JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 40 "Aku menginginkanmu"


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan.... hentikan, aku kegelian disitu" Kata Yurina sambil tertawa-tawa kegelian. Moranno tak menggubrisnya, ia senggaja bermain-main pada daun telinga Yurina hingga Yurina meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Hati Moranno senang melihat Yurina bisa tertawa lepas akibat ulahnya.


"Tolong, hentikan, aku tak sanggup menahannya.",Kata Yurina lagi sambil tertawa. Moranno akhirnya melepaskannya lalu menatap wajah isterinya itu dengan dalam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Yurina yang perlahan menghentikan tawanya saat menyadari tatapan Moranno berbeda padanya.


"Aku menginginkanmu." Wajah Moranno semakin mendekat hingga keduanya bisa merasakan sapuan napasnya masing-masing.


"Aku.... Aku takut...." Wajah Yurina menegang, saat mata keduanya saling beradu. Tubuh Yurina serasa panas dingin, detak jantungnya terasa berpacu dengan cepat.


"Aku mungkin tidak bisa menghapus ingatan masa lalu kita yang menyebabkan rasa takutmu itu. Tapi aku akan berusaha membuatmu sembuh dari rasa takutmu" Jantung Moranno tak kalah berdetak dengan cepat.


Yurina memejamkan matanya saat Moranno mulai menyentuh bibirnya. Yurina dapat merasakan betapa dinginnya bibir Moranno sama seperti bibirnya yang begitu dingin seakan membeku. Yurina berusaha menghilangkan rasa takutnya. Ia dapat merasakan betapa lembutnya sentuhan Moranno.


Bibir Moranno dan Yurina hanya menempel begitu saja sekian lama tanpa ada satupun diantara keduanya beraksi satu sama lain. Moranno akhirnya melepaskan ciumannya, karena isterinya itu tidak meresponnya, ia mengangkat wajahnya hendak kembali pada posisi tidurnya.


"Jangan lepaskan...." Kata Yurina dengan matanya yang masih terpejam dan suaranya terdengar mendesis pelan hampir tak terdengar.


Moranno menatap sejenak wajah Yurina yang memejamkan matanya.


"Jangan lepaskan...." Suara Yurina kembali terdengar mendesis. Jantung Moranno kembali mamacu dengan cepat saat suara Yurina kembali terdengar ditelinganya.


Moranno kembali menempelkan bibirnya dengàn lembut dibibir Yurina. Tangan Yurina langsung melingkar sempurna dileher Moranno dan sedikit menekan tengkuk Moranno. Moranno seketika terkesiap mendapatkan reaksi Yurina yang tak terduga, sehingga membuat Moranno terpana.

__ADS_1


Dengan mata yang masih terpejam, Yurina yang merasakan Moranno hanya terdiam berusaha memberanikan diri untuk menyesap bibir bawah Moranno begitu lama. Bibir dingin Moranno perlahan menghangat. Dari bibir bawah Moranno, Yurina beralih ke bibir atas Moranno, ia pun menyesapnya kembali begitu lama.


Moranno pun turut memejamkan matanya menikmati sentuhan demi sentuhan yang dilancarkan Yurina. Detak jantung Moranno semakin tak beraturan, darahnya terasa mulai terpompa begitu cepat, Moranno mulai memberikan responnya. Perlahan Moranno membalas ciuman Yurina.


Keduanya mulai saling membalas, saling menikmati aktifitas yang mereka ciptakan bersama sekian lamanya, hingga akhirnya keduanya sama-sama melepaskan ciuman panas mereka karena sama-sama terengah-engah kehabisan oksigen.


"Aku menginginkanmu...." Kata Moranno dengan suara yang mulai terdengar parau. Tatapan mata keduanya yang kembali saling beradu seakan berbicara untuk melakukan hal yang lebih lagi dari itu.


Mata Yurina kembali terpejam saat Moranno menyentuh leher jenjangnya. Detak jantungnya semakin memacu tak beraturan, sentuhan-sentuhan Moranno membuat darah kewanitaannya serasa mendidih. Yurina dengan sekuat tenaga menahan suaranya agar tak keluar. Namun sentuhan-sentuhan Morano begitu membuatnya gila.


"Oooouùuuhhh...."Yurina tak sanggup menahan apa yang ia rasakan, suara itu lolos begitu saja dari bibir seksi Yurina. Moranno yang mendengarnya semakin semangat melancarkan aksinya.


Detik kemudian keduanya sama-sama melepaskan ciuman panas mereka untuk mengambil oksigen yang sudah menipis.


*******-******* halus yang keluar dari bibir Yurina yang semakin sering terdengar ditelinga Moranno membuat sentuhan - sentuhan laki-laki itu pun semakin liar.


Tangan Moranno mulai menelusup kedalam pakaian longgar milik isterinya itu, Yurina yang masih tersadar langsung memegang tangan suaminya supaya tak bergerak menyentuh asetnya.


"Aku menginginkanmu....." Terdengar suara Moranno semakin parau. Kedua pasang mata mereka kembali beradu dengan tatapan mata yang sama- sama berkabut menahan gejolak hasratnya masing-masing.


Akhirnya Yurina membiarkan tangan Moranno bergerilya dengan leluasa. *******-******* halusnya kembali terdengar begitu seksi saat sentuhan -sentuhan Moranno mulai menyentuh aset-aset berharganya. Walau keduanya pernah terjebak dalam insiden malam ulang tahun perusahaan, namun pengalaman yang mereka alami ini terasa berbeda.


Tubuh Yurina beberapa kali terlihat bergetar merasakan kenikmatan yang diciptakan Moranno. Yurina mulai seperti orang yang meracau Suara-suara aneh yang keluar dari mulut Yurina semakin sering terdengar, membuat Moranno yang mendengarnya pun berada pada level puncaknya.

__ADS_1


"Aku menginginkanmu....."Suara Moranno yang parau dan bergetar sudah tidak terdengar jelas lagi. Yurina tak bisa menjawab sepatah katapun, ia hanya bisa mengeluarkan suaara-suara anehnya yang semakin menggoda.


Dengan sigap Moranno akhirnya melakukan penyatuan mereka untuk pertama kalinya setelah sekian bulan mereka menikah. Penyatuan yang didasarkan atas persetujuan bersama, dan penyatuan itu membuat hati keduanya semakin erat menyatu dalam ikatan rasa saling memiliki satu sama lain.


Setelah sekian lamanya, Miranno dan Yurina akhirnya sama-sama terhempas tak berdaya, keduanya mengatur napas masing-masing dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya memenuhi paru-paru mereka masing- masing. Keduanya berbaring bersisian ditempat tidur sambil berpegangan tangan. Setelah mereka bisa mengatur pernapasannya masing-masing, keduanya saling berpandangan dengan melemparkan senyum bahagia di bibir mereka masing-masing.


"Terima kasih telah menerima cintaku." Kata Moranno sambil menatap wajah Yurina yang berbaring disebelahnya.


"Terima kasih juga untuk cintamu yang begitu besar, yang telah kau berikan padaku." Jawab Yurina membalas tatapan suaminya yang berbaring disebelahnya dengan senyuman yang mengembang.


Dengan tubuh yang masih terasa lelah keduanya saling berpelukan. Moranno memeluk Yurina begitu erat, demikian pula sebaliknya dengan Yurina. Keduanya seakan enggan melewatkan detik-detik kebahagian mereka saat itu.


"Maafkan aku telah membuatmu lelah selarut ini." Kata Moranno pada Yurina yang ada dalam pelukannya sambil mencium pucuk rambut isterinya itu.


"Maafkan aku juga telah membuat ayah anak-anakku lelah setelah seharian bekerja, dan lembur hingga subuh begini." Kata Yurina membalas ucapan suaminya.


"Lemburnya nikmat." Kata Moranno sambil tersenyum nakal.


Yurina lalu mencubit lengan suaminya dengan gemas, wajahnya memerah menahan rasa malu yang tiba-tiba datang menyerangnya saat mengingat apa yang telah mereka lakukan bersama.


"Aduh, duh... Apakah kau ingin kita menambah lagi lembur nikmatnya ini, hmmm?" Goda Moranno.


"Lain kali saja, aku sangat lelah. Tolong bantu aku membersihkan diri dikamar mandi." Kata Yurina tak mau membahas lebih lanjut ucapan Moranno.

__ADS_1


"Baiklah Isteriku tercinta...." Kata Moranno sambil melepaskan pelukannya dan membantu Yurina bangkit dari pembaringan. Keduanya menuju kamar mandi dan membersihkan diri bersama.


__ADS_2