JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 196 "Katakan apa yang bisa daddy kembar lakukan untuk menolong kakak Rosalia


__ADS_3

Senyum yang ditampilkan oleh Margareth tiba - tiba berhenti, saat sepasang suami isteri datang menghampiri dirinya dan Harry di pelaminan.


"Dokter Margareth.....tuan Harry...... saya dan isteri saya mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan anda berdua..... dan sebagai sahabat dari dokter Margareth, saya meminta pada anda tuan Harry untuk menjaganya dengan baik." Ucap Dokter Randiasa dalam senyumnya.


"Tentu saja dokter Randiasa.....Sekarang, sahabat anda sudah sah menjadi nyonya Harry, tentu saja sebagai suaminya saya akan menjaga dan berusaha membuatnya selalu bahagia bersama saya." Wajah Margareth langsung merona bahagia mendengar ucapan Harry.


"Terima kasih sudah menjadi sahabat baik isteri saya, dokter Randiasa." Ucap Harry turut tersenyum ramah tanpa beban sambil menyambut uluran tangan dokter Randiasa. Margareth akhirnya bisa ikut tersenyum mendengar obrolan antara pria yang sekarang telah menjadi suaminya, dan pria yang telah menjadi masa lalunya itu.


"Semoga tuan Harry dan nyonya Harry segera menyusul kami berdua, isteri saya sudah mengandung empat minggu." Ucap dokter Randiasa sambil memeluk pinggang dan mengusap lembut perut isterinya yang berdiri disampingnya.


"Benarkah??" Margareth menatap kedua pasangan suami isteri didepannya dengan mata berbinar.


"Itu benar dokter Margareth...... Maksud saya nyonya Harry." Sahut Lisa sambil meralat ucapannya.


"Selamat ya......nyonya Randiasa......." Ucap Margareth tulus, ia dapat melihat isteri dari sang mantannya itu adalah wanita yang baik, apalagi ia sudah mengetahui bahwa Lisa adalah sahabat baik dari kakak iparnya Yurina.


"Iya dokter Randiasa, doakan saja kami segera menyusul. Terima kasih banyak sudah berkenan jauh - jauh datang kemari untuk menghadiri pernikahan kami." Ucap Harry masih bersikap ramah.


"Sama - sama tuan Harry, saya juga sudah berjanji akan datang bila mendapat undangan." Sahut dokter Randiasa lagi. Setelah beberapa menit mereka saling bertutur sapa satu sama lain, dokter Randiasa dan Lisa akhirnya meninggalkan tempat itu untuk memberi ruang bagi tamu lainnya yang juga ingin memberi ucapan selamat pada kedua mempelai.


"Margareth..... Selamat ya sayang..... kau juga akhirnya menikah." Dokter Rosalie yang datang bersama suaminya tuan Hartawan langsung memeluk erat sahabatnya itu.


"Terima kasih Rosalie, kau dan suamimu sudah datang." Ucap Margareth turut memeluk erat sahabatnya dokter Rosalie. Harry dan tuan Hartawan, keduanya juga saling terlibat obrolan kebetulan tamu - tamu yang lain belum naik ke pelaminan untuk memberi ucapan selamat.


Margareth melihat kebawah saat dirasa ada yang menarik - narik gaun pengantinnya.

__ADS_1


"Tante......tante yang milip dengan daddy kembal....." Panggil Rosalia sambil menatap menengadah keatas, melihat wajah Margareth yang jauh lebih tinggi dari dirinya.


"Iya Rosa sayang..... putri dongeng yang cantik...." Margareth menekukkan kakinya untuk berjongkok, menyamakan dengan tinggi badan tubuh gadis kecil itu.


"Kenapa tante sama om itu cekalang pake gaun dan jas sepelti mamah dan papah dulu?" Tanya Rosalia dengan suara cadelnya.


"Tante dan om Harry jadi Ratu dan Raja sehari Rosa sayang...." Sahut Margareth dengan senyum manisnya.


" Kenapa cehali aja tante? Kenapa tidak celamanya?" Tanyanya lagi penasaran dengan wajah yang sangat ingin tahu.


"Karena..... harus gantian dengan yang lain Rosa sayang..... supaya semua orang dapat bagian menjadi raja dan ratu sehari..... Kalau semuanya jadi raja dan ratu sama - sama.... siapa dong yang mau datang memberi ucapan selamat, kan nggak ada......karena semua orang akan sibuk dipestanya sendiri......" Margareth berusaha memberi penjelasan dengan gaya bahasanya sendiri.


"Oh..... begitu ya tante...... tunggu sebental ya....." Rosalia segera berlari - lari kecil menjauh. Margareth dan dokter Rosalie memandangi kemana arah perginya Rosalia.


" Hati - hati ya sayang, jangan terlalu cepat jalannya supaya tidak tersandung....." Ucap Yurina sambil berjaga - jaga bersama Moranno dibelakang Rosalia, Billy, dan juga Willy. Maklum, kedua anak kembarnya itu belum terlalu lancar berjalan.


"Tante Latu cehali...... Loca sudah bawa adik Billy dan adik Willy kecini....." Ucap Rosalia yang baru saja tiba didepan Margareth dan dokter Rosalie. Harry dan tuan Hartawan yang asik mengobrolpun ikut memperhatikan apa yang sedang dibicarakan Rosalia saat membawa kedua anak kembar Moranno dan Yurina.


"Untuk apa membawa mereka kesini sayang.....??" Tanya Margareth yang kembali berjongkok untuk menyamakan tubuhnya dengan ketiga anak kecil itu.


" Gililan celanjutnya..... Yang jadi Laja dan Latu cehali adalah LOCA, adik BILLY, dan adik WILLY......!!" Ucap Rosalia dengan penuh semangat." Wajah Margareth mulai tegang, tapi ia berusaha tersenyum memandang wajah Rosalia, Billy, dan Willy dihadapannya yang memandangnya dengan bermacam - macam ekspresi.


Sementara Moranno, Yurina, Harry, dan tuan Hartawan terlihat masih belum mengerti tentang topik yang sedang dibahas antara Margareth dan tiga batita itu. Sedangkan dokter Rosalie yang telah mengikuti topik pembicaraan sahabatnya dengan putri sambungnya berusaha menahan senyumnya melihat Margareth yang mulai kebingungan dalam memberi penjelasan pada putrinya yang memang pintar itu.


"Kakak Rosa.... adik Billy..... juga adik Wlly.....boleh jadi Raja dan Ratu sehari kalau sudah besar dan usia sudah cukup......" Jelas Margareth masih dalam senyumnya.

__ADS_1


"itu altinya macih lama ya tante..... tapi tidak apa..... Loca akan sabal menunggu..... yang penting Loca bica jadi Latu dan lajanya ada dua, adik Billy, dan adik Willy...." Ucapnya tersenyum bahagia sambil memeluk kedua bocah kembar yang berdiri disisi kanan dan kirinya dengan kedua tangan kecilnya.


"Kakak Rosa..... Kalau Ratunya satu, rajanya juga harus satu, nggak boleh dua sayang......Jadi sang ratu harus memilih salah satunya saja, siapa yang bisa menjadi raja disamping sang ratu." Margareth kembali berusaha menjelaskan.


Rosalia melepaskan pelukan tangannya dari tubuh Billy dan Willy, ia menatap kedua bocah yang berdiri tenang menatap dirinya, keduanya terlihat tidak mengerti sama sekali apa yang sedang dibahas Rosalia dan bibinya Margareth.


"Tidak bica tante.... Loca tidak bica pilih calah catunya, Loca mau dua - duanya. Loca cayang adik Billy, juga adik Willy.......!!" Teriak Rosalia dengan wajah hampir menangis. Margareth mulai khawatir untuk melanjutkan obrolannya dengan gadis kecil itu. Sementara Yurina, Moranno, Harry, dan tuan Hartawan yang sudah memahami obrolan Margareth dengan Rosalia berusaha menahan tawa melihat Margareth yang mulai panik.


"Daddy...... Daddy kembal..... tolongin Loca..... hanya daddy kembal yang bisa tolongin Loca....." Rengek Rosalia merapatkan tubuh kecilnya pada Moranno yang berdiri dibelakang dirinya, Billy, dan Willy.


"Katakan apa yang bisa daddy kembar lakukan untuk menolong kakak Rosalia?? Hmm......??" Sahut Moranno lembut sambil berjongkok didekat Rosalia, Billy, dan Willy.


" Daddy kembal halus buat wajah Loca milip dengan adik kembal.....!" Ucap Rosalia menatap wajah Moranno penuh harap. Gantian Moranno yang mulai kebingungan, ia melihat kewajah Yurina isterinya yang terlihat masih menahan tawanya.


"Tapi..... bagaimana caranya Rosa sayang...... daddy kembar tidak mengerti......tolong kasih tahu daddy kembar." Ucap Moranno berusaha mencari cara untuk menghindar dari pertanyaan Rosalia.


"Kata tante Latu cehali......" Rosalia sambil menunjuk kearah Margareth, membuat Moranno, Yurina, dokter Rosalie, Harry, dan tuan Hartawan menatap kearah Margareth.


"Daddy kembal bica milipin wajah daddy kembal dengan tante latu.... Loca pelcaya kok..... buktinya, wajah adik Billy dan adik Willy bica daddy kembal milipin. Ayo daddy kembal, daddy halus milipin wajah Loca dengan adik kembal...... Loca nggak mau berbagi adik kembal dengan olang lain, adik kembal hanya milik Loca, adik kembal hanya boleh jadi laja untuk Loca......!!" Rengek Rosa menjadi - jadi.


"Margareth..... kau harus bertanggung jawab memberi penjelasan pada Rosalia......" Ucap Moranno setengah berbisik dan sedikit melebarkan matanya melihat kearah Margareth yang sekarang menjadi pusat perhatian.


Margarerth berusaha menelan salivanya dengan susah payah.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2