
Tuan dan nyonya Morgan nampak terharu saat melihat nyonya Naomi dan Yurina berpelukan erat. Kedua suami dan isteri itu saling berpegangan tangan dengan erat ditempat duduknha.
Sementara nyonya Agatsa yang melihatnya tiba - tiba memikirkan sesuatu akan apa yang pernah ia pikirkan sejak lama.
"Nyonya.... Apakah anda baik - baik saja?" Tanya Yurina saat mengetahui nyonya Naomi menangis dalam pelukannya.
"Aku.... aku baik - baik saja nyonya muda. Maafkan aku yang terlalu terbawa perasaan." Kata Nyonya Naomi sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Yurina.
"Tidak masalah nyonya....." Yurina lalu mengambil tissue dari dalam tasnya yang ia letakan diatas meja lalu mengusap air mata wanita tua itu.
Nyonya Naomi terkesiap, ia berdiri mematung, membiarkan Yurina mengeringkan air matanya menggunakan tissue ditangannya.
"Terima kasih nyonya muda, anda sangat perhatian dengan nenek yang tua renta ini." Ucapnya semakin terharu.
"Saya tidak tahu bagaimana rasanya pelukan ibu kandung saya nyonya, saya hanya bisa merasakannya lewat pelukan para bunda dipanti asuhan. Pelukan nyonya serasa begitu hangat, membuat saya merindukan para bunda dipanti asuhan." Ucap Yurina dengan penuh perasaan.
"Mmmm... Mereka pasti sangat menyayangimu sepertinya...." Ucap nyonya Naomi berusaha menekan perasaannya.
"Iya nyonya, bukan saya saja, tapi semua anak - anak di panti, kami semua sangat dicintai oleh bunda - bunda panti." Ucap Yurina sambil menyunggingkan senyum dibibirnya karena teringat kehangatan bunda - bunda panti asuhan yang merawat mereka.
"Nyonya Agatsa......" Panggil nyonya Naomi mengalihkan pembicaraan.
"Iya nyonya Naomi....." Sahut nyonya Agatsa menatap kearah nyonya Naomi.
"Maksud kedatangan kami kemari adalah ingin menjenguk putra anda, tuan Moranno yang masih dalam keadaan sakit. Juga melihat cucu kembar anda nyonya besar...." Jelas nyonya Naomi.
"Kalau begitu..... Mari kita kekamar putraku dan Yurina dilantai dua nyonya Naomi.... tuan dan nyonya Morgan." Kata nyonya Agatsa segera berdiri dan mengajak mereka menuju lift.
Mereka lalu mengikuti nyonya Agatsa yang melangkah mendahului mereka.
"Kita kekamar cucu kembarku dulu nyonya Naomi, tuan dan nyonya Morgan." Kata nyonya Agatsa saat melewati kamar Moranno dan Yurina.
Ketiga tamu nyonya Agatsa itu beserta Yurina tetap mengikuti nyonya Agatsa yang berjalan didepan mereka.
Nyonya Agatsa memegang gagang pintu dan mendorong perlahan pintu kamar bayi kembar itu.
__ADS_1
Bibi Nur nampak terkejut saat pintu tiba - tiba dibuka dari luar.
Saat melihat siapa yang datang, bibi Nur langsung berdiri dan membungkuk hormat.
"Selamat sore nyonya besar, nyonya muda..... Nyonya Naomi.... Tuan dan nyonya Morgan." Sapa bibi Nur.
"Selamat sore bibi nur....." Sahut mereka bersamaan sambil melemparkan senyum.
"Sepertinya cucu - cucuku sedang tidur....." Kata Nyonya Agatsa sambil mendekati ranjang kedua bayi kembar itu.
"Iya nyonya besar, mereka baru saja selesai menyusui setelah lelah bermain, karena kekenyangan mereka tidur seperti ini...." Jelas bibi Nur sambil memperlihatkan beberapa mainan bayi yang masih terhambur dilantai kamar.
"Mereka terlihat pulas......"Kata nyonya Naomi yang berdiri didekat nyonya Agatsa.
"Apakah mereka minum susu formula nyonya muda?" Tanya nyonya Morgan yang berdiri didekat tuan Morgan saat melihat botol - botol dot yang terusun rapi di lemari pendingin.
"Tidak nyonya Morgan, mereka sampai sekarang masih minum ASI eksklusif dari saya, hanya saja saya memberikan lewat botol - botol dot itu bila sedang berpergian seperti hari ini." Jelas Yurina.
"Rasanya ingin sekali mendengar tangisan mereka yang menggemaskan itu seperti saat mereka baru lahir beberapa bulan yang lalu." Kata tuan Morgan dengan senyum mengembang melihat dua bayi itu tidak terganggu sama sekali dengan kehadiran mereka.
"Iya tuan, saya saja sering kewalahan mendiamkan mereka berdua....." Ucap bibi Nur menambahkan.
Mereka semua ikut tertawa mendengar penuturan bibi Nur.
"Saya jadi teringat, saat tuan Moranno dan nona Margaret bayi, bukankah bibi Nur juga yang mengasuh mereka?" Ucap nyonya Morgan mengingat masa lalu.
"Iya nyonya Morgan, itu sebabnya saya meminta bibi Nur yang mengasuh kedua cucu kembar saya ini. Saya sudah tahu kemampunnya selama mengasuh Moranno dan juga Margareth." Ucap nyonya Agatsa membenarkan.
"Sepertinya kita kekamar Moranno saja sekarang nyonya Naomi.... Tuan dan nyonya Morgan....." Kata nyonya Agatsa setelah merasa cukup lama mengobrol dikamar bayi kembar.
"Iya nyonya besar, nanti lain waktu kita bisa bermain dengan mereka berdua bila mereka tidak tertidur seperti ini." Kata nyonya Naomi masih memperhatikan kedua bayi gembul yang tertidur dengan gaya bebas mereka.
"Bibi Nur.... Kami permisi dulu....." Ucap nyonya Morgan sambil menggandeng tangan suaminya mengikuti nyonya Agatsa dan nyonya Naomi yang telah keluar lebih dulu.
"Iya tuan dan nyonya Morgan....." Sahut bibi Nur sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
"Bibi Nur.... Bagaimana keadaan bayi Billy dan bayi Willy selama saya keluar. Apakah mereka demam karena suntikan imunisasi pagi tadi?" Tanya Yurina yang masih berdiri di dekat ranjang kedua bayi kembarnya itu sambil memperhatikan keduanya.
"Tadi sempat hangat nyonya, dan agak rewel, tapi setelah diajak bermain, lalu minum ASI yang banyak, suhu tubuh mereka kembali normal, sehingga dapat tidur pulas seperti ini." Kata bibi Nur sambil ikut memperhatikan kedua bayi kembar yang tertidur pulas.
"Terima kasih banyak bibi Nur.....Bibi Nur boleh istirahat supaya tidak kelelahan. Panggil saja bibi Salu atau yang lainnya untuk membantu bibi." Ujar Yurina.
"Iya nyonya, saya pasti memanggil mereka bila membutuhkan bantuan."
"Bibi.... Saya permisi dulu, mau menemani tamu - tamu nyonya besar yang menjenguk tuan Moranno dikamar sebelah." Pamit Yurina.
"Baik nyonya muda....." Bibi Nur membungkuk hormat pada Yurina yang bergegas keluar kamar.
Didalam kamar, Yurina melihat Moranno suaminya sedang asik berbincang bersama nyonya Agatsa dan para tamunya mengenai kesehatan Moranno.
Yurina hanya menyimak setiap obrolan yang mereka perbincangkan sambil berdiri dibelakang kursi roda Moranno.
"Nyonya Naomi, karena kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama disini." Kata nyonya Agatsa disela - sela obrolan mereka.
"Baiklah, saya setuju nyonya besar. Saya juga kangen dengan lezatnya masakan rumah keluarga Agatsa." Seloroh nyonya Naomi seraya tertawa ringan.
"Ahh nyonya Naomi bisa aja. Bukan kah masakan luar negeri lebih banyak yang lezat." Ucap nyonya Agatsa ikut tertawa ringan.
" Makanan lezat memang ada dimana - mana nyonya besar, tapi terkadang kita sering merindukan suasana lama yang hangat, seperti kebersamaan kita saat ini misalnya nyonya besar."
"Iya nyonya Naomi, anda benar sekali... Kalau begitu bagaimana kalau kita melanjutkan perbincangan kita ditaman." Ucap nyonya Agatsa memberi ide.
"Ide yang bagus, kebetulan ada sesuatu yang ingin kami sampaikan pada anda nyonya besar." Sahut nyonya Naomi menyetujui.
"Baiklah, kita turun kebawah sekarang." Ucap nyonya Agatsa pada ketiga tamunya, ia merasa ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan mereka.
"Yurina, turunlah bersama Moranno saat makan malam nanti, kita akan makan malam bersama dengan nyonya Naomi...tuan dan nyonya Morgan."
" Baik nyonya besar, saya akan membawa tuan Moranno turun untuk makan malam." Sahut Yurina dengan sikap hormatnya.
Nyonya Naomi mengernyitkan keningnya saat mendengar sebutan Yurina pada ibu mertua dan suaminya itu.
__ADS_1
Berbeda halnya dengan tuan dan nyonya Morgan yang sudah terbiasa mendengar sebutan Yurina pada nyonya Agatsa dan Moranno.