemudian dengan cekatan pria itu menarik pinggang Anne lalu mencoba untuk mencium bibirnya. Namun tiba-tiba Tasya beserta ibunya datang dan langsung berteriak.
"Kalian? apa-apaan ini ?" tegur nyonya Kartika dengan emosi saat melihat anak tirinya dan calon menantunya itu nampak berpelukan.
Arya berdecak kesal karena kedatangan mereka yang kurang tepat, padahal hampir saja ia berhasil m3lum4t bibir seksi Anne yang sejak kemarin menggoda untuk ia cicipi.
"An-Anne berusaha merayuku dan memaksa ingin menciumku." tukas Arya membela diri yang langsung membuat nyonya Kartika maupun Tasya langsung melotot.
"Apa kamu bilang? bukankah kamu yang memaksa untuk menciumku ?" protes Anne dengan kesal, beruntung pria itu belum sempat menciumnya tadi.
"Dasar janda kurang ajar, bisa-bisanya kau ingin merebut calon suami adikmu sendiri." Nyonya Kartika langsung menjambak rambut Anne dengan sekuat tenaga hingga membuat wanita itu meringis kesakitan, namun Anne langsung menginjak kaki ibunya itu dengan keras.
"Aaarrgghhh, sakit." teriak nyonya Kartika seraya melihat kakinya yang masih memakai heels tinggi itu nampak memerah.
"Mama baik-baik saja ?" Tasya nampak khawatir lalu gadis itu mengangkat wajahnya menatap sang kakak tiri, sejak pulang dari luar negeri kakaknya itu semakin berani saja.
"Kurang ajar !!" Tasya langsung melayangkan tamparannya, namun Anne segera mencekal tangannya lalu menghempaskannya begitu saja.
"Kalian pikir aku tidak bisa membalas perbuatan kalian? jika masih ingin tinggal di sini jaga sikap kalian dan asal kalian tahu aku sedikit pun tak pernah tertarik dengan pria itu." tegas Anne seraya menunjuk ke arah Arya, lalu wanita itu segera masuk ke dalam rumahnya.
Arya nampak mengepalkan tangannya. "Sejak kami kuliah dia memang sering menggodaku." dustanya kemudian.
"Benarkah? kurang ajar sepertinya kita harus segera memberikan wanita itu pelajaran." geram nyonya Kartika yang langsung di angguki oleh Tasya.
__ADS_1
"Tentu saja, kita harus memberikannya pelajaran." timpal Arya yang merasa sakit hati karena penolakan wanita itu.
"Jadi kamu lebih membela kami sayang? terima kasih, kamu memang calon suamiku yang paling pengertian." Tasya langsung bergelayut manja di lengan kekasihnya tersebut.
Sementara itu di belahan bumi lain James nampak menggeram saat melihat rekaman istrinya bersama seorang pria.
"Kurang ajar, apa mereka sedang berciuman ?" geramnya ketika melihat istrinya tiba-tiba di cium oleh seorang pria di halaman rumahnya.
"Sepertinya nyonya di paksa tuan." timpal Mark.
"Tentu saja, istriku bukan wanita murahan dan pria itu harus mendapatkan hukuman." James nampak mengeraskan rahangnya, tak ada yang boleh menyentuh istrinya meski itu hanya sejengkal kuku pun.
Kemudian video berlanjut di mana dua wanita tiba-tiba datang lalu langsung menyerang Anne.
"Kenapa mereka tidak menolong istriku Mark, di mana orang-orangmu ?" geramnya ketika melihat istrinya meringis kesakitan akibat jambakan ibu tirinya tersebut.
"Mereka sudah ingin menolong tuan, tapi sepertinya nyonya bisa mengatasinya sendiri. Tuan lihatkan bagaimana nyonya membalas mereka." tukas Mark yang ikut menonton rekaman tersebut.
"Istriku memang luar biasa." puji James seraya menatap bangga istrinya itu, namun saat mengingat seorang pria tiba-tiba menciumnya senyumnya langsung menyurut.
"Tapi itu bukan salah nyonya, tuan." Mark langsung membela Anne, ia takut pria itu murka dan menghukum istrinya sendiri dengan kejam seperti dia menghukum Grace.
"Jangan ikut campur Mark, saya sangat marah saat ini." potong James dengan kesal.
Keesokan harinya....
Pagi itu Anne yang masih merasakan nyeri di kepalanya akibat jambakan sang ibu tiri nampak keluar dari kamarnya saat mendengar ramai suara orang dari lantai bawah, kemudian wanita itu bergegas menuruni anak tangga.
"Ada apa ini ramai-ramai ?" Anne langsung memicing saat melihat banyak orang di dalam rumahnya.
"Tentu saja mempersiapkan pernikahan Tasya." sahut nyonya Kartika dengan tak ramah.
"Di rumah ini ?" Anne langsung melebarkan matanya saat pandangannya tak sengaja keluar halaman rumahnya yang kini nampak di pasang tenda.
Taman yang ia buat pun kini rata dengan tanah bahkan sudah nampak beberapa kursi berjejer rapi di sana.
"Tentu saja, halaman kita cukup luas jadi kenapa tidak di manfaatkan saja." sahut nyonya Kartika, sebenarnya ia ingin pernikahan putri kesayangannya itu di adakan di hotel bintang 5 saja namun demi rencananya untuk mengerjai anak tirinya itu ia terpaksa membuat hajatan di rumah.
__ADS_1
Iya yakin rencana calon menantunya itu akan berhasil dan ia bisa menguasai rumah tersebut sepenuhnya.
Anne hanya berdecak kesal, ia tak mungkin mengusir para tetangganya yang sedang membantu acara pernikahan adik tirinya itu karena itu sama saja akan mempermalukan sang ayah.
Bagaimana pun ibu dan adik tirinya itu masih menjadi keluarganya, sepertinya lebih baik ia mengalah sampai pernikahan mereka selesai.
Sore harinya acara pernikahan Tasya pun di gelar, tamu undangan mulai hadir untuk menyaksikan janji suci mereka.
Dari para tetangganya, teman-teman ibu dan adik tirinya bahkan teman-teman kuliah Anne pun mereka juga datang, padahal wanita itu tak merasa mengundang karena memang bukan acara miliknya.
Sedikit aneh bagi Anne tapi mungkin Arya yang telah mengundangnya karena mereka dulu di fakultas yang sama. Lagipula ia juga tak keberatan, anggap saja mereka sedang reuni. Toh sejak ia menikah tak pernah bertemu lagi dengan teman-temannya itu.
"Baiklah, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran kalian semuanya di sini. Akhirnya putri bungsuku Anastasya telah resmi di persunting oleh kekasihnya yang saat ini telah resmi menjadi suaminya. Sebenarnya Tasya hampir gagal menikah akibat ulah kakaknya sendiri." ucap nyonya Kartika menggunakan mikrofon yang langsung membuat para undangan nampak terkejut dan langsung menoleh ke arah Anne yang sedang duduk satu meja bersama teman-teman kuliahnya dulu.
"Apa yang sedang wanita licik itu rencanakan ?"
Anne mencoba bersikap santai meski pun kini pandangan semua tamu undangan tertuju padanya.
"Meski dia bukan putri kandungku, tapi sejak kecil aku sangat menyayanginya. Namun apa kalian tahu apa yang di perbuat olehnya, dia telah menggoda calon suami adiknya sendiri." lanjut nyonya Kartika yang tentu saja membuat suasana di sana menjadi riuh.
Meski ucapan Nyonya Kartika belum terbukti benar, tapi berbagai cibiran langsung terdengar di telinga Anne.
"Kok kamu tega sih An? jahat banget sama adik sendiri."
"Iya nih rupanya kamu diam-diam punya jiwa pelakor."
"Kurang apa sih ibumu, dia sudah lelah mengasuhnya sejak kecil tapi kamu membalasnya seperti itu."
"Eh mulai sekarang kita harus jauh-jauh dari dia, diakan janda hati-hati jangan sampai suami kita di goda."
Beberapa tamu undangan langsung mencibir Anne bahkan teman-teman kuliahnya juga, mereka yang tadinya duduk satu meja dengan wanita itu langsung beranjak menjauh.
"Ini cukup membahayakan bagi warga kompleks kita, jangan-jangan nanti bapak-bapak di sini juga di goda sama Anne secarakan dia janda yang baru di cerai oleh suami bulenya itu. Benar tidak ibu-ibu ?" kali ini bu RT yang bersuara yang membuat suasana pesta semakin gaduh.
"Benar bu, usir saja wanita itu dari kompleks ini !!" teriak beberapa ibu-ibu di sana yang tentu saja membuat nyonya Kartika beserta Tasya nampak tersenyum puas.
Akhirnya tanpa bersusah payah mereka berhasil membuat Anne keluar dari rumahnya tersebut.
__ADS_1