
"Selain bangunan gudang ini, yang mana lagi bunda?" Tanya Harry setelah mengambil beberapa gambar menggunakan ponselnya.
"Bangunan ini tuan hari. Bangunam ini digunakan untuk anak-anak berkumpul bila ada tamu yang ingin bertemu dengan mereka." Kata bunda Marissa menunjuk satu bangunan yang ada disebelah bangunan gudang.
Harry lalu mengambil beberapa gambar lagi pada bagian-bagian bangunan yang telah ditunjuk bunda Marissa yang perlu direnovasi.
Suara anak-anak panti terdengar begitu riang didalam bangunan itu. Nyonya muda yang sedang hamil besar itu sedang bercengkrama dengan anak-anak. Sesekali terdengar tawa anak-anak, dan sesekali terdengar mereka bertanya atau menjawab. Harry yang berada dibelakang jendela kaca melihat kedalam ruangan, memeperhatikan apa yang sedang terjadi didalam. Ia juga menyempatkan diri memotret apa yang tengah dilihatnya dan juga mengambil video singkat.
"Apa yang anda lakukan tuan?" tanya bunda Marissa yang sudah berdiri dibelakang Harry.
"Ah bunda mengejutkan saya. Anak-anak terlihat sangat dekat dengan nyonya muda Agatsa." Kata Harry masih memperhatikan kegiatan yang masih berlangsung didalam ruangan.
"Oh itu... Sebelum menjadi nyonya muda Agatsa, Yurina dahulu berasal dari panti ini juga.
"Berarti benar kabar simpang siur dari pemberitaan di televisi dan surat kabar itu mengenai nyonya muda Agatsa bahwa dia adalah seorang yatim piatu." Kata Harry mengingat pemberitaan yang begitu viral beberapa bulan lalu.
"Iya, kalau itu benar. Tapi beberapa kabar miring tentang insident malam ulang tahun perusahaan hingga menyebabkan pernikahan mereka, itu belum ada kejelasan. Sebenarnya saya sangat kasihan pada nak Yurina, pemberitaan-pemberitaan yang menyerangnya itu pasti sangat menyakitinya." Kata bunda Marissa mengambil napas dengan dalam-dalam dan mengeluarkannya lagi,.lalu wanita itu melanjutkan lagi perkataannya.
"Yurina telah saya anggap seperti anak saya sendiri, ia dibesarkan oleh saya dan beberapa bunda panti ini, kami sangat mengenal sikap dan tabiatnya, dia sangat rajin, disiplin, dan seorang pekerja keras. Apapun pekerjaannya, ia lakoni dengan sepenuh hati tanpa beban dan rasa malu, bahkan ia rajin menyisihkan penghasilannya yang tidak seberapa itu sebagai penjualan kue keliling untuk membantu kebutuhan dapur panti ini." Ungkap bunda Marissa sambil mengenang saat Yurina masih tinggal bersama dj panti yang masih diasuhnya hingga kini.
"Itu sebabnya saat pemberitaan miring tentang Yurina, kami semua penghuni panti ini tidak mempercayainya
Kami pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Hanya doa yang kami bisa panjatkan, semoga suatu saat nanti semuanya dapat terungkap, dan nama Yurina di bersihkan." Kata bunda Marissa sambil turut memperhatikan kegiatan anak-anak pant didalam ruangani bersama Yurina lewat kaca jendela.
"Selamat siang bunda Marissa dan tuan...." Sapa bunda Risma yang datang menghampiri bunda Marissa dan Harry.
"Selamat siang, saya Harry." Jawab Harry membalas sapaan bunda Risma sambil mengulurkan tangannya.
"Saya bunda Risma tuan. Senang bertemu dengan anda." Kata bunda Risma menerima uluran tangan Harry.
__ADS_1
"Ada apa bunda Risma." Tanya bunda Marissa saat bunda Risma selesai berkenalan dengan Harry.
"Bunda Marissa dan juga tuan Harry, bila sudah selesai nanti nyonya muda Agatsa minta kita bergabung untuk makan siang bersama." Kata bunda Risma menyampaikan maksudnya.
"Baiklah, nanti kami akan menyusul bunda Risam." Kata bunda Marisa.
"Kalau begitu, saya permisi dulu bunda Marissa dan tuan Harry." Bunda Risma lalu meninggalkan mereka.
"Bagaimana tuan Harry, apa pengambilan gambarnya sudah selesai?" Tanya bunda Marissa pada Harry.
"Sudah bunda."
"Baiklah, mari kita begabung bersama anak-anak didalam tuan Harry."
"Mari bunda." Harry dan bunda Marissa lalu melangkah menuju ruangan dimana anak-anak sudah berkumpul bersama Yurina dan beberapa bunda panti lainnya.
"Selamat siang anak-anak bunda." Kata bunda Marissa menyapa semua anak-anak yang tengah duduk.
"Bunda sangat senang sekali melihat kalian semua tampak semangat dan bahagia hari ini. Perkenalkan ini tuan Harry."
"Salam kenal tuan Harry....! Kata anak-anak itu serentak sambil mengatupkan kedua belah telapak tangan mereka didepan dada. Harry pun membalas sapaan mereka dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada disertai dengan senyum ramahnya.
"Tuan Harry adalah cucu dari nyonya Naomi salah satu donatur dari panti kita. Kedepannya, tuan Harry akan lebih sering berkunjung kemari, karena tuan Harry dan neneknya nyonya Naomi bermurah hati untuk membantu merenovasi panti kita." Kata bunda Marissa lagi.
Seluruh anak-anak, para bunda, juga Yurina menyambut dengan senang hati dan sangat bahagia dengan apa yang disampaikan bunda Marissa, mereka serentak bertepuk tangan dengan riuh. Kembali Harry menanggapi respon mereka degan senyum ramahnya.
Setelah beberapa hal disampaikan, mereka lalu menikmati makan siang dengan gembira. Bunda Marissa melanjutkan bincang-bincangnya dengan Harry dan Yurina yang menjadi tamu panti dihari itu.
"Bagaimana kandunganmu nak Yurina?"
__ADS_1
"Baik dan sehat bunda."
"Syukurlah. Sudah usia berapa nak?"
"Enam bulan bun."
"Kok terlihat besar sekali perutmu nak, apa kau tidak salah menghitungnya? Bila dilihat ini sudah delapan atau mau sembilan bulan nak." Kata bunda Marissa sedikit berkomentar.
"Tidak bun, memang usianya begitu. Saya juga rajin cek kandungan ke dokter, dan perhitungannya juga sama." Kata Yurina sambil mengelus perutnya.
"Apa mungkin bayi kembar yang kau kandung?" Kata bunda Marissa menduga.
"Oh, ini mungkin karena saya banyak makannya bun., karena semenjak mengandung selera makan saya begitu baik." Kata Yurina menyembunyikan tentang kehamilannya. Sebenarnya ia sangat ingin menceritakan tentang kehamilannya pada bunda Marissa yang telah dianggapnya sebagai ibu, namun karena ada kehadiran Harry didekat mereka Yurina urung menyampaikan tentang kehamilan anak kembarnya. Karena baginya Harry adalah pria asing.
"Begitu rupanya. Bunda doakan semoga kandunganmu selalu sehat sampai pada hari melahirkan nanti semuanya bisa berjalan lancar. Tak terasa bunda akan menjadi seorang nenek." Kata bunda Marissa dengan wajah senangnya.
"Terima kasih ya bunda untuk doanya. Sepertinya saya akan segera pamit, karena hari sudah terlalu siang" Kata Yurina seraya berdiri dari duduknya.
"Baiklah terima kasih ya nak Yurina atas kunjunganmu dan juga hadiah-hadiah yang kau bawa buat anak-anak." Ucap bunda Marissa sambil ikut berdiri.
"Iya bunda sama-sama. Mereka sudah ku anggap seperti adikku sendiri." Kata Yurina sambil tersenyum.
"Tuan Harry, saya pamit. Saya juga turut berterima kasih atas bantuan anda untuk merenovasi bangunan yang sudah tua di panti ini. Tentu saja itu sangat berarti bagi para bunda dan anak-anak yang tinggal dipanti ini. Iya kan bunda?" Kata Yurina pada Harry yang baru ia jumpai dihari itu.
"Benar tuan Harry." Kata bunda Marissa menyetujui apa yang dikatakan Yurina.
"Sama-sama bunda Marissa dan nyonya muda Agatsa. Saya juga turut senang bisa membantu, dan mewujudkan niat nenek saya, karena ini merupakan harapannya dari beberapa tahun silam. Saya juga mohon pamit bunda Marissa, karena masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan."
"Baiklah kalau begitu. Nak Yurina, tuan Harry hati-hati dijalan."
__ADS_1
Yurina meraih tangan bunda Marissa lalu menciumnya.
***