Istri Kedua Tuan Mafia

Istri Kedua Tuan Mafia
Part~261


__ADS_3


"Katakan, sudah berapa banyak lelaki yang memasukimu !!" cibir Alex ketika mengetahui wanita di bawahnya itu sudah tak suci lagi.


Namun Elsa enggan menjawab, lagi-lagi ia tak peduli dengan penilaian pria itu terhadapnya. Tujuannya hampir selesai dan ia takkan mengacaukannya hanya karena terbawa perasaan.


"Dasar J4l4ng."


Dengan kasar Alex langsung menekan tubuhnya semakin ke dalam hingga miliknya sepenuhnya terbenam di dalam milik wanita itu.


"Ah sial, kenapa rasanya sangat sempit sekali."


Alex langsung menggeram nikmat, seketika rasa yang pernah ia rasakan beberapa tahun silam kini hadir kembali di ingatannya. Ia seperti bercinta kembali dengan seorang gadis, gadis yang pernah ia renggut kesuciannya dalam keadaan setengah sadar.


Miliknya benar-benar terasa di urut di dalam sana dan itu membuat Alex tak bisa berkata-kata lagi.


"Mulai hari ini kau milikku Elsa Muller, kau wanitaku. Siapa pun yang berani menyentuhmu aku akan melenyapkannya." sumpahnya dengan tersenyum menyeringai, lalu mulai menggerakkan tubuhnya perlahan.


Kini kamar luas nan mewah itu hanya di penuhi oleh suara-suara percintaan mereka, Alex benar-benar sudah lupa dengan prinsipnya bahkan pria itu terlihat sangat menikmati penghianatannya.


Sudah lama sekali pria itu tak pernah merasakan nikmatnya bercinta dan kini ia takkan berhenti sebelum benar-benar merasa puas.


Elsa yang selalu ia katai sebagai seorang j4l4ng rupanya mampu memporak-porandakan pertahanannya, wanita itu terus saja mendesah seiring hentakan Alex yang semakin kuat.


"Ah si4l4n, kenapa kau senikmat ini hm ?"


Alex nampak menggeram kemudian langsung m3lum4t bibir wanita itu yang sedari tadi meracau, m3lum4tnya dengan lembut seakan benda kenyal itu adalah makanan terenak baginya.


Gelanyar aneh yang menguasai tubuhnya kini membuat Alex merasakan sebuah perasaan yang tak biasa, perasaan yang tiba-tiba ingin selalu memiliki wanita itu. Ada perasaan sayang yang sulit ia artikan namun sangat ingin ia perjuangkan.


"Ahhhh."


Akhirnya d3s4h4n panjang dari keduanya menandakan jika mereka telah sampai pada puncaknya, Alex tanpa enggan menumpahkan seluruh cairan percintaannya di dalam rahim wanita itu.


Wanita yang ia anggap sebagai j4l4ng itu telah sukses meruntuhkan pertahanannya dan ia bersumpah akan memilikinya selamanya.

__ADS_1


"Kau tak berniat menyudahi permainan ini ?" cibir Elsa saat pria itu enggan beranjak dari atas tubuhnya.


Wajah Elsa yang penuh peluh keringat terlihat seksi di mata Alex hingga membuat kelelakian pria itu kembali menegang.


"Aku tidak tahu berapa banyak pria yang memasukimu sebelumnya, tapi aku ingin menjadi satu-satunya pria yang tak tertandingi di antara mereka. Aku akan membuatmu selalu memujaku dan melupakan jika kau pernah tidur dengan para bajingan itu." sahut Alex yang kini kembali menggerakkan pinggulnya, merasakan bagaimana nikmatnya miliknya terbenam di dalam milik wanita itu.


"Dasar brengsek." Elsa nampak tersenyum miring, ia yakin pria itu telah jatuh ke dalam pelukannya dan ia tinggal menjalankan rencananya yang tersisa.


"Ahhhh"


Elsa nampak mengerang tertahan saat Alex tiba-tiba membungkam bibirnya dengan ciumannya yang memabukkan, hingga beberapa saat kemudian mereka kembali mendapatkan pelepasannya untuk kedua kalinya.


Setelah itu Alex nampak berguling di sisi wanita itu setelah lagi-lagi menumpahkan cairan percintaannya ke dalam rahimnya, ada perasaan membuncah dalam dadanya yang sulit ia artikan namun saat ini ia begitu menyayangi wanita itu.


Perasaan yang tak pernah ia rasakan pada sang istri sejak 5 tahun terakhir ini.


"Aku tak peduli siapa kamu dan apa tujuanmu mendekatiku, tapi mulai detik ini kamu adalah milikku."


Alex nampak mengusap peluh di dahi wanita yang kini telah tertidur dalam dekapannya itu akibat kelelahan setelah ia menggempurnya beberapa kali.


Memandangi wajahnya yang terlihat sangat polos seperti seekor kucing yang kehilangan induknya saat tertidur dan pasti akan berubah angkuh serta sombong ketika membuka matanya dan itu membuatnya langsung menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.


Menyesal? sungguh Alex sedikitpun tak menyesali perbuatannya karena telah membawa wanita lain ke dalam kamarnya tersebut.


Ia sudah berjuang selama 5 tahun untuk mengembalikan rasa yang pernah ada pada istrinya itu, namun setiap kali mengingat wanita itu telah tidur berkali-kali dengan pria lain di saat menjalani pernikahan dengannya membuat hatinya teramat sakit.


Demi sebuah kata cinta ia rela memaafkan kesalahan wanita itu, namun pada akhirnya gelas yang telah retak takkan bisa kembali sempurna meski ia rekatkan kembali.


Kini Alex mulai menyadari rasa cintanya itu telah kembali namun tumbuh di tempat lain, bukan pada sang istri namun pada wanita yang kini nampak terlelap nyenyak dalam dekapannya.


Mungkin masih dini jika ia mengatakan telah mencintai wanita itu, namun perasaan sayang serta ingin memilikinya seorang diri membuatnya yakin jika ia mulai mencintainya.


Tak ingin berkutat dengan pikirannya, Alex nampak menarik perlahan lengannya yang di gunakan oleh wanita itu sebagai bantalan.


Kemudian segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, setelah itu ia beranjak dari sana untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan kimono mandi menutupi tubuh kekarnya, rambutnya yang basah serta perasaan bahagia yang terpancar di wajahnya membuat pria itu terlihat sangat tampan.


"Bi, kemana istriku pergi ?" tanyanya setelah menuruni anak tangga, wajahnya yang cerah membuat beberapa pelayan yang melihatnya nampak heran sekaligus bersyukur.


Karena sejak beberapa tahun terakhir ini tuan besarnya itu selalu murung dan sering marah-marah tak jelas.


"Nyonya besar pergi mengunjungi bibinya tuan dan esok hari baru kembali." terang sang kepala pelayan.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu ?" Alex menatap satu persatu pelayannya itu yang sedang menatapnya aneh.


"Ti-tidak tuan." mereka semua langsung menunduk ketakutan.


"Aku tidak akan memakan kalian, tidak perlu takut." timpal Alex kemudian.


"Mengenai kejadian hari ini dan wanita yang ku bawa tadi, lebih baik jika kalian tutup mulut." imbuh Alex lagi, kali ini ia mengatakannya dengan nada tegas yang langsung di angguki oleh para pelayannya tersebut.


"Aku ingin memasak sup, tolong siapkan bahan-bahannya !!" perintahnya kemudian seraya melangkah menuju dapurnya.


"A-anda mau memasak tuan ?" kepala pelayan nampak tercengang karena sepanjang bekerja dengan pria itu, ia tak pernah melihat tuan besarnya tersebut menyentuh dapur.


"Hm, kenapa? cuaca sangat dingin aku ingin membuat sup." timpal Alex dan mau tak mau para pelayannya tersebut nampak patuh membantu tuannya itu terjun langsung ke dapur untuk membuat sup.


Sebenarnya siapa wanita yang di bawa oleh tuannya tadi? karena dalam sekejap mampu merubah pria itu menjadi lebih baik.


Setelah hampir satu jam berjibaku di dapur Alex nampak tersenyum menatap hasil karyanya, kemudi pria itu segera melepaskan celemek di badannya dan segera membawa semangkuk besar sup naik ke kamarnya.


"Mungkinkah tuan besar telah berselingkuh ?" bisik seorang pelayan setelah tuannya itu menghilang dari pandangan mereka.


"Entahlah, tapi beliau terlihat seperti sedang jatuh cinta lagi." timpal yang lainnya.


"Aku senang paling tidak beliau bisa tersenyum lagi, apa kalian lihat tadi wajah tuan sangat cerah hingga mrmbuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat." timpal yang lainnya lagi dengan senyum-senyum tak jelas, namun langsung di sela oleh sang kepala pelayan yang terkenal sangat tegas.


"Apa kalian sudah tak ada pekerjaan lagi? kalau begitu pergilah ke belakang." tegurnya kemudian yang langsung membuat ketiga pelayan tersebut berlalu meninggalkan dapur.


Setelah kepergian mereka, kepala pelayan tersebut nampak mendongakkan kepalanya menatap lantai atas. "Semoga semuanya akan baik-baik saja." gumamnya kemudian.

__ADS_1


Sementara itu Alex yang baru masuk ke dalam kamarnya nampak terkejut saat melihat ranjangnya telah kosong, kemudian pria itu segera meletakkan sup yang ia bawa tadi di atas nakas, lalu mencari wanita itu di dalam kamar mandinya namun di sana juga nampak kosong.


"Bedebah, kau milikku Elsa Muller dan kau takkan bisa kabur begitu saja."


__ADS_2