
"Sudah sampai sayang......" Moranno membantu Yurina membuka sabuk pengamannya.
"Terima kasih suamiku....." Yurina mengulas senyumnya, lalu turun dari mobil.
Moranno mengenakan jas biru tua dengan dalaman kemeja berwarna peach, senada dengan gaun pesta yang dikenakan oleh Yurina isterinya.
Moranno menekukkan tangan kirinya, mengisyaratkan pada sang isteri agar segera menggandeng lengannya.
Setelah Moranno mengunci mobil dengan menekan remote ditangannya, keduanya lalu menuju lobby hotel bintang tiga itu.
Seorang resepsionis mengulas senyuman saat melihat kedatangan Morano dan Yurina.
"Selamat malam tuan dan nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Sapa sang resepsionis.
"Kami akan menghadiri pernikahan nona Lisa dan dokter Randiasa." Sahut Yurina memberitahu, dan tidak lupa membalas senyum sang resepsionis.
"Kearah kiri, dan lurus saja tuan dan nyonya, nanti ada para petugas penerima tamu disana." Ucap sang resepsionis menjelaskan disertai bahasa tubunya yang menunjuk kearah yang akan dituju Yurina dan Moranno.
"Baik, terima kasih nona....." Ucap Yurina yang mengerti penjelasan dari sang resepsionis.
"Sama - sama tuan dan nyonya....."
Yurina dan Moranno segera menuju arah yang dituju. Dua orang pria dan dua orang wanita muda yang menanti didepan pintu acara pesta sebagai penerima tamu melemparkan senyuman saat Moranno dan Yurina tiba didekat mereka.
"Selamat malam tuan dan nyonya..... Mohon diisi buku tamunya....." Sapa mereka dengan hormat.
Yurina lalu menulis nama suaminya dan juga dirinya. Setelahnya keduanya diantar masuk ke ballroom.
Moranno dan Yurina menatap kesekeliling ruangan pesta yang didekorasi dengan warna serba perak.
Demikian pula dipelaminan, nampak pengantin wanita mengenakan gaun yang berwarna perak dihiasi Mahkota peraknya seirama dengan jas pengantin pria, yang juga serba perak.
Yurina dan Moranno mengambil tempat duduk, sambil menunggu beberpa tamu yang mengantri untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai yang sedang berbahagia diatas pelaminan.
Yurina menatap wajah Moranno yang sedari tadi memperhatikan kedua pengantin yang tengah sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu.
"Suamiku..... apa yang sedang kau perhatikan, hmm??"
__ADS_1
"Pengantin...." Sahut Moranno singkat.
"Iya, aku tahu kau sedang memperhatikan kedua pengantin itu, tapi apa yang kau perhatikan dari keduanya?" Tanya Yurina penasaran, karena tidak biasanya suaminya memperhatikan sesuatu hingga mengalihkan semua perhatiannya.
Moranno hanya tersenyum merespon pertanyaan isterinya tanpa berkomentar.
"Ayo suamiku.... " Yurina menarik tangan Moranno untuk segera naik kepanggung pelaminan. Moranno mengikuti Yurina berjalan dibelakangnya.
"Ahh..... akhirnya kau menikah juga Lisa, aku turut bahagia...... selamat ya....." Ucap Yurina sambil memberikan pelukan hangat pada sahabatnya itu.
"Iya Yurina, terima kasih banyak.....aku sangat bahagia kau bisa hadir disini, aku beberapa kali berusaha menghubungimu, tapi sangat sulit....." Bisik Lisa.
"Aku sedang liburan bersama keluargaku Lisa...." Yurina ikut berbisik.
"Kau pasti ingin menambah adik bayi lagi kan buat dua putra kembarmu itu?" Ledek Lisa sambil terkekeh.
"Ahh kau Lisa, jangan meledekku, kau juga sebentar lagi akan buat adik bayi....." Ucap Yurina tak mau kalah.
"Ehmmm......" Yurina dan Lisa langsung tersadar mendengar deheman Moranno.
"Nanti kita lanjut lagi ya.... " Kekeh Yurina sambil berlalu. Ia lupa kalau dibelakangnya sudah mengantri para tamu yang menanti untuk memberi ucapan selamat.
"Terima kasih nyonya muda..... saya banyak mendengar tentang anda dari Lisa. Terima kasih sudah berkenan hadir dalam acara pernikahan sederhana ikam ini." Ucapnya dengan sikap tenang dan mengembangkan senyum ramahnya.
Yurina segera bergeser memberikan tempat pada Moranno suaminya.
"Ternyata dunia yang seluas ini serasa sempit.... Selamat atas pernikahan anda, dokter Randiasa.... Selamat berbahagia.... semoga selalu langgeng terus sampai maut memisahkan....." Ucap Moranno menatap lekat wajah sang mempelai pria dan menjabat erat tangannya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Terima kasih tuan Moranno..... atas doa terbaik anda, itulah yang menjadi harapan saya untuk pernikahan kami." Sahut dokter Randiasa dengan wajah yang tetap terlihat tenang.
Lisa dan Yurina saling berpandangan, melihat suami mereka seolah saling mengenal namun keduanya terlihat saling menjaga jarak satu sama lain.
"Suamiku.... sepertinya kau mengenal dokter Randiasa suami Lisa." Yurina menatap suaminya itu yang tengah mengambil minuman untuk dirinya aetelah turun dari panggung pelaminan.
"Menurutmu??" Moranno malah balik bertanya dengan wajah datarnya.
"Suami tampanku.....aku bertanya padamu, sang pujaan hatiku..... kenapa kau malah balik bertanya padaku? Dari pancaran wajahmu, sepertinya kau merasa kurang nyaman berada dipesta ini semenjak tadi?" Yurina masih menatap wajah Moranno yang menyodorkan gelas minuman padanya.
__ADS_1
"Tidak sayang.... itu hanya perasaanmu saja. Habiskan minumanmu. Ini pesta pernikahan sahabatmu, kau harus ikut menikmatinya sama seperti waktu kita menikah dulu, Lisa juga ikut berbahagia bersamamu. Percayalah, aku baik - baik saja dan merasa nyaman disini, dan aku akan tetap menemanimu selama yang kau mau sayang....." Moranno menunjukkan senyumnya lalu meneguk minuman dalam gelas ditangannya.
"Suamiku.... aku ingin makan....." Ucap Yurina menatap meja sajian yang dipenuhi beraneka ragam makanan.
"Ayo....." Moranno mengajak Yurina mendekati meja sajian yang dipadati oleh para tamu yang sedang memilih menu makanan.
"Kau mau makan apa sayang...... " Tanya Moranno sambil memegang pring ditangannya.
"Steak daging itu..... yang banyak ya.....gak pake nasi." Tunjuk Yurina membuat Moranno mengernyitkan keningnya.
"Sayurnya??" Tanya Moranno lagi, Yurina segera menggelengkan kepalanya.
"Sayang..... kau serius makan steak daging ini saja?"
"Hmm" Angguk Yurina pasti.
"Baiklah..... ayo, aku antar kemeja....." Ajak Moranno sambil membawa piring Yurina ditangannya.
" Berikan pringnya padaku suamiku, jadi kau bisa mengambil makananmu, aku akan menunggumu disini."
"Aku tidak akan membiarkanmu berdiri sendiri disini sayang, ayo ikut aku....." Moranno menarik tangan Yurina dengan satu tangannya lagi menuju satu meja yang masih kosong.
"Tunggu disini, aku akan mengambil minuman untukmu sayang." Moranno meletakan piring makanan Yurina diatas meja dan menarik kursi untuk isterinya itu duduk., lalu segera menuju meja minuman dan makanan.
Tak lama Moranno kembali membawa nampan ditangannya.
"Kok bawa nampan segala......." Tanya Yurina keheranan.
"Iya tadi aku meminjamnya pada pelayan untuk membawa ini....." Moranno mengambil kedua gelas minuman dari dalam nampan dan meletakkannya satu dihadapan Yurina dan satunya lagi beserta piring makanan untuk dirinya.
Moranno melambaikan tangannya pada salah satu pelayan yang sedang melintas didekat mereka.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Ini nampannya nona, terima kasih ya...."
"Iya, sama - sama tuan...." Sang pelayan wanita segera berlalu membawa nampan ditangannya.
__ADS_1
Moranno baru saja menyantap makanan dihadapannya. Matanya tidak sengaja melihat seorang wanita yang sangat ia kenal bergelayut mesra pada lengan seorang pria yang juga dikenalnya memasuki ruangan pesta.
Moranno tersenyum, pikiran usilnya tiba - tiba muncul dikepalanya.