JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 207 "Saya.... mandul."


__ADS_3

"Terima kasih banyak dokter Rosalie, sudah membantu isteri saya dalam persalinannya tadi malam."


"Sama - sama tuan Harry......" Sahut Rosalie sambil mengulas senyum.


"Maafkan saya dokter Rosalie, atas semua sikap dan tingkah saya semalam." Ucap Margareth pada sahabatnya itu, ia merasa malu bila mengingat kehebohan dirinya diranjang persalinan semalam.


"Tidak masalah..... saya memakluminya, saya sudah biasa menghadapi semua situasi seperti yang terjadi semalam nyonya Harry." Sahut dokter Rosalie mengulas senyum.


"Margareth...... kau juga harus meminta maaf pada suamimu. Kau terlalu kejam pada dirinya. Dua kali isteriku melahirkan keempat anak kami, tidak sedikitpun ia menganiaya diriku saat melahirkan." Ucap Moranno pada adik kembarnya itu. Semua yang ada ditempat itu berusaha menahan senyum, pandangan mereka tertuju pada Harry yang meninggalkan goresan - goresan yang tidak beraturan diwajahnya.


Wajah Margareth merona, ia merasa begitu malu karena Moranno mengingatkan dirinya atas perlakuan dirinya pada suaminya itu semalam.


"Memang apa yang terjadi sampai isteriku harus meminta maaf padaku tuan Moranno?" Mimik wajah Harry terlihat tidak mengerti.


"Apakah dirimu lupa akan apa yang telah Margaerth lakukan padamu? Dan saat kau mandi, apakah tidak merasakan kalau wajahmu perih?" Moranno ikut merasa heran, Harry seakan - akan tidak mengingat apa - apa.


"Lihat ini......??" Moranno langsung memperlihatkan poto dalam galeri diponselnya pada Margareth dan Harry. Keduanya sempat terkejut sejenak melihat poto yang memperlihatkan keadaan Harry yang mengenaskan dipoto itu.


"Kakak sempat - sempatnya mengabadikan poto itu, aku malu sekali melihat hasil perbuatanku....." Ucap Margareth hampir menangis menahan rasa malunya. Namun hal itu malah membuat semua orang kembali tergelak.


"Honey...... maafkan perbuatanku padamu." Ucap Margareth tulus.


"Tidak apa - apa sayang..... itu semua tidak sebanding dengan kebahagiaan kita saat dirimu dan bayi - bayi kita telah lahir dengan selamat." Harry memeluk isterinya itu dengan rasa penuh kasih sayang.


"Adik bayinya buat Rosa saja......ya tante kembar.....!" Rosalia tiba - tiba muncul didepan pintu rawat inap Margaret dengan napas memburu karena habis berlari.


Semua pasang mata menoleh kearahnya. Tuan Hartawan yang mengejar putrinya itu dari belakang tampak mengatur napasnya.

__ADS_1


"Maafkan putri saya. Dari tadi dia mengajak saya kemari, namun saya berusaha menahannya karena semuanya masih dalam keadaan sibuk disini. Saat saya ketoilet, Rosalia lolos dari pengamatan saya." Jelasnya pada semua yang hadir.


"Tidak apa - apa tuan Hartawan...... " Ucap Margareth. "Rosalia..... kemari sayang..... " Rosalia lalu mendekati Margareth yang memanggil dirinya. Margareth menatap wajah gadis kecil itu, matanya terlihat sembab.


"Rosa habis menangis ya....?" Tanya Margareth membelai lembut pipi gadis itu dengan ibu jarinya. Rosalia mengangguk pelan sambil menatap wajah Margareth yang tengah berbaring diranjang pasien.


"Adik Billy dan Adik Willy sudah punya adik Marina dan adik Malizha..... Rosa juga mau adik bayi tante kembar......" Ucapnya dengan wajah sedih. Pandangannya beralih pada kereta bayi yang ada disisi ranjang Margareth.


Rosa mau adik bayi??" Tanya Margareth pada gadis kecil itu.


"Iya tante kembar......" Sahut Rosalia masih menggangguk.


"Boleh adik kembarnya buat Rosa tante??" Tanyanya lagi dengan wajah penuh harap.


"Rosaaaa........" Panggil tuan Hartawan dengan nada menegur sambil mendekati dan berjongkok dibelakang putrinya itu. Sementara dokter Rosalie juga ikut mendekati Rosalia dan ayahnya itu.


"Iya....... nanti papah dan mamah akan memberikan Rosa adik bayi yaa..... sekarang Rosa pulang dulu ikut papah. Mamah juga sudah selesai dengan pekerjaannya." Bujuk tuan Hartawan pada putrinya.


"Iya sayang, kita jalan - jalan dulu, beli es krim ya....." Dokter Rosalia ikut membujuk.


"Nggak mau.....! Rosa nggak mau es krim......! Rosa hanya mau adik bayi......!"


"Rosa belum mau pulang kalau nggak bawa adik bayi......!!" Teriaknya, membuat semua orang dalam ruang rawat inap Margareth itu jadi terkejut.


"Rosa sayang, adik bayi belum boleh ikut pulang, adik bayi masih harus dirawat disini dulu bersama mamanya......" Dokter Rosalia berusaha memberi pengertian.


"Kalau gitu.... Rosa juga harus tinggal disini sampai adik bayi boleh Rosa bawa pulang......!!" Sahutnya tak perduli.

__ADS_1


Tuan Hartawan dan dokter Rosalie terlihat bingung, tidak tahu bagaimana lagi caranya membujuk putri mereka itu.


"Rosa sayang...... ucapan mamah benar. Adik bayi harus istirahat disini dulu. Begini saja, bagaimana kalau pagi ini..... kakak Rosa main kerumahnya adik Billy dan adik Willy saja....... Nanti sekalian adik Marina dan adik Malizha nya juga diajak main..... Mau yaa...??" Yurina turun tangan ikut membujuk.


Rosalia berpikir sejenak, ia menatap wajah Yurnia sesaat lamanya lalu mengangguk setuju dengan senyum mengembang.


"Kalau begitu..... sekarang kita berpamitan dulu pada buyut, oma, kakek, nenek, om dan tante kembar ya....." Ucap Yurina lagi. Rosalia langsung menurut. ia berpamitan dengan meraih tangan dan mencium punggung tangan mereka satu persatu.


Rosalia memang terlihat menggemaskan, semua orang yang mengenalnya pasti akan mengayanginya.


Setelah berpamitan, tuan Hartawan menggendong Rosalia putrinya. Suami dari dokter Rosalie itu berjalan lebih dulu bersama Moranno. Sedangkan Yurina dan dokter Rosalie berjalan dengan jarak yang cukup jauh dibelakang mereka.


"Terima kasih nyonya muda..... maafkan Rosalia, dia sangat merepotkan anda. " Ucap dokter Rosalie sambil melangkah disamping Yurina.


"Tidak apa - apa dokter..... namanya juga anak - anak. Dan saya juga merasa senang kalau Rosalia bisa berteman dengan anak - anak saya, karena saya perhatikan, Billy dan Willy terlihat bahagia setiap kali Rosalia datang mengunjungi mereka dirumah kami." Ungkap Yurina dengan senyumnya. Dokter Rosalie pun ikut tersenyum.


"Saya sebenarnya merasa sedih nona muda, saya..... tidak bisa memberikan Rosalie seorang adik....." Ungkap dokter Rosalie, wajahnya terlihat murung. Yurina yang melangkah disamping dokter Margareth melirik sekilas kearah wajah dokter Rosalie.


"Apa maksud anda dokter??" Tanya Yurina sambil terus menyusuri lorong rumah sakit.


"Saya..... mandul......" Sahut dokter Rosalie singkat. Yurina sempat terkejut, namun dirinya berusaha bersikap biasa saat mendengarnya.


"Apakah tuan Hartawan tahu akan hal itu dokter?" Tanya Yurina, ia memperhatikan tuan Hartawan yang sedang asik mengobrol dengan Moranno suaminya yang berjalan didepan mereka beberapa meter jauhnya.


"Suami saya mengetahuinya, bahkan jauh sebelum kami menikah. Saya sempat menolak lamarannya beberapa kali karena kemandulan saya ini, namun saat saya melihat dirinya tulus, juga keluarganya mau menerima kekurangan saya sebagai seorang wanita, akhirya saya luluh juga dan menerima lamarannya untuk menikahi saya. Hanya Rosalia saja yang tidak mengetahuinya nona muda, itu sebabnya dia selalu meminta adik bayi dari saya dan suami." Terang dokter Rosalie. Yurina hanya mengangguk - anggukan kepala nya mendengar penuturan dokter Rosalie.


"Rosa..... kau serius ingin ikut daddy kembar? Tidak ingin ikut papah dan mamah beli es krim?" Tanya tuan Hartawan saat mereka sudah tiba diparkiran mobil keluarga Agatsa dirumah sakit itu.

__ADS_1


"Iya...... Rosa ingin main sama adik Billy dan adik Willy....... papah dan mamah kan sibuk kerja terus, nanti pasti Rosa ditinggalin lagi sama kak Rara...... Rosa nggak mau....." Sahutnya sambil menggèlembungkan pipi chubbnya.


__ADS_2