JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 136 "Saya ibu mertua Yurina."


__ADS_3

Iyaa nak Arta.... Anggaplah seperti dirumah sendiri." Ucap nyonya Agatsa lagi masih tersenyum.


***


"Suamiku......" Panggil Yurina, sesaat setelah mereka menyelesaikan makan malam keluarga malam harinya.


"Iya sayang..... Apakah engkau ingin mengatakan sesuatu? Katakanlah." Sahut Moranno sambil meletakkan gelas jusnya yang telah kosong diatas meja.


Yurina menatap kearah ibu mertuanya sekilas, lalu beralih pada Margareth yang juga menatap kearahnya. Setelahnya Yurina menatap kembali pada Moranno yang masih menunggu apa yang ingin disampaikan Yurina padanya.


"Ada apa sayang.....jangan ragu...... katakanlah padaku....." Ucap Moranno lagi.


"Bunda Marissa, ibu panti asuhan dimana aku pernah di asuh, menelponku..... Ia mengundang kita semua keacara syukuran besok pada jam makan siang. Itu adalah syukuran renovasi bangunan tua yang baru saja selesai dilakukan oleh tuan Harry atas dana yang diberikan nyonya Naomi. Jadi.... bunda Marissa sangat mengharapkan kedatangan kita semua suamiku.... Bisakah kita hadir besok suamiku?" Tanya Yurina agak sedikit ragu dalam menyampaikan pesan yang ia terima dari ibu pantinya itu.


Moranno meletakkan tangannya diatas tangan Yurina yang ada diatas meja makan sambil menyunggingkan senyum disudut bibirnya.


"Jangan khawatir sayang.... Besok kita akan datang kesana." Ucap Moranno sambil menatap wajah Yurina.


"Terima kasih suamiku...." Kata Yurina dengan wajah yang terlihat lega.


"Aku juga akan ikut kakak ipar....." Ucap Margareth ikut bicara.


"Terima kasih adik ipar...." Ucap Yurina dengan senyum mengembang.


Yurina memandang kearah ibu mertuanya yang sedari tadi hanya diam saja tanpa memberi respon.


"Mommy juga akan ikut bersama kita sayang, jangan khawatir. Iya kan mom....." Kata Moranno yang mengerti maksud tatapan isterinya itu pada ibunya.


"Hmmm....." Sahut nyonya Agatsa menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.


***

__ADS_1


Ketiga pria dan seorang wanita muda itu hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar semua yang diucapkan Moranno pada mereka.


"Apa yang dilakukan isteriku pada kalian sehingga semua ucapan - ucapan itu kalian tujukan padanya. Apakah gaji yang kalian terima itu berkurang? Tidak bukan?"


"Aku menafkahi isteriku dengan hasil keringat dan kerja kerasku sendiri, bukan hasil kerja keras kalian. Apa kalian mengerti?"


"Bila bukan karena isteriku itu, saat ini juga, aku sudah tidak ingin melihat wajah kalian dihadapanku."


"Walau isteriku mengatakan bahwa kalian masih boleh berkerja disini sampai mendapatkan tempat pekerjaan yang baru, tapi aku putuskan, setelah akhir bulan ini... kalian sudah bukan pegawai dari perusahaan Agatsa Grup lagi. Kalian akan menerima transfer gaji ditanggal lima dan tambahan tiga bulan gaji."


"Tapi tuan..... pegawai yang lain masih boleh bekerja disini walau mereka turut melakukan demonatran dihari itu. Kenapa hanya kami berempat saja yang dipecat seperti ini." Sanggah pegawai wanita itu memberanikan diri dan masih dengan wajah menunduk tak berani menatap wajah Moranno.


"Seharusnya kau dan ketiga temanmu ini bersyukur karena aku masih memecat kalian. Sebenarnya, tindakan yang kalian lakukan ini seharusnya aku laporkan pada yang berwajib atas tuduhan tindakkan pencemaran nama baik isteriku dan perbuatan yang tidak menyenangkan. Atau kalian mau seperti itu saja??" Ucap Moranno dengan penuh penekanan.


"Tidak tuan..... Maafkanlah kami....." Sahut seorang pria muda dengan cepat dan terlihat takut.


"Ini semua laporan tantang kalian selama menjadi pegawai di Agtsa Grup." Moranno melemparkan empat berkas kehadapan keempat mantan pegawainya itu.


Keempat orang itu serta - merta membuka berkas yang dilemparkan dihadapan mereka begitu saja oleh Moranno.


Lembar demi lembar meraka buka dengan wajah yang terlihat semakin gelisah dan takut. Ternyata, segala kecurangan yang mereka lakukan dengan sembunyi - sembunyi sudah diketahui oleh pihak perusahaan secara terperinci.


"Sudah mengerti ?? Itulah sebabnya kalian harus angkat kaki dari perusahaan ini." Timpal Moranno lagi.


"Tuan.... Maafkanlah kami..... kami memang sudah bersalah dalam pekerjaan kami.... juga terhadap nyonya muda." Ucap seorang pria yang sudah berumur.


"Bolehkah kami masih diberi kesempatan untuk berkerja di perusahaan tuan in lagi? Karena kami adalah tulang punggung keluarga kami, bagaimana nasib mereka bila kami kehilangan pekerjaan pokok kami ini tuan? Karena tidak mudah bagi kami mendapatkan pekerjaan yang baru dalam waktu singkat." Tambahnya lagi.


"Perusahaan ini hanya bisa memberi kalian kesempatan bekerja disini hingga akhir bulan ini saja. Banyaknya pelanggaran dan kecurangan yang telah kalian lakukan sudah tidak dapat ditolerir lagi."


"Seharusnya, sebelum kalian melakukan semua tindakkan itu, kalian sudah mempertimbangkan akibat yang akan terjadi. Semuanya sudah terlambat. Kalian telah menuai semua hasil perbuatan kalian. Itulah yang harus kalian terima saat tidak dapat menghargai dan menjaga kepercayaan yang sudah diberikan." Pungkas Moranno.

__ADS_1


"Asisten Rudi, beritahu mereka dimana pintu keluar ruang kerjaku." Kata Moranno pada asisten Rudi yang duduk dimejanya.


Asisten Rudi bergegas berdiri dan mendekati keempat orang itu. Dengan terpaksa mereka berdiri dan membawa berkas yang berisi catatan pelanggaran dan kecurangan yang telah mereka lakukan selama menjadi pegawai di Agatsa Grup.


Dengan wajah tetap tertunduk lesu, mereka melangkah keluar dari ruang kerja Moranno diantar asisten Rudi. Demikianlah, penyesalan diakhir selalu terlambat dan tidak berguna.


"Asisten Rudi, aku akan keluar bersama mommy, ada undangan di panti asuhan tempat isteriku pernah diasuh. Mungkin aku tidak sempat kembali. Kirimkan semua laporan yang biasa kau berikan padaku sore ini. Aku tidak mau ada keterlambatan gaji lagi pada para pegawai kita."


"Baik tuan....."


Moranno lalu mengenakan jasnya kembali untuk bersiap.


***


Moranno membukakan pintu mobil untuk Yurina lalu menggandeng tangan isterinya itu melangkah menuju tempat diadakannya acara.


Margareth dan nyonya Agatsa melangah mengikuti mereka dari belakang.


"Selamat datang nak Yurina, dan tuan Moranno." Sapa bunda Marissa bersama beberapa bunda yang menyambut kedatangan Yurina dan keluarga suaminya.


"Terima kasih bunda..... Ini nyonya besar, dan adik ipar saya." Kata Yurina memperkenalkan.


"Saya bunda Marissa nyonya besar...." Kata bunda Marissa memperkenalkan, demikian juga bunda - bunda lainnya juga ikut memperkenalkan diri mereka.


"Saya ibu Mertua Yurina. Dan ini putri saya Margareth saudari kembar Moranno suami Yurina. Terima kasih telah mengundang kami diacara syukuran panti asuhan yang anda asuh selama ini bunda Marissa." Kata Nyonya Agatsa juga memperkenalkan diri dengan senyum ramahnya. Demikian juga dengan Margareth yang berdiri disisi ibunya.


Yurina sempat terkejut mendengar pernyataan ibu mertuanya itu. Ia menatap wajah Moranno yang berdiri disisinya seolah tidak percaya pada apa yang ia dengar.


Moranno yang memahami arti pandangan Yurina menggenggam erat tangan isterinya itu dan menganggukkan kepalanya dengan senyum dibibirnya sebagai isyarat bahwa isterinya itu tidak salah mendengar.


"Saya pun sangat berterima kasih pada anda nyonya besar. Orang seperti anda bisa berkenan hadir diacara kami yang sederhana ini. Mari silahkan masuk nyonya besar, didalam sudah ada nyonya Naomi dan keluarganya." Bunda Marissa lalu membawa tamu - tamunya itu untuk masuk dan bertemu dengan tamu undangan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2