JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 97 "Bolehkah saya melihat bayi kembar anda nyonya."


__ADS_3

"Apakah bibi sudah makan malam?" Tanya Yurina, mengingat sedari tadi bibi Nur sibuk dengan kedua bayi kembarnya.


"Belum nyonya...." Sahut bibi Nur jujur.


"Bibi makan malam saja dulu, lalu beristirahat. Biarkan aku yang menjaga dan menemani bayi Billy dan bayi Willy."


"Iya nyonya. Saya permisi dulu." Pamit bibi Nur.


Yurina merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya. Ranjang pasien itu terasa empuk dan sangat nyaman karena khusus untuk keluarga Agatsa.


Keluarga Agatsa memang merupakan pasien VVIP dirumah sakit Agatsa Hospital, karena merupakan pemilik dari rumah sakit itu. Diarea rumah sakit Agatsa Hospital, keluarga Agatsa memiliki bangunan khusus dan dilengkapi taman mini.


Tidak seorangpun dapat masuk secara bebas. Dokter, para perawat hanya bisa masuk sesuai jadwal pemeriksaan kesehatan atau ada bel panggilan darurat. Sahabat, kolega bisa masuk bila mengantongi ijin dari pemilik atau kepala rumah sakit.


Tubuh Yurina yang lelah tidak membuatnya sègera tertidur.


Pikirannya masih memikirkan kondisi suaminya itu. Beberapa kali Yurina mengambil napas panjang dan menghempaskannya.


Seakan - akan dengan melakukan hal itu beban pikirannya ikut terhempaskan.


Pintu kamarnya terbuka perlahan, bibi Nur masuk dengan tergopoh - gopoh menghampiri Yurina.


"Nyonya.... Pengawal jaga mengatakan ada tuan Harry diluar, apakah beliau boleh bertemu?"


Yurina memandang kearah jam dinding yang menunjukkan jam 20.00.


Dengan hati - hati ia turun dari tempat tidurnya, melangkah keluar kamar diikuti bibi Nur.


"Selamat malam nyonya....Tuan Harry ada diluar ingin menengok tuan Moranno." Kata pengawal jaga sambil membungkuk hormat.


"Persilahkan masuk...."


"Baik nyonya..." Pengawal jaga khusus itu keluar dengan tidak lupa memberi hormat kembali.


Tak lama, seorang pria yang tak asing muncul didepan pintu dengan mengulas senyum diwajahnya.


"Selamat malam nyonya...."Sapa tuan Harry pada Yurina yang sedang duduk disofa ruang tamu.

__ADS_1


"Selamat malam juga tuan Harry.... Silahkan duduk." Yurina mempersilahlan duduk.


"Terima kasih....." Tuan Harry mendudukkan dirinya berseberangan dengan Yurina.


"Saya kemari ingin menjenguk tuan Moranno." Kata tuan Harry memandang wajah sembab Yurina. Wanita didepannya itu pasti habis menangis pikirnya.


"Silahkan saja tuan Harry, nanti bibi Nur yang akan menemani tuan keruang rawat suami saya." Ucap Yurina sambil melihat kearah bibi Nur yang menundukkan kepalanya.


"Kebetulan saya sudah disini, bolehkah saya melihat bayi kembar anda nyonya?" Kata tuan Harry masih memandang lekat wajah Yurina.


Yurina melihat kearah bibi Nur kembali saat mendengar permintaan tuan Harry padanya. Namun bibi Nur masih menundukkan kepalanya.


"Bila anda ragu, tidak mengapa nyonya, saya mengerti." Kata tuan Harry masih tetap tersenyum.


"Baiklah, anda boleh melihatnya tuan." Kata Yurina akhirnya.


"Mari, ikutlah saya tuan Harry. Bibi Nur ikutlah masuk." Panggil Yurina pada pelayannya itu. Ia tak ingin hanya berdua saja didalam kamar berama tuan Harry.


Tuan Harry langsung mencium aroma khas wangi bayi saat memasuki kamar Yurina dan bayi kembarnya.


Ia melangkah mengikuti Yurina dari belakang menuju ranjang kedua bayi kembar itu.


"Bayi anda sangat tampan nyonya..." Puji tuan Harry merasa gemas.


"Terima kasih tuan Harry.... Mereka tampan seperti daddynya." Ucap Yurina sedikit menyunggingkan senyum diujung bibirnya.


Hati tuan Harry tiba - tiba menghangat melihat senyuman yang baru terbit diwajah Yurina. Sejak ia masuk, isteri Moranno itu baru tersenyum saat menyebut nama suaminya.


"Mereka terlihat sangat sehat dan menggemaskan." Kata tuan Harry lagi dengan menatap penuh kekaguman pada kedua bayi kembar itu.


"Anda sepertinya menyukai anak - anak tuan Harry." Ujar Yurina ikut memandang kedua bayi kembarnya.


"Iya, saya sangat menyukai anak - anak nyonya." Sahut tuan Harry tidak melepaskan pandangannya dari bayi kembar yang masih tertidur pulas tanpa terganggu dengan kehadiran orang - orang yang memperhatikan mereka.


"Saya berharap, bila nanti saya memiliki anak, saya bisa memiliki anak - anak yang manis dan menggemaskan seperti bayi kembar anda ini nyonya."


"Apakah tuan Harry belum dikarunia anak?" Tanya Yurina sambil mengalihkan pandangannya kearah tuan Harry..

__ADS_1


"Iya.... Bagaimana bisa mau punya anak, isteri saja saya belum punya." Ujarnya masih mengarahkan pandangan pada para bayi.


Yurina tidak melanjutkan obrolan mereka karena ia merasa sedikit canggung setelah mendengar perkataan tuan Harry.


Tuan Harry yang peka akan sikap Yurina yang merasa kurang nyaman akan keberadaannya segera ingin berpamitan.


"Saya rasa, saya akan menengok tuan Moranno lagi nyonya." Katanya melihat kearah Yurina.


"Iya tuan Harry, nanti bibi Nur yang akan menemani anda kesana."


"Bolehkah saya bertemu dengan bayi - bayi anda lagi setelah ini nyonya?" Tanyanya lagi.


"Tentu saja boleh tuan Harry." Sahut Yurina.


"Terima kasih nyonya, saya permisi dulu. maaf telah mengganggu istirahat anda nyonya."


"Iya tuan...." Yurina kembali menyunggingkan sedikit senyumnya disudut bibirnya sehingga hampir tak terlihat.


Setelah bibi Nur dan tuan Harry keluar dari kamarnya, Yurina naik ketempat tidurnya dan berusaha untuk segera tidur.


***


"Nyonya... hari ini anda sudah boleh pulang kerumah bersama bayi kembar anda." Kata dokter Rosalie saat berkunjung sambil memeriksa keadaan Yurina dan bayi - bayinya.


"Dok, ijinkanlah saya disini bersama bayi - bayi saya. Saya masih ingin ada didekat suami saya, karena hingga kini ia belum sadarkan diri dari komanya." Pinta Yurina.


"Nyonya, sebenarnya anda boleh disini sesuka hati anda. Tetapi sebagai dokter saya menyarankan anda untuk pulang. Walau disini khusus untuk keluarga Agatsa, dan tidak bebas orang luar boleh masuk. Tapi disini adalah rumah sakit. Tempat berkumpulnya orang - orang sakit. Dan itu sangat tidak baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi - bayi anda nyonya."


"Apa lagi sekarang sudah tujuh hari setelah anda melahirkan nyonya. Bayi - bayi ini akan lebih sehat dirumah, mereka bisa berjemur dipagi hari dengan bebas. Dan udara dirumah nyonya tentu lebih segar dan sehat dibandingan ditempat ini."


"Saya mohon, pikirkanlah tentang bayi - bayi anda nyonya. Mengenai tuan Moranno, percayakan para dokter dan suster yang telah ditugaskan khusus merawat tuan disini. Bila anda sudah sangat pulih dan sehat, anda boleh kemari nyonya." Jelas dokter Rosalie berusaha memberi pengertian.


"Baiklah kalau itu yang terbaik menurut dokter. Kami akan pulang kerumah hari ini." Yurina berusaha mematuhi ucapan dokter Rosalie demi dua bayi kembarnya.


"Terima kasih nyonya, karena telah mau mendengarkan saya. Tetaplah makan makanan yang bergizi, supaya ASI anda lancar untuk para jagoan tampan ini."Kata dokter Rosalie dengan senyum hangatnya sambil mengalihkan pandangannya pada para bayi yang sedang terbangun.


"Halllo bayi Billy dan bayi Willy, kalian pasti sangat senang pulang kerumah hari ini bukan?? Berjanjilah padaku, kalau kalian harus tumbuh sehat. Dirumah kalian nanti, suasananya pasti sangat menyenangkan dibandingkan disini." Ucap dokter Rosalie pada kedua bayi itu.

__ADS_1


Kedua bayi kembar itu hanya bisa mengerjap - ngerjapkan mata kedua mata mereka saat dokter Rosalie berkata pada keduanya.


Tubuh mereka terlihat lebih berisi dibandingkan tujuh hari yang lalu saat mereka di'lahirkan.


__ADS_2