JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 129 "Apakah isteriku sakit mom....?"


__ADS_3

"Sayang..... kau dari mana saja sepanjang hari ini, hmmm?" Tanya Moranno, saat mereka hanya tinggal berdua dikamar.


"Kenapa? Apakah kau merindukanku? " Sahut Yurina sambil memeluk leher Moranno yang duduk dikursi roda dari belakang.


"Tentu saja...... " ucap Moranno menyentuh tangan Yurina yang sedang memeluk lehernya.


"Bagaimana kegiatan terapimu hari ini suamiku.....?" Kata Yurina balik bertanya.


"Sangat baik.... Kaki - kakiku sudah mulai kuat menopang tubuhku....Mungkin beberapa hari lagi aku sudah tidak duduk dikursi roda ini lagi." Jelas Moranno antusias.


"Syukurlah..... Aku sangat senang mendengarnya suamiku." Kata Yurina sambil mencium leher suaminya itu.


"Yang kau lakukan itu membuat bulu - buluku meremang sayang...." Ucap Moranno jujur sambil tertawa kecil.


"Maafkan aku.... aku spontan saja...." Kata Yurina ikut tertawa kecil.


"Kau belum menjawab, kemana saja kau hari ini? Aku tidak melihatmu seharian, juga dikamar bayi kita.... kau tidak ada disana?" Moranno mengulang pertanyaannya.


"Setelah suntik imunisasi bayi Billy dan bayi Willy, aku kekantor. Asisten Rudi mengabari kalau nyonya besar sempat pingsan karena kelelahan. Jadi aku buru - buru kesana tidak sempat memberi tahu mu suamiku."


"Saat tiba dikantor, sudah ada dokter Herman yang menangani nyonya besar. Aku menunggu sampai nyonya besar sadar, lalu kami pulang kerumah." Jelas Yurina dengan sedikit berdebar, karena ada satu bagian cerita yang belum bisa ia sampaikan pada Moranno, mengingat kondisi suaminya itu yang belum pulih sepenuhnya.


"Jadi kau kekantor tadi?" Tanya Moranno memastikan.


"Hmmm....." Yurina mengangguk mengiyakan.


"Kasian mommy.... Mommy pasti sangat kelelahan karena pekerjaan yang begitu banyak, sehingga sampai pingsan seperti itu...." Ucap Moranno terlihat sedih.


Yurina menggeser kursi roda Moranno mendekat ke tempat tidur. Yurina lalu duduk ditepi tempat tidur berhadapan dengan Moranno.


"Bagaimana keadaan kantor sekarang? Apakah semuanya baik - baik saja saat kau kesana?" Tanya Moranno menatap wajah Yurina.


"Kantor..... Semuanya baik - baik saja.... nyonya besar sudah mengurus semuanya dengan baik selama kau sakit suamiku...." Sahut Yurina sedikit tersendat sambil beberapa kali mengambil napas. Ia nampak sedikit gugup.


"Sungguh??....." Moranno yang memperhatikan wajah Yurina menangkap kegugupan diwajah isterinya itu.


"Iya.... sungguh.... semuanya baik - baik saja suamiku..."Kata Yurina berusaha meyakinkan.


"Semoga beberapa hari ini aku sudah bisa cepat pulih sayang...." Ucap Moranno sambil menatap keluar jendela kaca.

__ADS_1


"Amin.... Iya suamiku. Kau pasti akan cepat pulih, lihat saja...tubuhmu sekarang sudah mulai berisi." Kata Yurina sambil memperhatikan suaminya yang duduk dikursi roda dihadapannya.


"Iya sayang, kau benar..... Aku juga sekakarang merasa agak bertenaga, tidak seperti diawal aku sadar, tubuhku begitu terasa lemah pada saat itu." ungkap Moranno yang mengingat masa itu.


" Sebentar lagi waktunya makan malam.... Aku akan membantumu untuk mandi suamiku...." Kata Yurina sambil melihat jam dinding.


"Hmmm......" Moranno hanya mengangguk. Ia membiarkan Yurina melepaskan pakaian yang ia kenakan satu persatu.


Yurina membawa Moranno kekamar mandi dengan kursi rodanya.


Dengan telaten Yurina membalur tubuh Moranno dengan sabun cair hingga berbusa, lalu ia menghidupkan kran air hangat untuk membersihkan busa - busa sabun itu dari tubuh Moranno.


"Tubuhmu sangat wangi suamiku...." Ucap Yurina menghirup tubuh Moranno sambil mengenakan handuk pada suaminya itu.


"Sekarang, aku akan menggosok gigimu...." Yurina membalur pasta gigi di sikat gigi Moranno.


"Buka mulutmu sekarang suamiku...."


Biarkan aku yang melakukannya sayang, untuk melatih saraf - sarafku yang masih kaku ini.


"Baiklah.... " Ucap Yurina sambil memberikan sikat gigi yang ia pegang ke tangan Moranno.


Moranno mulai menggosok giginya perlahan. Walau terlihat kaku, ia terus menggosok.


Yurina tersenyum memandang wajah Moranno, lalu mengusap wajah suaminya itu dengan air bersih.


"Ini gelasnya...." Yurina menyodorkan gelas air untuk suaminya itu berkumur.


Setelah menyelesaikan aktifitas dikamar mandi Yurina membawa suaminya itu kembali kekamar dan membantunya berpakaian.


"Suamiku.... tunggu sebentar disini, aku akan membersihkan tubuhku, setelah itu kita akan makan malam bersama tamu - tamu nyonya besar.


Yurina lalu bergegas masuk kekamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya.


***


Dimeja makan sudah duduk dengan rapi nyonya Agatsa ditempat biasanya. Lalu disebelahnya duduk nyonya Naomi, dan tuan Morgan duduk berhadapan dengan isterinya nyonya Morgan. Margaret duduk diujung meja berseberangan dengan ibunya, menyisakan dua kursi untuk Moranno dan Yurina yang baru tiba.


"Selamat malam nyonya besar.... nyonya Naomi... tuan dan nyonya Morgan... juga adik ipar...." Kata Yurina sambil membungkuk hormat dan menyapa semua yang sudah menunggu kehadiran mereka.

__ADS_1


"Duduklah...." Kata nyonya Agatsa memepersilahkan dengan suara datarnya.


Yurina lalu menggeser kursi dan menyingkirkannya sedikit kedinding, lalu mendorong kursi roda Moranno mendekati meja makan. Setelahnya Yurina menggeser kursi untuk dirinya duduk.


Suasana makan malam saat itu berbeda dari biasanya. Tidak ada keheningan. Nyonya Agatsa beberapa kali terlihat tertawa ringan bersama para tamunya, tidak ketinggalan dengan Margaret.


Hanya Yurina dan Moranno yang makan tanpa ikut berbicara. Keduanya menikmati makan malamnya dan hanya menjadi pendengar yang baik.


Nyonya Naomi, tuan dan nyonya Morgan sesekali mencuri pandang pada Yurina yang sedang menikmati makan malam dengan tenang.


Yurina sempat salah tingkah, karena ketiga tamu ibu mertuanya itu sangat sering memperhatikan dirinya disela - sela obrolan mereka.


Merasa ada sesuatu yang ganjil, Yurina memperhatikan beberapa bagian tubuhnya, mungkin saja ada sesuatu yang menempel pada dirinya sehingga ia sering diperhatikan oleh tuan dan nyonya Morgan, juga nyonya Naomi pikirnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Moranno setengah berbisik, yang melihat isterinya itu sebentar - sebentar bergerak memperhatikan dirinya sendiri.


"Tidak ada apa - apa suamiku....." Sahut Yurina dengan setengah berbisik pula.


"Dari tadi kuperhatikan, kau terlihat gelisah...." Kata Moranno lagi masih berbisik sambil menghentikan sejenak kegiatan makannya.


"Mungkin ada sesuatu yang menempel padaku, sehingga nyonya Naomi, juga tuan dan nyonya Morgan sering melihat padaku...." Jelas Yurina masih berbisik.


Moranno lalu melihat dan memeriksa penampilan isterinya itu sejenak.


"Tidak ada..... Kau pasti telihat cantik sayang....Makanya mereka sering melihatmu...."Gumam Moranno ditelinga Yurina. Yurina hanya tersenyum menahan tawanya.


"Suamiku.... Kau ini ada - ada saja, kurasa pasti bukan itu...." Elak Yurina masih tersenyum dan berusaha menahan tawanya.


"Ayo lanjutkan makanmu sayang...." Kata Moranno sambil menyuapkan sendok kemulutnya sendiri.


Keduanya lalu melanjutkan kembali makan malamnya sambil mendengarkan obrolan nyonya Agatsa, Margareth dan ketiga tamu mereka itu.


"Yurina....." Panggil nyonya Agatsa setelah mereka semua menyelesaikan makan malamnya.


"Iya nyonya besar....." Sahut Yurina sambil memandang kearah nyonya Agatsa yang masih duduk ditempatnya.


"Besok pagi kau harus bersiap ikut denganku kerumah sakit untuk melakukan beberapa tes kesehatan." Kata nyonya Agatsa.


"Apakah isteriku sakit mom.....?" Tanya Moranno khawatir.

__ADS_1


"Tidak..... Mommy hanya ingin mencegah sejak dini. Bukankah isterimu belum pernah memeriksakan kesehatannya secara menyeluruh." Jelas nyonya Agatsa gamblang.


"Baiklah....." Moranno menyetujui sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2