
"Bibi..... bagaimana perjalanannya tadi.....? Tanya Yurina sambil menyusui bayi Billy, sedangkan bayi Wiily sudah terlelap kekenyangan.
"Sangat menyenangkan nyonya muda..... bayi Billy dan bayi Willy tidak mau tertidur, mata mereka sibuk melihat kekiri dan kekanan disepanjang perjalanan. Bila ada yang menarik perhatian keduanya, kepala mereka sampai ikut berpaling hingga apa yang mereka lihat itu menghilang dari pandangan mereka nyonya." Cerita bibi Nur sambil tertawa kecil.
"Apa mereka menangis atau rewel bi saat dimobil.....?" Tanya Yurina ikut tertawa kecil sambil memperhatikan wajah bayi Billy yang sebentar - sebentar terpejam dan sebentar - sebentar terbuka lagi matanya karena mulai mengantuk.
"Mereka tidak rewel, apa lagi menangis...... Cuma mereka buang air besar dan air kecil berkali - kali dimobil...... Karena sebelum melakukan perjalanan, bibi Salu memberi mereka makan yang banyak. Bibi Salu khawatir kalau bayi Billy dan bayi Willy kelaparan dijalan nyonya..... Setiap kali mereka buang air besar, kami selalu mencari tempat yang baik untuk singgah, karena kalau kita membersihkan didalam mobil yang tertutup, khawatir aromanya akan membuat semua penghuni mobil mabok nyonya......" Ucap bibi Nur masih tertawa mengingat perjalanannya dengan para bayi majikannya itu.
Yurina ikut tertawa, ia dapat membayangkan bagaimana suasana didalam mobil yang diceritakan bibi Nur saat para bayinya itu bolak - balik buang air besar sepanjang perjalanan menuju villa.
"Terima kasih banyak bibi Nur.... dan juga bibi Salu.... sudah menemani bayi Billy dan juga bayi Willy dalam perjalanan kemari, ini perjalanan liburan yang pertama dan cukup jauh buat mereka berdua. Lihat saja bayi Willy sudah tertidur begitu pulas, juga bayi Billy sepertinya sebentar lagi akan menyusul bila dilihat matanya yang sebentar - sebentar terpejam seperti ini....." Ucap Yurina pada dua pengasuh bayi kembarnya itu.
"Iya nyonya muda, sama - sama..... Kami juga berterima kasih, karena menjadi pengasuh bayi Willy dan bayi Billy, maka kami berdua bisa turut menikmati liburan bersama keluarga Agatsa....." Ucap bibi Nur mewakili bibi Salu yang hanya ikut tersenyum.
Tok..... tok.... tok.....
Yurina, bibi Nur, dan bibi Salu serentak menoleh ke pintu yang sedang diketuk dari luar. Bibi Salu segera berdiri dan melangkah menuju pintu untuk membukanya.
"Selamat malam tuan....." Sapa bibi Salu dengan membungkuk hormat saat dilihatnya Moranno yang sedang mengetuk pintu.
"Selamat siang juga bibi Salu.....Bolehkah saya masuk?" Tanya Moranno sambil tersenyum pada pengasuh putranya itu.
"Tentu saja tuan....silahkan masuk..... " Sahut bibi Salu sambil menggeser tubuhnya kesamping pintu untuk memberi jalan.
__ADS_1
"Terima kasih bi....." Ucap Moranno lalu memasuki kamar bayi dan menghampiri Yurina yang masih menyusui bayi Billy.
"Baiklah kalau begitu bibi, kalian makan malamlah dulu dan beristirahatlah sejenak, nanti bila sudah akan tidur, saya akan memanggil bibi Nur dan juga bibi Salu.
"Baik nyonya muda.... tuan Moranno.... kami berdua pamit dulu." Bibi Nur dan bibi Salu beranjak dari tempatnya dan tidak lupa membungkuk hormat dan meninggalkan kamar bayi kembar itu, dan menutupnya kembali dengan rapat.
Moranno menatap bayi Billy yang tengah asik menyusui dengan matanya yang terlihat sudah sangat mengantuk, namun bibir mungilnya masih menyesap pucuk dada ibunya, sementara tangan satunya lagi sedang memainkan satu pucuk dada lainnya milik ibunya.
Dengan sangat hati - hati Moranno melepaskan tangan gembul bayi Billy dari pucuk dada ibunya yang sedang ia mainkan.
Saat dirasanya pegangannya terlepas, bayi Billy membuka matanya, lalu segera memegang kembali pucuk dada ibunya dan memainkannya lagi sambil memejamkan matanya lagi.
Moranno dan Yurina yang melihat tingkah bayi Billy itu berusaha menahan senyum mereka, khawatir bayi itu akan merasa terganggu.
Beberapa saat kemudian, Moranno kembali mengulangi perbuatan usilnya pada bayi Billy. Bayi Billy yang merasakan tangannya terlepas lagi segera membuka matanya dan melihat kewajah ayahnya yang pura - pura tidak berbuat apa - apa. Bayi itu lalu memegang kembali pucuk dada ibunya dan memainkannya lagi sambil memejamkan matanya.
"Sudahlah suamiku, jangan mengganggunya lagi, lihat mata dan wajahnya yang lelah itu, sebentar lagi ia akan tertidur." Ujar Yurina memperingatkan Moranno. Namun Moranno seakan belum merasa puas melihat tingkah lucu bayinya itu. Ia kembali mengulangi perbuatan usilnya pada bayi gembul itu, namun sang bayi tetap terlihat sabar, ia membuka matanya, melihat wajah ayahnya yang pura - pura tidak melihat kearahnya, lalu tangannya mendarat dipucuk dada ibunya kembali dan memejamkan matanya lagi.
Demikianlah Moranno melakukan kegiatan barunya itu berulang - ulang pada bayi Billy, namun bayi itu tetap sabar, hingga akhirnya, bayi Billy yang sudah merasa terganggu, melepaskan pucuk dada ibunya dari mulutnya lalu merangkak keluar dari pangkuan ibunya menuju ayahnya yang masih mempertahankan gaya pura - pura tidak tahunya. Moranno yang melihat putranya itu yang merangkak dengan susah payah karena berat badannya, ia lalu meraih tubuh bayi Willy masuk kepangkuannya, namun tanpa diduga bayi itu menggigit tangan ayahnya dengan sekuat tenaga menggunakan empat gigi serinya yang baru saja tumbuh.
"Aaaww....aawww...... Billy..... apa yang kau lakukan......" Teriak Moranno terkejut sambil menahan kepala bayi Billy dengan satu tangannya.
"Billy..... Billy...... maafkan daddy sayang......."Ucap Moranno menahan sakit ditangannya, namun bayi Billy tetap tidak mau melepaskan gigitannya.
__ADS_1
"Billy sayang..... anak mommy yang pintar lepaskan tangan daddy mu ya sayang....." Bujuk Yurina yang tidak tega melihat Moranno kesakitan karena gigitan Billy, ia mengelus kepala Billy sambil berusaha membantu melepaskan tangan Moranno dari mulut bayi sulungnya itu.
Bayi Billy akhirnya melepaskan gigitannya, noda darah tangan Moranno menempel pada bibir mungilnya. Yurina meraih tubuh bayi Billy dari pangkuan Moranno lalu mengusap noda darah yang menempel dibibir bayinya menggunakan selimut.
"Suamiku...... Maafkan bayi Billy, dia masih bayi jadi tidak tahu apa yang dia lakukan menyakitimu." Ucap Yurina sambil membujuk bayi Billy untuk menyusui lagi.
"Memang aku yang salah sayang, aku sudah mengganggunya terus berulang kali. Dan kau juga sudah memperingatkanku sebelumnya. Aku hanya ingin melihat responnya, ternyata respon Billy sungguh tidak terduga, aku tidak menyangka ia sampai menggigitku seperti itu. Diganggu beberapa kali ia sabar, tapi tindakan pembalasan yang ia lakukan padaku membuat aku jera mengganggunya seperti itu lagi. Aku bangga padanya, melihat cara ia membela dirinya, masih bayi saja bisa seperti itu, bagaimana bila sudah dewasa. Dia memang putraku, penerus keluarga Agatsa." Ucap Moranno sambil menyunggingkan senyum dibibirnya dan masih menahan nyeri ditangannya.
"Tangan mu bagaimana suamiku.....? Aku akan obati luka gigitanmu....." Kata Yurina sambil memegang lengan Moranno, melihat bekas gigitan bayi Billy, wajahnya terlihat khawatir.
"Susui saja bayi Billy, nanti baru kau kekamar. Aku bisa mengurus diriku untuk sementara waktu." Kata Moranno.
Yurina memandang Moranno yang pergi menjauh menuju pintu kamar dan membukanya, lalu keluar dan menutup kembali pintu kamar bayi dengan rapat.
Pandangan Yurina beralih pada bayi Billy yang sedang menyusui, tangannya yang satu masih memainkan pucuk dada ibunya yang lain. Matanya terlihat sangat mengantuk. Insiden yang baru saja ia lakukan pada ayahnya seolah - olah tidak mempengaruhi dirinya untuk tetap menyusui lagi.
****
♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agatsa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....
Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.
Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.
__ADS_1
Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡