JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 145 "Bukankah kau ingin kita liburan sayang."


__ADS_3

Yurina yang sudah berpakaian rapi, segera turun kelantai satu. Suasana rumah nampak sepi, hanya beberapa pelayan yang sesekali masuk dan keluar rumah melakukan pekerjaan mereka.


Dari kejauhan, Yurina melihat sosok yang ia cari. Moranno sedang duduk didekat tepi kolam renang taman samping sambil memperhatikan layar ponselnya.


Tidak jauh dari tempat Moranno duduk, mobilnya sedang terparkir disana.


"Suamiku..... Kau menungguku?" Tanya Yurina, sesaat setelah ia berada didekat Moranno.


Moranno menoleh, senyum tersungging disudut bibirnya. Ia lalu berdiri mendekati Yurina yang memandang kearahnya.


"Kau sudah siap? Ayo kita berangkat sekarang...." Kata Moranno menarik tangan Yurina untuk mengikutinya menuju mobil.


"Kita mau kemana?" Tanya Yurina penasaran.


"Kesuatu tempat..... Kita sudah lama tidak kesana." Kata Moranno sambil membukakan pintu depan mobil untuk Yurina. Setelah isterinya itu duduk ia lalu memasang sabuk pengamannya, dan menutup pintu mobil dengan rapat.


Moranno segera menuju pintu dekat kemudi dan segera masuk.


"Kau.... tidak berkerja hari ini suamiku?" Tanya Yurina saat Moranno sudah duduk dibelakang kemudi.


"Tidak......" Jawab Moranno singkat. Ia memutar lagu mancanegara dengan suara sedang lalu menjalankan mobilnya perlahan menuju halaman depan dan keluar dari pagar kokoh rumah besar mereka.


Moranno lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saat sudah berada dijalan raya.


Yurina mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi, saat ia melihat Moranno begitu pokus pada jalan didepannya.


Seperti biasanya, lalu lintas pagi itu nampak begitu ramai dan sesak, mobil yang dikendarai Moranno terkadang harus berhenti sesekali ditengah keramaian lalu lintas kota.


Untuk beberapa saat lamanya mereka harus sabar pada situasi itu, hingga akhirnya Moranno membelokkan mobilnya masuk kejalan menuju pinggiran kota.


Mobil Moranno kembali melaju dengan kecepatan sedang melintasi lalu lintas pinggiran kota yang nampak lengang, hanya beberapa kendaraan yang sesekali melaju mendahului mobil yang dikemudikan Moranno.


Yurina melirik arloji ditangannya, sudah empat puluh menit mereka ada didalam mobil itu, namun Moranno tidak berbicara sepatah katapun padanya. Yurina pun enggan membuka pembicaraan, ia menatap jalan didepannya yang terkadang lurus, membelok kekanan dan membelok kekiri.


Sesekali Yurina melirik dengan ekor matanya, melihat Moranno yang masih pokus pada jalan didepannya, wajahnya terlihat tenang.


Beberapa lagu mancanegara yang mengalun lembut seolah menghantarkan Yurina terlelap dalam tidurnya.


Guncangan mobil yang cukup keras membangunkan Yurina dari tidurnya. Saat ia sadar ternyata Moranno sudah menurunkan jok mobilnya supaya posisi tidurnya nyaman.


Hati Yurina tiba - tiba menghangat. Ia menoleh kearah Moranno yang masih menyetir disebelahnya.


"Kau sudah bangun?" Tanya Moranno tanpa menoleh padanya.


"Iyaa....." Sahut Yurina berusaha bangkit lalu menegakkan jok supaya ia dapat duduk kembali.

__ADS_1


Yurina terbelalak saat melihat arloji ditangannya menunjukkan jam dua belas siang.


"Suamiku.....Memangnya kita ini mau pergi kemana.... Kenapa sudah tiga jam belum tiba ditempat tujuan?" Tanya Yurina dengan wajah terkejutnya.


"Coba kau perhatikan jalan yang kita lalui, mungkkn kau masih mengingatnya?" Sahut Moranno tanpa menoleh pada Yurina yang duduk disebelahnyà.


Yurina lalu memperhatikan jalan yang mereka lalui, setelah beberapa saat lamanya ia kembali tersentak.


"Jalan ini sepertinya menuju ke villa pinggiran kota?" Yurina menebak.


"Kau benar....." Sahut Moranno singkat, masih tidak menoleh pada Yurina karena pokus pada jalan didepannya yang berliku - liku.


"Suamiku..... Ini terlalu jauh, bagaimana dengan bayi - bayi kita dirumah, kenapa kau tidak mengajak mereka ikut bersama kita?" Yurina nampak khawatir karena jauh dari kedua putra kembarnya yang masih menyusui itu.


"Kau tenang saja, Bayi - bayi kita juga kemari bersama bibi Nur dan bibi Salu diantar pak Karso." Sahut Moranno.


Yurina lalu bernapas lega mendengarnya. Tak lama berselang Yurina kembali terlihat khawatir.


"Suamiku, aku tidak membawa apapun, kau tidak memberitahuku bila hari ini kita akan ke villa, jadi aku tidak membuat persiapan apa - apa. Terus.....bagaimana dengan pekerjaanmu, bukankah kau sangat sibuk, bagaimana kau bisa meninggalkannya begitu saja."


"Pakaianmu sudah ada dikoper dijok belakang, bibi Nani yang menyiapkan semuanya semalam. Ponselmu dan juga tasmu tidak ketinggalan. Mulai hari ini hingga enam hari kedepan aku sudah mengambil cuti. Bukan kah kau ingin kita liburan sayang. Hmmm" Ucap Moranno yang kali ini menoleh kearah Yurina sepintas.


Hati Yurina langsung berbunga - bunga mendengar ucapan Moranno, tatapan suaminya itu membuat hatinya tiba - tiba berdebar setelah beberapa hari terakhir diacuhkan Moranno.


Mobil Moranno memasuki area villa, dua security yang bertugas menaikan portal membungkuk hormat saat mobil Moranno melintas dihadapan mereka.


Beberpa pelayan membungkuk hormat menyambut kedatangan Moranno dan Yurina.


"Bibi.....tolong bawakan barang - barang kami kekamar ya...." Pinta Moranno pada seorang pelayannya yang sedang berdiri berbaris.


"Baik tuan....." Sahutnya dengan hormat.


"Ayo sayang....." Moranno menarik tangan Yurina untuk mengikutinya memasuki villa.


"Dimana bibi Nur, bibi Salu dan bayi - bayi kita?" Tanya Yurina yang belum melihat keberadaan kedua bayinya itu di villa.


"Mereka masih dalam perjalan kemari sayang. Aku meminta pak Karso pelan - pelan saja mengemudi karena ini perjalanan pertama bagi bayi kembar kita."


"Ayo sayang kita keruang makan, aku lelah sekali. Ingin segera beristirahat setelah makan siang."


Yurina bergegas mengikuti langkah Moranno suaminya menuju ruang makan yang masih berada dilantai satu.


Moranno menarik kursi dan mempersilahkan isterinya itu duduk, lalu menarik kursi satunya lagi untuk dirinya sendiri.


"Suamiku.... Kau mau menu yang mana?" Tanya Yurina sambil mengisi piring di tangannya dengan nasi.

__ADS_1


Moranno melihat semua menu yang sudah tersaji, lalu menunjuk beberapa menu yang tersaji diatas meja.


Yurina mengambil beberapa menu makanan yang telah ditunjuk oleh Moranno dan memasukannya kedalam piring. Ia meletakkan piring ditangannya dihadapan Moranno.


Selanjutnya Yurina mengisi piringnya dengan menu makanan yang sama persis dengan yang ada dalam piring suaminya.


"Selamat makan suamiku....." Ucap Yurina dengan melemparkan senyumannya pada Moranno.


"Selamat makan sayang...." Balas Moranno juga sambil tersenyum.


Keduanya mulai menikmati makan siangnya dalam ketenangan. Sesekali Yurina menatap wajah Moranno yang pokus pada piring yang ada dihadapannya.


"Tambah lagi suamiku...." Kata Yurina saat dilihatnya piring Moranno yang sudah kosong.


"Cukup sayang, aku sudah kenyang....." Sahut Moranno sambil membersikan sudut bibirnya menggunakan tissue.


Moranno menunggu Yurina menghabiskan makan siangnya sambil meneguk jus nya.


"Kau sudah selesai sayang?" Tanya Moranno saat Yurina membersihkan mulutnya menggunakan tissue.


"Iya suamiku.....Aku akan membersihkan ini dulu." Ucap Yurina sambil berdiri dan mengangkat peralatan makanan yang kotor.


"Letakan saja disitu sayang, nanti biar pelayan saja yang membereskannya, ayo temani aku beristirahat. aku lelah sekali. Semalam aku tidak sempat tidur." Ucap Moranno menarik tangan Yurina untuk mengikutinya.


Yurina tidak banyak bertanya, ia mengikuti langkah Moranno menuju tangga dan menaiki beberapa anak tangga hingga tiba dilantai atas. Setibanya didepan kamar, Moranno mengambil anak kunci dari saku celananya, memasukkannya kedalam lubang kunci, namun selalu meleset.


"Berikan padaku suamiku...." Yurina meraih anak kunci dari tangan Moranno lalu memasukkannya kelubang kunci hingga terbuka.


Moranno segera masuk mendahului Yurin menuju ranjang dan berbaring bebas disana.


Yurina lalu menutup pintu kamar itu dengan rapat dan menguncinya dari dalam. Ia menuju ranjang untuk menghampiri Moranno.


Ternyata suaminya itu sudah terlelap. Dengkuran halus Moranno terdengar beraturan. Yurina menatap wajah Moranno yang nampak lelah. Disentuhnya wajah Moranno lembut dengan punggung tangannya.


Yurina melepaskan sepatu dan kaos kaki Moranno yang belum sempat dilepas. Diselimutinya tubuh Moranno dengan selimut tebal hingga kelehernya. Suhu ruangan serasa begitu sejuk.


Yurina menyapu pandangannya ke semua sudut kamar. Ingatanya kembali pada masa pertama kali dirinya tidur sekamar dengan Moranno setelah mereka menikah. Senyumnya mengembang mengingat masa itu.


Yurina menyudahi lamunan masa lalunya itu, ia masuk kekamar mandi berniat membersihkan diri karena merasa tubuhnya sedikit lengket setelah dari perjalanan yang cukup jauh.


Yurina terkesiap saat pintu kamar mandi terbuka, kelopak - kelopak mawar putih bertebaran dimana - mana didalam kamar mandi itu, termasuk dalam bak mandinya.


Ingatan Yurina kembali kemasa lalunya, saat awal pernikahan dirinya dan Moranno. Kamar mandi selalu dipenuhi kelopak - kelopak mawar dengan warna yang berbeda setiap kali ia mandi.


Yurina segera melepaskan pakaiannya dan merendamkan dirinya di bak mandi yang penuh sensasi aroma kelopak - kelopak mawar.

__ADS_1


***


__ADS_2