JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 180 "Apa yang ingin kau lakukan?"


__ADS_3

Harry ikut terkekeh mendengar ucapan dokter Mories yang ternyata suka bercanda.


"Dokter Randiasa, saya pamit, senang bisa bertemu dengan anda. Saya berharap anda bisà hadir pada pernikahan kami nanti. Dokter Margareth yang akan memberi undangannya nanti pada anda." Harry mengulurkan tangannya pada dokter Randiasa dan segera disambut baik oleh pria itu.


"Terima kasih atas undangan anda tuan Harry, saya pasti akan datang." Ucapnya menjabat erat tangan Harry.


"Ayo sayang......" Harry kembali menautkan jarinya pada jari - jemari Margareth dan membawa calon isterinya itu meninggalkan tempat itu.


Dokter Mories dan Dokter Randiasa menatap kepergian keduanya hingga menghilang diujung belokan rumah sakit.


Keheningan kembali terasa didalam mobil yang hanya ada Margareth dan Harry.


Harry membelokkan mobil yang dikemudikannya memasuki area bandara, ia menuju lahan parkir yang tidak jauh dari gerbang masuk bandara.


Jarak tempuh antara rumah sakit dan bandara yang tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu tempuh 15 menit saja.


Harry menghentikan mobil itu dan mematikan mesin, ia membuka sabuk pengaman pada dirinya.


Sementara Margareth masih setia membisu ditempat duduknya. Harry menoleh pada Margareth, ia mendekatkan wajahnya hingga hampir bersentuhan, membuat Margareth bergerak ingin menghindar.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Margareth terkejut. Ia menahan napasnya saat wajah Harry hampir menyentuh wajahnya.


"Membuka sabuk pengaman yang meliliti tubuhmu. Bukankah nanti kau akan berpindah tempat dibelakang kemudi ini saat aku turun dari mobil ini?" Ucap Harry seraya melepas sabuk pengaman dari tubuh Margareth.


"Aku bisa melakukannya sendiri, aku bukan bayi." Sahut Margareth.


"Aku tahu, tapi aku ingin melakukannya untukmu. Itu sebabnya aku ingin menikah denganmu karena kau bukan bayi lagi." Margareth merasa lega, Harry yang ia kenal telah kembali berceloteh. Dia selalu punya jawaban pada apa yang dikatakan Margareth.


"Kau sudah tidak marah lagi padaku?" Tanya Margareth menatap wajah Harry yang masih duduk dibelakang kemudi.


"Marah untuk apa? Apakah aku terlihat sedang marah?" Harry balik bertanya menatap Margareth yang duduk disampingnya.


"Kau memang tidak terlihat marah - marah padaku, tapi sikap diammu membuat aku berpikir kau sedang marah padaku, karena...." Margareth menggantung ucapanya, ia merasa ragu untuk meneruskannya.

__ADS_1


"Karena apa??" Harry bertanya mengejar.


"Karena.....kecerobohanku......memeluk dokter Randiasa......dan kau melihatnya....dan aku merasa takut kau marah karena hal itu, tuan Harry." Margareth menatap sendu wajah pria yang sebulan lagi akan menjadi suaminya itu.


Harry melihat sorot mata Margareth yang sayu dan merasa bersalah, ia merasa iba pada wanita disampingnya itu, yang tinggal satu bulan lagi akan menjadi isterinya, hatinya memang sedikit sakit saat melihat Margareth lah yang memeluk pria itu.


"Mengenai hal itu, lupakanlah..... seperti yang pernah ku katakan padamu, jangan pernah lagi memeluk pria lain, atau membiarkan dirimu disentuh dengan sengaja oleh salah satu diantara mereka, aku tidak akan pernah rela, sebab kau adalah calon isteriku saat ini."


"Dan mulai besok, kau akan berkerja satu team dengan dokter Randiasa selama dua minggu kedepan, aku harap kau bisa menjaga dirimu dengan baik selama dekat dengannya, aku mempercayaimu." Harry kembali menautkan tangannya pada jari - jemari tangan Margareth.


Perlahan wajah Harry kembali mendekat ke wajah Margareth, napasnya terdengar memburu dan terasa hangat menyapu wajah Margareth. Detak jantung Margareth ikut memacu cepat merasakan deru napas Harry yang semakin terasa panas diwajahnya.


Margareth memejamkan matanya, perasaannya mengatakan Harry akan melakukan sesuatu padanya. Jantungnya semakin cepat berdetak menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Maafkan aku....." Harry segera memundurkan tububnya kebelakang. Ia melepaskan tautan tanganya dari tangan Margareth dan membenarkan posisi duduknya dibelakang kemudi.


"Kenapa tuan Harry.....?"Tanya Margareth seakan kecewa pada sikap Harry.


"Kita belum boleh melakukan itu." Sahut Harry menyandarkan punggungnya sambil memandang kedepan kaca mobil, melihat orang yang berlalu lalang dari kejauhan.


"Karena aku juga akan menjaga diriku, dan juga hatiku ini untukmu nona Margareth....." Harry kembali menatap wajah Margareth lekat.


Margareth balas menatap mata Harry, untuk menemukan kejujuran dari setiap kata - kata pria itu melalui sorot matanya. Semula ia berpikir Harry mengurungkan niatnya untuk menyentuh dirinya karena masih mengingat akan kesalahannya yang begitu ceroboh memeluk dokter Randiasa didepan mata calon suaminya itu. Kini ia dapat melihat, bahwa pria itu sangat menghormati dan menghargai dirinya sebagai wanita dan calon isterinya.


"Aku akan masuk kesana, jadwal penerbangannya tinggal 20 menit lagi." Ucap Harry sambil membereskan tas yang berisi tablet dan beberapa barang pria didalamnya.


"Aku akan mengantarkanmu tuan Harry, hingga kau masuk kepesawat." Margareth bergegas membuka pintu mobil disampingnya.


"Tidak perlu, kau disini saja, dan pulanglah....." Harry memegang lengan Margareth erat dan menahannya supaya tidak keluar dari mobil itu.


Harry membuka pintu samping disebelahnya lalu keluar, ia berdiri sejenak disana menatap kearah Margareth yang juga memandang kearahnya. Ia mengulas senyum dan melambaikan tangannya. Tanpa menunggu balasan Margareth, Harry segera menutup pintu mobil. Pria itu segera berlari - lari kecil dengan tubuh atletisnya yang terlihat ringan saat bergerak.


Margareth masih terpaku ditempat duduknya, memandang Harry yang pergi menjauh dan kian terlihat mengecil pada kerumunan orang - orang yang berbaur dibandara itu.

__ADS_1


Setelah Harry tidak terlihat lagi dari pandangan matanya, Margareth membuka pintu mobil disebelahnya. Ia keluar dan masuk kembali untuk duduk dibelakang kemudi. Ia menghidupkan mesin mobilnya, beberapa detik kemudian ia mematikan lagi mesin mobilnya saat melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangan kirinya menunjukan pukul 15.18. Dua menit lagi, pesawat yang membawa Harry ke Singapura akan sebentar lagi terbang.


Margareth menyandarkan punggungnya, menatap kedepan dengan mata menerawang.


Kebersamaan yang sangat singkat dihari ini antara dirinya dan Harry, hanya 2 jam saja, telah menciftakan banyak hal yang terjadi. Mulai dari dirinya yang kedapatan basah memeluk sang mantan pacar, sampai pesan - pesan terakhir Harry untuknya, semuanya kembali berputar - putar dikepalanya terus - menerus.


"Bodohnya aku..... kenapa hanya penasaran saja sampai membuatku memeluknya, dan sampai mengatakan kata rindu yang tidak pantas keluar dari mulutku." Guman Margareth seorang diri dengan wajah menyesali dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi.


"Dan tuan Harry.... dia melihatnya....sungguh memalukan dirimu Margareth." Gumam Margareth lagi sambil memukul kepalanya sendiri dengan tangannya.


"Setelah semuanya itu terjadi, berani - beraninya kau mengarapkan ciuman darinya..... Huhh.... kau memang sangat memalukan Margareth, dan terlihat sangat menyedihkan......" Margareth masih bergumam pada dirinya sendiri sambil memegang erat kemudi didepannya.


Dengungan suara pesawat terdengar begitu bising. Margareth melihat pesawat garuda meluncur cepat meninggalkan bandara itu melesat ke angkasa lepas. Ia yakin, Harry ada didalam sana, meninggalkan Indonesia, dan meninggalkan dirinya.


Seperti ada yang hilang dalam dirinya, saat melihat pesawat itu menghilang dibalik awan - awan. Margareth tidak tahu apa itu, tetapi begitu terasa tidak nyaman dihatinya, ada rasa sepi menghinggapinya.


...•••...


♡♡♡


Terima kasih buat para readers setia novel JAGA HATIMU UNTUKKU yang sebentar lagi akan TAMAT. Yukz, mampir di novel 'HANARIA Wanita Sejuta Rasaku'. Mengisahkan tentang seorang wanita tangguh, dan pekerja keras ulet sehingga menjadi kesayangan pemilik perusahaan yang memperkerjakannya, jangan ditanya untuk pria - pria muda. Cucu kembar dari keluarga Agatsa pun ikut mengharapkan cintanya.


#HANARIA Wanita Sejuta Rasaku


Karya :


#Nama pena : Dewi Payang


#FB Indah Sosilawati


#IG Indah Sosilawati


♡♡♡

__ADS_1



__ADS_2