JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 190 "Itu hukuman untuk mulut tamu yang nakal sayang."


__ADS_3

Suasana pesta pernikahan malam itu nampak begitu semarak. Dokter Rosalie yang bersanding dengan tuan Hartawan dipelaminan nampak begitu cantik mempesona berbalut gaun pesta kebesarannya berwarna putih salju.


Kedua pasang mempelai itu tidak henti - hentinya menebarkan senyum ramahnya pada semua tamu undangan yang datang untuk memberi ucapan selamat.


Tidak ketinggalan, gadis kecil dan imut, dengan pipi chubbynya, yang mengundang banyak perhatian para tamu undangan, karena ikut didandani layaknya mempelai perempuan. Dia Rosalia, putri semata wayang dari tuan Hartawan dan almarhumah isterinya, walau masih batita, hayalannya menjadi seorang putri yang dicintai rakyat negeri dongengnya membuat dirinya berpenampilan seperti malam ini, menggemaskan semua tamu undangan.


" Mommy kembal...... Jangan lewatin Loca....." Tegur Rosalia sambil merentangkan kedua tangannya untuk menahan langkah Yurina dihadapannya, saat melihat Yurina akan melewati dirinya yang berdiri didepan kedua mempelai.


Yurina yang pura - pura tidak melihat dan sengaja melewati gadis kecil itu akhirnya tidak mampu menahan tawanya saat melihat mata Rosalia yang mendelik menatap kearahnya.


Yurina lalu berjongkok dihadapan Rosalia, dan menangkupkan kedua belah tangannya didepan dada.


"Ampuni hamba tuan putri.... tidak melihat keberadaan tuan putri yang jauh dibawah sini....." Ucap Yurina meniru gaya rakyat negeri dongeng yang sering diceritakan Rosalia setiap kali bertemu dengannya.


"Baiklah, kali ini Loca maafkan....Kalena ada adik kembal yang liatin Loca telus dali tadi. Lain kali mommy kembal akan Loca hukum kalau macih lakuin kecalahan lagi." Ucap Rosalia dengan suara cadelnya yang menggelikan.


Semua yang ada didekat mereka ikut tertawa melihat keluguan dan kepolosan Rosalia. Rosalia yang sangat ceria dihari itu, segera menggamit tangan Billy dan Willy yang sedang menatapnya aneh.


Kedua pria kecil yang menggunakan tuksedo berwarna putih selaras dengan gaun putri yang dikenakan Rosalia, tidak bamyak bicara. Mereka mengikuti saja saat tangan kecil Rosalia menarik tangan mereka duduk di kursi pelaminan kedua orang tuannya.


"Selamat ya dokter atas pernikahan anda dan tuan Hartawan, semoga selalu berbahagia." Ucap Yurina sambil memeluk dokter Rosalie.


"Terima kasih nyonya muda, atas ucapan dan doanya." Dokter Rosalie balas memeluk dengan perasaan bahagia.


"Rosalie..... akhirnya kau menikah juga....." Ucap Moranno dengan senyum menggoda, sambil menjabat erat tangan sahabatnya itu. Rosalia mencebikkan sedikit bibirnya mendengar ucapan Moranno padanya.


"Awas ya..... kau akan digempur habis - habisan oleh sang jendral selepas pesta ini." Bisik Moranno menakut - nakuti sahabatnya itu.


Dokter Rosalie yang mendengar ucapan nakal temannya itu langsung memelototkan matanya menatap Moranno geram.


"Aduh !" Moranno mengusap bibirnya yang sakit. Semua yang melihat ulah dokter Rosalie terkejut sambil menatap keduanya.


"Sayang..... apa yang kau lakukan pada tuan Moranno, beliau tamu kita." Ucap tuan Hartawan yang juga ikut kaget akan aksi isterinya itu, ia merasa tidak nyaman karena melihat isterinya itu mencubit mulut Moranno, salah satu tamu undangan kehormatannya.

__ADS_1


"Itu hukuman untuk mulut tamu yang nakal sayang." Ucap dokter Rosalie sambil tersenyum puas. Tuan Hartawan, Yurina, nyonya Agtsa dan Margareth hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya saat melihat tingkah kedua sahabat itu yang memang sering melakukan hal - hal tidak terduga.


"Maafkan isteri saya tuan Moranno" Ucap tuan Hartawan, saat sahabat isterinya itu merangkulnya sambil memberi ucapan selamat dalam pernikahan dirinya dan Rosalie.


"Tidak masalah tuan Hartawan. Itu dilakukannya karena setelah menikah dengan anda, dirinya tidak bisa bebas lagi menghukum orang lain sesuka hatinya karena selalu ada anda disinya." Ucap Moranno asal membuat tuan Hartawan tertawa dalam kebingungan mendengar ucapan tamunya itu.


"Rosalie..... Selamat ya atas pernikahanmu.... aku turut bahagia....." Margareth memeluk erat sahabatnya itu lalu menciumnya bertubi - tubi.


"Terima kasih nona muda..... aku sangat senang kau bisa menghadiri pesta pernikahanku malam ini. Kudengar sebentar lagi kau juga akan melangsungkan pernikahan dengan tuan Harry. Dimana dia, kenapa tidak datang bersamamu.....??" Tanya dokter Rosalie setelah memeluk sahabatnya itu.


"Tuan Harry.... dia masih di Jepang, sibuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum pernikahan kami." Sahut Margareth seadanya, seperti yang ia tahu dari neneknya Harry.


"Aku pasti datang dihari pernikahan kalian nona muda, apalagi kudengar kalian akan menikah dikota ini juga. Aku sudah menerima undanganmu. Prewedd-mu cantik sekali, juga tuan Harry, kalian sangat serasi" Tutur dokter Rosalie dengan rasa senangnya.


Margareth mengernyitkan dahinya, ia merasa belum pernah melakukan sesi pemotretan prewedding dengan calon tunangannya itu.


"Randiasa, sang mantanmu dulu, dia juga sudah menikah kurang dari dua bulan yang lalu." Bisik dokter Rosalie ditelinga sahabatnya itu.


"Ehhemmm......." Nyonya Agatsa yang sudah lama mengantri untuk memberi ucapan selamat akhirnya berdehem panjang.


"Itu sudah biasa terjadi bila kalian sudah bertemu. Hingga melupakan orang - orang yang ada disekitar kalian. Lihat orang - orang yang mengantri dibelakangku....." Sahut nyonya Agatsa menunjuk dengan isyarat wajahnya.


Margareth dan Rosalie sama - sama menelan salivanya saat melihat antrian panjang bagaikan ular naga dibelakang nyonya Agatsa.


"Selamat dokter Rosalie, tuan Hartawan..... Semoga rumah tangga kalian berdua selalu dilimpahkan dengan kebahagian, saling setia sampai maut memisahkan." Ucap nyonya Agatsa pada kedua pengantin dihadapannya itu.


"Amin..... Terima kasih banyak nyonya besar atas semua doa terbaik anda untuk pernikahan kami." Sahut tuan Hartawan dan dokter Rosalie yang turut mengaminkan.


"Billy, Willy..... Ayo ikut mommy dan daddy....." Panggil Moranno pada kedua putranya yang duduk dikursi pelaminan kedua mempelai bersama Rosalia.


"Adik kembal dicini aja dengan Loca ya daddy kembal?" Pinta Rosalia sambil memegang erat tangan gembul Billy dan Willy yang berlindung dibelakang pengantin.


"Adik kembar nggak bisa disini...... kakak Rosa, papah dan mamah masih banyak tamu. Kalau mau main lagi sama adik kembar, kakak Rosa boleh kok ajak papah dan mamah kerumah ya kalau pestanya udah selesai....." Bujuk Moranno pada gadis kecil itu.

__ADS_1


Dengan wajah manyunnya gadis kecil itu akhirnya terpaksa melepaskan tangannya dari kedua tangan Billy dan Willy.


Rosalia lalu mencium pipi Billy dan Willy bergantian dengan rasa gemas. Kedua pria kecil itu hanya terdiam menatap Rosalia dengan gaunnya yang terkibas kesana - kemari membuat Moranno dan Yurina waspada, khawatir kedua putranya itu terjatuh karena terlanggar baju lebar gadis kecil yang sedikit lebih tinggi dari Billy dan Willy.


"Tunggu tante cantik........" Panggil Rosalia lagi, sambil menarik ujung gaun Margareth.


"Ada apa tuan putri yang cantik.......??" Margareth segera menepi dan mendekati Rosalia sambil sedikit berjongkok disampaing kedua mempelai supaya tidak mengganggu para tamu yang akan lewat untuk memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin.


"Tante kok..... wajahnya dimilip - milipin sama daddy kembal sih??" Tanya Rosalia menatap wajah Margareth dengan teliti. Tuan Hartawan yang mendengarkan celoteh putrinya hanya bisa tersenyum geli sambil menerima ucapan selamat dari para tamunya yang terus berdatangan.


"Bukan tante yang mau dimirip - miripin dengan wajah daddy kembar, tapi daddy kembar yang mau mirip - miripin wajahnya dengan tante......" Sahut Margareth sengaja menggoda gadis kecil itu. Mata Rosalia langsung membola menatap wajah Margareth.


"Wahhh..... daddy kembal memang hebat...... nanti Loca mau belajal cama daddy kembal, cupaya.... wajah Loca bica milip cama adek kembal, jadi kami beltiga punya wajah yang cama tante.....Telima kacih tante....." Celotehnya dengan wajah penuh kebahagiaan.


Margareth tidak bisa bersuara lagi, ia menatap wajah Rosalia yang begitu bahagia, dan beralih keayahnya tuan Hartawan yang tertawa kecil mendengar obrolan Margareth dan Rosalia putrinya.


...•••...


♡♡♡


Terima kasih buat para readers setia novel JAGA HATIMU UNTUKKU yang sebentar lagi akan TAMAT. Yukz, mampir di novel 'HANARIA Wanita Sejuta Rasaku'. Mengisahkan tentang seorang wanita tangguh, dan pekerja keras, ulet, sehingga menjadi kesayangan pemilik perusahaan yang memperkerjakannya, jangan ditanya untuk pria - pria muda. Cucu kembar dari keluarga Agatsa pun ikut mengharapkan cintanya.


#HANARIA Wanita Sejuta Rasaku


Karya :


#Nama pena : Dewi Payang


#FB Indah Sosilawati


#IG Indah Sosilawati


♡♡♡

__ADS_1



__ADS_2