JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 150 "Tentu saja aku tidak keberatan suamiku."


__ADS_3

Moranno mengerjapkan kedua matanya yang masih begitu berat. Namun ia berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya.


"Iyaa sayang..... aku masih sangat mengantuk, tubuhku juga begitu lelah dan terasa remuk." Ucap Moranno dengan suara paraunya.


"Bangunlah sebentar suamiku, kita sarapan dulu, nanti kau boleh melanjutkan tidurmu lagi." Bujuk Yurina sambil beranjak dari tempat tidur dan mengambil sarapan yang ia letakkan diatas nakas dan membawanya kemeja sofa didekat jendela yang masih tertutup tirai.


Moranno masih bersembunyi didaalam selimut yang membungkus tubuhnya.


"Sayang......dimana pakaianku.....?" Tanya Moranno menatap kearah Yurina.


Yurina tertawa kecil mendengar perkataan suaminya itu, ia lalu mengambil pakaian tidur suaminya semalam dan memberikannya pada Moranno.


Setelah berpakaian ia menghampiri Yurina yang sudah menantinya untuk sarapan bersama.


"Ini sarapanmu suamiku....." Yurina menyodorkan piring berisi sepotong roti dan secangkir teh herbal yang masih hangat.


"Terima kasih sayang....." Moranno lalu meraih cangkir teh herbalnya lebih dulu, perlahan disesapnya sedikit demi sedikit.


Teh herbal hangat itu membuat tenggorokannya lebih nyaman dan perutnya terasa hangat.


"Tok..... tok.....tok....." Suara ketukan pintu terdengar berkali - kali. Yurina bergegas menuju pintu dan segera membukakannya.


"Permisi nyonya muda..... Saya membawakan jamu...." Kata sang kepala pelayan saat Yurina telah membukakan pintu kamar.


"Terima kasih banyak bibi..... mana gelas jamu untuk suamiku?" Tanya Yurina sambil menerima nampan dari tangan sang kepala pelayan.


"Yang ini nyonya muda..... Dan dua gelasnya lagi air hangat jahe madu......" Tunjuk kepala pelayan itu.


"Baiklah..... terima kasih ya bi....." Kata Yurina lagi.


"Sama - sama nyonya muda, saya permisi dulu....." Kepala pelayan itu pamit dan tidak lupa membungkuk hormat.


Yurina membawa masuk nampan berisi gelas jamu, dan menutup pintu kamar dengan rapat.


"Suamiku..... aku membawakan jamu untuk kita berdua." Kata Yurina sambil meletakkan satu gelas jamu yang ia bawa kehadapan Moranno dan satu gelas jamu lainnya lagi dihadapannya.


"Jamu apa ini sayang.....?" Tanya Moranno yang baru saja menghabiskan satu potong rotinya.


"Jamu pegal linu, aku tahu kau pasti masih lelah suamiku." Ucap Yurina sambil menikmati sepotong rotinya.

__ADS_1


"Iya, kau benar sayang, tubuhku masih terasa lelah dan juga terasa remuk. Tidak pernah terasa seperti ini sebelumnyai." Ucap Moranno dengan wajah masih mengantuk.


"Jamu ini sangat baik untuk kesehatan tubuh kita suamiku...... Jadi, cepatlah minum dan habiskan jamu ini." Kata Yurina sambil memberikan gelas jamu pada Moranno.


"Iya sayang..... terima kasih......" Moranno menerima gelas jamunya lalu meneguknya hingga habis. Yurina segera memberikan satu gelas madu jahe hangat lagi pada Moranno dan segera ia teguk lagi hingga habis.


"Suamiku, segera bersihkan tubuhmu dikamar mandi, aku akan menyiapkan pakaian gantimu. Juga mengganti sprei kotor itu dari tempat tidur kita."


"Siap......nyonyaku....." Kata Moranno langsung berdiri dari duduknya menuju kamar mandi.


Suara gemericik air didalam kamar mandi menandakan Moranno sedang melakukan ritual mandinya.


Yurina yang baru saja menyelesaikan sarapan paginya segera meminum jamunya, rasa dan aroma jamu membuat Yurina segera meraih gelas jahe madu hangatnya dan langsung meneguknya hingga habis.


Yurina membereskan dan merapikan peralatan sarapan dan gelas - gelas jamu diatas meja, lalu meraih gagang telepon rumah dan menelpon seseorang.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Yurina kembali meletakkan gagang telepon pada tempatnya duatas meja.


Yurina menuju ranjang untuk membereskan sprei yang kotor dan menggantinya dengan sprei yang baru yang ia ambil dari lemari khusus penyimpanan sprei dan selimut yang bersih.


Sprei dan selimut kotor itu ia masukkan kekeranjang kotor yang ada di sudut dekat kamar mandi.


"Selamat pagi nyonya muda......" Sapa kepala pelayan sambil membungkuk hormat bersama seorang pelayan lainnya yang ikut bersamanya.


"Selamat pagi juga bibi......" Sahut Yurina memberi senyuman.


"Silahkan masuk bibi......, tolong dibawa kembali kedapur peralatan makan yang ada diatas meja juga sprei dan selimut dikeranjang kotor itu ya bi....." Pinta Yurina pada sang kepala pelayannya.


"Baik nyonya muda......" Kepala pelayan lalu masuk diikuti seorang pelayan yang bersamanya. Kedua lalu mengambil peralatan makan kotor dan juga keranjang yang berisi sprei dan selimut kotor dan membawanya keluar dari kamar itu.


"Kami permisi nyonya muda......" Pamit kepala pelayan itu sambil membungkuk hormat, demikian juga seorang pelayan yang bersamanya.


Yurina menutup pintu kamar dengan rapat dan menguncinya dari dalam. Ia menuju ke lemari pakaian milik suaminya dan mengambil pakaian bersih didalamnya lalu meletakkannya ditepi tempat tidur.


Moranno keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya terlilit dipinggangnya, rambut basahnya membuat wajahnya sudah terlihat segar kembali.


Ia menghampiri Yurina yang sedang berdiri dibalkon menatap kebawah sambil tersenyum.


"Sayang..... Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Moranno sambil ikut melihat kearah pandangan Yurina.

__ADS_1


"Aku sedang melihat bayi - bayi kita yang sedang berjalan - jalan ditaman..... Aku ingin kesana...... Apakah kau ingin ikut bersamaku suamiku?" Tanya Yurina mengalihkan pandangannya pada Moranno.


"Aku akan beristirahat dulu sayang, tubuhku masih terasa lelah. Nanti sore aku akan bergabung dengan kalian, ada sesuatu yang harus aku kerjakan dulu setelah beristirahat nanti. Apakah kau tidak keberatan sayang?." Sahut Moranno.


"Tentu saja aku tidak keberatan suamiku. Kau memang perlu istirahat. Biar aku, bibi Nur dan bibi Salu yang akan menemani bayi - bayi kita dulu. Ayo kita masuk, aku sudah menyiapkan pakaian gantimu suamiku." Kata Yurina mengajak suaminya itu masuk kekamar.


Yurina membantu Moranno berpakaian seperti yang biasa ia lakukan.


"Suamiku, beristirahatlah..... aku akan turun dulu menemui bayi - bayi kita yang sedang berkeliling." Kata Yurina sambil menyelimuti tubuh Moranno dengan selimut.


"Iya sayang.......berikan aku satu kecupan disini sebelum kau pergi." Pinta Moranno bermanja pada isterinya itu. Yurina dengan senang hati memenuhi keinginan Moranno.


Moranno memandang kepergian Yurina yang menghilang dibalik pintu.


Tubuhnya yang lelah tidak serta - merta membuat Moranno tertidur. Ia membolak - balik tubuhnya di tempat tidur supaya bisa tertidur.


Setelah sekian menit berlalu, Moranno menuju sofa, ia membuka laptop kerjanya. Ia memeriksa e-mail yang masuk. Beberapa file yang ia minta sudah dikirim oleh asisten Rudi.


Moranno mulai memeriksa satu - persatu file yang telah dikirim asisten Rudi. Ia mulai larut dalam kesibukannya itu.


Karena duduk cukup lama, membuat otot - otot Moranno menegang. Ia berdiri untuk meregangkan ototnya.


Matanya tidak sengaja melihat Yurina yang sedang berbicara dengan seorang pria.


Saat ia memperhatikan pria itu dari kejauhan, Moranno ternyata mengenalnya dengan baik. Ya, pria yang berbicara dengan Yurina itu adalah Harry, sepupu Yurina isterinya.


"Untuk apa tuan Harry kemari?" Gumam Moranno seorang diri dari balik jendela kamarnya.


****


♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agatsa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....


Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.


Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.


Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡


__ADS_1


__ADS_2