JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 155 "Saya ingin, Margareth yang menjadi mempelai wanitanya."


__ADS_3

"Nyonya Naomi...... tuan dan nyonya Morgan, saya mohon maaf karena telah memperlakukan Yurina tidak baik saat ia masuk dalam keluarga kami untuk sekian lamanya. Bila wanita yang biasa, dia pasti sudah lama meninggalkan rumah kami saat menerima perlakuan tidak ramah saya, Yurina.... dia menantu yang luar biasa. Saya terlalu naif, menilai hanya dari status sosial, hampir saja saya kehilangan berlian yang begitu berharga......" Ucap nyonya Agatsa melanjutkan obrolannya bersama keluarga besannya itu selepas makan malam, sambil duduk di sofa menikmati minum teh. Ada penyesalan diraut wajahnya yang sudah mulai terlihat kerutan - kerutan halus karena tidak muda lagi.


"Iya nyonya besar...... Saya tidak bisa menyalahkan anda. Saya juga merasa sangat bersalah pada Yurina cucu saya. Saya tidak jauh berbeda dengan anda, memandang status sosial.... sehingga Yurina yang masih bayi saat itu saya korbankan demi untuk memisahkan kedua orang tuanya. Untung saja Tuhan masih bermurah hati, sehingga Yurina dirawat dipanti asuhan..... Semua penderitaan yang Yurina jalani..... aku neneknya turut andil didalamnya......." Nyonya Naomi nampak sedih, pandangannya tertuju pada Yurina yang sedang memainkan beberapa balon bersama kedua bayinya ditemani Margareth.


Benerapa detik berlalu, nyonya Naomi mengalihkan pandangannya pada anak dan menantunya.


"Morgan..... Aku juga..... kembali meminta maaf padamu, aku sudah salah menilaimu.... berjalannya waktu, ternyata kau lah yang dapat kuandalkan sebelum Harry dewasa....." Ucapnya pada sang menantu.


"Ibu..... Ibu sudah minta maaf berkali - kali padaku, untuk apa mengulanginya terus, aku sudah melupakannya. Lagi pula, aku memaklumi apa yang pernah ibu lakukan padaku, ibu menginginkan yang terbaik untuk putri ibu. Semua kerja keras yang kulakukan, itu untuk membuktikan bahwa aku sungguh - sungguh mencintai putri ibu dan keluarga kita." Ucapan tuan Morgan membuat nyonya Morgan memeluk lengan suaminya yang duduk berdampingan dengannya disofa.


"Terima kasih sayang....." Tangan nyonya Morgan bergelayut dilengan suaminya itu.


"Ehhemm....." Nyonya Agatsa nampak sengaja berdehem.


"Kami memang selalu mesra nyonya besar.... maafkanlah kami jika tidak mengenal tempat." Ucap nyonya Morgan memahami maksud nyonya Agatsa sambil tersenyum lebar.


"Apa kau sengaja membuatku merasa iri, hmmm.....?" Nyonya Agatsa menunjukkan wajah seriusnya membuat tuan dan nyonya Morgan semakin tersenyum lebar, tidak terkecuali nyonya Naomi.


"Nyonya Agatsa...... Selain memenuhi undangan liburan keluarga anda disini.....kami juga memiliki suatu tujuan yang sangat penting untuk kami utarakan..... Sebelumnya, kami mohon maaf, bila apa yang kami utarakan nantinya seolah - olah mendadak dan mungkin mengejutkan anda, namun hal ini sudah lama sekali ingin kami sampaikan pada anda nyonya besar....kami berusaha mencari waktu yang baik......" Ucap nyonya Naomi disela - sela tawa ringan mereka.


"Apa itu nyonya Naomi?..... sampaikan saja, saya siap mendengarnya.......?" Sahut nyonya Agatsa dengan wajah penasarannya.


Nyonya Naomi melambaikan tangannya kearah Harry yang sedang mengobrol bersama Moranno. Kedua pria muda itu lalu segera mendekat.

__ADS_1


"Bolehkah Yurina dan juga Margareth ikut bergabung dan mendengar apa yang akan kami sampaikan nyonya besar." Pinta nyonya Naomi.


"Tentu saja nyonya Naomi." Dengan isyarat lambaian tangannya, nyonya Agatsa memanggil Yurina dan Margareth yang masih asik menemani bayi Billy dan bayii Willy yang menerbangkan balon - balonnya sambil tertawa riang.


"Ada apa nyonya besar......?" Tanya Yurina saat ia dan Margaret menghampiri ibu mertuanya itu dengan membawa kedua bayi kembarnya yang duduk didalam keretanya masing - masing sambil memegang benang balon - balonnya dengan sangat erat.


""Apa kau sudah lupa apa yang kusampaikan tadi saat dimeja makan..... kau harus memanggilku apa?"


"I..... Iyaaa.... maafkan saya..... mom....my....." Suara Yurina nampak begitu canggung.


"Kalian berdua, duduklah disini..... ada yang ingin disampaikan nyonya Naomi dan keluarganya pada kita....." Margaret lalu mengambil tempat duduk disamping ibunya. Sementara Yurina melambaikan tangannya pada bibi Nur dan bibi Salu yang berada didekat pintu masuk.


"Iya nyonya muda........." Bibi Nur dan bibi Salu datang dengan tergesa - gesa.


"Tolong bawa bayi Billy dan juga bayi Willy bermain ya bi...." Pinta Yurina pada dua pengasuh bayinya itu.


"Silahkan nyonya Naomi...... kita semua sudah berkumpul disini." Ucap nyonya Agatsa memandang kearah nyonya Naomi yang duduk berseberangan dengan keluarganya.


"Terima kasih nyonya besar..... sebenarnya ini berkaitan dengan permintaan cucu saya Harry...... " Sambil menepuk - nepuk punggung punggung Harry yang duduk disebelahnya.


"Ternyata Harry...... dia tertarik pada putri anda nyonya besar....... dia meminta saya untuk melamar nona Margareth untuknya......" Semua pasang mata tertuju pada Harry yang terlihat agak gugup duduk disebelah nyonya Naomi.


Berbeda dengan Margaret, wanita itu nampak tenang, seolah - olah bukan dirinya yang menjadi objek pembicaraan saat itu.

__ADS_1


Moranno mengernyitkan sedikit keningnya saat melihat sikap yang berbeda antara Harry dan Margareth.


"Maafkan saya nyonya Naomi bila ikut berbicara pada perbincangan kita saat ini..... Bukankah tuan Harry baru bertemu dengan adik saya Margarerh, apakah mungkin cinta datang secepat itu?" Wajah Moranno memandang kearah Harry dengan tatapan menyelidik.


Harry yang merasa pertanyaan Moranno ditujukan padanya berusaha menguasai dirinya yang masih merasakan kegugupannya.


"Saya sudah lama mengenal nona Margareth, saat ia beberapa kali mengadakan riset kedokteran di Singapura, dan terakhir di Jepang dan saat itu kebetulan juga saya berada di sana karena urusan bisnis. Sudah beberapa kali saya melamarnya, namun nona Margareth selalu meminta saya memberinya waktu, hingga malam ini saya meminta nenek langsung yang melamar nona Margareth supaya ia yakin akan keseriusan saya tuan Moranno." Jelas Harry.


"Apakah tuan Harry yakin..... kalau Margareth juga menyukai anda......." Ucap Moranno sedikit menggantung karena ragu, sambil tangannya menekuk menyerupai kepala angsa yang saling mematuk.


Harry menatap kearah Margareth sekilas yang kini tengah menundukkan wajahnya.


"Entahlah tuan Moranno..... tapi saya bertekad...... bila saya menikah nanti..... saya ingin, Margareth lah yang menjadi mempelai wanitanya." Sahut Harry percaya diri.


Sontak semua keluarga tersenyum lebar mendengar ucapan Harry. Kini Margaret lah yang menjadi salah tingkah dan nampak gugup ditempat duduknya.


"Nah..... Apa yang kau tunggu lagi Margareth..... tuan Harry sudah menyatakan kesungguhan niat baiknya dihadapan semua keluarga....." Kata Moranno masih dengan senyum lebarnya memandang kearah adik kembarnya itu.


Margareth masih terdiam, entah apa yang ia pikirkan, hanya jari - jemari tangannya yang terlihat sesekali bergerak meremas gaun bagian bawahnya.


Harry dan keluarganya nampak sabar menanti jawaban dari Margareth.


"Saya..... sebagai ibu dari Margareth, sangat menghargai niat baik dari nak Harry untuk melamar putri saya Marhareth. Saya terserah pada Margareth saja, Margareth sudah sangat dewasa, ia bisa memutuskan apapun untuk masa depannya, termasuk menentukan pasangan hidupnya." Tutur nyonya Agatsa setelah menunggu Margareth yang tak kunjung membuka suaranya.

__ADS_1


"Sayang...... Katakanlah sesuatu.....Supaya nak Harry dan keluarganya tahu jawabanmu....." Nyonya Agatsa membelai lembut rambut putrinya yang masih setia menunduk disampingnya.



__ADS_2