JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 205 "Bukan hewan Rosalia sayang....."


__ADS_3

Margareth dan Harry yang mendengar tangisan bayi - bayi itu langsung bergegas masuk keruang bersalin Yurina. Didalam ruang bersalin nampak Nyonya Agatsa sedang menggendong satu bayi perempuan, sedangkan satu bayi perempuannya lagi digendong oleh nyonya Naomi.


"Mom..... berikan pada Margareth......." Pinta Margareth sambil mengulurkan tangannya pada ibunya.


"Apakah kau tidak keberatan sayang, perutmu juga sudah membesar......" Sahut nyonya Agatsa sambil memandangi perut putrinya.


"Margareth masih sanggup mommy, ayo mommy berikan pada Margareth." Pinta Margareth lagi.


Nyonya Agatsa akhirnya memberikan bayi mungil itu kepada Margareth dengan hati - hati. Wajah Margareth begitu berbinar, saat bayi itu sudah ada dalam gendongannya. Margareth beberapa kali mencium bayi perempuan itu dengan gemesnya.


"Kau sudah baikan Harry??" Tanya nyonya Naomi pada cucunya yang turut memperhatikan bayi perempuan Moranno dan Yurina dalam gendongan Margareth.


"Sudah nenek......" Sahut Harry menatap sekilas kearah neneknya lalu beralih kembali pada bayi dalam pelukan Margareth isterinya.


"Tinggal beberapa bulan lagi, Margareth isterimu akan melahirkan seperti halnya Yurina. Kau harus seperti Moranno, mendampingi isterimu dalam persalinan nanti Harry. Dari sekarang kau harus menyiapkan dirimu, jangan sampai kau hampir pingsan seperti tadi." Ungkap nyonya Naomi menggoda sekaligus mengingatkan cucu satu - satunya itu.


Harry hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan neneknya dan melihat semua yang ada disekitarnya menahan senyum melihat kearahnya.


"Kau harus banyak belajar pada Moranno Harry. Yurina baru dua kali melahirkan, anak mereka sudah empat." Tambah tuan Morgan ikut menggoda Harry." Semua ikut tertawa, termasuk Moranno yang sejak tadi disebut - sebut namanya.


"Harry..... ucapan nenekmu, nyonya Naomi dan juga tuan Morgan tentang Moranno bisa saja kau contoh. Tapi jangan mencontoh Moranno yang buang sampah sembarangan saat panik dan cemas, juga jangan mememarahi dokter yang akan membantu isterimu nanti bersalin. Untung saja dokter Rosalie sudah biasa menghadapai suami dan keluarga pasien yang modelnya seperti Moranna. Kalau tidak, bisa jadi Yurina akan melahirkan seorang diri tanpa bantuan seorang dokter." Tawa semua yang hadir kembali pecah. Moranno hanya bisa menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Yurina berusaha menahan tawanya karena menahan sakit dibeberapa bagian tubuhnya pasca melahirkan. Dokter Rosalie yang masih bergabung bersama keluarga besar Agatsa ikut tertawa bersama.


...•••...


Tiga bulan kemudian.....


Perayaan pesta kelahiran untuk kedua putri kembar Moranno dan Yurina baru saja usai sore itu. Para tamu undangan sudah pulang.


Margareth yang nampak lelah duduk beristirahat disofa dengan perut besarnya dibagian sudut ruangan pesta. Ratusan rangkaian bunga ucapan selamat untuk kelahiran putri kembar Moranno dan Yurina itu berjejer rapi disepanjang lorong menuju pintu masuk hingga didepan pentas.


Pandangan Margareth tertuju pada seorang gadis kecil yang berjalan sendirian dengan melangkah pelan - pelan dari satu rangkaian bunga yang menjulang tinggi dihadapannya ke rangkaian bunga yang lainnya. Ia menatap bingkai raksasa yang terpampang poto dua bayi kembar perempuan yang amat lucu dan menggemaskan itu begitu lama.


"Gadis kecil itu..... sepertinya putri sambung dokter Rosalie." Gumam Margareth seorang diri sambil tetap mengamati dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Rosalia sayang..... Kau sedang apa??" Tanya Margareth, saat langkah kaki kecil Rosalia mendekat kearahnya, namun pandangan matanya tidak lepas dari poto - poto yang terpajang di beberapa rangkaian bunga.


Gadis kecil itu menoleh kearah datangnya suara, ia menatap sejenak kearah Margareth yang menyebut namanya lalu melemparkan senyumnya pada wanita yang ternyata dikenalnya.


"Tante kembar.......!!" Seru Rosalia sambil berlari - lari kecil kearah Margareth dengan wajah riang sambil memeluk perut besarnya.


"Kok tante kembar duduk sendiri ditempat sepi ini sih??" Tanya Rosalia, suaranya sudah tidak cadel lagi.


"Iya, tante sedang istirahat, kaki tante penat." Sahut Margareth sambil memperlihatkan kaki besarnya yang sudah membengkak.


"Rosalia juga sendirian, kemana papah dan mamah?" Tanya Margareth sambil mencubit pipi chubby milik gadis kecil itu.


"Lagi mengobrol dengan daddy dan mommy kembar disana......" Tunjuk Rosalia keujung pintu ruangan pesta.


"Jadi Rosa jalan - jalan sendiri ngeliat poto - poto adik kembar disana, mereka lucu, Rosa suka sama adik bayi kembar tante......" Pandangan Margaret ikut melihat saat tangan kecil Rosalia menunjuk kearah bingkai - bingkai poto yang telah ia lihat sebelumnya.


"Tante kembar.......didalam perut tante kembar yang sebesar ini ada adik bayi kembar juga kah?" Tanya Rosalia dengan wajah polosnya. Tangannya menyentuh perut Margareth yang sedang bergerak - gerak.


"Kok perut tante kembar gerak - gerak seperti ada hewan didalamnya......" Wajah Rosalia terlihat agak takut sambil melihat kewajah Margareth yang tertawa kecil mendengar ucapan gadis kecil itu.


Rosalia langsung ikut tertawa. "Maafkan Rosa ya tante kembar, Rosa tidak tahu. Baru kali ini Rosa lihat perut yang membesar bergerak - gerak seperti ada hewan didalamnya." Ucapnya masih tertawa.


"Tidak apa - apa Rosa sayang, tante mengerti. Itu sebabnya, tante memberikan penjelasan pada Rosa, supaya Rosa tahu......" Margareth mengusap pucuk rambut Rosalia dengan sayang.


"Sayang..... ini minuman untukmu......" Harry yang baru saja tiba langsung menyodorkan sebotol air mineral yang diminta Margareth sebelumnya.


"Ehh..... Ada Rosalia........" Sapa Harry sambil tersenyum pada gadis kecil yang menatap kearahnya.


"Rosa sedang menemani tante kembar yang duduk sendiri disini om...."


"Anak pintar........" Harry mengusap pipi chubby Rosalia dengan ibu jarinya." Terima kasih ya Rosa karena sudah menemani tante kembar......" Ucap Harry lembut.


"Sama - sama om....." Senyum Rosalia membuat Harry menjadi gemes melihatnya.

__ADS_1


"Terima kasih honey....... Rosa mau minum?" Tanya Margareth pada gadis kecil didepannya sambil membuka penutup botol.


Rosalia menggeleng cepat. "Rosa tidak haus tante kembar. Tante kembar saja yang minum."


Margareth yang merasa haus menghabiskan air mineral dalam botol ditangannya.


"Honey...... " Margareth memeluk perutnya dengan kedua tangannya.


"Sayang..... kau kenapa??" Wajah Harry menegang. Tangannya ikut menyentuh perut Margareth yang terasa kencang dan mengeras.


"Entahlah honey..... perutku sakit sekali setelah menghabiskan air mineral itu." Margareth masih meringis kesakitan sambil memeluk perutnya.


"Jangan - jangan kau akan melahirkan sayang......" Harry segera berdiri dan menepuk kedua tangannya diudara keras - keras sambil melambaikan kedua tangannya kearah Moranno dan Yurina yang sedang asik mengobrol bersama dokter Rosalie dan tuan Hartawan.


Moranno, Yurina, dokter Rosalie dan tuan Hartawan yang mendengar isyarat panggilan Harry segera bergegas mendatangi Margareth, Harry, dan Rosalia.


"Ada apa Harry......??" Tanya Moranno sambil menatap wajah Harry dan Margareth secara bergantian.


"Margareth..... mungkin saatnya dia akan melahirkan." Ungkap Harry. Wajahnya yang tegang terlihat cemas dan mulai panik.


"Tenanglah...... aku akan memeriksa kondisi nyonya Harry dulu, tolong siapkan kereta ataupun kursi roda untuk membawa Margareth kerumah sakit.


Moranno segera meraih ponselnya untuk menelpon seseorang. Sementara Harry harap - harap cemas menunggu hasil pemeriksaan dokter Rosalie pada Margareth isterinya yang dibaringkan disofa.


"Nyonya Harry memang harus dibawa kerumah sakit malam ini, sebentar lagi dirinya akan melahirkan tuan...." Jelas dokter Rosalie.


"Sayang..... tidak apa - apakan kau pulang bersama anak - anak kita, aku akan mengantarkan Harry dan Margareth kerumah sakit."


"Iya suamiku..... aku akan mengurus anak - anak, nanti aku akan menyusul kesana." Sahut Yurina bergegas pergi untuk membawa anak - anaknya serta para pengasuh pulang.


"Kami juga ikut..... Aku dan suamiku....." Ucap dokter Rosalie


"Kalau begitu..... Ayolah, aku sudah memesan ambulance......" Moranno segera membantu Harry untuk memapah Margareth adiknya. Sementara Rosalia naik kegendongan tuan Hartawan ayahnya. Mereka semua bergegas meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2