JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 112 "Jadi Rosa mau pulang kalau ada adik bayi?"


__ADS_3

"Kakak Rosa.... Kita pulang yuk.... Kakak Rosa kan belum mandi, seharian belum pulang. Ntar adik - adik bayi gak kuat cium bau kakak Rosa asem." Bujuk pengasuhnya.


"Gakkk....! dedek Bil....dedek Will....gak tu-tu-p idung na...."


Yurina dan dokter Rosalie, juga bibi Nur tertawa mendengar setiap jawaban si gadia kecil itu. Sementara sang pengasuh bingung harus berkata apalagi.


Dokter Rosalie berjongkok didekat Rosa berdiri. Ia memperhatikan Rosa yang masih mendandani bayi Billy dan bayi Willy dengan kuntum - kuntum bunga yang ia petik.


"Rosa sayang......" Panggil dokter Rosalie lembut.


"Iyaa mamah....." Sahutnya tanpa menoleh pada dokter Rosalie. Tangannya masih begitu sibuk melepas dan memasang kembali bunga - bunga yang berwarna - warni didaun telinga kedua bayi dihadapannya.


Kedua bayi gembul itupun hanya membiarkan gadis kecil dihadapan mereka berkreasi tanpa melepas apa yang telah dipasang didaun telinga mereka.


Hanya kaki tangan mereka saja yang terlihat bergerak - gerak kesana - kemari sambil tertawa - tawa kegirangan.


"Mamah mau bersiap - siap kerja lagi, jadi kita pulang dulu ya sayang?" Bujuk dokter Rosalie lembut.


"Loca... macih.... mauu... nini... mamah..." Sahutnya. Tangan mungilnya masih sibuk bongkar - pasang kuntum - kuntum bunga didaun telinga bayi Billy dan bayi Willy.


"Iya Rosa sayang, tapi ini sudah sangat sore, nanti kita kemalaman sampai dirumah. Adik bayi juga mau mandi tuh...." Ucap dokter Rosalie dengan sabar, berusaha membuat gadis kecil itu mengerti.


"Aaccikkkk...., ayooo dedek Bil.... dedek Wil...... kà..kak Loca mandiin...." Ucapnya girang sambil berusaha menggendong bayi Willy.


"Sayang, jangan sayang....adik Willy berat, nanti kakak Rosa dan adik Willy bisa sama - sama terjatuh." Dokter Rosalie dengan sigap menahan Rosalia yang berusaha menggendong bayi Willy.


"Locaa... maauu... mandiìn...dedek....mamah...." Sahutnya masih berusaha meraih bayi Willy.


Ponsel Rara tiba - tiba berdering. Dengan cepat ia meraih dan mengangkatnya.


"Hallo paman...."


"Kau dimana bersama adikmu?" Terdengar suara dari sambungan telepon.


"Dirumah keluarga Agatsa paman?"


"Hahhh.... bagaimana kalian bisa berada disana?" Suara dari sambungan telepon begitu terkejut.


"Ceritanya panjang paman. Sekarang adik Rosa tidak mau pulang."


"Baik, paman akan menjemput kalian."


Telepon terputus. Rara mengembalikan ponselnya kedalam tas selempangnya.


Dokter Rosalie masih terus membujuk, kali ini bahkan dibantu Yurina. Namun Rosa tetap tidak mau pulang.


Semua wanita dewasa itu sudah mengerahkan kemampuannya untuk membujuk gadis kecil itu, namun semua hasilnya nihil.

__ADS_1


Sebuah mobil berwarna hitam gelap memasuki area mansion itu dan berjalan melambat, dibelakangnya menyusul sebuah mobil juga dan langsung menuju garasi.


Pintu mobil berwarna hitam gelap terbuka. Seorang pria yang masih menggunakan seragam kepolisian turun dari mobil itu.


Langkahnya yang tegap mengalihkan pandangan semua pasang mata yang ada ditaman itu.


"Papaaahhhhh....!!!" Seru Rosalia menghambur kedalam pelukan sang pria.


"Rosa.... mainnya kok sampai kesini, jauh banget sayang...." Ucap sang pria sambil menggendong dan mencium pipi chubby putrinya.


"Locaa.... iyatin dedek Bil.... dedek Wil papah...." Jelasnya pada sang ayah.


"Selamat sore nyonya muda...." Sapanya sambil membungkuk hormat.


"Selamat sore juga tuan Hartawan." Balas Yurina sambil tersenyum.


"Anda ada disini juga dokter Rosalie?" Kata pria itu saat pandangannya tertuju pada dokter Rosalie.


"Iya tuan Hartawan, saya yang mengantarkan pengasuh Rara dan Rosalia kemari. Ia menangis minta dibawa kemari setelah bertemu bayi Billy dan bayi Willy tadi pagi dirumah sakit." Jelas dokter Rosalie sambil tersenyum.


"Sungguh? Rosa menangis mau ketemu adik - adik bayi?" Tanya tuan Hartawan pada Rosalia yang masih ada dalam gendongannya.


"Hmmmm...." Rosalia menjawab dengan anggukan.


"Terima kasih dokter Rosalie... Rosalia sudah merepotkan anda." Ucap tuan Hartawan sambil melemparkan senyuman pada dokter Rosalie.


"Sayang, sekarang kita pulang ya, sudah sore. Kau pasti belum mandi, baumu acem...." Ucap tuan Hartawan sambil mencium pipi chubby putrinya.


"Loca gakkk aauuu.... Locaa aauuu dedek....." Serunya sambil turun dari gendongan ayahnya dan berlari menuju kereta - kereta bayi.


Tuan Hartawan yang tidak menyangka putrinya mampu melakukan hal itu sempat terpana. Lalu buru - buru menyusul Rosalia.


"Rosa sayang.... Kita pulang ya, ini sudah mau malam sayang. Kasian adik - adik bayi, mereka mau bobo...." Bujuk tuan Hartawan lembut.


"Locaa auu.... bobo ma dedek Bil... dedek Wil... ditini....papah..." Sahutnya sambil memegang kereta - kereta bayi dengan kuat.


Tuan Hartawan terlihat pusing dengan tingkah Rosalia yang tidak seperti biasanya, membuat para wanita dewasa yang berada didekat mereka tertawa tertahan.


"Sayang.... papah lelah, papah mau bobo...." Ucap tuan Hartawan lagi berusaha membujuk putrinya.


"Papah.... bobo ditini.... ama Locaa... dan dedek Bil... dedek Wil...." Celotehnya lagi dengan girang.


Tak terasa kedua tangan tuan Hartawan memegang pelipisnya yang tiba - tiba terasa pusing akibat ulah putrinya.


Kontan saja, hal itu membuat para wanita dewasa yang memperhatikan tingkah ayah dan putrinya itu tertawa cekikikan, tanpa sanggup menahannya lagi.


"Apa yang kalian tertawakan..... " Tiba - tiba nyonya Agatsa sudah berdiri dibelakang para wanita dewasa itu hingga membuat mereka langsung menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Selamat sore nyonya besar...." Semua wanita dewasa termasuk tuan Hartawan berdiri dan membungkuk memberi Hormat.


"Hmmmmm...." Sahutnya dengan wajah datarnya.


"Apa yang kalian tertawakan.... Tuan Hartawan sedang sibuk membujuk putrinya, mengapa kalian malah tertawa.... bukannya membantu...." Ucapnya sarkas, membuat wajah para wanita dewasa itu memerah menahan malu pada tuan Hartawan.


Nyonya Agatsa mendekati Rosalia yang masih memegang kereta - kereta bayi dengan kuat.


"Sayang..... perkenalkan sama oma, siapa namamu?" Kata nyonya Agatsa sambil berjongkok, menyamakan dirinya dengan tinggi Rosalia.


"Localia omaa......" Sahutnya sambil menatap wajah nyonya Agatsa yang berjongkok sama tinggi dengannya.


"Localia..... namamu lucu....." Ucap nyonya Agatsa lagi sambil teraenyum pada gadis kecil itu.


"Ukan omaaa.... Localiaa......" Kata Rosalia membenarkan.


"Itu..... Localia kan nama yang kau sebut...." Ucap nyonya Agatsa mengerutkan keningnya mulai frustrasi.


Para wanita dewasa itu kembali ingin tertawa, namun sekuat tenaga mereka menahannya, karena nyonya Agatsa langsung menoleh kearah mereka.


Rosalia begitu sukses membuat semua orang hampir frustrasi disore itu.


"Ukaaan omaaaa..... Lo-ca-liaaaa....."Ucapnya mengajari dengan mulutnya yang terbuka lebar.


"Rosalia nyonya besar." Ucap tuan Hartawan, ia tidak tega melihat nyonya Agatsa mulai frustrasi akibat ulah putrinya yang masih cadel itu.


"Oh Rosalia....." Ucap nyonya Agatsa mengulangi nama yang disebutkan tuan Hartawan sembari tersenyum memandang wajah Rosalia yang nampak senang.


"Iyaaa omaa pintal...." Ucapnya girang sambil tertawa kecil, membuat pipinya makin terlihat chubby.


Nyonya Agatsa terkekeh mendengar celoteh gadis kecil itu.


"Rosa belum mau pulang kenapa sayang?" Tanya nyonya Agatsa dengan senyum hangatnya.


"Locaa.... aauu... dedek....oma...." Katanya polos masih dengan logat cadelnya.


"Jadi Rosa mau pulang kalau ada adik bayi?" Tanya nyonya Agatsa dengan mimik mengikuti mimik wajah Rosalia.


"Iyaaah omaaa......" Ucapnya manja membuat nyonya Agatsa sedikit gemes pada gadis kecil itu.


"Gampang..... Oma tahu caranya. Tapi Rosalia harus janji ikut papah pulang ya?" Ucapnya tersenyum penuh arti.


"Locaa.... nji omaa.... " Katanya sambil memajukan jari kelingkingnya pada nyonya Agatsa.


Nyonya Agatsa pun ikut memajukan jari kelingkingnya dan mengaitkannya pada jari kelingking Rosalia yang mungil.


Gadis kecil itu tertawa begitu bahagia, membuat semua yang hadir ditempat itu merasa lega.

__ADS_1


" Nah... caranya.... Minta sama papah dan mamahmu ya sayang, mereka pasti akan memberimu adik bayi." Ucap nyonya Agatsa enteng.


__ADS_2