JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 94 "Selamat datang penerus keluarga Agatsa."


__ADS_3

Yurina membolak balik amplop putih dari Moranno untuknya.


Hatinya kembali sedih saat membaca tulisan bagian depan amplop putih itu.


Tulisan Moranno begitu rapi. Yurina meraba tulisan suaminya itu perlahan, seolah - olah ia ingin menemukan jari - jemari suaminya yang telah menuliskannya disana.


Yurina kembali menetesakan air matanya, ia mendekap mulutnya dengan satu tangannya supaya isak tangisnya tidak terdengar.


Punggungnya berguncang - guncang menahan gemuruh didadanya.


Setelah sekian lama ia laru dalam kesedihannya, Yurina menghentikan tangisnya. Menghapus air matanya dengan usapan kasar.


Sekali lagi dibacanya tulisan Moranno dengan penuh perasaan, sebelum ia membuka isi amplop putih itu.


"Buat isteriku yang kucintai dan bayi kembar kami." Demikian Yurina membaca tulisan bagian depan amplop itu. Yurina berusaha tersenyum untuk menghibur dirinya sendiri.


Dibukanya amplop itu dengan hati - hati, ia berusaha membacanya dengan perlahan.


"Selamat ya sayang, kau sudah melakukan tugas muliamu dengan sabar sebagai seorang ibu. Kau telah bersedia mengandung dan melahirkan bayi kembar kita. Sekarang aku sudah menjadi seorang ayah. Kita berdua akan membesarkan anak - anak kita dalam kebahagiaan.


Buat Willy dan Billy, babby - babby nya daddy.... daddy yakin kalian lahir sebagai anak laki - lakinya daddy.


Selamat datang didunia, selamat datang penerus keluarga Agatsa. Tetap sehat dan tumbuhlah dengan baik, kalian adalah kebanggaan daddy dan mommy.


Sebagai hadiah dariku untukmu isteriku, selain saham enam puluh persen dari saham milikku yang telah kuberikan padamu diawal pernikahan kita. Aku memberimu tanggung jawab besar sebagai nyonya muda Agatsa, berkas - berkas yang harus kutanda tangani juga sah saat kau menanda tanganinya.


Dariku :


Moranno


Suamimu".


Yurina mencium lembaran kertas putih itu. Ia kembali meneteskan air mata, kali ini adalah air mata kebahagiaan. Bagaimana tidak, nama bayi yang Moranno cantumkan disurat itu sama persis dengan nama bayi yang telah ia siapkan untuk diperlihatkan pada Moranno sebelum terjadinya musibah kecelakaan itu


Diraihnya kertas putih tulisan tangannya sendiri. Nama - nama bayi yang telah ia siapkan.


"Sungguhkah ini hanya suatu kebetulan? Aku dan suamiku menyiapkan nama bayi yang sama?" Ucap Yurina lirih.


Tok...

__ADS_1


Tok..


Tok...


Suara ketukan pintu mengagetkan Yurina yang disibukkan dengan pikirannya.


Bibi Nur tergopoh - gopoh mendekati pintu dan membukanya.


"Selamat sore bibi Nur." Sapa dokter Rosalie dan seorang suster yang bersamanya.


"Selamat sore juga dokter Rosalie dan suster. Mari, silahkan masuk." Balas bibi Nur dan mempersilahkan masuk.


"Selamat sore nyonya muda. Bagaimana keadaan anda sekarang nyonya? Sapa dokter Rosalie pada Yurina sambil tersenyum dengan memberi hormat.


Demikian juga suster yang ikut bersamanya melakukan hal yang sama.


"Selamat sore juga dokter Rosalie dan juga suster. Saya baik - baik saja dok.... terima kasih." Balas Yurina ramah.


"Berbaringlah ditempat tidur anda nyonya muda, saya akan melakukan pemeriksaan lagi." Pinta dokter Rosalie.


"Baik dok...." Yurina lalu membaringkan tubuhnya dengan perlahan.


Setelah melakukan pemeriksaan pada Yurina doker Rosalie juga melakukan pemeriksaan pada dua bayi kembar mungil itu.


Dokter Rosalie tersenyum kecil melihat kedua bayi mungil yang sedang tertidur pulas diranjang bayinya masing - masing.


Kedua bayi itu tidak terganggu sama sekali oleh aktifitas yang dilakukan dokter Rosalie pada tubuh mereka.


Setelah selesai memeriksa keadaan kedua bayi mungil itu, dokter Rosalie kembali mendekati Yurina yang sudah duduk kembali diranjangnya.


"Dari hasil pemeriksaan nyonya muda dan juga bayi kembar nyonya, besok atau lusa, nyonya sudah bisa pulang kerumah. Karena tidak ada hal - hal yang perlu dikhawatirkan. Baik nyonya muda, bayi kembar nyonya, semuanya sehat." Ujar dokter Rosalie sembari tersenyum.


"Terima kasih banyak dok." Ucap Yurina senang saat mendengar hasil pemeriksaan dirinya, juga bayi - bayinya.


"Nyonya muda, apakah anda telah menyiapkan nama untuk bayi kembar anda?"


"Iya dok, saya sudah menyiapkannya." Yurina lalu menyerahkan dua lembar kertas putih miliknya dan milik Moranno.


"Apa ini nyonya muda." Kata dokter Rosalie sambil menerima dua lembaran kertas dari tangan Yiurina.

__ADS_1


"Bacalah dok. Ini adalah nama bayi kembar laki - laki yang aku pilih dan juga suamiku pilih ...." Pinta Yurina.


Dokter Rosalie membaca kertas hasil tulisan Yurina, nama bayi laki - laki kembar, nama bayi perempuan kembar, dan nama bayi laki - laki perempuan kembar.


Lalu dokter Rosalie beralih ke kertas surat hasil tulisan Moranno. Mata dokter Rosalie terbelalak saat membaca nama bayi laki - laki yang ditulis Moranno.


"Bagaimana mungkin tuan Moranno sebegitu yakinnya pada jenis kelamin bayi kembarnya nyonya muda. Padahal waktu USG, kita tidak memperlihatkan jenjs kelamin bayi - bayi itu. Kemudian nama yang ia pilih pun sama persis dengan nama bayi yang disiapkan nyonya muda."


" Ini adalah suatu kebetulan yang menunjukan kalian memang pasangan suami - isteri yang satu hati." Kata Dokter Rosalie kagum sambil tersenyum.


Yurina turut tersenyum. setidaknya ia dapat melupakan kesedihannya sejenak tentang kondisi Moranno suaminya.


"Suster, tulis nama ini untuk bayi kembar tuan Moranno dan nyonya muda Yurina." Perintah dokter Rosalie sambil memberikan dua lembar kertas yang dipegangnya pada suster.


"Baik dok...."


"Nyonya muda, untuk menyusui, apakah ada kendala atau kesulitan yang anda hadapi?" Tanya dokter Rosalie lagi sambil memandang kearah Yurina.


"Tidak dok, hanya saja bayi - bayi saya itu sepertinya kurang mau menyusui. Mereka tidak dapat menghabiskannya, sehingga payudara saya terasa agak sakit karena masih kencang."


"Tidak masalah nyonya muda, karena baru lahir, jadi mereka masih pada tahap penyesuaian. Sering - seringlah menyusui mereka, setidaknya setiap dua jam sekali, nanti semakin bertambah hari mereka akan bertambah kuat menyusui. Bisa jadi stok ASI anda bisa kurang untuk mereka nyonya."


"Bila ASI nyonya muda melimpah, bisa ditampung dalam dot bayi, jadi sewaktu - waktu keduanya bangun bersamaan dan sama - sama ingin menyusui, nyonya muda bisa memberikan dot berisi ASI itu dan menyusui bayi yang satunya."


"Perhatikan asupan makanan, supaya ASI nyonya muda lancar selama menyusui. Dan harus banyak beristirahat, jangan terlalu banyak berpikir yang bisa mengakibatkan anda sterss, itu akan sangat berpengaruh pada kelancaran produksi ASI anda nyonya muda."


"Baik, saya akan mengingat semua yang dokter katakan. Terma kasih banyak ya dok."


"Sama - sama nyonya muda, saya permisi dulu untuk menemui pasien yang lain."


"Iya dok...."


Dokter Rosalie dan suster yang bersamanya bergegas keluar setelah seperti biasa memberi hormat pada Yurina.


Yurina meraih dua lembar kertas yang sempat ia serahkan pada dokter Rosalie untuk dicatat nama kedua bayinya oleh suster.


Dengan hati - hati Yurina melipat kedua kertas tersebut, dan memasukkannya dalam satu amplop yang sama milik Moranno.


"Bibi Nur, tolong bawa kedua bayiku kemari beserta ranjangnya."

__ADS_1


"Baik nyonya muda." Bibi Nur perlahan mendorong dua ranjang bayi mungil yang masih tertidur pulas didalamnya kedekat ranjang Yurina.


__ADS_2